
"Ntahlah gue juga nggak tau, tapi yang gue tau tuh cewek pernah gue lihat, tapi gue lupa dimana gue lihat dia."
"Yaudah deh, itu urusan kaka aja."
"Duh lo nih kebiasaan banget sih, kan udah gue bilang kalau di sekolah jangan panggil gue kakak, emang lo nggak malu apa?"
"Nggak lah, ngapain harus malu?"
"Udah ah, gue capek ngomong sama lo," ucap Raka dingin dan sedikit keras.
"Dih tuh anak kenapa? kok sama adek sendiri dingin bat sih," ucap Stella dan aku hanya mengangkat bahu saja.
"Eh lo mau kemana ka?" tanya Riki.
"Ke kantin lah, ya kalli mau ke UKS," jawabnya ketus.
"Ketus amat sih," ucap Riki dan hanya mendapat tatapan tajam dari Raka.
"Muncul lagi deh penyakit dingin nya," gumam Riki.
***
"bel ke kantin yuk."
"tumben banget lo?"
"hehe, lagi pengen aja."
"yaudah deh."
Kami pun berjalan keluar kelas, dan di belakang di ikuti oleh Riki, tapi Riki sebenarnya bukan mengikuti kami berdua, melainkan dia sedang menyusul Raka.
"Duh kak Raka mana yah," gumamnya.
Tak lama kemudian dia melihat kakanya berjalan menuju UKS. Dia pun segera menusul kakanya.
"Akhirnya dapat juga nih kak."
"Eh lihat deh, tadi kan dia bilang mau ke kantin, tapi kok malah ke UKS yah?" tanya Stella heran.
"Gak tau, mungkin lagi sakit kalli," jawabku asal.
"nggak mungkin lah, orang tadi dia bilang dia mau ke kantin kok."
"Dih, perhatian banget sih sahabat aku ini."
__ADS_1
"Bukan perhatian, tapi kan tadi dia ngomong duaranya agak keras, jadi kan gue dengar."
"Yaudah, kita samperin aja yuk."
Kami pun berjalan menghampiri mereka berdua.
***
"Maaf nih yah, bukannya kita mau ikut campur, tapi kita cuma mau nanya kok," ucapku.
"Eh lo kenapa?" tanya Raka.
"nggak papa kok, tapi tadi bukannya kalian mau ke kantin yah?" tanyaku ragu.
"iya, ini juga lagi pengen ke kantin kok," ucap Raka lembut.
'Dih, Sejak kapan nih cowok lembut?' batin Raka.
Mendengar jawabannya aku dan Stella pun langsung tertawa kecil.
"Eh lo kok malah ketawa?" tanya Riki.
"Eh ini tuh jalan mau ke UKS, bukan jalan pergi ke kantin," jawab Stella di iringi tawannya.
Mendengar jawaban dia Riki pun langsung tertawa terbahak-bahak.
"Yah lucu aja, kan lo bilang tadi ke kantin, tapi kok malah ke UKS? emang di uks jualan makanan yah?" tanya Riki kikuk.
"Iyah kalli, mungkin di uks lagi jualan mie ayam," ejek Stella.
"Udah-udah, mending lo berdua bareng kita aja, itu juga kalau mau sih," tawarku.
"Yaudah gue ikut, biar gue gak kesasar kek ...," ucap Riki sambil memainkan lida di dalam mulutnya menunjuk ke arah Raka, melihat Riki menunjuknya Raka pun langsung bersikap datar.
Kami pun berjalan ke kantin dengan posisi, aku da Stella berada di depan, dan mereka bedua berada di belakang.
***
Saat kami sampai di kantin pun banyak yang berteriak histeris.
'WAH ADA COGAN NIH.'
'GILA, ITU COWO GANTENG BANGET.'
'DIH NGAPAIN TUH SI CUPU SAMA COGAN?'
__ADS_1
'DIH NGGAK COCOK BANGET DEH, MASA COGAN SAMA CUPU SIH.'
Itulah ocehan mereka, saat kami sampai.
"Berhubung kita udah sampai di kantin, jadi terserah kalian aja yah mau duduk di mana," ucap Stella.
"Oh iya, sama satu lagi, kalian pasti ingat kan jalan ke kelas? secara kan kalian masih muda, kan nggak mungkin kalau kalian pikun."
"Udah Stel, nggak usah di katain mulu, tuh lihat banyak yang mandang kita jijik lagi."
"Yaudah deh, kita duduk di sana aja yuk."
Aku dan Stella pun berjalan ke tempat yang di bilang Stella, sedangkan mereka berdua hanya dia sembari memperhatikan siswi di kantin yang sedari tadi menawarkan mereka tempat duduk.
"Coba deh lo lihat, ternyata gitu yah kalau punya fisik yang sempurna."
"Udah bel, jadi gini aja kita harus bersyukur."
"Iya Stel, tapi andai aja aku bisa seperti mereka berdua, mungkin kita nggak bakalan di pandang jijik lagi Stel."
"Iya bel, aku juga pengen gitu kok."
***
Kini jam pulang pun telah tiba, akupun segera berjalan keluar sekolah barengan dengan Stella.
"stel?"
"Hmn."
"Mau gue antar pulang nggak?"
"Nggak usa bel, lagian rumah gue kan nggak jauh."
"Yaudah gue di luan yah."
"Iya, samapi ketemu di rumah lo yah."
"Iya gue tunggu lo yah."
Akupun segera masuk ke mobil, yang di dalamnya sudah ada mang Setya yang menungguku.
***
Kini hari sudah sangat sore, aku sudah sampai di rumah sekitar 4 jam yang lalu, dan sekarang aku berada di depan rumah Stella.
__ADS_1
"Gue pamit yah Stel."
"Iya, makasih yah bel, maaf kalau gue ngerepotin."