Perubahan Sigadis Cupu

Perubahan Sigadis Cupu
flash back masa lalu


__ADS_3

Bunda pun langsung mengangkat Bella dan membaringkannya di king size yang berada di kamar bunda.


Tak lama kemudian Bella pun sadar.


"Bunda," ucap Bella parau.


"Iya sayang kenapa?


"Abel mana bun?"


"abel nggak ada sayang," sambil meneteskan air mata.


"Nggak bun, nggak, Abel nggak mungkin hilang, ini semua gara - gara aku bun, kalau saja aku nggak menitipkan Abel sama bibi, Abel nggak bakalan di bawa sama bibi," ucap Rahma meneteskan air mata.


"Nggak sayang, ini bukan salah kamu."


"Nggak bun, ini salah aku, aku yang buat abel hilang, aku janji bun, aku akan membawa abel kembali ke rumah ini."


"Nggak sayang, ini bukan salah kamu, nanti kita cari Abel sama - sama yah," ucap bunda dan mencoba tersenyum paksa.


"Tapi bun, walau bagaimana pun ini tetap salah aku, aku yang udah buat abel hilang, keinginanku mempunyai adik nggak jadi bun," ucap Bella terisak dalam tangisnya.


"Sudah sayang sudah, kamu nggak usah nangis," ucap bunda membawa Bella ke dalam pelukannya.


Selama lima tahun lebih bella mencari adiknya setiap pulang sekolah, tapi hasilnya nihil, hingga akhirnya mereka harus pindah ke jakarta karena kerjaan ayahnya, dengan berat hati Bella harus ikut, karena tak ada yang menemaninya di surabaya, di karenakan bibi yang menjadi ART di surabaya juga pergi ke jakarta.


FlashBack off


"Kak, hei kak, helow kak," ucap raisa yang sedari tadi bingung dengan diriku yang mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"E-eh, iya," ucapku gelagapan sambil menarik turunkan sebelah alisku.


"Kakak kenapa melamun?" tanya Raisa.


"Nggak, oh iya nama kamu siapa?"

__ADS_1


"Nama aku isa kak."


"Loh bukannya Raisa?"


"Hehe iyah kak, tapi kak Nana sama kak Nesa manggil aku aca."


"Ohh yaudah, kakak boleh nggak meluk kamu?"


"Boleh kok kak," ucapnya sambil tersenyum, sedangkan aku melihat bu Mita untuk meminta persetujuan, dan bu Mita hanya mengangguk.


Akupun segera memeluk tubuhnya, dia pun membalas pelukanku dengan senang hati. Entah kenapa aku merasakan nyaman berada di pelukannya, tak terasa cairan bening lolos melewati pipi ku tanpa meminta persetujuan dariku.


"Kaka kenapa? kok nangis?" tanya Raisa setelah melepas pelukannya.


"Eh kakak gak papa kok, oh iya kaka mau pulang dulu yah."


"Iyah kak," ucapnya, akupun langsung melangkahkan kaki meninggalkannya.


"Bu."


"Ini ada sedikit uang, mohon di terima yah bu,"


"Ini ada sedikit uang, mohon di terimah ya Bu," ucapku sambil memberikan sisa uang yang ada di tanganku kepada bu Mita.


"Makasih neng," sambil mengambil uang yang ku berikan.


"Iya Bu sama - sama, tapi nanti saya main lagi yah ke sini, saya pamit dulu Bu, assalamu'alaikum," ucapku sambil menvium punggung tangan ibu Mira sedangkan bu Mita hanya mengagguk dan memberikan senyuman penuh arti kepadaku.


***


Saat aku sudah sampai di rumah aku melihat Ayah dan Bunda sedang ngobrol di ruang TV, tapi aku tak memperdulikan mereka mengobrol. Aku langsung naik ke kamar untuk membersihkan badanku dan langsung melaksanakan sholat maghrib.


***


Kini tak terasa 4 minggu telah berlalu dan hari ini ada pembagian kelompok untuk acara lomba dansa sebentar malam.

__ADS_1


"bel ...."


"Kenapa Stel?"


"Hari ini pembagian kelompok bel, dan sebentar malam akan ada lomba, aku nggak pede bel apa lagi dengan penampilan aku sebentar malam yang akan menjadi bahan untuk di tertawakan."


"Udah, kamu tenang aja semalam kata Bunda, kamu ke rumah aja entar sore jam 05:00"


"Mau ngapain?"


"nggak tau sih, tapi yang intinya kamu Harus sampai di rumah sebelum jam 5."


"Iya deh, entar sore aku ke rumah kamu yah," ucap Stella dan aku menanggapinya hanya dengan anggukan.


"Yaudah, kita ke lapangan aja yuk,"


"Ayuk."


Kini aku dan Stella sedang berjalan ke lapangan, tapi tiba - tiba.


Brakh...!


"aws ...," ringisku kedakitan saat diriku terjatuh ke tanah akibat kaki seorang cewek yang tak lain adalah rina .


"Ups," ucap rina sambil menempelkan tangannya di bibirnya.


"salah aku tuh apa sih sama kamu?" tanyaku dengan suara pelan.


"lo nggak ada salah sih sama gue, tapi gue en'nek lihat wajah lo di sekolah ini," ucapnya sambil tertawa.


"Emang salah yah?"


"Yah jelas salah lah."


"Tapi sialahnya di mana?"

__ADS_1


"Udah yah lo nggak usah banyak bacot, lo itu nggak pantas sekolah di sini, sekarang mending lo pergi dari depan gue, tapi awas yah kalau lo lapor sama guru bk."


__ADS_2