
"Huh... sekarang bukan saatnya untuk menangis... ada hal yang harus ku lakukan" ujar Kruiya dipelukan gadis itu.
Kruiya memindahkan gadis itu dan membaringkannya ke lantai. Setelah itu Kruiya langsung meninggalkan mayat gadis itu disana. Karena jika Kruiya membawa gadis itu... Kruiya akan merasa kerepotan, jadi dia berpikir lebih baik meninggalkannya.
"Aku harus pergi ke lorong satunya" ujar Kruiya memegang tombaknya.
Kruiya pun keluar dari ruangan dan kembali ke tempat jalur 2 lorong. Kruiya pergi ke lorong sebelah kanan untuk pergi memastikan bahwa adakah orang disana.
"Hm... aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku setelah memasuki lorong sebelah kanan ini" ujar Kruiya memprediksi kemungkinan yang terjadi.
Kruiya berjalan memasuki lorong sebelah kanan, dan Kruiya berjalan dengan sangat hati-hati karena Kruiya tidak tahu apa yang akan menantinya didepan.
Beberapa menit... Kruiya menemukan sebuah ruangan dengan pintu terkunci. Pintu itu terkunci bukan dengan gembok, melainkan dengan hal lain. Kruiya penasaran yang membuat pintu itu terkunci, jadi Kruiya menganalisis Pintu itu sebelum bertindak.
"Eh... tunggu dulu... pintu ini terlihat aneh?, terdapat gambar ukiran aneh di pintu ini" ujar Kruiya penasaran.
Kruiya memegang pintu itu dan memperhatikan pintu itu, sesaat Kruiya tidak menemukan apa-apa. Kemudian Suara dari dalam pintu terdengar. Sura seseorang yang akan keluar dari pintu itu. Menyadari hal itu, Kruiya bersembunyi di balik kotak kayu yang ada di sini ruangan ini.
Setelah itu Seseorang dari dalam pintu itu keluar, Kruiya tidak dapat melihatnya, tapi Kruiya tahu bahwa orang itu adalah pemilik Penginapan yang dibuntuti Kruiya sebelumnya. Beberapa saat Orang itu melihat sekitar untuk memastikan bahwa tidak ada yang mendekat... ("bruk") Suara benda terjatuh. Kruiya tidak sengaja menyenggol tangannya dan mengenai benda yang ada di dekat Kruiya terjatuh, dan itu menarik perhatian orang itu... orang itu mendekati sumber suara itu...
("tap, tap tap") Suara Langkah kaki.
Semakin mendekat... semakin mendekat.
Orang itu menjulurkan tangannya di balik kotak kayu tempat Kruiya bersembunyi.
Dan...
"Sial... secara tidak sengaja aku menyenggolnya, apa yang harus ku lakukan?" Pikir Kruiya mencari cara agar tidak ketahuan...
Kemudian Kruiya melihat sesuatu dan menemukan ide...
Orang itu semakin dekat dengan Kotak itu dan akan melihat di balik Kotak kayu itu dan...
("Cit... cit cit... cit") Suara Tikus melompat di hadapan orang itu.
"Duh! Dasar tikus sialan" ucap Orang itu terkejut tikus melompat ke wajahnya.
Kemudian orang itu pergi menjauh dari pintu itu. Kruiya pun lega karena dia tidak ketahuan. Saat sebelum pintu itu menutup rapat, Kruiya langsung berlari mencegah pintu itu tertutup... dan Kruiya pun masuk keruangan itu.
Tiba-tiba pintunya tertutup...
("Brank...!") Suara keras pintu tertutup.
"Sekarang pintunya tertutup... huh" ujar Kruiya menghela napas.
"Baiklah sekarang mulai dari mana..." ujar Kruiya didalam ruangan.
Ruangan yang dilihat Kruiya adalah ruangan dengan banyak buku, dokumen, alat tulis, tinta, dan masih ada banyak lagi...
Kruiya pun mencari sesuatu yang menurut Kruiya penting didalam ruangan ini.
"Apakah ada dokumen rahasia disini? Kalau ada akan luar biasa" ujar Kruiya.
"Disini tidak ada, disini ada banyak kertas... oh ya... aku lupa kalau aku tidak bisa membaca tulisan duni ini" keluh Kruiya.
Menyadari Kruiya tidak bisa membaca, Kruiya mengurungkan niatnya untuk mencari dokumen Penting/Rahasia. Sekarang Kruiya berjalan-jalan di ruangan dan melihat-lihat buku atau benda yang menarik perhatian Kruiya.
"Woah...! Buku ini terlihat Keren... juga ada gambarnya, mungkin aku akan ambil buku ini" ujar Kruiya mengambil buku itu dari meja yang ada di ruangan.
"Walaupun buku ini terlihat keren, tapi jangan menilai sesuatu dari tampilan luarnya saja" pikir Kruiya memandangi buku itu.
"Ya sudahlah... karena aku tidak bisa membaca... aku akn tetap mengambilnya" ujar Kruiya memasukan buku itu kedalam tas.
Kruiya masih mencari-cari sesuatu untuk diambil. Kruiya pun mencari di sekitar meja dan Kruiya tidak menemukan apa-apa, tapi setelah itu Kruiya mencoba membuka laci yang ada di meja... Kruiya membuka laci itu dan dia melihat sesuatu yang bagus.
"Woah... akhirnya aku menemukan sesuatu yang bagus untuk diriku, sejumlah uang yang banyak apalagi ini koin Emas dan perak..." ujar Kruiya merasa senang menemukan Sejumlah uang di laci meja.
Kemudian Kruiya memasukan semua uang itu kedalam tas dan menyisakan 1 koin emas saja di laci.
"Aku sisakan 1 Koin Emas sebagai tanda terima kasihku karena telah memberikan sejumlah uang di laci" ujar Kruiya menyisahkan 1 koin emas di laci dan menutupnya.
Setelah itu Kruiya melihat-lihat buku di rak buku dan... Kruiya menemukan sesuatu yang aneh di antara rak buku... Kruiya melihat di antara rak buku ada lubang kecil dibalik rak buku tersebut. Kruiya pun langsung mengeceknya dan Kruiya terkejut dengan hal yang dia lihat saat melihat dari lubang kecil itu.
"Jadi begitu... sekarang aku tahu apa yang dia akan lakukan sekarang" ucap Kruiya setelah melihat dibalik lubang itu.
Kemudian Kruiya langsung keluar dari ruangan, dan anehnya pintu itu bisa dibuka dari dalam dan tidak dari luar. Kemudian Kruiya pergi keluar dari ruangan bawah tanah.
Setelah Keluar dari ruang bawah tanah tanpa ketahuan... Kruiya langsung bertemu Elies dan membicarakan sesuatu dengan Elies.
Kruiya dan Elies pergi masuk kekamar Kruiya, dan membicarakan hal penting dengan Elies.
"Neh... Elies, aku akan memberikanmu perintah ini. Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku" ujar Kruiya.
"Melakukan sesuatu? Apa itu tuan?" Tanya Elies.
"Aku ingin kamu-..." Bisik Kruiya ke Elies.
"Baik tuan. Kalau itu yang tuan inginkan, saya akan melakukan apapun itu perintah tuan" Balas Elies.
Setelah lembicaraan Kruiya dan Elies, waktu sudah mulai Sore hari.
("Woah...") Suara Kruiya Mengantuk.
"Bagus... sekarang tidur dulu" ujar Kruiya menahan kantuk.
"Baik..." Jawab Elies tidur di kasur Kruiya.
"Eh... maksudku tidur di kamar masing-masing" ucap Kruiya menjelaskan.
"Baiklah..." Kecewa Elies kemudian bangun dari kasurnya Kruiya dan Keluar dari kamar.
Malam harinya... Full Moon masih terlihat di langit malam. Suasana malam hari yang mencekam dimulai lagi.
"Sekarang saatnya memulai" Ucap Kruiya bangun tidur dari tadi sebelum Full Moon Terlihat.
Di tempat kamar pemilik penginapan... terdengar suara kagaduhan di dalam kamar disaat orang-orang pada tidur.
"Sial-sial... aku tidak menemukannya, ada dimana benda itu? Diruangan bawah tanah tidak ada, di dalam kamar juga tidak ada. Ada dimana benda itu hilang?" Teriak Pemilik penginapan mengeledah di dalam kamar.
"Sudah lah... aku tidak menemukannya, sekrang aku harus melakukan tanpa benda itu..." kesal Orang itu.
Kemudian Orang itu diam-diam pergi keluar penginapan. Tapi... Kruiya melihat pemilik penginapan keluar dari penginapan dari kejauhan. Kruiya mengikuti orang itu dan berjalan ditengah malam Full Moon, Kruiya mengambil Resiko untuk mengikuti orang itu walaupun Sekarang malam Full Moon.
Orang itu berjalan seperti menuju ke sesuatu tempat, Kruiya hanya terus mengikutinya. Dan orang itu pergi menuju Hutan... Kruiya terus mengikuti orang itu sambil Menggores batang pohon yang dilewati dengan Belati yang dimilikinya. Setelah 10 menit berjalan sesaat orang itu berhenti di suatu goa.
Kruiya bersembunyi di balik semak-semak dan melihat orang itu masuk kedalam.
"Heh... Dia memasuki goa itu kah, aku juga akan masuk" Ujar Kruiya.
Setelah 5 menit saat orang itu masuk, Kruiya langsung masuk kedalam goa yang gelap.
Kruiya berjalan di dalam gelapnya goa, dan Kruiya menemukan suatu ruangan yang aneh dan Kruiya mendengar suara-suara seseorang. Kruiya mengintip Ruangan Itu dan Kruiya melihat banyak undead di dalam goa.
__ADS_1
"Banyak sekali Tengkorak Hidup di goa ini" pikir Kruiya sedikit terkejut apa yang dia lihat.
"Dan apa yang dilakukan orang itu?" Ujar Kruiya melihat Orang itu berada diantara banyaknya undead.
Kemudian Orang itu menaiki sebuah panggung yang dia persiapkan sendiri.
"Baiklah... sekarang aku bisa melakukannya" ujar Orang itu dihadapan banyak Undead.
"Aku perintahkan Para Undead yang ku kendalikan, Aku perintahkan kalian Menguasai kerajaan Luygrind!" Teriak Orang itu.
Kemudian Para Undead Mengangkat pedangnya keatas.
"Jadi begitu... ternyata dia mengendalikan Kerangka hidup itu kah... sekarang aku lebih tahu apa yang akan di lakukan"
"Sekarang saatnya bergerak"
Ucap Kruiya berdiri dari tempat dia memantau dari atas.
Tempat Kruiya memantau berada di atas tepatnya berada di jalan keluar, sedangkan Tempat Para undead ada di bawah, Orang Itu melewati tangga untuk menuju kebawah.
Sesaat kemudian Muncul sesuatu yang besar di balik ruangan yang ada dibawah...
"Akhirnya aku berhasil membangkitkannya... oh... indah sekali bentuknya, wahai Sekeleton Dragon!" Ucap orang itu sangat senang dan terkagum.
"Aha, haha... ahahaha, hahahahaha!" Tertwa Orang itu dengan Keras.
"Sekarang saatnya menunggu" Ujar Kruiya menunggu sesuatu yang akan datang.
****************************************
[Status]
Tingkat : 7
Nama : Sekeleton Dragon
Ras : Undead, Naga
Umur : ???
Kemampuan : Kebal Terhadap Racun, Kebal Terhadap Serangan Fisik, Kebal Terhadap Status Abnormal, Dapat Menyemburkan Api Panas Dari Inti Tubuh.
Kelemahan : Lemah Terhadap Serangan Sihir, Lemah Terhadap Sihir Suci, Inti Tubuh Skeleton Dragon.
[Status]
Tingkat : 3
Nama : Undead
Ras : Undead, Human
Umur : ???
Kelemahan : Lemah Terhadap Sihir Suci.
[Status]
Tingkat : 4
Nama : Undead Knight
Ras : Undead, Human
Umur : ???
Kelemahan : Lemah Terhadap Sihir Suci.
- Undead (Makhluk mati yang memiliki Wujud kerangka tulang, Makhluk Pelayan Dewa Kematian, Makhluk yang sulit dikalahkan tergantung asal makhluk itu dulu)
****************************************
Tak lama... Terlihat orang-orang membawa obor melewati hutan... dan ternyata mereka adalah warga desa. Warga desa memasuki goa yang ditunjukan oleh Kruiya.
"Tuan... aku sudah membawa apa yang diperintahkan Tuan" Ucap Elies melihat Kruiya sedang berdiri melihat sesuatu.
"Tuan?" Ucap Elies kemudian melihat apa yang dilihat Kruiya.
"Tidak mungkin?... banyak sekali undeadnya... dan kenapa ada Sekeleton Dragon disini?" Tanya Elies terkejut sekaligus ketakutan.
"Inilah Elies dibalim kejahatan orang itu, dia berpura-pura baik padahal dia memiliki niat jahat tersembunyi" ucap Kruiya melihat ke arah para undead.
"Neh Elies... sebenarnya kita mau ngapaiin kamu membawa kami kesini? Dan juga ada Kruiya disini? Apa yang kalian lihat sebenarnya? Hah..." Tanya Salah satu warga dan kemudian melihat kearah yang dilihat Kruiya.
"Tidak mungkin ini terjadi... ada banyak Sekali para undead dibawah juga ada Sekeleton dragon... dan kenapa ada Torei (Nama Pemilik Penginapan) Dibawah?" Ucap Salah satu warga yang melihat sambil ketakutan.
"Inilah yang ingin aku tunjukan kepada kalian... sebuah kejahatan yang bersembunyi di balik kebaikan" Ujar Kruiya sambil melihat Para Undead dengan tatapan tajam.
"Apa kalian sudah membawa Minyak yang mudah terbakar, busur dan anak panah?" Tanya Kruiya.
"Iya kami semua sudah membawanya seperti yang diperintahkan Elies" jawab salah satu warga.
"Baiklah kalian akan menembak kearah kumpulan Undead dibawah menggunakan Panah Api, tapi lempar minyak itu ke bawah dulu mengenai para Undead dan setelah itu tembak" ucap Kruiya memberitahukan rencananya.
"Baiklah..." jawab para warga.
Setelah 5 menit persiapan... para warga siap menembak.
"Baiklah aku mulai dari hitungan mundur, kemudian kalian lempar minyak itu kebawah, dan akan ku beri sinyal saat waktu menembak, paham?" Ucap Kruiya memberitahu ke warga desa.
"Baik kami paham!" jawab warga desa.
"Baiklah..."
"3"
"2"
"1"
"..."
"Lempar...!"
Teriak Kruiya...
Warga desa melempar minyak yang sudah dimasukan kedalam wadah dan melemparnya ke arah para Undead... seketika Torei terkejut bahwa ada yang melempar sesuatu kearah para Undead dan dirinya. Kemudian Torei melihat kearah lemparan itu berasal.
"Apa! Jadi itu kamu ya Kruiya... Selama ini tidak kusangka kamu akan mengahalangi rencanaku... akan ku bunuh kau Kruiya...!" Ucap Torei.
"Para Undeadku sekalian, Serang Mereka!" Teriak Torei mengendalikan Pasukan Undead.
Pasukan Undead pun bergerak kearah Kruiya. Tapi... Kruiya terlihat tersenyum kearah Torei.
__ADS_1
Torei pun melihat kearah Kruiya yang tersenyum kearahanya.
"Sialan kau Kruiya... akan kubunuh kau" Ucap Torei Penuh emosi dan kebencian terhadap Kruiya.
"Tembak...!" Teriak Kruiya.
("Woosh, woosh... woosh woosh woosh...") suara panah api melesat dengan jumlah yang banyak.
Panah api itu melesat dan mengenai para undead, seketika para Undead yang terkena minyak yang mudah terbakar tadi langsung terbakar... kobaran api memenuhi kerumunan undead, semua undead yang ada di bawah hangus terbakar... yang dilihat Kruiya bukanlah kumpulan kerangka, melainkan api yang melahap Para Undead dibawah. Api yang sangat besar... seisi goa penuh dengan asap, sampai-sampai orang yang ada didalam goa sulit bernapas.
("Uhuk, huk... uhuk...") Suara batuk warga desa.
"Semuanya kalian keluar lah dari sini, sebelum kalian pingsan. Cepat!" Perintah Kruiya menyuruh warga desa keluar goa.
"Elies berikan saya busur panahmu" ujar Kruiya meminta ke Elies.
"Ini tuan..." jawab Elies memberikan Busur panahnya.
Kruiya mengambil busur panahnya Elies dan membidik kearah bawah... tapi yang dibidik Kruiya bukanlah undead, melainkan Torei sendiri. Kruiya membidik Torei, Kuriya memastikan angin di dalam goa terlebih dahulu sebelum menembak. Tidak ada angin didalam goa.
"Ini bagus, tidak ada angin... baiklah sekarang waktunya menembak" ujar Kruiya membidik Torei yang sedang panik.
Torei dalam keadaan panik dan terdesak, karena dia tidak bisa mengendalikan pasukan undeadnya, juga Torei mengalami sesak napas akibat asap yang ditimbulkan.
"Sialan... u-huk! huk huk...! Huh... huh..." ujar Torei batuk-batuk karena asap dari terbakarnya undead.
"Bidik, dan... tembak" Ujar Kruiya membidik Torei dan Menembakan panahnya.
("Woosh") Suara panah ditembakan.
Panah itu melesat keraha Torei dengan cepat... Torei pun melihat kearah Kruiya
Dan...
("Jlub!") Panah menusuk tepat di jantung Torei saat Torei melihat kearah Kruiya.
"Arkh... ah... apa ini? Kep-ala-ku tera-sa pusing, dan i-ni pandangan ku t-er-asa kabur... jadi b-egi-tu, aku ter-tem-...bak" ucap Torei jatuh tersujud dan tergeletak tak sadarkan diri.
(DEATH)
Torei Mati terkena panah di jantungnya.
Dan Sekeleton Dragon kembali ke asalnya setelah kematian Torei, walaupun ada Sekeleton Dragon... Torei kesulitan mengendalikan Sekeleton Dragon saat bersamaan dengan para Undead, jadi Torei hanya mengendalikan para undead saja.
Para undeadpun terbakar menjadi abu dan hanya menyisakan Armor dan senjata yang digunakan undead.
"Hei... apakah Kruiya dan Elies selamat?"
"Aku tidak tahu... mungkin mereka selamat"
"Aku juga berharap, karena mereka telah menyelamatkan kita dari rencana jahat Torei"
Warga desa, mereka semua khawatir dengan keadaan Kruiya dan Elies di dalam Goa, warga desa bertanya-tanya apakah mereka berdua selamat?
Kemudian... tiba-tiba muncul seseorang dibalik tebalnya asap dari dalam goa... dan ternyata seseorang itu adalah Kruiya dan Elies.
Kruiya dan Elies keluar dari Goan, kemudian Semua warga desa menyoraki Kruiya dan Elies...
"Pahlawan"
"Pahlawan"
"Pahlawan"
"Pahlawan"
"Pahlawan"
Terika Para warga mengangkat Tubuh Kruiya dan melemparnya ketas dan menyorakinya.
("PAHLWAN") Itulah kata yang tepat untuk Kruiya dan Elies dari Semua warga yang diselamatkan oleh 2 orang misterius yang datang dari luar desa dan mengalahkan Torei yang mengendalikan pasukan Undead, Itulah yang dipikirkan para warga tentang Kruiya dan Budaknya Elies.
****************************************
"Aku doakan semoga kamu tenang di akhirat, gadis tanpa nama" ucap Kruiya mendoakan gadis yang ada diruang bawah tanah.
Kruiya mendoakan gadis itu setelah pemakaman gadi itu selesai, sekarang gadis itu dimakamkan di desa dekat pohon besar yang sepi dengan pemandangan yang indah.
"Inilah hadiahku untukmu sebuah makam dengan pemandangan indah" ujar Kruiya tersenyum bahagia dan sedih.
Sesuatu seperti bayangan putih muncul dan mencium Kruiya tepat sesaat Kruiya menghadapnya, bayangan itu menyerupai gadis itu dan mencium Kruiya secara singkat dan bayangan itu pergi menghilang.
Terkejut Kruiya bahwa jiwa dari gadis itu muncul didepan Kruiya dan menciumnya terus pergi menghilang.
Mendapati hal itu... Kruiya berdiri dan tersenyum kearah langit, dan Kruiya pergi meninggalkan makam gadis itu.
"Ayo kita lanjutkan petualangan kita Elies, petualangan kita masih panjang" Ujar Kruiya mengajak Elies dengan wajah bahagia.
"Baik... tuan" jawab Elies mengikuti dibelakang Kruiya.
****************************************
"Itu informasi yang kudapatkan Tuan"
"Jadi itu alasan kita gagal?"
"Iya tuan..."
"Ini akan menjadi sangat menarik... khehehehehe... Kruiya..."
Pembicaraan 2 Orang di sebuah ruangan yang gelap tanpa ada satupun orang yang menguping.
****************************************
("Hachuuh!") Bersin Kruiya.
"Apa tuan tidak apa-apa?" Tanya Elies khawatir.
"Aku tidak apa, sepertinya ada yang membicarakan tentang diriku" ucap Kruiya.
Kruiya dan Elies berjalan menuju petualangan selanjutnya.
-
-
-
-
Apa yang akan menanti petualangan Kruiya dan Elies selanjutnya? Dan siapa 2 orang Misterius yang berbicara tentang Kruiya itu?
Bersambung.
__ADS_1