
"Uwahhh..."
Kruiya yang sedang menguap karena bangun pagi-pagi sekali sambil jalan-jalan di Ibu Kota kerajaan Luygrind.
Kruiya sedang jalan-jalan tanpa pengawasan karena dia diusir dari istana karena perbuatannya sendiri.
"Akhirnya aku bebas dari tugas mengalahkan Raja Iblis atau apalah itu, yang penting aku bisa menikmati dunia Fantasy ini..." Ujar Kruiya dengan lega dan semangat menjalani kebebasannya.
Kruiya masih berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti.
"Baiklah... sekarang apa yang harus kulakukan? Hm... menjadi petualang kah" Pikir Kruiya sambil berjalan dengan meletakan tangan di dagu sambil mencari tujuan.
"Tidak-tidak... jadi petualang sepertinya merepotkan dan tidak terlihat mudah" Pikir Kruiya sambil mengeleng-ngeleng kepala.
"Baiklah sekarang aku akan pergi ke penginapan dulu dan setelah itu aku akan memikirkan ide untuk tujuan ku selanjutnya" Ujar Kruiya.
Kruiya akhirnya mencari penginapan dengan bertanya kepada penjual yang ada di sekitar Ibu Kota, dan akhirnya Kruiya menemukan penginapan yang bagus untuk dirinya.
"Inikah Penginapan (Dua Bunga) Baiklah sekarang waktunya masuk dan sewa kamar" Ujar Kruiya penuh semangat.
Saat Kruiya masuk kedalam penginapan, ternyata penginapannya penuh dengan orang-orang yang datang untuk makan ataupun mengobrol, di dalam penginapan sangat ramai seperti ada acara pesta saja. Dan ada seorang gadis yang melayani pelanggan dengan hebat, dia tampak ceria dan semangat saat melayani orang-orang yang sedang memesan Minuman atau pun Makanan.
Kruiya pun berjalan diantara Orang-orang yang sedang melihat kearahnya dengan tatapan tajam. Sesaat Sampai di tempat Resepsionis, Kruiya langsung memesan kamar.
"Permisi... saya ingin memesan kamar untuk 3 Hari 2 malam" Ucap Kruiya sambil menyandarkan kedua tangannya ke meja.
Beberapa Menit Kemudian...
"Baik... maaf menunggu, kamu ingin memesan kamar untuk 1 orang selama 3 hari 2 malam benar?" Jawab Gadis tadi dengan nafas yang berat seperti kelelahan.
Gadis itu kemudian mengambil sebuah kertas dari laci yang ada di Resepsionis...
"Tuliskan Nama Anda disini dan Tanda tangan disini" Ucap gadis tadi sambil menjelaskan.
"Oh ya... aku baru sadar, aku kan gak bisa baca dan tulis di dunia ini, gimana ya...?" Pikir Kruiya sambil mencari ide untuk mengatasi masalahnya.
"Kalau boleh tuliskan Namaku Kruiya yang ada di kertas, karena saya tidak bisa Baca dan Tulis" Jawab Kruiya dengan sopan.
"Baiklah... kalau begitu Aku tulis... Kru-i-ya. Sudah... dan tanda tangan tulis disini, tanda tangan bisa kan?" Balas Gadis itu dengan senyuman yang manis.
"Kalau tanda tangan saja aku bisa, tinggal meniru tulisan namaku dengan sedikit perubahan" pikir Kruiya menemukan ide.
"Bisa kok..." Jawab Kruiya.
Kruiya pun mentandatangani kertas tadi yang tidak tahu apa isi dari kertas itu, setelah itu Kruiya Membayarnya dengan Harga 3 Perak 10 Tembaga dan diberi sebuah kunci kamar, dan gadis tadi menunjukan kamar Kruiya.
"Baiklah... ini kamar mu tuan Kruiya" Ucap gadis itu dengan senyuman dan tatapan manis menghadap Kruiya.
"Terima Kasih" Balas Kruiya sambil masuk kekamarnya.
Kruiya pun meletakan tasnya ke kasurnya dan berbaring di kamarnya, Kruiya sedang memikirkan apa tujuan selanjutnya setelah 3 hari kedepan...
"Setelah tadi aku membayar sewa kamar ini, aku kepikiran ternyata Koin Perak mahal juga di dunia ini, tapi lebih mahal di duniaku... dan hanya ada 6 Mata uang di dunia ini" Pikir Kruiya berbaring di tempat tidur dengan santai.
"Dari yang aku tahu... ada 6 Mata uang di kerajaan ini, Yaitu...
Koin Tembaga, Koin Perak, Koin Perak Besar, Koin Emas, Koin Emas Berlambang Kerajaan.
1 (Koin Perak) \= 20 (Koin Tembaga)
5 (Koin Perak) \= 1 (Koin Perak Besar)
1 (Emas) \= 4 (Koin Perak Besar)
25 (Koin Perak) \= 5 (Koin Perak Besar)
4 (Koin Emas) \= 1 (Koin Emas Berlambang-Kerajaan)
Sekarang aku sudah tahu nilai mata uang ini dari pedagang yang aku tanya tadi saat ingin mencari penginapan" Pikir Kruiya.
Kruiya sekarang sedang berpikir bagaimana dia mencari tujuannya saat menikmati dunia Fantasy ini, Kruiya berbaring di kasurnya dan tertidur lelap...
"Ban..."
"Bangu..."
"Bangun..."
"Bangun...!"
Suara misterius yang memanggil Kruiya Terus menerus...
"Huh..!"
Kruiya pun terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara itu.
"Ternyata cuma mimpi" Ucap Kruiya terkejut saat bangun dengan perasaan lega.
Saat Kruiya bangun Suasana sedang Sore hari, matahari mulai terbenam di dalam baliknya Penggunungan yang terlihat di dalam jendela Kamar Kruiya.
Tiba- tiba Kruiya kepikiran sesuatu yang menarik untuknya...
"Oh ya... di dunia ini ada yang namanya Perbudakan atau tidak ya...?" Ujar Kruiya penasaran dan ingin tahu akan hal itu.
"Sebelum itu aku akan tanya atau mencari info soal Perbudakan"
"Kalau ada Perbudakan di dunia ini, maka Berpetualang di dunia Fantasy ini akan lebih mudah, karena aku tidak tahu soal dunia ini, jadi aku akan membeli budak agar aku bisa tahu tentang dunia ini" Pikir Kruiya Segera ingin keluar.
Malam hari telah tiba semua Rumah menyalakan Lentera untuk menerangkan Rumah mereka dan jalan di penuhi lentera untuk menerangkan pengguna jalan.
"Sekarang aku akan pergi mencari informasi tentang perbudakan" Ujar Kruiya keluar dari kamarnya.
Kruiya pun keluar dari kamarnya dan pergi ke lantai bawah untuk makan malam. Suasana di siang hari dan malam hari juga sama, Penginapan ini sangat ramai dipikiran Kruiya.
"Hei kau dengar... ada pedagang budak yang akan datang nanti malam..."
"Benar kah?"
"Iya, nanti malam pedagang budak datang dengan budak yang berkualitas loh..."
"Kalau begitu nanti kita lihat gimana...?"
"Oke kalau begitu, aku juga ingin melihat Elf dan Demi Human yang cantik nanti"
"Aku setuju denganmu"
Kruiya sedang makan malam dan tidak sengaja Kruiya mendengar percakapan 2 orang yang membahas tentang perbudakan. Kruiya pun langsung tertarik dan menghampiri ke dua orang tersebut.
"Hai kalian berdua" Ucap Kruiya sambil memegang pundak ke dua orang tersebut.
"Kamu siapa?" Jawab Orang Itu
"Aku ingin tahu tentang pembahasan budak yang tadi kalian bicarakan"
Beberapa detik kemudian gadis yang tadi siang membawa 2 Gelas Bir ke Kruiya.
"Oh ya... dan ini bir untuk kalian sebagai imbalan Untuk Informasinya, gimana...?" Ucap Kruiya sambil Meletakan Bir di meja agar Kedua orang tadi tertarik.
"Baiklah, ternyata kamu asik juga ya..." Balas Kedua orang tadi bersamaan menerima bir yang diberikan Kruiya.
Kemudian Kedua orang tadi menjelaskan Bahwa Pedagang budak akan datang pada tengah malam, dan membawa budak berkualitas dari kota lain ke Ibu Kota. Dan kedua orang tadi memberi tahu tempat pedagang budak itu datang nanti malam.
Setelah penjelasan tadi, Kruiya menunggu Tengah malam di kamarnya sambil menjaga kedua matanya agar tidak mengantuk.
Tengah malam pun tiba...
"Sekarang saatnya pergi..." Ucap Kruiya Menahan Kantuk untuk bisa terjaga sampai tengah malam ini.
Kruiya pun pergi tengah malam, yang dimana semua jalan di Ibu Kota terlihat sepi, yang tadinya Ramai sekarang Sepi karena Semua orang tidur saat sebelum tengah malam.
Kruiya berjalan di tengah malam yang sepi untuk datang ke tempat pedagang budak. Kruiya melihat kearah langit, bahwa langit malam di dunia Fantasy terlihat berbeda di pikiran Kruiya.
Langit malam seperti memiliki Bulan sebagai mataharinya malam hari, tapi itu bukan bulan melainkan mirip bulan yang menerangi gelapnya Malam.
Kruiya melihat kearah atas sambil berjalan menuju pedagang budak, Kruiya melihat bintang-bintang yang terlihat indah di mata Kruiya... Karena kruiya dulu belum pernah melihat Bintang-Bintang di langit malam sekali pun.
"Inikah yang Namanya Bintang?" Ujar Kruiya Terkagum akan keindahan Bintang-bintang di tengah malam.
Kruiya berpikir begitu walaupun Kruiya belajar Astronomi, tapi kruiya belum merasakan pernah melihat Bintang-bintang secara Langsung atau secara Kasat Mata.
"Aku beruntung bisa berada di dunia yang indah dan dunia yang tidak kuketahui..." pikir Kruiya Akan rasa penasaran yang tinggi.
Kemudian tidak lama setelah Kruiya berjalan tadi, Kruiya sudah sampai di tempat pedagan Budak.
Tempat itu Ramai dan Terang karena terpasang banyak lentera di sekitar tenda pedagang budak itu.
Saat Kruiya mau masuk, Kruiya melihat orang-orang yang biasanya tidur di malam hari datang ke tempat ini sekedar melihat-lihat atau membeli.
Kruiya pun masuk ke dalam tenda besar yang sudah di persiapkan pedagang budak untuk menyimpan budak yang ada di sana.
Kruiya melihat orang-orang sedang menawar harga tinggi untuk seorang budak demi human, budak itu memiliki postur tubuh yang Bohay atau Erotis ber gender Wanita dan juga cantik.
"3 Koin Emas"
"4 Koin Emas"
"6 Koin Emas"
"Tidak... 8 Koin Emas"
__ADS_1
"8 Koin Emas? Itu banyak sekali, Siapa Dia yang menawar sebanyak itu?" Ujar orang-orang yang ada di sana penasaran orang yang menawar dengan harga tinggi
"Hoho... 10 Koin Emas"
"10 koin emas itu bisa membeli rumah dan hidup selama bertahun-tahun... Siapa dia yang menawar harga setinggi itu dari yang tadi?" Pikir orang-orang penasaran akan orang itu karena menawar lebih tinggi dari 8 Koin Emas.
Semua orang saling bersaing, di pikiran Kruiya Orang-orang yang menawar harga tinggi untuk budak seperti itu karena satu alasan...
"Budak seperti itu pasti hanya untuk bermain setiap malam jika pembeli tidak bisa menahan dirinya sendiri" pikir Kruiya sambil berjalan melihat-lihat Lelang Budak itu.
Kruiya melihat budak itu dan Budak itu melihat kearahnya dengan tatapan Sedih...
Kruiya melihat budak itu dengan tatapan Penasarannya...
Budak itu seperti meminta bantuan kepada Kruiya, mungkin di mata budak itu Kruiya adalah orang baik yang rela mengeluarkan uang banyak untuk budak sepertinya.
Kruiya terus menatapnya dan menyadari akan hal itu, Kruiya pun memalingkan pandangannya terhadap budak itu. Seakan-akan Kruiya tidak peduli akan hal itu.
Kruiya menghampiri pedagang budak yang ada di meja pembayaran... karena yang bertuga di lelangan tadi itu adalah anak buah pedagang budak.
"Permisi... aku ingin membeli seorang budak..." Ucap Kruiya Kepada pedagang budak
"Oh... Pelanggan selamat datang di Perdagangan Budak, Dilihat dari penampilanmu sepertinya kamu bukan orang sini?" Jawab Pedagang budak penasaran dengan pakaian Kruiya.
Kruiya akhirnya tahu selama ini orang-orang menatapnya karena pakaian Kruiya yang bukan dari dunia ini dan terlihat mencolok.
"Y-ya... itu benar..." Balas Kruiya dengan gugup memikirkan akan hal itu.
"Oh... begitu, baiklah sekarang mau membeli budak seperti apa? Ada macam jenis budak disini" Ucap Pedagang Budak sambil menjelaskan.
Pedangang Budak itu menjelaskan bahwa ada macam jenis budak yang di jual, yaitu...
(Budak pekerja) budak yang khusus melakukan pekerjaan karena memiliki Fisik kuat ataupun keterampilan yamg cocok untuk pekerjaan.
(Budak Petarung) budak yang khusus melakukan pertarungan melawan monster, iblis, bandit dan lain-lain atau ditugaskan menjadi penjaga.
(Budak S*x) budak yang hanya melakukan S*x kurang lebih... bisa juga bekerja melayani orang-orang di Rumah B*rd*l.
(Budak Pendukung) budak yang bisa dilakukan hanya mendukung tuannya, Contoh : Pelayan.
Yang hanya melayani tuannya saja kurang lebih, tergantung budak itu sendiri kemampuan yang dimilikinya...
Kruiya pun memikirkan budak seperti apa yang akan dia pilih.
"Budak Pekerja kah...? Tidak aku tidak membutuhkan dia untuk bekerja, karena aku masih memiliki banyak sekali uang"
"Budak Petarung, Tidak... karena yang aku butuhkan budak yang bisa memberi tahu tentang dunia ini"
"Budak S*x... Hm... Sepertinya bagus, karena setiap malam melakukan kan hal itu, tapi aku tidak membutuhkannya"
"Terakhir Budak Pendukung... Sepertinya Cocok Untukku. Budak Yang Mendukung tuannya dan melayani tuannya, juga Aku ingin budak yang penurut terhadap perintahku"
"Aku Pilih Budak Pendukung" Jawab Kruiya Setelah Lama berpikir.
"Baiklah kalau Itu pilihan tuan, saya kan tunjukan budak seperti apa yang akan Tuan Pilih" Balas Pedagang Budak itu mengantar Kruiya ke dalam ruangan Budak.
Setelah masuk kedalam ruangan itu, Kruiya melihat para budak yang berpakaian lusuh dan terlihat Murung atau sedih. Pedagang budak itu menjelaskan tentang budak yang ada disini dan Kruiya pun tidak peduli oleh itu.
"Gimana? Mau beli budak yang seperti apa?" Ucap Pedagang budak.
"Aku ingin membeli Budak yang Penurut tidak banyak bicara dan tidak menganggu" Jawab Kruiya dengan syarat budak seperti yang diinginkan Kruiya.
"Hm... kalau syarat seperti itu hanya ada satu budak yang memenuhi syarat tuan tadi, tapi budak itu tida saya rekomendasikan untuk tuan" Ucap Pedagang Budak mencoba menyembunyikan sesuatu.
"Budak seperti apa dia sampai pedagang budak tidak merkomendasikannya?" Jawab Kruiya Penasaran Terhadap budak yang tidak direkomendasikan itu.
Pedagang budak itu menunjukan budak itu kepada Kruiya dan pedagang budak itu menjelaskan budak yang di maksud tadi.
Dulu saat pedagang budak ingin menjual budak elf itu, Para pembeli selalu menolak dengan alasany yang sama yaitu, alasannya karena dia memiliki tubuh yang lemah dan tidak cocok untuk budak pendukung seperti yang lainnya.
Karena alasan itu Pedagang Budak tidak merekomendasikannya. Kruiya pun mulai paham akan penjelasan pedagang budak.
"Jadi begitu... Baiklah kalau begitu aku membeli dia, akan ku ubah dia menjadi penurit terhadap semua perintahku" Ucap Kruiya Menatap ke Budak Elf itu.
"Apa kamu yakin tuan?" Jawab Pedagang Budak dengan wajah Khawatir.
"Tidak apa, aku yakin dan berapa harganya?" Balas Kruiya dengan percaya diri.
"Baiklah, kalau itu yang tuan inginkan saya siapkan dulu, tuan mohon tunggu di ruang tunggu di sebelah sana" Ucap Pedagang Budak menunjukan ruang tunggu tersebut.
Beberapa menit setelah itu... kruiya menunggu di ruang tunggu, dan melihat-lihat apakah budak yang tadi di lelang terjual atau tidak, kruiya melihat-lihat dan ternyata budak itu terjual oleh seseorang yang menawar harga tinggi senilai 10 koin emas tadi, Budak itu melihat ke arah Kruiya dengan Muka Lesu dan pasrah.
Kruiya mengetahui bahwa budak itu adalah budak S*x. Kruiya memalingkan pandangan dari budak itu karena tidak peduli akan hal itu.
Tak lama kemudian Pedagang budak datang membawa Budak Elf tadi ke Ruang Tunggu.
"Sekarang kita mulai ritual Pemilik Budak" Ucap Pedagang Budak Sambil menyiapkan sebuah kertas.
Pedagang budak itu mengeluarkan sebuah kertas yang berisi kontrak pemilik budak. Pedagang budak menjelaskan caranya, Bahwa untuk menjadi pemilik budak harus mentandatangani kontrak dengan darah yang akan menjadi pemilik budak.
Setelah itu budak yang akan di kontrak akan di beri tanda Kontrak yang akan di tulis di tubuh Budak Elf itu.
"Baiklah Sekarang teteskan Sedikit darah di Kertas ini" Ucap pedagang budak memberi pisau ke Kruiya.
Kruiya pun mengambil Pisau itu.
"Baiklah Sekarang aku akan mengoreskan pisau ini di jariku" Jawab Kruiya melukai Jari telunjuknya.
Kruiya pun menempelkan jarinya ke kertas yang ditunjuk. Setelah itu pedagang budak mengambil kertas itu dan mencelupkannya ke wadah berisi cairan aneh. Tiba-tiba kertas itu mengeluarkan suatu percikan aneh dan tercampur ke cairan yang ada di dalam wadah itu.
Setelah itu pedagang budak mengaduk wadah itu dan mencelupkan Pensil dari bulu burung, dan menuliskan di Di Perut Budak Elf itu.
Budak Elf itu mulai kesakitan karena kontrak yang ditulis pedagang budak tadi, tak lama rasa sakit tadi telah hilang dan sekarang budak Elf itu menjadi budak Kruiya.
"Sebutkan siapa Namamu...?" Ucap Kruiya menghampiri budak Elf itu.
"..."
Budak Elf tidak menjawab pertanyaan Kruiya.
"Kalau begitu akan ku panggil kamu Elies" Ucap Kruiya.
Budak Elf tadi mengangguk-angguk seakan dia menerima pemberian Nama dari Kruiya.
Kemudian Kruiya menyelesaikan Pembayarannya ke Pedagang Budak. Elies di hargai 2 Koin emas oleh pedagang budak, dan Kruiya menerimanya.
Pedagang budak itu menjelaskan tentang Peraturan perbudakan.
Budak akan melakukan perintah tuannya, jika menolak maka rasa sakit yang amat menyakitkan akan di rasakan budak yang menolak perintah Tuannya.
Jika Tuan Pemilik budak mati, maka Budak itu juga akan mati sesuai dengan isi kontrak.
Mengganti pemilik budak bisa tapi itu sulit di lakukan, karena harus perlu izin pemilik yang lama karena harus mentandatangani pergantian kontrak. Jika tanpa izin maka tidak bisa mengganti pemilik budak.
Setelah mendengarkan penjelasan tadi. Kruiya dan Elies kembali ke penginapan Lewat tengah malam.
Kruiya dan Elies telah sampai di tempat penginapan yang ternyata masih ada orang di dalam, orang itu adalah pemilik penginapan, seorang ibu dari gadis yang melayani pelanggan kemarin siang dan malam.
Kemudian Kruiya masuk ke penginapan dan menjelaskan ke pemilik penginapan dan ingin menyewa 1 kamar lagi, tapi pemilik penginapan bilang bahwa semua kamar penuh, Jadi kruiya harus tidur bersama Elies.
Karena tidak ada pilihan kruiya terpaksa tidur bersama Elies. Kruiya tidur di kasurnya sesangkan Elies tidur di lantai.
"Ne... ibu, bukankah dia membawa seorang budak, pasti dia akan melakukan itu sekarang, aku akan mencoba mengintipnya ah... Boleh kah ibu?" Ucap Gadis itu memohon kepada Ibunya.
"Tidak Boleh... kita tidak boleh menggangu pelanggan kita, sebaiknya kamu tidur sana" Jawab pemilik penginapan memukul kepala anaknya dengan pelan.
__ADS_1
Sesaat kemudian Gadis itu mencoba menguping di kamar Kruiya selama 1 jam , Tapi tidak terjadi apa-apa, kemudian gadis itu pun pergi tidur.
"Hm... Kenapa kamu berada di atasku" Ucap Kruiya bangun karena merasakan ada yang menindihnya saat tidur.
"Aku akan melakukan itu dengan tuan" Ucap Elies dengan wajah memerah.
Kruiya pun menyadari bahwa Elies setengah telanjang di atas Tubuh kruiya yang sedang tidur.
"Aku perintahkan kamu turun dari tubuhku" Ucap Kruiya sambil bangun.
Elies pun menuruti perintah Kruiya dan duduk di kasur disamping Kruiya.
"Begini Elies, aku tidak peduli kamu mau melakukan itu..."
"Tapi aku tidak menyukainya karena kamu adalah Budak dan bukan orang yang kucintai"
"Jadi kamu tidak perlu menunjukan tubuhmu kepada aku ataupun siapapun"
"Memang tubuhmu seharga 2 Koin emas, tapi Aku tidak mengizinkanmu untuk melakukan itu kepadaku maupun orang lain"
"Jadi hargailah dirimu sendiri..."
Kruiya mengatakan itu sambil menjelaskan kepada Elies bahwa Menghargai diri sendiri adalah keputusan sendiri bukan Orang lain.
"Baik tuan..." Jawab Elies dengan senyuman sedih meneteskan air mata.
Dan kemudian Mereka berdua Tidur...
Kesokan Paginya Tiba-tiba Gadis yang menguping Ke kamar Kruiya tadi malam datang ke kamar Kruiya sedang membawa sesuatu kepada Kruiya.
Tak lama, Kruiya bangun dengan keadaan masih mengantuk dan gadis itu terkejut bahwa Kruiya dan Elies Tidur di kasur yang sama. Kruiya pun kaget dan ternyata Kruiya lupa menyuruh Elies untuk tidur di lantai, gadis itu pun tersenyum kearah Kruiya dengan senyuman Curiga ke Kruiya.
Setelah itu Gadis tadi memberikan sesuatu kepada kruiya, dan ternyata adalah sebuah surat. Kruiya tidak tahu surat apa itu dan kemudian Kruiya membuka sura itu dan membacanya.
"Hai Kruiya ini aku Rei, yah... aku tahu kamu menginap disini karena aku melihat mu tadi malam keluar dari penginapan (Dua Bunga) jadi aku menyimpulkan bahwa kamu menginap disana. Aku tidak akan menghentikanmu karena aku tahu alasanmu, jadi bersenang-senang lah. Aku lega kamu tidak kenapa-kenapa. Sampai Jumpa Lain waktu saat kamu sudah dapat Pacar."
-Salam dari Rei-
"Jadi Begitu ya..." Ucap Kruiya dengan Lirih.
"Baiklah Sekarang Saatnya Sarapan" Ucap Kruiya perutnya yang lapar.
Setelah Kruiya dan Elies Sarapan, Kruiya menjelaskan Aturan ke Elies.
"Ingat ini baik-baik Elies.
Kamu jangan pernah menganggu ku saat aku melakukan sesuatu, apapun alasannya jika diizinkan Boleh.
Jangan Pernah sesekali menolak perintahku, dan jika gagal saat menjalan perintahku, maka akan ada hukuman untukmu.
Itu aturan untukmu dariku" Ucap Kruiya menegaskan ke Elies.
"A-anu tuan Kruiya..." Ucap Elies
"Elies, jangan panggil aku Tuan Kruiya, Panggil aku Tuan Rui atau Tuan saja" Ucap Kruiya memotong pembicaraan Elies.
"Baik Tuan" Ucap Elies Menyetujui Perintah Kruiya.
"Tapi Tuan Elies mau tanya, kenapa tuan tidak memiliki senjata, tapi memiliki banyak uang, dan juga Baju itu terlihat berbeda" Ucap Elies penasaran.
Kruiya pun menjelaskan ke Elies bahwa Dia tidak memiliki senjata karena dia akan membeli senjata dan baju untuk dirinya dan Elies, Karena Elies terlihat sama mencolok karena baju Elies yang Lusuh dan Kotor.
"Oh ya Elies, kamu memiliki kemampuan apa?" Ucap Kruiya Penasaran.
"Aku bisa memanah, memasak, berburu." Jawab Elies.
"Oh begitu... baiklah kita pergi sekarang" Balas Kruiya sambil pergi ke toko Pakaian.
Setelah penjelasan tadi, Kruiya dan Elies pergi ke Toko Baju untuk membeli beberapa Baju agar tidak mencolok.
"Permisi aku mau membeli baju" Ucap Kruiya memasuki Toko baju.
Sesampainya di toko pakaian, kruiya masuk kedalam. Didalan toko ada pemilik toko yang sedang duduk di dalam.
"Oh... dua orang pelanggan, hm... yang Pria itu sepertinya bukan dari sini karena pakaiannya terlihat berbeda. Dan yang cewek terlihat lusuh dan kotor, pasti itu budaknya si Pria itu" Pikir Pemilik toko melihat Ke Kruiya dan Elies.
"Baik... kamu mau membeli baju seperti apa?" Ucap pemilik toko dengan senyuman Ramah.
"Aku ingin membeli baju seharga ini yang pas dengan kami dan tidak mencolok" Jawab Kruiya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
Ternyata Kruiya mengeluarkan 1 Koin emas berlambang Kerajaan.
"Apa...! K-koin emas ini, dari mana kamu mendapatkannya...? T-tidak itu tidak penting, kalau begitu aku siapkan baju untuk kalian berdua. Pelayan siapkan baju untuk pria gagah ini dan gadis cantik disana" Ucap Pemilik toko dengan terkejut dan semangat karena uang yang diberikan kruiya.
Tak lama, Pelayan tadi menarik Elies untuk di dandani dan kruiya memilih pakaian untuknya.
Tak lama kemudian Elies sudah selesai berpakaian Seperti seorang adventure.
"A-anu... gimana menurutmu Tuan?" Ucap Elies malu karena penampilannya.
"Itu bagus menurutku karena kamu tidak mencolok" Ucap Kruiya biasa saja.
Setelah itu Kruiya pergi ke Toko Senjata untuk membeli senjata untuk Kruiya dan Elies...
Kruiya telah sampai di Toko Senjata dan kemudian Kruiya memasuki toko senjata dan bertemu dengan pemilik Toko, Tak lama Kruiya memesan Senjata.
"Apa yang kamu pesan nak?" Ucap Pemilik toko.
"Aku ingin pesan Sebuah Tombak Panjang Yang ringan dan tajam, juga sebuah busur panah tahan lama atau tahan rusak, juga beberapa Panah" Ucap Kruiya.
"Baiklah nak, kalau begitu kalian tunggu besok dan pembayarannya Besok setelah selesai" Jawab Pemilik toko dengan muka seram.
Kruiya dan Elies kemudian Pergi ke Toko Alchemist untuk Membeli Potion Kualitas Tinggi.
Sesampainya di Toko Alchemist, Kruiya dan Elies masuk dan memesan Potion kualitas Tinggi, Kruiya Memesan 4 Potion Kualitas Tinggi dengan harga 1 Potion seharga 1 Koin Emas, jika di total Kruiya menghabiskan untuk membeli 4 Potion menjadi 4 koin Emas.
Kruiyapun memasukan Potion yang dibeli kedalam tasnya.
Setelah itu Kruiya dan Elies kembali ke Penginapan.
Keesokan harinya...
Kruiya dan Elies pergi ke toko senjata yang kemarin untuk mengambil Senjata pesanan Kruiya.
Saat sudah sampai di toko senjata Kruiya dan Elies masuk Ke toko dan mengambil pesanannya.
"Ini senjata pesananmu dan Busur, juga beberapa panah" Ucap Pemilik Toko
Kemudian Kruiya membayarnya dan dengan harga 3 Koin Perak Untuk Busur dan Panah, 8 Koin Perak Untuk Tombak.
Setelah itu Kruiya menjelaskan ke Elies Bahwa hari ini Kruiya akan pergi menuju kearah Utara Yang harus melewati Hutan...
Karena Kruiya ingin menjelajahi tempat yang tidak di ketahui Kruiya.
Dan Elies pun setuju.
"Aku akan mengikuti tuan kapan pun dan diamanpun" Ucap Elies dengan senyuman gembira.
"Baguslah Kalau Begitu, mari kita pergi sekarang" Jawab Kruiya Penuh semangat.
Kruiya mengeluarkan Peta Kerajaan dari dalam tasnya dan membaca peta untuk kearah Utara.
"Kita berada di Gerbang Kota sini, jadi arah utara ada disini... berarti kita harus melewati hutan ini, Hutan Tak Bernama" Ucap Kruiya sambil menentukan arah tujuannya
****************************************
"Khehehehe..."
Tawa Sesuatu Makhluk yang memperhatikan Kruiya dari jauh... Makhluk itu terus memperhatikan Kruiya dari awal.
****************************************
"Baiklah Ayo kita pergi Elies" Ujar Kruiya Melewati gerbang dan keluar dari gerbang Ibu kota.
"Baik Tuan" Jawab Elies mengikuti Kruiya.
Kruiya dan Elies berangkat menuju petualangan mereka.
-
-
-
-
Bagaimana Kelanjutan Kruiya Setelah Keluar dari Ibu kota?
Dan apa yang akan Menanti Kruiya dan Elies di perjalanan mereka melewati Hutan Tak Bernama?
__ADS_1
Bersambung.