
Setelah kompak - kompakan akhirnya Stella segera naik ke panggung karena dia di tugaskan menjadi MC untuk melancarkan rencana mereka.
"Baik acara perayaan ulang tahun anak pemilik sekolah akan segera di laksanakan, pasti kalian belum mengetahui siapa anak dari pemilik sekolah kan? karena kalian belum mengenali siapa anak pemilik sekolah maka saya akan mengenalkan dia kepada kalian semua," ucap Stella lalu mengisyaratkan untuk Bella segera naik ke panggung.
"Baik untuk acara perkenalan akan saya lakukan di acara terakhir saya, saya hanya ingin di acara spesial saya ada yang mau nyanyi, sekalian duet sama saya," bella berbicara se sopan mungkin.
'Nando naik gihh, kebetulan tuh yang ngajak duet cakep.'
'rala ayok naik, yang ngajak duet cecan lohh.'
Banyak sorak - sorakan yang meneriaki nama Nando dan raka, mereka meneriaki nama Nando karena mereka menyukai suara Nando, sedangkan yang meneriaki suara raka karena penasaran dengan suara cowok tersebut ketika bernyanyi.
Sedangkan Nando yang mendengar nama nya di perbincangkan hanya menatap datar, tanpa berniat sedikit pun untuk berduet berasama bella.
Sedangkan di atas panggung Bella sudah jengah mendengar sorakan dari siswa siswi SMA ANTARA.
"Berhubung gak ada yang mau maju... lebih baik abel aja yang pilihin, gimana Yah?" tanya bella.
"Oke Ayah setuju." Ucap antara menyetujui.
"Silahkan di pilih dek."
abel berjalan menelusuri siswa siswi SMA ANTARA untuk memilih siapa yang cocok berdua dengan kakaknya, sambil berjalan dia melihat wajah mereka satu persatu.
"Kakak ganteng ngapain dengan - senyum natap ke kak Sinta?" tanya Abel yang berhenti tepat di depan Nando, sedangkan Nando yang tidak menyadari keberadaan abel masih saja menatap Sinta.
Sinta yang mendengar namanya di panggil akhirnya ikut menatap Nando yang tengah tersenyum menatapnya.
__ADS_1
"Kak... Aishah huh," abel memukul lengan Nando kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab.
"Sinta cantik banget," Nando yang kaget dengan pukulan di tangannya akhirnya keceplosan lalu, beralih menatap ke tempat lain.
"Ehh kakak ganteng gabaik loh ninggalin muka cantik demi liat pocong yang duduk di karidor sekolah." Ceplos abel, dan yang mendengar hanya cekikikan.
"Awas lu bocah, gini - gini gue waktu hidup juga cakep." Pocong itu bersuara dan abel yang mendengar hanya pura - pura tak mendengar karena takut di katakan ganteng
"Yaudah deh, kakak ganteng sok dingin banget, gak cocok buat duet sama kakak abel," ucap Abel lalu kembali berjalan, sedangkan Nando yang mendengar hanya menahan malu akibat kepergok oleh abel.
"Ehh ternyata yang cakep masih ada yah? kirain udah ga ada hehe mana Cakepan yang ini lagi," ucap abel Cengar - cengir.
"Kak abel maunya yang ini, udah cakep gak pura - pura dingin lagi haduh best lah buat kakak," teriak abel sedangkan Nando yang merasa tersinggung pun hanya memasang muka datar.
Bella yang kaget akibat teriakan dari abel pun menoleh kepada abel dan melihat siapa yang di maksud oleh adik nya itu.
"raka," gumam Bella.
'serasi banget deh mna warna bajunya kayak habis janjian, sama - sama hitam.'
'cantik sama ganteng.'
'Iri gue."
Yah memang saat ini raka juga memakai jas berwarna hitam di padukan dengan kaos putih di dalamnya serta celana berwarna hitam.
"Mau lagu apa mbak?" tanya Raka.
__ADS_1
"Mbak mbak, emang gue pernah gitu nikah sama abang lo?" tanya bella yang tak suka di panggil mbak.
"Yah kan gatau namanya siapa, jadi di panggil mbak aja biar sopan."
"Lagu genting aja kangen band, hafal kan lu?" tanya bella.
"Hmnn."
"Bang gitarnya saya pinjam dulu yah, gausah di iringi apapun, nanti saya aja yang main gitar," ucap Raka lalu mengambil gitar tersebut serta mengambil kursi untuk di duduki.
"Dengarkanlah hatiku mulai bicara... tentang gentingnya hubungan kita... yang tak jelas arah dan tujuannya... dan tak tahu mau di bawa kemana...," Bella mulai bernyanyi di iringi dengan petikan gitar dari raka.
'njir suaranya keren banget, kekurangannya apa sih neng?'
'udah cakep pandai nyanyi meleleh aku nya neng... neng.'
"Sebab apa kau jadi berbeda... banyak diam tak mau bicara... lihat ku disini tatap mata ini... kita bicara dari hati ke hati...," Raka bernyanyi dengan suara serak basahnya serta menatap dalam ke arah Bella, dan petikan gitarnya pun tak pernah berhenti di mainkan nya.
'njir suara si Raka bagus banget.'
'cuaple goals ini mah namanya.'
"Jika memang tak lagi bisa... cinta ini ku pertahankan...lekaslah engkau jelaskan... Hoo...," Bella bernyanyi sambil menatap Raka sedangkan yang melihat mereka menatap iri keduanya.
"Katakan sayang mengapa begini... sikapmu sungguh membingungkan hati... jika kau inginkan aku pergi... aku siap jika harus angkat kaki... cobalah sayang berfikir dewasa... kita harus benahi hubungan kita... jujur dan katakan ada apa... lalu kita cari jalan keluarnya...," Mereka berdua menyanyi bersama sambil menatap lekat satu sama lain.
"Jika memang tak lagi bisa... Cina ini ku pertahankan... lekaslah engaku jelaskan... hooo... ," -raka.
__ADS_1
"Katakan sayang mengapa begini... sikapmu sungguh membingungkan hati... jika kau inginkan aku pergi.... aku siap jika harus angkat kaki... cobalah sayang berfikir dewasa... kita harus benahi hubungan kita... jujur dan katakan ada apa... lalu kita cari jalan keluarnya...." lagu telah berakhir dan keduanya masih saling menatap.
"udah woi udah, serasa nonton drakor siaran langsung gue." teriak Stella yang mewakili perasaan semuanya.