Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain

Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain
Hutan Tak Bernama


__ADS_3

Hari dimana Kruiya dan Elies Memasuki Hutan Tak Bernama...


Kruiya dan Elies berjalan diantara Pepohonan yang lebat. Tiba-tiba Kruiya berhenti di Antara Pohon Besar yang tinggi.


"Kita Berhenti dulu disini, aku ingin membuat sesuatu" Ujar Kruiya Menaruh tas


"Elies kamu persiapkan tenda dan tempat untuk menyalakan api disini" Ucap Kruiya menyuruh Elies.


Kruiya pun langsung ikut mempersiapkan tenda bersama Elies agar cepat selesai, setelah itu Kruiya menyuruh Elies lagi.


Kruiya membeli tenda saat mempersiapkan ingin pergi tadi.


"Hm... Elies, aku perintahkan kamu mencari Tumbuhan Beracun di hutan ini, juga Berburu Beberapa ekor kelinci. Itu perintah" Ucap Kruiya sambil membuat tempat untuk menyalakan api.


"Tumbuhan beracun buat apa tuan?" Jawab Elies Penasaran.


"Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang pergi untuk menyelesaikan tugasmu" Balas Kruiya.


"Baik Tuan" Jawab Elies Pergi mencari kelinci dan Tumbuhan Beracun. Tak jauh Di sekitar tenda.


Setelah Kruiya selesai membuat tempat untuk menyalakan api. Kruiya pergi mencari ranting pohon untuk menyalakan api.


Beberapa menit kemudian kruiya kembali dan menyusun ranting kayu agar bisa dinyalakan.


****************************************


Berfokus pada Elies yang mencari Tumbuhan beracun dan berburu kelinci.


"Mencari Kelinci dimana ya...?" Ujar Elies kebingungan sambil berjalan melihat sekitar.


"Hah...! Itu dia kelincinya" Teriak Elies terus langsung menutup mulut agar kelincinya tidak kabur.


"Ups... Hampir saja aku membiarkan mangsanya kabur" ucap Elies dengan lirih.


Elies melihat semak-semak yang cocok untuk bersembunyi, kemudian Elies bersembunyi di situ.


Elies sedang mengintai kelompok kelinci yang sedang makan rumput, Elies mengintai di balik semak-semak dan siap untuk memanah.


(Woosh...!)


Suara panah melesat dan mengenai 1 ekor kelinci.


(Woosh...!)


Suara panah lagi dan mengenai 1 ekor kelinci.


Setelah itu Elies membawa kelinci itu ke sungai terdekat dan membersihkan organ dalam kelinci itu dan kemudian mengikatnya dan membawanya.


Elies pun langsung mencari tumbuhan beracun, tapi Elies tidak tahu tumbuhan beracun seperti apa yang Kruiya inginkan, apa tumbuhan Beracun mematikan atau Beracun Melumpuhkan.


Kemudian Elies memutuskan untuk mencari kedua-duanya.


Beberapa menit kemudian Elies menemukan tumbuhan Beracun Melumpuhkan dan mencari 1 lagi tumbuhan Beracun Mematikan.


Elies pun menemukannya dan langsung membawanya ke Kruiya.


Sesampainya, Elies langsung menyerahkan tumbuhan itu ke Kruiya.


"Ini tuan Tumbuhan beracunnya" Ucap Elies sambil meletakannya ke Tanah.


Kruiya berdiri dan mengelus-elus kepala Elies sebagai hadiah karena menyelesaikan tugas pertama dari Kruiya dengan benar.


"Yosh-yosh..." Suara Kruiya sedang mengelus-elus kepala Elies


"Um... anu... Tuan?" Ucap Elies dengan wajah memerah bingung kenapa Kruiya mengelus-elus kepala Elies.


Sekarang sedang Sore hari, Kruiya membuat api dengan memercikan Batu api dan baja ke serpihan kayu yang halus.


Api pun menyala, kemudian Kruiya dan Elies mulai Membakar Kelinci yang tadi siang Elies buru.


Malam pun Tiba. Elies sedang memasak Kelinci tersebut, sedangkan Kruiya sedang memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba suasana berubah, suara malam hari di Hutan dipenuhi suara serangga dan suara burung yang aktif di malam hari.


Kelinci bakar pun sudah matang. Elies dan Kruiya makan kelinci itu bersama-sama.


"Hm... rasanya lumayan enak, tapi sudah kuduga rasanya kurang, karena tidak ada bumbu penyedap yang membuat gurih dagingnya seperti garam dan lainnya" Ujar Kruiya Memakan kelinci bakar yang agak hambar rasanya.


Mereka sudah selesai makan malam.


Kruiya memulai sesuatu lagi, Kruiya memasang wadah yang agak besar untuk memasak sesuatu.


"Elies... bisakah kau memberi tahuku cara membuat Ramuan racun?" Ucap Kruiya bertanya ke Elies.


"Bisa tuan, tapi kenapa tuan ingin membuat racun?" Jawab Elies kebingungan.


"Aku ingin membuat racun karena aku siap dalam petualangan ini, kita tidak tahu apa yang akan menanti kita besok.


"Mungkin ada monster yang kuat yang tidak bisa dilukai oleh senjata biasa, oleh karena itu aku membuat racun agar nanti monster yang kita lawan akan lebih mudah kalah karena terkena racun"


Kruiya mengatakan itu kepada Elies dan Elies menuruti perkataan Kruiya dan memberi tahu Kruiya cara membuat racun.


Setelah selesai memberi tahu Kruiya, Elies disuruh untuk tidur di tenda oleh Kruiya, dan Elies menuruti perkataan Kruiya.


Sekarang Kruiya sedang membuat Racun dari tumbuhan beracun yang ditemukan Elies, Kruiya merebus tumbuhan itu dengan bahan-bahan yang dicampur ke dalam rebusan itu dengan air dari sungai disekitar.


"Uwaaah... malam hari yang indah juga gelap karena bulan tidak terlihat karena tertutup oleh dedaunan pohon yang lebat... kah..." Ujar Kruiya menguap karena mengantuk.


"Baiklah ini sudah selesai" Ucap Kruiya selesai mengaduk dan racun sudah jadi.


Kruiya kemudian memasuki rebusan racun itu kedalam botol yang sudah disiapkan Kruiya, Kruiya memasukan Racun kedalam botol dengan sangat hati-hati.


2 botol racun sudah selesai, Setelah selesai Kruiya ingin mencoba apakah racun yang dibuatnya berfungsi dengan baik atau tidak.


Tiba-tiba seekor Kelinci muncul di samping Kruiya yang sedang duduk menghadap Api unggun.


Kemudian Kruiya langsung menangkap kelinci itu dengan cepat, dan mengunci pergerakan kelinci itu agar tidak meronta-ronta.


Kruiya langsung mengambil racun yang tadi selesai dibuat dan mencoba bereksperimen ke kelinci tadi. Kruiya mengambik ranting kayu kecil dan meruncingkannya setelah itu mencelupkan ke racun dan menusuk ke tubuh kelinci itu.


Beberapa detik kemudian kelinci itu mengalami kelumpuhan di seluruh anggota tubuh. Dan tak lama kelinci itu Mati.


"Heh... tidak kuduga akan sekuat ini racun yang kubuat" Ujar Kruiya terkejut karena racunnya melebihi ekspektasi Kruiya.


Setelah itu Kruiya merasa mengantuk dan sebelum tidur Kruiya memastikan disekitar tempatnya bahwa tidak ada monster atau binatang buas yang menganggu mereka saat tidur.


Kemudian Kruiya pergi tidur kedalam tenda.


"Baiklah saatnya tidur" Ujar Kruiya mematikan api unggun dan memastikan apinya benar-benar mati.


Kruiya pun tidur di 1 tenda bersama Elies, Kruiya tidur disamping Elies dan tidur lelap.


Keesokan harinya, Kruiya bangun lebih awal dan membuat sarapan dari sisa daging tadi malam.

__ADS_1


Elies pun bangun sesaat Kruiya memasak daging kelinci. Kruiya bisa memasak daging kelinci dengan melihat Elies masak kemarin malam.


Setelah bangun dan melihat tuannya memasak, Elies terkejut karena Kruiya memasak untuk Elies dan Kruiya sendiri.


"Tuan... biarkan saya saja yang memasaknya" Ucap Elies terkejut dan ingin Elies saja yang memasak.


"Biarkan aku yang memasak, karena aku ingin mencoba hal baru seperti memasak" Jawab Kruiya sambil memasak.


"Baiklah kalau Tuan berkata begitu" Ucap Elies menuruti perkataan Kruiya.


Masakannya sudah jadi dan siap untuk dimakan. Kruiya dan Elies sarapan bersama dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan.


Setelah sarapan, Kruiya dan Elies membongkar tenda dan memasukan ke Tasnya Kruiya.


Setelah itu Kruiya Menanyakan ke Elies tumbuhan yang dia dapatkan kemarin untuk membuat racun. Elies menjawab bahwa tumbuhan itu memiliki namanya masing-masing.



Cloytus Blue Poiseneus (Tumbuhan Beracun Biru Melumpuhkan)



- Dapat Melumpuhkan Seluruh Anggota Tubuh Kecuali Indra tubuh selama berjam-jam.



Cloytus Red Poiseneus (Tumbuhan Beracun Red Mematikan)



- Dapat Membunuh Monster, Iblis, Binatang Buas yang memiliki ketahanan terhadap Racun tingkat Tinggi dalam beberapa detik.


Setelah mendengar penjelasan dari Elies bahwa tumbuhan yang dibuat Kruiya adalah racun gabungan dari 2 Tumbuhan beracun yang kuat. Tidak dipungkiri bahwa kelinci yang hanya terkena 1 goresan kecil dapat melumpuhkan juga membunuh dengan sangat cepat.


Efek dari racun yang dibuat Kruiya adalah :




Setelah terkena racun, lawan akan mengalami lumpuh dalam beberapa detik.




Setelah itu lawan akan mengalami rasa sakit yang amat menyakitkan dan akan sulit bergerak.




Kemudian lawan akan mengalami yang namanya "KEMATIAN".




Suasana sekarang sangat dingin, Kruiya memperkirakan suasananya sekitar 13° C.


Walaupun suasananya yang dingin, Kruiya tetap melanjutkan perjalanannya melewati Hutan Tak Bernama ini.


Kruiya dan Elies siap berangkat melanjutkan perjalanannya.


Setelah berjalan lebih dari 30 menit, Elies mulai kelelahan tapi Kruiya sama sekali tidak pernah terlihat lelah walaupun berjalan di medan yang sulit sekalipun.


Karena Elies terlihat kelelahan Kruiya memutuskan untuk beristirahat sejenak.


"Huff... huff... huf..." Suara Napas Elies yang kelelahan.


"Mari kita istirahat sebentar dulu" Ucap Kruiya melihat Elies kelelahan.


Kruiya membersihkan tempat sekitar untuk dijadikan tempat istirahat agar Elies tidak kelelahan.


"Maaf tuan... karena aku kita malah menunda perjalanan kita" Ucap Elies merasa bersalah karena fisiknya yang lemah.


"Tidak apa, karena jika kamu melanjutkan perjalanan saat kelelahan nanti kedepannya akan lebih merepotkan" Jawab Kruiya sedikit peduli terhadap Elies.


15 Menit berlalu...


Mereka berdua sudah selesai istirahat dan melanjutkan perjalanan kembali.


"Ini aneh... jika ini hutan kenapa tidak ada satupun binatang buas atau monster yang terlihat?" Pikir Kruiya sambil berjalan dan melihat sekitar.


Kruiya berjalan sambil melihat-lihat pemandangan hutan dunia Fantasy ini, dipikiran Kruiya hutan di dunia ini sangat berbeda dengan hutan di duniaku, Hutan di dunia ini sangat lah beragam dan berbentuk unik, ini seperti pertama kali melihat hal yang tidak ada tapi ada.


Hari mulai siang... Kruiya dan Elies masih melanjutkan perjalanan.


Tiba-tiba...!


Dari balik Semak-semak tinggi muncul suatu makhluk menghalangi jalan Kruiya dan Elies.


Dihadapan Kruiya dan Elies ada sosok makhluk tinggi besar berada di depan mereka, jarak antara Kruiya dan Makhluk itu sekitar 5 Meter.


Makhluk itu memiliki Tubuh 2 kali lipat tubuh orang dewasa.


"I-i... itu Orc!" Ucap Elies Ketakutan bahkan tubuhnya mendadak kaku.


"Orc?" Tanya Kruiya yang tidak tahu apa itu Orc.


Secara singkat Elies menjelaskan tentang Orc sambil ketakutan.


[Orc]


Penjelasan : Orc adalah Makhluk yang memiliki tubuh 2 kali lipat tubuh orang dewasa. Orc memiliki kekuatan Fisik yang sangat Kuat, bahkan senjata tajam biasa tidak akan bisa melukai tubuh Orc, tapi itu untuk Orc yang tidak memiliki Senjata atau Armor Dll, beda lagi dengan Orc yang memiliki Senjata, Armor Dll karena itu sama seperti Makhluk yang memiliki ancaman Level Desa hanya untuk 1 Orc saja.


Setelah mendengar penjelasan tentang Orc dari Elies, Kemudian Kruiya langsung mempersiapkan tombaknya untuk melawan Orc.


Orc itu melihat kearah Kruiya, Orc itu memakai sebuah senjata yang terbuat dari Tulan yang bergerigi seperti gergaji, jika terkena serangan dari senjata Orc itu tidak dipungkiri bahwa tubuhmu akan terkoyak dan terbelah.


Kemudian Orc itu langsung menyerang Kruiya, sebelum itu Kruiya mendorong Elies menjauh agar tidak terkena serangan...


"Menjauh dari sini, dan serang dari jarak jauh...!" Teriak Kruiya mendorong Elies menjauh.


Orc itu pun mengayunkan Pedang bergeriginya dari atas kepala Kruiya dengan sangat cepat, tapi Kruiya berhasil menghindari Serang pertama dengan mengeserkan tubuhnya kesamping, Kruiya melihat pedang Orc itu melewati wajah Kruiya. Kruiya langsung mundur beberapa langkah agar menghindar dari jarak serangan Orc itu, Orc itu kembali menyerang dari arah samping mengayunkan pedangnya, tapi Kruiya berhasil menghindar serangan kedua dari Orc itu lagi.


Kruiya melihat kesempatan untun menyerang dan melompat kearah samping karena titik buta Orc itu, Kruiya langsung menusuk pundak Orc itu dengan Tombak, tapi hanya menggoresnya. Orc itu tiba-tiba menghantarkan pukulan ke Kruiya setelah menyadari Serangan Kruiya. Lagi-lagi Kruiya berhasil menghindari serangannya.


Setelah 10 menit pertarungan, Kruiya tidak berhasil melukai Orc itu, Elies juga ikut membantu menembakan panah ke Orc, tapi tidak dapat melukai Orc itu, Alhasil Kruiya harus memikirkan ide untuk mengalahkan Orc itu.


Tiba-tiba Kruiya mendapatkan Ide.


"Kenapa aku tidak coba saja menggunakan itu..." Pikir Kruiya sambil menghindar dari serangan Orc yang mulai mengganas.

__ADS_1


"Elies...! Ambil ini...!" Teriak Kruiya mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Oleskan itu ke Anak Panahnya dan tembakan itu ke luka yang akan kuberikan kepada Orc Sialan itu...!" Teria Kruiya Melempar Botol berisi racun yang dibuat tadi malam ke Elies.


"Baik Tuan...!" Balas Elies.


Elies pun mengoleskan racun dari botol itu dengan mencelupkan anak panahnya ke racun dengan hati-hati.


Kruiya terus-terusan menghindari serangan Orc yang semakin membabi buta.


Kruiya pun memancing Orc itu ke pohon besar, Kruiya berada di hadapan Orc dari jarak 1 Meter, Kruiya tidak bisa kemana-mana karena dibelakangnya ada pohon besar menghalanginya.


Orc itu dihadapan Kruiya yang berjarak 1 meter, suasananya akan sangat mengerikan dan membuat orang Trauma Berat jika itu bukan Kruiya.


Kemudian Orc itu melancarkan serangan dari arah samping dan...


"Bruk...!"


(Suara Pedang yang menancap ke pohon besar)


Pedang Orc itu mencap dalam ke pohon besar itu, Beruntungnya Kruiya berhasil tepat waktu menghindari serangan berjarak 1 Meter dengan sangat cepat.


Jikat telat [0,1] Detik saja, maka nyawa Kruiya akan hilang.


Kruiya memanfaatkan hal itu dan terus menyerang Orc itu bertubi-tubi dengan sangat cepat menusukkan tombaknya ke tubuh Orc itu. Kruiya berhasil melancarkan 9 Tusukan dalam waktu [1] Detik saja.


Dan alhasil Orc itu terluka. Kemudian Kruiya menyuruh Elies untuk memanah Luka Orc itu.


Orc itu sudah mengambil senjatanya... tapi...


"Woshh..."


(Suara panah beracun melesat dari kejauhan)


Panah yang ditembakan Elies tepat mengenai Luka Orc itu dan beberapa detik kemudian Orc itu jatuh tak bergerak karena efek racun dari panah yang ditembakan Elies.


"Brukk...!"


Suara Orc yang jatuh.


Orc itu pun MATI.


"Huh........." Suara lega Kruiya.


"Akhirnya selesai juga"


"Baru kali ini aku mengalami kesulitan bertarung"


"Ternyata benar... dunia ini banyak hal yang tidak kuketahui, bahkan kemungkinan besar ada musuh yang lebih kuat dari ini"


"Mungkin aku juga harus bertambah kuat agar tidak mengalami kesulitan"


Ucap Kruiya yang sedang membersihkan tubuh. Elies menghampiri Kruiya.


"Apakah tuan baik-baik saja?" Ucap Elies khawatir dengan keadaan Tuannya.


"Iya... cuma terkena sedikit Luka karena terkena batu di badan saat menghindari serangan Orc itu" Jawab Kruiya tidak mempedulikan hal itu.


"Tidak boleh begitu tuan... harusnya tuan mengobatinya" Ucap Elies memohon agar Kruiya mengobati lukanya.


"Baiklah" Jawab Kruiya membuka tasnya dan mengeluarkan Potion dan meminumnya sedikit.


Setelah itu, Kruiya dan Elies membersihkan tubuhnya. Kemudian Elies mengambil Gigi dan kalung yang ada di Orc.


"Kamu lagi ngapain Elies" Ucap Kruiya Penasaran yang Elies lakukan.


"Elies lagi mengambil bukti bahwa kita mengalahkan Orc" Jawab Elies sambil mengambil bukti.


"Buat apa bukti itu?" Tanya Kruiya Penasaran dengan bukti yang diambil Elies.


"Nanti jika kita kekurangan uang, kita bisa menjual bukti ini dan bisa mendapatkan banyak uang" Balas Elies memberitahu ke Kruiya.


"Jadi begitu... Kukira Orc ini tidak ada yang bisa di manfaatkan... ternyata bukti kita mengalahkan Orc bisa dijual, itu bagus" Ucap Kruiya dengan senang bahwa mengalahkan Orc tidak sia-sia.


Elies pun selesai mengumpulkan bukti, terus Elies memberikannya kepada Kuriya untuk menyimpannya ke dalam tas.


"Ini tuan" Ucap Elies memberikan Buktinya.


"Yosh-yosh... kamu sudah bekerja keras Elies" Ucap Kruiya sambil mengelus kepala Elies.


Wajah Elies terlihat merah karena tiba-tiba Kruiya melakukan itu.


Tak lama, Kruiya dan Elies pergi dari tempat itu dan meninggalkan Mayat Orc disana. Kruiya dan Elies pergi untuk mencari air terjun untuk membersihkan diri.


Suara air terjun terdengar di telinga Kruiya, Kruiya berlari menuju suara air terjun itu dan menemukannya.


Sebelum mandi, Kruiya mengecek dulu, apakah didalam air ada bahaya yang mengancam atau tidak, setelah mengecek, ternyata tidak ada apapun.


Kemudian Kruiya dan Elies mandi bergantian. Pertama Kruiya mandi dahulu setelah itu Elies yang mandi.


Kruiya langsung membuka pakaiannya dan mandi, Kruiya membasuh badannya dan merendam tubuhnya. Kruiya pun selesai mandi, dan sekarang giliran Elies.


"Na na na na na na na" Nyanyian Elies yang sedang mandi.


Beberapa Menit kemudian Elies selesai Mandi dan akan melanjutkan perjalanannya.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita" Ucap Kruiya melanjutkan perjalanan bersama Elies.


Kruiya dan Elies berjalan melanjutkan perjalanan dengan santai, tapi Mereka tetap waspada sambil menikmati indahnya pepohonan Hutan ini.


Beberapa menit Kruiya dan Elies melihat cahaya terang didepan mereka tak jauh dari mereka dan mereka pun berlari...


Setelah sampai...


Ternyata...


Mereka melihat sesuatu yang menakjubkan yang tidak disangka-sangka sesuatu itu ada di balik hutan ini.


Sesuatu itu adalah Sebuah Desa yang berada di balik Hutan...


Kemudian Kruiya dan Elies Pergi menuju Desa Itu.


-


-


-


-


Bagaimana Kelanjutan Kruiya dan Elies di Desa itu, dan apa yang akan menanti Kruiya dan Elies di Desa itu?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2