
...Disaat Kruiya, Elies dan Serra memasuki sebuah ruangan yang berada di bawah reruntuhan... tiba-tiba Serra tertusuk anak panah tepat di perutnya. Mengetahui hal itu, Kruiya dengan segera mengeluarkan Potion yang ia miliki untuk menyembuhkan Serra....
...Saat Kruiya melihat Serra terkena panah dan terjatuh tak sadarkan diri, Kruiya langsung dengan segera menyelamatkannya dengan Potion yang Kruiya miliki....
...Kruiya pun membaringkannya dan mencoba meminumkan Potion ke mulutnya, Kruiya membuka mulutnya dan meminumkannya....
..."Elies, kau tekan bagian yang terluka ini dengan tanganmu agar lukanya tertutup sehingga tidak banyak darah yang keluar"...
...Kruiya menyuruh Elies untuk menekan luka yang dialami Serra di bagian perut....
..."Baik Tuan"...
...Elies sangat senang ketika diberi perintah untuk menyelamatkan Serra....
...Sebelum Kruiya meminumkannya, Kruiya mencabut panah yang menancapnya. Panah yang akan Kruiya cabut sangat sulit untuk dcabut karena tertusuk cukup dalam....
...Jika Kruiya tidak berhati-hati mencabutnya, maka Serra akan mengalami pendarahan yang parah....
..."Bertahanlah Serra, aku akan menyelamatkanmu sesuai janjiku"...
...Dengan sulitnya Kruiya mencoba mencabut panah yang tertancap di perut Serra....
...Terlihat Kruiya mengeluarkan keringat di dahinya....
...Tapi anehnya Kruiya sama sekali paham akan apa yang ia lakukan terhadap Serra....
...Setelah 5 menit lebih untuk mencabut panah yang menusuk di perut Serra, akhirnya Kruiya berhasil mencabut panah tersebut....
..."Huh... satu selesai, sekarang saatnya untuk meminumkannya"...
...Semoga ini berhasil dengan cepat seperti saat pertama kali bertemu Serra dengan badan penuh luka...
...Kruiya membuka mulut Serra dan kemudian meminumkan Potion yang Kruiya pegang ke mulut Serra....
..."Bertahanlah Serra, sedikit lagi..."...
...Kruiya pun meminumkannya ke mulut Serra....
...Kruiya dan Elies terlihat agak lega setelah Elies diminumkan Potion, tapi Kelegaan mereka berakhir menjadi kekhawatiran....
...Berselang beberapa menit, luka Serra tak kunjung sembuh....
..."Ayolah... ini sudah lebih dari 1 menit, kenapa lukanya tidak sembuh-sembuh?"...
...Terlihat Kruiya yang sedang panik karena lukanya Serra yang belum sembuh setelah diminumkan Potion....
...Elies yang melihat hal itu semakin khawatir dengan apa yang terjadi. Karena semakin lama luka yang dialami Serra yang tak kunjung sembuh, itu membuat tangan Elies yang menutupi luka itu bersimbah darah di sekujur tangannya....
...Dengan meneteskan air mata memohon untuk menyelamatkan Serra yang semakin parah....
..."Tuan? Apa tuan tahu alasan kenapa Serra tak kunjung sembuh?"...
..."Elies!? Sebenarnya aku pun juga tidak tahu, tapi aku akan mencari alasan itu dengan cepat"...
...Disaat Elies memanggil Kruiya untuk menanyakan alasan mengapa Serra tak kunjung sembuh, terlihat wajah Kruiya yang sedang panik dan kebingungan....
...Apa ada yang salah dengan cara yang kugunakan? Sepertinya tidak, itu sudah seluruhnya benar. Tapi apa yang menyebabkan lukanya Serra tak kunjung sembuh?...
..."...Argghgh! "...
...Kruiya memukul lantai karena saking kesalnya tak menemukan jawaban yang ia cari....
...Elies yang melihat Kruiya kesal dengan diri sendiri membuat Elies ketakutan dan terkejut karena sosok Kruiya yang dilihat Elies, terlihat di reaksi Elies....
..."...Tuan?"...
...Elies khawatir dengan Kruiya....
...Suasana di bawah tanah yang gelap, mencekam, kotor, membuat suasana menjadi lebih mengerikan....
...Disaat Kruiya dan Elies yang sedang mencari cara untuk menyembuhkan Serra....
...Tiba-tiba!...
...Terdengar suara langkah kaki di belakang mereka berdua. Apapun suara yang terdengar itu tidak membuat Kruiya panik dan mengambil tindakan....
...Kruiya yang terlihat sedang mencari cara agar Serra selamat tidak peduli dengan suara langkah kaki itu dan tetap Fokus mencari cara menyelamatkan Serra....
...Suara langkah kaki terdengar sangat dekat di belakang mereka......
..."Tuan? Ada yang datang dari arah belakang kita, apa yang harus kita lakukan terhadap itu?"...
..."...Elies, apa kamu ingat peraturan yang aku buat waktu dulu?"...
...Kruiya dengan kesal membalas ucapan Elies mengenai sesuatu yang datang dari belakang....
..."Maaf tuan"...
...Elies langsung menundukkan kepalanya saat Kruiya berkata begitu, apa yang diucapkan Elies membuat sadar dirinya akan menakutkannya Kruiya jika membuat Kruiya kesal dan marah....
...Jika kembali ke waktu dimana Kruiya memberi aturan kepada Elies tentang aturan yang tidak boleh dilanggar maka itu akan menjawab semua mengapa Elies begitu takut dan Kruiya yang kesal....
...Mengesampingkan hal itu suara langkah di belakang mereka berdua semakin keras dan dekat....
...Elies yang mencoba menahan rasa takut tetap fokus menutupi luka yang dimiliki Serra....
...Ha'aah... suara langkah itu semakin keras, itu membuatku susah untuk berpikir. Apa yang harus kulakukan?...
...Semakin dekat!...
...Hampir dekat!...
...Sangat dekat!...
.........
...*Sunyi*...
...Suara langkah kaki itu berhenti terdengar, tidak terdengar suara dimanapun. Tiba-tiba menjadi sunyi....
...Disaat semua menjadi sunyi, Kruiya mencoba melihat sekitar untuk memastikan tidak ada orang maupun monster yang mengintai mereka dan memastikan suara langkah kaki itu....
...Setelah memastikan itu semua, Kruiya kembali ke Serra untuk menyelamatkannya, disaat hendak kembali... Kruiya tidak melihat seorang pun saat kembali....
..."Elies?"...
..."Serra?! "...
..."Dimana kalian?!"...
..."Kenapa tiba-tiba kalian menghilang?"...
...Menyadari bahwa Elies dan Serra tidak ada ditempat mereka membuat Kruiya mencari-cari mereka di sekitar situ....
...Alhasil Kruiya tidak menemukan satupun diantara mereka. Yang ditemukan Kruiya hanyalah bekas luka darah yang ditinggal Serra juga bekas panah yang menancap bersimbah darah...
...Selain itu tidak ada yang ditemukan Kruiya....
...Ini tidak mungkin terjadi? Kenapa hanya panah dan bekas luka darah yang tertinggal?...
...Kruiya sangat kebingungan dengan apa yang terjadi kepada dirinya, segala cara untuk mencari Elies dan Serra berakhir kekosongan....
__ADS_1
..."Tuan Kruiya?"...
...Tiba-tiba Serra muncul dibelakang Kruiya....
..."...Serra? "...
...Dengan sangat terkejut, Kruiya melihat Serra bisa berdiri yang awalnya terbaring karena luka yang parah....
..."Serra, kamu sudah sembuh? Kenapa bisa begitu? Dan dimana Elies?"...
...Dengan penuh pertanyaan, Kruiya menanyakan tentang Serra yang sudah sembuh dari lukanya juga menanyakan keberadaan Elies....
...Kemudian Kruiya mendekati Serra yang terlihat datar tidak berekspresi dengan tatapan yang kosong....
..."Syukurlah kamu tidak apa-apa sekarang, tapi... dimana Elies?"...
..."Serra? Mengapa kamu tidak menjawabku?"...
..."Serra! Jawab aku, dimana Elies?!"...
...Kruiya memegang bahu Serra dengan kuat dan mengoyangkan badan Serra....
...Serra tak kunjung jawab, hanya diam membisu. Kruiya pun melepaskan tangannya dan menurunkan tangannya....
..."Apa-apaan ini, tadi kau memanggilku sekarang diam tak menjawab"...
...Kemudian Serra membalikkan badannya dan oergi menjauh dari hadapan Kruiya. Kruiya yang ingin mengejarnya tak sanggup untuk menggapai Serra....
..."Serra! Tunggu, kemana kamu akan pergi?"...
...Setelah tidak berhasil mengejar Serra, Kruiya berpikir lagi apa yang sebenarnya terjadi....
..."Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi. Ah, aku hampir lupa, aku harus mencari Elies."...
...Kruiya dengan pasrah berjalan tanpa arah dengan tujuan mencari Elies....
...Namun, disaat Kruiya tidak lama berjalan....
..."Kr..."...
..."Krui..."...
..."Kruiya..."...
...Terdengar suara mysterius memanggil nama Kruiya. Mendengar hal itu membuat Kruiya melihat-lihat sekitar untuk mencari sumber suara itu....
..."Ban..."...
..."Bangu..."...
..."Bangun..."...
..."Bangun...!"...
...Suara misterius yang memanggil Kruiya Terus menerus......
..."Huh..!"...
...Kruiya pun terbangun dari bawah sadarnya setelah mendengar suara itu....
..."Elies?! Serra?!"...
...Saat Kruiya sadar ia mendapati bahwa Elies menangis didepan Kruiya. Kruiya yang tidak tahu apa yang membuat Elies menangis, Kruiya pun menanyakannya ke Elies....
..."Elies? Apa yang sedang kamu tangisi?"...
..."Tuan... Serra sudah meninggal!"...
...Mendengar hal itu membuat Kruiya terpukul berat dengan apa yang ia dengar dari mulut Elies....
...Dengan rasa sedih Kruiya melihat kearah Serra yang sedang terbaring tak sadarkan diri. Kruiya yang tidak percaya bahwa Serra meninggal, Kruiya pun mengecek urat nadinya juga detak jantungnya....
..."Hah... jangan bercanda!. Kamu benar Elies, Serra sudah meninggal"...
...Kruiya yang tidak percaya bahwa Serra telah tiada, Kruiya sangat terpukul saat ia sendiri mengecek tubuh Serra bahwa Serra telah tiada....
...Kenapa disaat-saat Seperti ini aku tidak bisa meneteskan air mata? Apa aku tidak begitu sedih karena kehilangan seseorang?...
...Kemudian Kruiya mengangkat tubuh Serra dan menggendongnya, Kruiya dengan rasa sedih yang ia alami....
...Kruiya pun membawa tubuh Serra pergi keluar dari dalam bawah tanah reruntuhan, diikuti Elies dari belakang....
...Dengan perasaan bersalah bahwa Kruiya tidak bisa melindungi Serra dan perasaan bersalah akibat rasa penasaran Kruiya membawa mereka ke reruntuhan....
..."Andai waktu itu aku mendengarkan perkataan Serra, mungkin Serra tidak akan bernasib seperti ini"...
..."Tuan, jangan menyalahkan diri tuan sendiri. Tuan tidaklah salah, karena kami ber... dua lah yang menyetujui untuk pergi ke Reruntuhan"...
...Sesampainya di pintu masuk ruang bawah tanah, Kruiya melihat cahaya matahari yang cerah dan kicauan burung juga dahan ranting pohon yang tertiup angin....
...Dengan tombaknya, Kruiya memoting dahan pohon dan menjadikannya Sekop dengan keahlian yang dimiliki Kruiya....
...Dengan alat seadanya, Kruiya menggali lubang untuk tempat peristirahatan terakhir bagi Serra....
...Dan Elies memandikan Serra untuk terakhir kalinya dan memakaikan pakaian Serra yang bersih untuk terakhir kalinya....
...Matahari mulai terbenam....
...Setelah semua sudah selesai, Kruiya menaruh tubuh Serra ke tempat peristirahatan terkahirnya....
...Elies yang melihat Kruiya menaruh tubuh Serra, tak kuasa menahan air mata yang terus menetes menghiasi tempat peristirahatan terakhir Serra....
..."Aku doakan semoga kamu tenang di akhirat, Serra"...
...Kruiya dan Elies mendoakan Serra setelah pemakaman Serra selesai sebelum malam hari. Sekarang Serra dimakamkan di dekat reruntuhan tempat dimana Serra tiada....
...Kruiya berdiri dan melihat kearah langit sejenak, kemudian Kruiya dan Elies pergi meninggalkan Serra sendirian untuk istirahat selamanya....
...-------------------------------------...
...Setelah pergi selama 2 hari tanpa Serra, Kruiya dan Elies akhirnya sampai ketujuan awal mereka....
...Yaitu, menemui sang Penyihir Ramalan』...
...Sesampainya mereka disana, mereka sangat terpukau dengan rumah sang Penyihir yang menyatu dengan alam....
...Dan saat hendak memasuki kawasan rumah penyihir itu, tiba-tiba Kruiya dan Elies dihalang oleh sosok tinggi besar berpakaian Armor tebal....
..."Sosok apa itu?"...
...Kruiya bertanya tentang sosok yang ada dihadapan Kruiya sekarang....
..."Tuan... Itu adalah Golem!" Teriak Elies memberitahu....
..."Golem kah? Baru tahu kalau ada makhluk seperti itu?" Ucap Kruiya menatap tajam kearah golem itu....
..."Siapa kamu? Dan mau apa kamu disini?"...
...Golem itu Menanyakan kepada Kruiya dan Elies tentang alasan mereka datang ke tempat ini dengan nada berat khasnya...
__ADS_1
..."Maaf atas kedatangan kita yang tidak sopan, kita datang kesini hanya untuk melihat ramalan dari Penyihir Ramalan yang tinggal di tempat ini"...
...Kruiya menjelaskan alasan mereka datang ke tempat ini....
..."Darimana kamu dapat info bahwa disini adalah tempat pengihir ramalan?" Tanya Golem itu dengan waspada....
..."Maaf tidak memberimu ini"...
...Kruiya mengeluarkan sebuah kertas surat dari dalam tasnya. Kemudian Kruiya memberikan kertas itu kepada golem yang ada dihadapannya....
...Golem itu pun menerima kertas yang diberikan Kruiya, dan membaca isi kertas yang tertulis. Tak berlangsung lama membaca isi kertas itu......
..."Kamu boleh masuk sekarang"...
..."Baik, terima kasih telah mengizinkan kita untuk memasuki Rumah Penyihir"...
...Tak disangka bahwa apa yang dikatakan tuan Gorgy memang benar jika aku menyerahkan kertas dari tuan Gorgy aku bisa memasuki Rumah Penyihir. Tapi... apa isi dari kertas itu?...
...Setelah diberikan izin masuk, Kruiya dan Elies memasuki rumah Penyihir Ramalan yang unik....
...Pintunya terbuat dari kayu yang belum pernah dilihat dan terlilit akar....
...Dinding rumahnya terbuat dari batang pohon yang menyatu dengan pohon sekitarnya....
...Atap rumah dari bebatuan yang terbuat dari tanah liat....
...Hendak Kruiya dan Elies memasuki Rumah Penyihir itu, Kruiya sangat terkejut bahwa di dalam terlihat begitu banyak barang yang belum pernah dilihat oleh Kruiya di dunia ini, begitu pula dengan Elies....
..."Selamat datang, di Rumahku... ramalan seperti apa yang ingin kamu tahu?"...
...Penyihir itu menyambut Kruiya dan Elies dengan tatapan tajamnya yang mengerikan. Sejenak membuat Elies bersembungi di belakang Kruiya....
...Kruiya yang merasakan hawa aneh dari penyihir itu membuat Kruiya waspada terhadapnya....
...Sungguh hawa yang mengerikan dari penyihir itu, seakan-akan dia ingin membuatku takut terhadapnya....
..."...Maaf, aku ingin diriku diramal, berapa harga sekali ramalan untuk diriku?"...
..."Itu tergantung apa yang ingin kau ramal anak muda, jika sesuatu yang ingin kamu ramal begitu penting, maka bayarannya juga besar"...
..."Lantas apa yang membuatmu datang kesini jauh-jauh hanya untuk diramal olehku?" Tanya Penyihir itu melototi Kruiya....
..."Aku hanya ingin kamu meramalku, Tempat atau daerah mana yang terdapat seseorang yang bisa ku ajak menjadi pacarku"...
..."...Ahahaahaahaaaha, apa segitunya kamu ingin cepat mencari cintamu sampai-sampai mendatangi tempat ini? Baiklah kalau kamu begitu serius dengan keputusanmu"...
...Penyihir itu menertawai alasan Kruiya datang jauh-jauh hanya untuk mencari Pacar....
...Kemudian Penyihir itu mengambil sebuah kartu dan ditaruh lah kartu-kartu itu di atas meja. Setelah kartu itu ditaruh diatas meja dan berjejernya kartu itu....
...Kemudian Kruiya disuruh untuk mengambil salah satu kartu diantara 30 kartu yang tersedia....
..."Ambillah salah satu kartu diantara 30 kartu yang ada disini" ucap Penyihir itu...
...Apa begini cara penyihir ini meramal di dunia ini? Yasudahlah, lagian ini juga demi keinginanku sendiri....
..."Akan kuambil yang ini"...
...Kruiya mengambil salah satu kartu, tapi... saat Kruiya sudah ingin mengambil kartu, penyihir itu kemudian menyuruh Kruiya untuk tidak melihat kartu apa yang ia ambil....
..."Tunggu, jangan lihat kartu itu dan langsung berikan kepadaku" ucap Penyihir itu dengan tiba-tiba....
...Kruiya pun memberikan kartu yang ia ambil ke penyihir itu, kemudian penyihir itu melihat kartu yang Kruiya ambil. Saat penyihir itu melihat kartu yang Kruiya ambil, Penyihir itu terlihat tersenyum dan itu membuat Kruiya bingung melihat Penyihir itu tiba-tiba tersenyum....
...Setelah melihat isi kartu yang Kruiya ambil, penyihir itu kemudian meletakkan tangannya diatas bola/Kristal yang ada di sampingnya dan mengucapkan sebuah mantra yang tidak tahu artinya apa bagi Kruiya yang mendengarnya....
...Kemudian Bola Kristal itu terlihat memunculkan sebuah gambar yang tidak terlalu jelas dilihat Kruiya. Penyihir itu pun berhenti mengucapkan mantra setelah gambar itu muncul....
..."Ada suatu daerah di sebelah timur dimana kamu akan mendapati seorang gadis yang akan menjadi cintamu"...
..."Benarkah?!"...
...Kruiya berteriak karena terkejut bahwa ada seorang gadis yang akan menjadi pacarnya....
..."Apa dia cantik?" Tanya Kruiya penasaran....
..."Hm... kemungkinan iya, tapi aku tidak bisa memastikannya karena itu kurang jelas"...
..."Tapi, di daerah timur akan ada penghalang bagimu untuk pergi kesana secara nyaman dan aman, sudah itu saja dariku. Dan bayarannya 1 koin emas saja"...
..."1 koin emas? Kukira akan mahal, baiklah ini satu koin emas untuk bayaranya"...
...Kruiya pun mengeluarkan 1 koin emas yang ia punya di dalam tasnya dan memberikannya ke peyihir itu. Setelah meberikannya Kruiya pamit pergi melanjutkan tujuannya pergi ke daerah timur....
...Sebelum pergi Kruiya diberitahu untuk mengikuti arahan dari Golem yang ada didepan tadi, agar keluar dari Wilayah ini dengan aman dan selamat....
...Kruiya pun mengikuti arahan dari Golem yang di depan Rumah penyihir itu dan keluar dari kawasan berbahaya ini dengan selamat. Tak butuh waktu lama Kruiya dan Elies berhasil keluar dari hutan berbahaya itu dan mendapati dirinya berada di padang rumput yang luas....
...Kruiya yang tak sabaran sudah keluar dari hutan berbahaya itu langsung mengajak Elies untuk melanjutkan petualangan mereka....
...-------------------------------------...
..."Huh... akhirnya aku bisa merasakan angin yang sejuk ini. Tapi... hanya kita berdua saja yang bisa merasakannya"...
...Kruiya terlihat murung saat mengatakan itu....
...Kruiya yang masih belum bisa melupakan kematian Serra membuat Kruiya murung saat mengatakan hanya mereka berdua saja yang bisa merasakannya....
...Begitu juga Elies......
..."Tuan?..."...
..."Ayo Elies, kita lanjutkan perjalanan kita berd...ua, ya... hanya berdua" ucap Kruiya mengajak Elies dengan rasa sakit kehilangan Serra....
..."Baik Tuan" jawab Elies menyetujui....
...Dengan semangat Elies menjawab ucapan Kruiya....
...Setelah Kruiya dan Elies melewati hutan yang berbahaya....
...Akhirnya Kruiya dan Elies bisa keluar dari hutan yang berbahaya setelah menemui Penyihir Ramalan, tujuan Kruiya menemui Penyihir Ramalan hanya untuk meramal dirinya sendiri apakah ada seorang gadis yang akan mecintainya di dunia ini....
...Walaupun itu belum pasti, namun perasaan Kruiya sangatlah senang dan membuat dirinya semangat untuk pergi ke tujuan selanjutnya....
...Di Padang Rumput-...
-
-
-
-
...VOLUME 1 TAMAT....
...Petualangan Kruiya setelah diusir dari kerajaan Luygrind telah berakhir disini. Tapi, perjalanan Kruiya untuk mencapai tujuannya masih belum berakhir....
...Terima Kasih sudah membaca Novel : Petualangan Anak SMA di Dunia Lain sampai Volume 1 ini Tamat. Terima kasih juga sudah Support Novel Aku dan selalu mendukungnya....
...SPOILER!!! Dibawah ini :...
__ADS_1
...Di Volume Ke-2 nanti Kruiya akan mendapatkan halangan dan masalah besar yang menantinya, juga musuh-musuh baru akan muncul di daerah Timur yang menjadi tempat tujuan Kruiya selanjutnya di Volume Ke-2 nanti....