Pesona Saraswati

Pesona Saraswati
13


__ADS_3

"Selamat datang Kakak-kakak, terima kasih banyak telah datang ke salon kami," sapa Saras dengan sangat ramah.


"Betul, sebelum nya kami mengucapkan terima kasih banyak karena Kakak-kakak sudah berkenan hadir, kami akan melayani dengan setulus hati, silahkan di pilih perawatan apa yang akan kalian ambil, untuk promo minggu ini," Dewo ikut berbicara, seolah ia tidak pernah mendapatkan masalah sebelumnya, karena senyum lebarnya terlihat nyata di pipinya.


Saras melempar senyum melihat semangat yang bertabur di wajah Dewo saat itu, betapa ia merasa bahagia karena bisa melihat Dewo semangat seperti ini dan tidak menunjukkan sikap buruknya pada pelanggan baru yang hadir untuk salon mereka.


Para remaja tersebut mulai memilih perawatan apa yang akan mereka gunakan, dan setelah beberapa saat kemudian mereka pun mendapatkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan yang mereka inginkan. Dewo dan Saras nampak memainkan perannya masing-masing saat itu, dengan penuh semangat Dewo mulai menepis permasalahan barunya ketika bertemu dengan Mario, ia tidak ingin jika sampai memikirkan Mario akan membuat fokusnya menjadi berkurang.


Saras sesekali memperhatikan Dewo yang ia pikir sedang mendapatkan masalah itu, lalu ia merasa lega lantaran melihat Dewo yang saat itu sudah kembali seperti sebelumnya, terlihat tenang dan santai menghadapi masalah, membuat Saras tidak lagi mencemaskan dirinya.


Beberapa jam kemudian, empat pelanggan baru yang datang pertama kali di salon Dewo itu akhirnya selesai, mereka merasa sangat puas dengan pelayanan di salon tersebut hingga membuat mereka memuji Saras dan Dewo.


"Kalau seperti ini pelayanannya, mungkin kami akan betah di sini dan akan kembali lagi ke salon ini nantinya," ucap salah satu dari mereka.


"Ya, itu benar sekali. Pelayanan yang begitu ramah membuat kami merasa sangat akrab pada kalian, padahal kami mengenal kalian saat kami masuk ke salon ini, tapi kami merasa bahwa bahwa kami sangat dekat dengan kalian," seru lainnya melempar senyum.


"Terima kasih banyak Kakak-kakak, atas komentar kalian yang membuat kami sangat bersemangat untuk menetapkannya, jangan lupa ajak teman-teman kalian yang lain ya, buat main ke salon kami," sahut Saras penuh senyum merayu mereka yang sudah mulai jatuh hati.


"Tentu Kakak, kami akan membawa teman-teman kami untuk datang ke sini, kami sangat puas dengan pelayanan di sini. Kalau begitu kami permisi dulu ya." pamit mereka yang saat sudah siap untuk pergi.


Saras dan Dewo melempar senyum mengantarkan kepergian mereka, dan setelah itu Saras menatap Wajah Dewo, begitu juga sebaliknya.


"Ada apa, Saras?" tanya Dewo menatap penasaran ketika Saras menatap dirinya.

__ADS_1


"Kau tahu? Aku sangat bahagia sekali hari ini, semua rasa sedihku tergantikan kemarin dengan adanya hari ini," ucap Saras dengan bahagia.


"Oh, iya," Dewo membalikkan tubuhnya membelakangi Saras dan dengan cepat Saras pun menghentikan Dewo yang akan pergi meninggalkannya.


"Hanya Oh?" tatapan Saras menyipit menatap wajah Dewo.


"Lalu?" Dewo ikut membalas tatapan Saras dengan bingung.


"Astaga Mas! Kau ini menyebalkan sekali ya, astaga...." Saras menepuk jidatnya dengan kecewa.


Saras merasa kecewa karena melihat tingkah Dewo yang ternyata hanya bersikap biasa saja ketika ia berada dalam puncak kebahagiaan, kedatangan empat pelanggan baru itu lah yang membuat Saras merasa sangat bahagia, dan Dewo hanya bersikap biasa saja?


Saat hendak pergi meninggalkan Saras, Dewo pun menahan salah satu tangan Saras hingga membuat Saras dengan cepat berbalik arah menatap nya. Saat itu Dewo menggenggam erat tangan Saras lalu melompat-lompat di tempat dan Saras pun ikut melakukan hal yang sama.


"Kau ingin aku berbahagia kan? Dan ini aku, aku sedang berbahagia karena empat pelanggan baru yang berhasil kau undang ke mari, dan aku sangat bahagia sekali, Saras," ucap Dewo masih melakukan hal yang sama.


"Kau bahagia? Bukan kah tadi kau terlihat sangat biasa saja dan kau hanya membalas kebahagiaan ku dengan kata oh!" marah Saras yang tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Dewo saat ini.


"Ayolah Saras, aku hanya bercanda saat itu. Aku tidak benar-benar sedang tidak mengerti apa-apa. Percaya lah, aku sudah cukup dewasa untuk mengerti kebahagiaan yang kau rasakan." jelas Dewo tersenyum lebar, ia berhasil membuat Saras merasa jantungan dengan sikapnya.


Mendengar penjelasan dari Dewo, tentu saja membuat Saras sangat marah padanya. Dan dengan cepat salah satu tangan Saras pindah ke pinggang Dewo, Saras mencubit kecil pinggang itu dan membuat Dewo kesakitan.


"Kau menyiksa ku, Saras," ucap Dewo yang sudah tidak tertawa lagi.

__ADS_1


"Ya, bagaimana? Apa kau tahu kalau tadi aku sangat kesal padamu," sergah Saras masih marah.


"Maafkan aku, jika bercandaku membuat dirimu tidak senang, aku mohon tolong jangan cubit aku lagi." pinta Dewo yang merasa sangat tersiksa ketika Saras melakukan hal itu.


Melihat Dewo memohon padanya membuat Saras justru merasa semakin gemas, ia terlihat mencoba untuk mengulangi hal yang sama namun Dewo buru-buru menghindar, sampai akhirnya gelak tawa Saras terdengar dari seluruh ruangan karena merasa puas melihat tingkah Dewo.


"Selamat siang,"


Seseorang datang mengejutkan Saras dan juga Dewo, mereka terhenti dengan cepat ketika menyadari bahwa ada orang yang datang dan sedang berdiri di depan pintu salon.


"Ya, selama siang," lirih Dewo menyambut sapaan wanita baya itu.


"Aku tidak sengaja melihat postur yang ku baca sedang ada promo besar-besaran di salon ini, apa aku boleh mampir ke sini?" tanya wanita itu dengan sangat santun.


Saras dan Dewo saling menatap satu sama lain, kebahagiaan sebelumnya itu belum lah hilang dari hidupnya, dan kini datang kembali seseorang yang dengan sopan bertamu di salon mereka.


"Tentu saja boleh Bu, silahkan masuk. Promo ini berlaku untuk semua usia, baik pria, wanita, remaja, dan dewasa, semua boleh berkesempatan untuk mendapatkan promosi ini," ucap Dewo dengan hangat menyambut wanita itu dan mempersilahkannya masuk.


"Terima kasih banyak, sebenarnya ini untuk bukan untukku, tapi untuk ke tiga putriku, mereka tumbuh remaja bersama dan aku dituntut untuk mempercantik mereka secara adil," seru wanita itu yang ternyata membawa ketiga putri cantik di dalam mobilnya.


"Oh, boleh sekali Ibu, kalau perlu Ibu juga bisa melakukan perawatan di sini, dan satu catatan yang kami ingin berikan, salon ini kan mengadakan promo setiap hari jum'at, dan promo kita bukan berarti asal-asalan. Kami akan menyambut semua pelanggan baru sebagai raja dan ratu di salon kami, benar begitu kan, Mas?" Saras menatap Dewo dan dengan penuh senyum.


"Ya, itu benar sekali. Konsep kami adalah, murah tapi bukan murahan, dan kami bersedia menerima kritikan juga saran apabila pelanggan baru datang." jelas Dewo membalas senyuman Saras.

__ADS_1


Wanita itu terlihat sangat senang sekali, belum apa-apa saja ia sudah merasa bahagia karena sambutan Saras dan Dewo yang begitu sangat ramah. Bagaimana tidak, dua insan yang sedang berada dalam puncak cinta dalam diam itu, hanya bisa mengekspresikan perasaan melalui kebahagiaan untuk orang lain.


__ADS_2