
Pagi harinya Kruiya mendapatkan hal yang tidak mengenakan bagi Kruiya, Yaitu terdapat 1 mayat seseorang didepan Penginapan. Yang dilihat Kruiya bukan hanya sekedar mayat orang saja, tapi tubuh mayat itulah yang membuat rasa mengerikan di mata orang-orang yang melihat mayat itu.
Hanya Kruiya seorang yang tahan terhadap mayat itu, selain Kruiya mereka hanya muntah-muntah atau pergi untuk tidak melihat mayat itu. Jika dijelaskan dengan kata-kata itu akan sangat menakutkan dan menjijikan.
"Siapapun yang membuat seseorang seperti ini pasti dia sudah terbiasa melakukannya" Pikir Kruiya mengamati mayat itu.
Disini Kruiya terus mengamati mayat itu, dan Kruiya menyadari akan satu hal. Kruiya menemukan sebuah kuku sedikit panjang runcing dan tajam, Kemudian Kruiya mengambil Kuku itu setelah semua orang lagi sibuk membahas masalah mayat ini.
Saat ada kesempatan, Kruiya langsung mengambil kuku itu dengan hati-hati agar tangannya tidak terkena darah. Setelah itu Kruiya berhasil mengambil Kuku itu.
"Hm... Kuku yang menarik, aku akan mencari tahu kuku ini berasal" Ujar Kruiya penasaran memegang kuku itu tanpa ketahuan dan memasukan kedalam tasnya.
"Baiklah... setelah aku melihat mayat ini, sepertinya aku akan melakukan sesuatu yang menarik" Ujar Kruiya berjalan sambil masuk ke penginapan.
Kemudian Elies Mengahampiri Kruiya.
"T-tuan, apa tuan tidak apa-apa?" Ucap Elies Khawatir dengan Kruiya karena setelah melihat mayat itu.
"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, aku baik-baik saja" balas Kruiya menghadap ke Elies dan langsung pergi ke kamar Kruiya.
"Apakah tuan baik-baik saja?" Pikir Elies masih khawatir dengan Kruiya.
Kruiya sedang duduk di kasur kamarnya. Kruiya memegang sebuah kuku sambil membersihkan kuku itu dengan lap yang ada di meja kamarnya.
"Dari yang bisa aku simpulkan, ada dua kemungkinan kuku ini berasal" ujar Kruiya sambil mengelap kuku itu.
Yang Kruiya simpulkan ada 2, yaitu :
Pertama, Kemungkinan ini adalah kuku Monster yang menyerang malam hari, itu bisa terjadi karena desa ini dikelilingi hutan dan penggunungan.
Dan kedua, kemungkinan besar ini adalah kuku dari suara raungan mengerikan kemarin malam.
"Tapi aku tidak tahu yang mana kuku ini berasal, akhrrkhh... sabar..." kesal Kruiya mengepal tangannya karena tidak bisa memastikan kuku itu berasal.
Kemudian Kruiya memasukan kuku itu kedalam tasnya.
("Krrurukkk...")
Suara perut Kruiya yang lapar.
"Baiklah... saatnya sarapan, tapi orang-orang pada nafsu makan apa tidak ya saat melihat mayat tadi?" Ujar Kruiya kepikiran.
"Ya sudahlah, lagian itu perut mereka sendiri bukan perutku" ujar Kruiya pergi keluar dari kamarnya menuju kebawah.
Disaat Kruiya membuka pintu, Kruiya terkejut bahwa didepan pintu kamarnya ada Elies yang menunggu Kruiya didepan pintu. Dan tiba-tiba...
"Eh... E-elies? Kenapa kamu memelukku?" Tanya Kruiya terkejut tiba-tiba Elies memeluk Kruiya.
"Tidak... apa-apa, Elies cuma khawatir aja terhadap Tuan" jawab Elies ke Kruiya dengan keadaan berpelukan.
Kruiya hanya diam berdiri saja Elies memeluk tubuhnya, Kruiya juga ingin memeluk Elies... tapi Kruiya mengurungkan niatnya. Beberapa detik kemudian...
"E-elies... sampai kapan kamu memelukku seperti itu?" Tanya Kruiya segera ingin kebawah karena rasa lapar perutnya.
"M-maaf tuan, Eee-elies tidak bermaksud begitu" ucap Elies malu akan hal yang dia lakukan sendiri.
"Yah... tidak apa sih, lebih baik kau juga sarapan bersamaku saja" Ucap Kruiya mengajak Elies sarapan bersama.
"Baik..." jawab Elies kembali tersenyum dan menuju ke lantai bawah untuk sarapan.
Sesampainya di lantai bawah... Kruiya menduga hal ini akan terjadi, sedikit orang yang sarapan disaat ada mayat mengerikan di depan penginapan.
Setelah sarapan, Kruiya melihat pemilik penginapan pergi dengan gerak-gerik mencurigakan... dia sedang seperti mengawasi sekitar, disini Kruiya hanya mengamati dari jauh. Sesaat pemilik penginapan itu pergi... Kruiya mencoba membuntuti orang itu.
"Elies kamu disini dulu, oke... jangan pergi keluar" ucap Kruiya menyuruh Elies.
"Baik..." jawab Elies menerima perintah Kruiya tanpa mengetahui apa maksud dari perintah itu.
__ADS_1
Kemudian Kruiya dengan hati-hati membuntuti orang itu pergi, Kruiya terus membuntuti... tiba-tiba orang itu menengok kebelakang, tapi orang itu tidak melihat Kruiya... Kruiya dengan cepat bersembunyi dari pandangan orang itu.
Tak lama Orang itu sampai di suatu ruangan... kemudian orang itu memasuki sebuah pintu menuju ruang bawah tanah. Kruiya pun mengikutinya masuk kedalam, tapi Kruiya tidak seceroboh itu, karena sebenarnya setelah Orang itu menutup pintu dia masih ada di balik pintu untuk memastikan tidak ada orang yang membuntutinya.
Sekitar 5 menit... orang itu pergi menuju ruang bawah tanah setelah memastikan tidak ada yang membuntutinya. Kruiya pun langsung masuk ke ruangan itu dan masuk kedalam ruang bawah tanah.
"Astaga... disini gelap sekali... aku tidak bisa melihat dengan jelas, sial... tidak ada lentera dan obor disini untuk pencahayaan" Keluh Kruiya berjalan melewati lorong bawah tanah yang gelap.
"Ah... itu ada pencahayaan di depan" ujar Kruiya dengan senang.
Saat Kruiya sedang berjalan menuju tempat yang ada pencahayaan, Kruiya menyadari langkah kaki di depan...
("Tap... tap... tap...") Suara langkah kaki.
kemudian Kruiya berhenti sejenak untuk memastikan hal itu.
Suara itu semakin jelas...
Semakin jelas...
Dan semakin jelas...
Tiba-tiba suara langkah kaki itu berhenti seketika... yang Kruiya lihat hanyalah bayangan orang yang terlihat dari pencahayaan, Kruiya tidak dapat melihat muka orang itu yang Kruiya lihat hanyalah bayangannya saja.
Kemudian orang itu pergi... Kruiya juga mengikutinya, tapi Kruiya kehilangan jejak...
Kruiya pun semakin dalam memasuki ruangan bawah tanah dan ada 2 Lorong menuju ruangan, Kruiya kebingungan ingin pergi kelorong sebelah kanan atau kiri...
Sebelum Kruiya memasuki salah satu lorong, Kruiya sempat memperhatikan lantai salah satu lorong. Dan ternyata lorong sebelah kanan terdapat jejak baru seseorang yang memasukinya... jejak itu terlihat karena lantai lorong itu rusak sehingga terlihat jejak di tanah yang basah akibat tetesan air dari atas...
"Terdapat jejak di lorong sebelah kanan, lebih baik aku masuk kelorong yang tidak ada orang sama sekali" ujar Kruiya berpikir itu ide yang baik.
"Tapi tidak dipungkiri kemungkinan adanya orang di lorong sebelah kiri" Pikir Kruiya memasuki lorong sebelah kiri.
Setelah itu Kruiya memasuki lorong sebelah kiri... walaupun lorong sebelah kiri kemungkinan terdapat adanya orang didalam tapi itu hanya sebuah kemungkinan dari Kruiya.
("Tuing") Suara tetesan air dari atas yang bergema.
"Hm... sepi dan menyeramkan lorong ini ya, ya... menyeramkan bagi orang biasa" ujar Kruiya menghibur suasana dirinya.
("Cit... cit cit... cit") Suara tikus lewat dihadapan Kruiya.
Beberapa detik kemudian...
Kruiya melihat sebuah ruangan didepan matanya... Kruiya dengan hati-hati berjalan menuju ruangan itu...
Dan...
"Apa-apaan ini?" Terkejut Kruiya setelah melihat ruangan itu.
Ternyata, ruangan yang dilihat Kruiya adalah Sebuah tempat penjara...
Penjara yang dilihat Kruiya seperti bekas penjara zama dulu, karena terdapat kerangka tulang manusia dengan armor yang sudah karatan atau rusak di sekita sel.
Tapi ada satu ruangan yang menarik perhatian Kruiya yaitu ruangan dengan pintu yang terkunci oleh gembok besar sebesar telapak tangan orang dewasa.
Kruiya pun mendekati pintu itu dan memastikan ada apa didalamnya...
Dan ternyata Kruiya mendengar suara seseorang dari dalam pintu. Kruiya mencoba membuka pintu itu.
("Crack") Suara Kruiya memaksa membuka pintu itu.
Alhasil Kruiya gagal.
Tapi Kruiya tidak menyerah...
"Bagaimana cara membuka pintu ini jika dikunci seperti ini, aku harus mencari sesuatu untuk membukanya..." ujar Kruiya sambil mencari sesuatu untuk membuka pintu.
"Oh ya... aku kan punya Tombak, baiklah akan kugunakan kamu, tombak..." ujar Kruiya sambil memegang tombak.
"1"
"2"
"3"
("Ting... crack") Suara Gembok terlepas dan jatuh ke lantai.
Pintu pun terbuka... Kruiya dengan hati-hati memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Huh... akhirnya... Saatnya memasuki ruangan ini" ujar Kruiya membuka pintu ruangan itu.
("Nguuueeeiiit... brank") Suara pintu terbuka.
Saat setelah Kruiya membuka pintu, yang dia lihat adalah seorang gadis yang terantai tangan dan kakinya di didepan mata Kruiya. Gadis itu membuka matanya dan melihat kearah Kruiya. Kruiya terkejut ada gadis diruangan yang Gelap, Kotor, Tak terawat, dan Bau seperti ini. Kruiya berpikir bahwa kuatnya gadis itu dapat bertahan dengan keadaan ruangan seperti ini.
"Ini tidak mungkin... gadis itu... dia adalah sosok gadis yang kulihat kemarin malam" terkejut Kruiya mendapati yang dia lihat ternyata adalah sosok pelayan penyihir jahat yang Kruiya lihat kemarin malam dari jendela.
Kemudian gadis itu tersenyum melihat kearah kruiya dengan tatapan sedih mengarahnya. Kruiya pun dengan tombaknya memutuskan rantai yang mengikat gadis itu.
("Cling! Cling! Cling! Cling") Suara rantai terlepas...
Gadis itu pun jatuh kepelukan Kruiya, Kruiya dengan sigap menangkap gadis itu agar tidak jatuh kelantai.
"Hei... kamu tidak apa-apa?" Ucap Kruiya khawatir menanyakan keadaan gadis itu.
"Akh-ir-nya... ak-hir-nya... akhirnya... aku bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama" ucap gadis itu terbata-bata sulit mengucapkan kata-kata karena keadaannya.
"Hei... apa yang kamu maksud?" Tanya Kruiya khawatir dan bingung saat gadis itu mengucapkan kata-kata tadi.
"Se-ba-gai ra-sa se-nangku sete-lah ber-te-mu dengan-mu cukup la-ma, a-ku akan mem-berikan-mu ini." Ucap gadis itu sambil mengeluarkan sesuatu dari tangannya dipelukan Kruiya.
Tiba-tiba cahaya aneh muncul dari tangan gadis itu.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kruiya khawatir dan kebingungan saat Gadis itu mengeluarkan cahaya aneh itu.
"I-ni aku be-ri-kan ke-pada-mu, jaga-lah baik-baik apa yang ku-berikan ini" ucap gadis itu mengeluarkan sebuah Lentera hijau dari tangannya setelah cahaya aneh itu.
"Untuk apa ini yang kamu berikan, dan bukannya lentera ini milikmu?" Ucap Kruiya menanyakan itu dan semakin bingung apa yang terjadi sekarang.
"Ambillah lentera ini, ini a-kan ber-guna untukmu ke-depannya. Len-tera ini memi-liki ke-kuatan yang dapat me-ngontrol jiwa makhluk yang a-da di dunia ini, jadi guna-kanlah sebaik mung-kin. Itu saja yang bi-sa ku-beri-tahu kepada-mu" ucap gadis itu menjelaskan kepada Kruiya dengan terbata-bata.
"Kenapa tiba-tiba kamu memberikan ini kepadaku" balas Kruiya menanyanyakan apa maksudnya itu.
Tak lama berpikir Kruiya pun menerima Lentera ini dari gadis itu. Semakin lama... kondisi gadis itu semakin memburuk.
Dan...
"Inilah sa-at-sa-at terakhir aku melihatmu. Sa-..." gadis itu pun meninggal dipelukan Kruiya...
"..."
Beberapa detik setelah kematian gadis itu...
"Kenapa ini, kenapa tiba-tiba air mataku keluar... apakah ini rasanya melihat saat-saat terakhir seseorang didepan mata?" Ujar Kruiya meneteskan air mata untuk gadis yang tidak dikenalnya...
Sejenak... Kruiya duduk dipelukan gadis itu. Entah kenapa Kruiya seperti mengalami rasa sedih yang pernah dialami oleh gadis itu, dan Kruiya juga berpikir baru pertama kali dia merasakan sedih sekarang ini, tapi itu tidak dianggap penting bagi semua orang, tapi bagi Kruiya yang baru pertama kali merasakan rasa sedih itu sangat teramat penting baginya. Dan sekarang Kruiya mendapatkan Lentera Hijau yang bisa mengontrol Jiwa makhluk hidup di dunia, sekarang Kruiya tidak tahu untuk apa Lentera itu.
****************************************
[Status]
Equipment : 1
Tingkat : ???
Nama : Lentera Hijau
Kemampuan : Mengontrol Jiwa
****************************************
Dan...
Sekarang Kruiya masih dipelukan gadis itu...
Sambil meneteskan air mata.
-
-
-
-
Rasa Sedih pertama kalinya bagi Kruiya seperti rasa Sedih bertahun-tahun yang dialaminya. Dan juga apa yang akan Kruiya lakukan dengan Lentera Hijau Itu?
Bersambung.
__ADS_1