
"Apa sudah semuanya?" Ucap seseorang.
"Siap sudah" balas seseorang.
"Bagus... lanjutkan sesuai rencana" ucap seseorang.
"Baik" balas sesorang.
Di pagi hari... tempat latihan ksatria Kerajaan Luygrind...
Terdapat murid-murid yang dipanggil dari dunia lain untuk mengalahkan Raja Iblis baru yang lahir... mereka semua dilatih untuk menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia untuk kedua kalinya.
"Lebih kuat lagi!" Teriak Komandan Ksatria.
"Jangan ada yang berhenti sebelum ada perintah berhenti.... paham!" Teriak komandan ksatria.
"Siap paham...!" jawab semua murid laki-laki yang dilatih.
Semua teman sekelas Kruiya dilatih sesuai kemampuannya masing-masing... Mereka yang memiliki kemampuan yang berguna akan dilatih dan dikembangkan, dan jika dari mereka ada yang memiliki kemampuan kurang berguna akan di ajari banyak hal untuk menutupi kekurangan mereka.
Teman sekelas Kruiya dilatih dengan sangat baik, namun... Asfrei sang pahlawan baru dilatih Khusus dan diajari oleh orang-orang berbakat di kerajaan... sedangkan teman-teman Asfrei dilatih bersamaan dengan yang laiinya. Hanya Asfrei saja yang dilatih Khusus.
"Rei..."
"Apa kamu mendengarku?"
"Rei...!"
Teriak teman sekelas Rei memanggil Rei yang sedang melamun di bawah pohon saat waktu istirahat.
"Hah..."
"Novy ternyata... ada apa memanggilku?"
Terkejut Rei saat Novy memanggilnya dan menanyakan alasan Novy memanggil Rei.
"Dasar... dari tadi aku memanggilmu tidak ada reaksi dan jawaban sama sekali" ucap Novy kesal.
"Dan... apa yang membuatmu memanggilku?" Tanya Rei meledek.
"Begini... kenapa saat waktu istirahat kamu selalu sendirian duduk dan melamun begini hah?" Tanya Novy penasaran.
Saat waktu latihan, semua teman sekelas Rei latihan dengan serius dan semangat... juga Rei saat latihan dia bersemangat dan selalu latihan lebih keras dari yang lain, tapi saat waktu istirahat Rei selalu melamun sendirian di bawah pohon, dan itu membuat Novy penasaran akan hal itu, karena disamping Novy saat latihan adalah Rei.
"Apa mungkin karena Kruiya?" Ucap Novy menyimpulkan.
Reaksi Rei saat mendengar nama "Kruiya" Rei mulai merenung, seperti memikirkan Nasib Kruiya sekarang.
"Sudah kuduga... Kruiya memang diusir dari istana, tapi itu merupakan perbuatannya sendiri, juga mungkin dia baik-baik saja... mungkin" ucap Novy meyakinkan Rei.
"Kau benar... tidak seharusnya aku bersikap begini... sudah Seminggu lebih Kruiya pergi. Seharusnya dia baik-baik saja sekarang, karena dia Kruiya" balas Rei mulai semangat Kembali.
****************************************
[Status]
Tingkat : 1
Nama : Rei
Umur : 16
Kelamin : Pria
Ras : Manusia
Job : Ksatria
Kemampuan : Meningkatkan Armor yang dipakai 1 Tingkat, Meningkatkan Senjata yang dipakai 1 Tingkat. Meningkatkan Kekuatan Fisik. Bela Diri. Ahli Pedang.
Ksatria (Job atau Gelar Seseorang yang sudah diakui dan memiliki Kemampuan dalam bertarung dalam menggunakan senjata maupun tangan kosong. Memiliki Tugas untuk melindungi Negara dan warga kerajaan, berperan penting dalam melindungi dan menjaga dari ancama Monster, Biantang Buas dan Iblis. Berpakaian Full Armor untuk melindungi segala serangan dari titik lemah, memakai sebuah senjata untuk menyerang balik lawan, dan memakai sebuah perisai untuk melindungi/Menangkis serangan yang berakibat fatal)
[Status]
Tingkat : 1
Nama : Novy
Umur : 16
Kelamin : Pria
Ras : Manusia
Job : Talker
Kemampuan : Seni Berbicara. Memahami semua Bahasa. Memahami Situasi. Memberi Saran. Pemimpin. Menganalisis.
__ADS_1
Talker (Job Seseorang untuk memberi saran kepada orang/rekan agar lebih mudah menyelesaikan masalah. Orang yang pandai bersilat lidah)
****************************************
Saat semua Murid sedang istirahat, komandan ksatria datang dan menemui mereka yang istirahat.
"Semuanya... berdiri dan berbaris, Cepat!" Teriak Komandan Ksatria.
Semua dengan cepat berbaris dan menunggu arahan dari komandan ksatria. Terlihat semua bersemangat tentang pelatihan kali ini, dikarenakan pelatihan kali ini mereka akan dihadapkan dengan monster yang belum pernah dilihatnya walaupun ada sedikit dari mereka yang takut dan gugup.
"Hari ini kita akan memasuki Dungeon dan persiapan untuk kalian sudah disiapkan oleh pihak istana" ucap Komandan ksatria menjelaskan.
Dungeon... sebuah tempat yang muncul secara misterius di tempat yang berbeda-beda. Dungeon adalah tempat sumbernya monster-monster dari Terlemah sampai Terkuat, di dalam Dungeon sendiri terdapat tiap Lantai yang berbeda-beda, semakin dalam Lantai di dalam dungeon, maka semakin kuat monster di lantai tersebut. Setiap dungeon memiliki kesulitan masing-masing.
"Dungeon?"
"Apa itu dungeon... sebuah tempat?"
"Dungeon kah... seperti familiar namanya"
Semua murid kebingungan saat mendengar kata "Dungeon" di telinga mereka, semua bertanya-tanya tentang "Dungeon" apa itu?
"Apa kalian belum pernah mendengar tempat bernama Dungeon?" Tanya komandan ksatria.
"Belum!" jawab semua murid kecuali Afrei dan 2 orang lainnya.
Kemudian komandan ksatria menjelaskan tentang Dungeon, dan pada akhirnya mereka mengerti bahwa dungeon adalah tempat bersarangnya bagi monster, tapi disisi lain dungeon juga tempat harta karun yang langka dan semakin dalam lantai yang di jelajahi maka, semakin mahal atau berharga harta karun yang di dapat.
****************************************
Dan harta Tingkat Tertinggi di dunia ada 7
Dua diantaranya adalah :
Holy Sword (Pedang Suci Pahlawan, Hanya gelar pahlawan yang bisa memakai pedang ini. Pedang yang di tempa dengan Material terkeras di dunia dan di beri sihir Kuno, setelah itu ditulis dengan bahasa kuno. Pedang yang mampu menembus kegelapan. Dapat meningkatkan kecepatan dan kekuatan seiring berjalannya waktu)
Demon Sword (Pedang kegelapan Raja Iblis, Hanya makhluk yang memiliki kegelapan terdalam yang bisa memakai pedang ini. Pedang yang berasal dari kegelapan terdalam, bahkan cahaya tidak mampu menembusnya. Pedang yang mampu bertambah kuat saat membunuh Makhluk Hidup. Siapapun yang menggunakan pedang ini akan mengalami penderitaan dari pemilik pedang terdahulu)
****************************************
Setelah penjelasan yang singkat dari komandan ksatria... akhirnya mereka berangkat menuju dungeon untuk pertama kalinya bagi teman sekelas Asfrei. Disini Asfrei lah yang memimpin teman-temannya untuk mengalahkan monster yang akan muncul di dungeon. Komandan Ksatria hanya akan mengawasi latihan mereka dan menjaga mereka dari monster yang berbahaya seperti Orc dan Wolfern yang kemungkinan tiba-tiba muncul.
Mereka berangkat dengan berjalan kaki, karena dungeon yang akan mereka datangi dekat dengan Ibu Kota kerajaan Luygrind, Grindam. Dengan perlengkapan yang aman... dengan percaya diri mereka menanti untuk mengalahkan monster.
"Hei Rei... apa kamu takut?" Tanya Novy berjalan di samping Rei.
"Takut? Tidak aku tidak takut sebelum mengetahui sendiri" Balas Rei sambil berjalan.
"Begitu ya... baiklah" ucap Novy kembali fokus dengan perjalanannya.
Setelah beberapa menit... akhirnya mereka semua sampai di tempat Dungeon itu. Di pinty masuk dungeon terdapat 2 penjaga yang menjaga pintu masuk. Dan komandan Ksatria mendatangi 2 penjaga itu untuk memberikan izin, dan akhirnya diberikan izin untuk memasuki dungeon.
"Berhati-hatilah, ada banyak monster dari lantai bawah naik ke lantai atas" ucap salah satu penjaga itu memperingatkan.
Saat memasuki dungeon... ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh teman sekelas Asfrei, yaitu jangan bertindak gegabah, jangan pergi sendirian, memasuki dungeon lebih dalam.
Peraturan itu diterima oleh semuanya dan kemudian mereka menginjakkan kaki mereka pertama kalinya ke dungeon. Saat menginjakkan kaki ke dungeon perasaan aneh menyelimuti mereka, aura mengerikan itu datang dari kegelapan yang ada di dalam dungeon yang dimasuki murid-murid.
Semua masuk kedalam dungeon dengan penerangan lentera. Sesampainya di lantai pertama dungeon... mereka langsung berhadapan dengan beberapa Slime, tapi jenis slime yang ada di dungeon berbeda dengan slime yang ada di luar dungeon... perbedaannya cukup jelas.
[Status]
Tingkat : 3
Nama : Dungeon Slime
Ras : Slime
Umur : ???
Kemampuan : ketahanan serangan Fisik. Dapat mendorong musuh dengan tenaga yang kuat.
Kelemahan : Inti Slime, Serangan Sihir.
Slime : (Makhluk Lemah yang tidak memiliki serangan maupun ketahanan, tapi ada beberapa jenis slime yang memiliki serangan dan ketahanan)
"Semuanya... dihadapan kalian adalah jenis monster terlemah, tapi jangan anggap remeh monster itu" ucap Komandan Ksatria menjelaskan.
"Semuanya... Pemilik Job Knight akan ikut bersamaku dan job penyihir akan membantu dari belakang, sedangkan job support seperti penyembuh dan sebagainnya tetap di belakang, Heavy Knight akan melindungi serangan dari garis depan. Paham!" Teriak Asfrei memimpin.
Semua menuruti perintah Asfrei dan siap untuk melakukan serangan...
Mereka pun langsung menyerang 8 Slime yang ada. Dengan kekuatan Asfrei yang kuat... Asfrei mampu mengalahkan 1 Slime dengan mudahnya walaupun tingkatnya sekarang masih lemah. Setelah mereka melihat Asfrei mengalahkan Slime dengan mudah, akhirnya mereka mencoba membunuh slime namun hasilnya mereka terkena serangan dari slime itu dan membuat teman sekelas Asfrei kewalahan hanya mencoba mrmbunuh slime.
Mereka gagal membunuh slime karena mereka tidak mengetahui kelemahan slime. Asfrei bisa membunuh slime itu karena pedang yang di pakai Asfrei dilapisi oleh sihir, sedangkan teman-teman Asfrei yang ada di garis depan tidak bisa membunuhnya, kecuali mengenai inti slime.
Setelah Slime yang ada sudah dikalahkan, mereka semua akan kembali ke istana untuk dilatih lagi.
__ADS_1
Tapi...
Tiba-tiba!
Muncul sebuah sosok tinggi besar dari kegelapan dungeon di depan mereka. Sosok itu adalah...
"Apa itu?" Ujar Asfrei melihat sosok itu
"Itu Orc...! Semuanya cepat berada di belakangku, sekarang!" Teriak komandan Ksatria langsung siap siaga.
Orc itu datang kearah Asfrei dan teman-temannya yang selesai berlatih, tapi jika dibandingkan dengan Komandan Ksatria, itu tak beda jauh dari segi kekuatan.
Dengan aura yang mengerikan disertai niat membunuh, Komandan Ksatria langsung diposisi depan untuk melindungi kandidat.
"Tidak mungkin... bahwa ada Orc di lantai pertama, ini tidak mungkin... apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Komandan Ksatria dalam hati sambil mengeluarkan keringat dingin.
"Walau cuma 1 Orc, aku bisa mengalahkannya... tapi Orc itu akan mengincar yang ada dibelakangku" pikir Komandan Ksatria.
Kini... mereka melihat sosok monster tinggi besar dan mengerikan dihadapan mereka, dan sekarang Komandan Ksatria sedang berhadapan dengan Sosok Orc.
Orc itu tak kunjung menyerang... tapi apa yang dipikirkan Komandan Ksatria adalah... mulai menyerang sebelum diserang, komandan ksatria langsung berlari maju untuk menyerang Orc itu, dengan ayunan pedang yang cepat Orc itu akhirnya bergerak dan menangkis serangan dari komandan Ksatria. Orc itu dipersenjatai oleh kapak besar.
Setelah menangkis serangan dari Komandan Ksatria... Orc itu langsung menyerang dengan mengayunkan kapaknya dari atas ke bawah... alhasil serangan itu membuat komandan Ksatria menghindar, karena jika dia terkena serangan dari Orc itu akan terbelah menjadi 2 bagian.
Berhasil menghindar dari serangan Orc... Komandan Ksatria terus menyerang Orc itu dengan sangat cepat, Orc itu hanya menangkis serangan dari Komandan Ksatria. Dengan serangan yang begitu cepat, membuat Orc itu terluka karena tidak mampu terus menangkis.
Orc itu semakin marah dan Orc itu menendang Komandan Ksatria sampai terdorong jauh... komandan ksatria mengalami hantaman keras saat menabrak dinding dungeon akibat tendangan Orc itu.
Kondisi Komandan Ksatria sangat parah karena Orc itu menendang tepat di dada Komandan Ksatria, alhasil Komandan Ksatria mengalami luka dalam yang cukup parah, tapi itu tidak menumbangkan Komandan Ksatria...
"Urkhgg...!" Suara komandan ksatria Muntah darah akibat tendangan Orc itu.
"Apa cuma segini kemampuanmu, hah?" Ejek Komandan Ksatria kepada Orc itu.
Orc itu semakin marah seolah-olah mengerti apa yang diucapkan oleh komandan ksatria. Orc itu langsung berhenti menargetkan Komandan Ksatria dan menargetkan Asfrei dan teman-temannya yang sedang ketakutan melihat sosok mengerikan dari Orc itu.
Orc itu berlari menuju Asfrei dan teman-temannya, tapi itu dicegah oleh Komandan Ksatria yang langsung dihadapan Orc itu...
"Kali ini kamu tidak akan kubiarkan lolos" ujar Komandan Ksatria tersenyum kearah Orc itu.
"Upgrade" ucap Komandan Ksatria.
Tiba-tiba... setelah Komandan Ksatria mengucapkan kata "Upgrade" itu membuat semua perlengkapannya menjadi lebih kuat dari Armor juga senjata yang dipakainya.
"Inilah kemampuanku, Upgrade. Kemampuan yang dapat membuat Perlengkapan Armor dan senjata yang kupakai menjadi lebih kuat 1 tingkat, dan kali ini akan ku bunuh kau Orc" ujar Komandan Ksatria menjelaskan tentang kemampuannya.
Armor dan senjata Komandan Ksatria tampak sangat berbeda dari yang biasanya akibat dari kemampuannya sendiri yang dapat meningkatkan Perlengkapan yang dipakainya.
Komandan Ksatria langsung menyerang Orc itu, dengan sengit melawan Orc itu, pertarungan semakin terlihat siapa yang lebih unggul. Orc itu langsung menyerang dari sisi kanan mengayunkan kapaknya, tapi itu ditangkis dengan mudah oleh pedang Komandan Ksatria. Kemudian Komandan Ksatria mencoba menusuk Orc itu, namun gagal dikarenakan Daging Orc sangat keras yang bahkan senjata biasa saja tidak bisa melukainya.
Tiba-tiba muncul ide dari komandan Ksatria untuk mengalahkan Orc itu.
"Asfrei... pinjamkan Pedangmu sebentar!" Teriak Komandan Ksatria sembari menghindari serangan Orc.
"Baik...!" balas Asfrei melempar pedangnya kearah komandan Ksatria.
Kemudian Komandan Ksatria mengambil pedang milik Asfrei dan mengupgradenya, alhasil pedang itu menjadi lebih kuat. Kemudian komandan Ksatria melempar pedangnya kearah Orc itu untuk mengalihkan perhatian agar nanti mendapat celah untuk menyerang dengan pedangnya Asfrei, setelah melempar Pedangnya Komandan Ksatria... Orc itu mulai membuka celah, dengan cepat Komandan Ksatria menusuk tepat di bagian jantungnya di saat bersamaan dengan mengalihnya pandangan Orc itu.
Orc itu akhirnya tumbang, di latihan pertama Asfrei dan temannya yang di hadapi oleh kenyataan bahwa Mengalahkan Monster tidak seindah yang dipikirkan, dan mereka mendapat pengalaman bahwa mengalahkan Monster juga mempertaruhkan nyawa saat menghadapinya.
Sampai disitu lah latihan Asfrei dan temannya memasuki dungeon pertama kalinya, dan akhirnya mereka pulang kembali.
Sesampainya di istana kerajaan...
"Oh aku hampir lupa... Asfrei ini pedangmu aku kembalikan" ucap Komandan Ksatria mengembalikan pedangnya Asfrei.
"Kok berubah jadi semula lagi?" Tanya Asfrei kebingungan yang tadinya pedangnya berubah menjadi kuat, sekarang seperti semula.
"Hahahaha! Itu karena aku sudah tidak mengaktifkan kemampuanku lagi" tawa Komandan Ksatria karena reaksi Asfrei.
****************************************
Ditengah Hutan...
Kruiya dan Elies sedang menginterogasi seseorang kemarin malam yang tiba-tiba muncul. Orang itu duduk di hadapan Kruiya.
"Dan... dari mana kamu berasal?, SERRA" Tanya Kruiya serius dengan tatapan mata yang tajam kearah Serra.
-
-
-
-
Apa yang akan dilakukan Kruiya terhadap Wanita itu yang bernama "Serra". Dan jawaban apa yang diberikan Wanita itu "Serra" ???
__ADS_1
Bersambung.