
Saat ini Kruiya berhadapan dengan bandit.
"Oho... ada 2 wanita cantik disini, satunya adalah Elf, hei semuanya bunuh pria itu dan jangan lukai 2 wanita itu, kita akan bermain dengannya setelah pria itu mati"
"Hei bos... boleh aku minta wanita yang satunya lagi?"
"Asal kamu bisa membunuh pria itu"
Dengan Ekspresi cabul mereka, kelompok bandit itu melihat Elies dan Serra dengan tatapan yang menjijikan seolah-olah wanita itu hanya alat pemuas bagi mereka dan hanya mainan yang akan dibuang jika bosan terhadapnya.
Masalah apalagi ini, aku sudah muak dengan ini... waktu itu kawanan Wolfern, sekarang sekelompok bandit yang hanya mengincar wanita dan barang berharga.
"Hei bocah... aku punya dua pilihan untukmu"
Ucap Bos bandit itu mencoba menawarkan pilihannya yang akan diberikan.
"Pilihan? Apa saja itu?"
Kruiya membalas perkataan Bos bandit itu dengan datar.
"Pertama, tinggalkan barang berharga mu dan dua wanitamu, setelah itu aku akan membiarkan mu pergi"
Ucap bos bandit itu mengatakan pilihan pertamanya untuk Kruiya.
"...hmm, pilihan yang bagus untukku"
Balas Kruiya merespon pilihan pertama bos bandit itu .
Ekspresi Elies dan Serra sangat khawatir dan ketakutan saat Kruiya mengatakan itu, karena dipikiran mereka berdua, kalau Kruiya akan meninggalkan mereka berdua dan memberikannya kepada bandit-bandit cabul itu.
"Dan pilihan yang ke dua, adalah... MATI disini, hahahahahahaha"
Ucap bos bandit mengatakan pilihan ke dua dan kemudian tertawa terbahak-bahak bersama anak buahnya.
Dengan wajah datar, Kruiya tidak merespon pilihan kedua dari bos bandit itu.
"Sekarang... apa yang akan kamu pilih?"
"Aku, memilih pilihan ke... Tiga"
Dengan bingung bos bandit itu mendengar jawaban Kruiya mengenai pilihan ke tiga yang Kruiya ucapkan.
Bos bandit itu memegang sebuah senjata pedang yang kemungkinan memiliki kekuatan atau semacamnya jika dilihat dari pedangnya, dan selain bos bandit itu... anak buahnya hanya menggunakan pedang dan sebuah belati. Ada enam bandit yang harus ku kalahkan kah...
"Apa maksudmu memilih pilihan ke tiga?"
Tanya Bos bandit itu dengan wajah marah dan bingung terhadap pilihan Kruiya.
"Apa kamu tidak paham, jika keadaanmu sekarang sedang genting!"
Ucap bos bandit itu dengan tegas kepada Kruiya.
"Apa kamu pikir aku sedang dalam keadaan genting?"
Kruiya membalas dengan tatapan remeh mengarah ke bos bandit itu.
"Apa maksud dari perkataanmu?"
Bos bandit itu bertanya.
"Maksudku adalah... kalian berenam tidak cukup untuk mengalahkanku"
Mendengar jawaban Kruiya, para bandit itu langsung marah karena di ejek atau diremehkan oleh seorang bocah.
"Jika itu maumu maka, akan ku ikuti permainanmu"
Dengan wajah marah bos bandit itu membalas perkataan Kruiya yang meremehkan mereka.
"Elies, Serra... kalian jangan ikut bertarung biar aku saja, ini perintah!"
Mendengar perintah langsung dari Kruiya, mau tidak mau Elies langsung mematuhinya walaupun Elies sangat khawatir dengan Kruiya, Serra juga merasa bahwa dirinya tidak bisa apa-apa.
Enam bandit yang mengepung Kruiya langsung mengarahkan senjatanya kepada Kruiya. Elies dan Serra berlindung di belakang Kruiya duduk bersandar di bawah pohon.
__ADS_1
Kemudian... salah satu bandit dari arah kiri langsung menyerang Kruiya dengan mengayunkan pedangnya, dengan cepat Kruiya langsung menangkis serangan itu dengan tombaknya, saat menangkis Kruiya dengan cepat menendang bandit itu tepat di bagian bawah tulang rusuk... alhasil bandit itu terpental kebelakang dan jatuh kesakitan akibat dari tendangan Kruiya.
Setelah itu dilanjutkan serangan bandit dari arah kanan dan depan, Kruiya dengan reflek menghindari kedua serangan itu, alhasil kedua bandit itu tidak mengenai Kruiya. Kedua bandit itu melanjutkan serangannya lagi dengan cepat dan bertubi-tubi, tapi apa yang mereka lakukan sia-sia kepada Kruiya, Kruiya hanya perlu menghindari kedua serangan bandit itu yang mudah dibaca oleh mata Kruiya.
Tak mau berlama-lama Kruiya mengayunkan tombaknya kearah salah satu dari kedua bandit itu, bandit itu berhasil menangkis serangan dari Kruiya... tapi Kruiya tidak berhenti dalam satu serangan, kemudian Kruiya menyerang bandit itu menggunakan belatinya alhasil Kruiya berhasil mengenai bandit itu dan tertusuk tepat di bagian paha kaki, hal itu membuat bandit itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke tanah dan wajah bandit itu langsung di tendang kruiya dari arah kanan dan membuat bandit itu terpental tak sadarkan diri. Melihat itu, salah satu bandit yang tadi menyerang Kruiya langsung melemparkan sebuah pisau mengarah ke Kruiya dari arah kanan, Kruiya pun menghindari serangan itu... tapi, pisau yang dilempar bandit itu menggores pipi Kruiya bagian kanan dan itu membuat Kruiya berhenti sejenak dan mengusap lukanya.
"Sial... itu pun tidak mengenai tepat di bagian kepala"
Kesal bandit itu karena lemparan pisaunya hanya menggores pipi Kruiya.
Melihat Kruiya yang tiba-tiba berhenti, bandit itu langsung mengarahkan pedangnya dan berlari mencoba menusuk Kruiya... bandit itu berlari kearah Kruiya, sesaat hampir menusuk Tubuh Kruiya, Kruiya kemudian bergeser dari tempatnya dan memegang lengan kanan bandit itu dan menjatuhkan bandit itu dengan keras,
"Urkrkhgh"
Suara kesakitan akibat Kruiya menjatuhkan bandit itu dengan keras dan bandit itu mengeluarkan darah dari mulutnya.
Kruiya mengunci bandit itu dengan menjatuhkannya lalu memegang lengan bandit itu dan mematahkan lengannya, alhasil bandit itu jatuh pingsan.
Kemudian... 2 bandit lainnya menyerang bersamaan saat Kruiya menjatuhkan bandit tadi, tapi... dengan cepat Kruiya menangkis serangan dari dua bandit itu dan saat itu Kruiya langsung melancarkan serangan berikutnya alhasil serangan Kruiya berhasil melukai kedua bandit itu di bagian lengan mereka, kedua bandit itu terus mencoba menyerang Kruiya dan hal itu membuat kedua bandit menjadi kelelahan akibat serangan yang sia-sia, karena Kruiya hanya terus menangkis serangan yang mudah dibaca dari kedua bandit itu.
Tak ingin lama, Kruiya langsung melumpuhkan bandit itu dengan mematahkan kakinya menggunakan serangan tendangan kearah lutut bandit itu.
Salah satu bandit itu kesakitan, dan Kruiya langsung membuat pingsan bandit itu dengan menendang wajah bandit itu. Sekarang tersisa satu bandit yang masih bertahan melawan Kruiya walaupun sedang kelelahan... bandit itu dengan putus asa melempar pedangnya kearah Kruiya dan itu membuat Kruiya teralihkan pandangannya, dengan kesempatan itu, bandit itu langsung menangkap Kruiya dan memeluknya mencoba untuk menjatuhkan Kruiya. Tapi bandit itu tidak bisa menjatuhkan Kruiya dengan kekuatannya...
"Kamu tidak bisa menjatuhkanku jika kamu seperti ini"
Dengan tatapan tajam kearah bandit yang menyerangnya Kruiya langsung melepaskan diri dari pelukan bandit itu dengan mudah, alhasil bandit itu dipukuli Kruiya terus menerus sampai jatuh dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
"Sekarang giliranmu, pemimpin bandit"
Ujar Kruiya mengarah ke bos bandit itu dengan tatapan tajam.
"Luar biasa... tidak kusangka kamu berhasil mengalahkan anak buahku dengan mudahnya, mempunyai kekuatan sebesar itu tapi, malam menahannya, sungguh hal yang mengagumkan"
"Kamu luar biasa tenang walaupun dalam keadaan seperti ini"
Ujar Kruiya memuji bos bandit itu.
Bos bandit itu membalas dan langsung menyerang Kruiya.
Dengan pedangnya, bos bandit itu menyerang Kruiya dengan cepat, Kruiya kesulitan saat melawannya karena teknik berpedangnya yaang tidak bisa dianggap remeh dan itu membuat Kruiya terus-terusan hanya bisa menangkis dan menghindar, Kruiya kesulitan mencari celah untuk membalas serangannya.
"Bagaimana! Mengapa kamu tidak menyerangku"
Dengan sombongnya bos bandit itu berteriak.
Sial! Dia tidak memiliki celah sama sekali, dia berbeda dengan anak buahnya... aku harus mengamati dan mencari kelemahannya, itulah salah satu cara agar aku bisa mengalahkannya.
Bos bandit itu terus-terusan menyerang Kruiya, dan Kruiya mencoba untuk menyerangnya tapi, tidak ada satupun serangan Kruiya yang berhasil mengenai bos bandit itu...
Serangan yang digunakan bos bandit itu adalah serangan yang membuat musuh tidak punya kesempatan untuk berpikir, kah... jadi begitu, jika aku tidak bisa menemukan celah untuk mengalahkannya, maka akan kukalahkan dengan membuat celah itu.
Kruiya dan bos bandit itu berhenti dan saling tatap-tatapan... kemudian mereka saling menjaga jarak, tiba-tiba...! Dengan cepat mereka berdua langsung maju kedepan dan melancarkan serangan mereka masing-masing, sesaat Kruiya akan saling menangkis mata Kruiya melihat kearah kanan ke Elies dan itu membuat pandangan bos bandit mengikuti arah mata Kruiya dan itu membuat bos bandit menunjukkan celahnya, dengan cepat Kruiya langsung memukul bandit itu dengan tangan kirinya sesaat bos bandit itu melihat kearah Elies, dengan terkejut... bos bandit itu mendapati pukulan yang sangat berat dari wajah kanannya, dan itu membuat bos bandit kehilangan kosentrasi... memanfaatkan kesempatan itu Kruiya langsung menyerang tangan bos bandit itu yang memegang senjata dengan tombaknya Kruiya.
Alhasil... senjata yang dipegang bos bandit itu terlepas dari pegangannya dan Kruiya langsung menyerang bos bandit itu dan menjatuhkannya ke tanah, sekarang Kruiya berada di atas tubuh bos bandit itu...
"Hei pemimpin bandit... apa kamu pernah di pukul sampai tidak sadarkan diri?"
Ejek Kruiya.
Keadaan bos bandit itu masih setengah tak sadarkan diri akibat pukulan Kruiya yang kuat.
Kruiya pun langsung memukuli wajah bos bandit itu dari atas tubuh bos bandit itu.
Dengan terus menerus Kruiya memukuli wajah bos bandit itu...
Pukulan pertama membuat gigi bos bandit itu terlepas dari mulutnya.
Pukulan kedua membuat hidung bos bandit itu mengeluarkan darah dan patah.
Pukulan ketiga membuat pipi bagian kiri bos bandit itu mulai membiru...
Pukulan keempat dan seterusnya membuat wajah bos bandit itu hancur di hadapan Kruiya. Disaat-saat Terakhir... bos bandit itu sadar dan dengan ketakutan melihat Kruiya... tapi Kruiya tidak peduli dan memukul bos bandit itu dengan pukulan yang lebih kuat lagi dari sebelumnya... alhasil pukulan terakhir Kruiya membuat bos bandit itu pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Kemudian Kruiya berdiri dari atas tubuh bandit itu dan menghampiri Elies dan Serra yang sedang ketakutan dan saling memeluk satu sama lain agar tidak terpisah.
"Elies,... Serra, semuanya sudah berakhir"
Ucap Kruiya memberitahu Elies dan Serra.
Kemudian... Elies dan Serra melihat kearah Kruiya dan langsung memeluk Kruiya dalam keadaan khawatir.
"Tuan... apa tuan baik-baik saja? Elies sangat khawatir dengan tuan jika nanti terjadi sesuatu"
"Aku tidak apa-apa kok, aku akan melindungi kalian selama kalian milikku"
Pertarungan Kruiya dan para bandit berakhir dengan kemenangan Kruiya, sekarang Kruiya tidak tahu mau diapakan para bandit yang sedang pingsan itu.
"Lebih baik sebelum kita meninggalkan bandit yang pingsan itu... Serra, kamu ambil barang berharga atau barang yang berguna dari milik bandit itu"
Ucap Kruiya memerintah Serra untuk mengambil jarahan dari bandit.
"Baik tuan"
Serra pun menyetujuinya dan langsung mengambil barang-barang dan uang dari bandit yang Kruiya kalahkan.
1 kantong Koin berisi 37 koin perak dan 7 koin emas...
3 potion tingkat menengah
1 cincin perhiasan 2 kalung perhiasan.
"Kerja bagus Serra, Sekarang kita tidak akan kekurangan uang untuk kedepannya"
Ucap Kruiya memuji Serra.
"Baiklah kita lanjutkan perjalanan kita untuk menemui sang Penyihir"
Kemudian, Kruiya, Elies dan Serra melanjutkan perjalanan mereka walaupun terhenti karena para bandit yang menyerang mereka...
Setelah Kruiya, Elies dan Serra pergi meninggalkan para bandit itu...
Para bandit itu, kemudian tersadar satu persatu dan mencoba membangunkan yang lainnya, bos bandit itu kemudian sadar dari pingsannya... tapi, tak lama setelah mereka sadar... mereka dihadapi oleh kawanan Wolfern yang siap menyerang mereka.
"Huh... sekarang kita berhadapan dengan Wolfern kah..."
Ujar bos bandit itu dengan pasrah.
"Ini gawat bos... senjata kita menghilang!"
Teriak salah satu anak buah bos bandit itu dengan ketakutan.
Sekarang para bandit yang dikalahkan Kruiya berada di ujung jurang kematian mereka, mereka dihadapkan oleh para Wolfern yang kelaparan.
Pada akhirnya... para bandit itu mati diserang oleh para Wolfern yang kelaparan, nasib bos bandit itu sekarang sedang berlari menghindari kejaran Wolfern... setelah berhasil mennghindari kejaran Wolfern, nasib bos bandit itu tidak berhenti disana...
"Akhirnya aku bisa kabur dari para Wolfern itu"
Ujar bos bandit itu duduk istirahat di bawah pohon.
Sesaat ia akan istirahat, tiba-tiba ia melihat sesuatu di hadapannya.
"Huh... inikah akhirnya"
Kemudian bos bandit itu mati dimakan oleh para Wolfern yang menemukan bos bandit itu, bagian-bagian kecil tubuhnya berserakan akibat serangan dari para Wolfern yang kelaparan dan pohon itu dipenuhi oleh darah.
-
-
-
-
Sekarang Kruiya sedang menuju kearah tempat Penyihir itu berada. jadi, apakah Kruiya akan berhasil menemui penyihir itu?
Bersambung.
__ADS_1