
"Tuan! Ada masalah...!" Teriak seseorang membanting pintu dengan panik memasuki ruangan.
"Ada apa? Sekarang aku lagi sibuk" Ucap tuannya sedang membaca sebuah kertas dokumen.
"Tuan... pasokan makanan di garis belakang terhambat" Jawab Seseorang menjelaskan dengan panik dan berkeringat banyak.
"Apa! Bagaimana itu bisa terjadi?" Teriak tuannya terkejut sampai dokumen yang dimeja tersebar jatuh.
"Jalur untuk mengantarkan pasokan makanan diserang oleh para monster..." Jawab Seseorang dengan tergesa-gesa.
"Cepat kirim pasukan untuk membantu, jika tidak maka kita tidak akan bisa menang, Cepat!" Balas Tuannya panik berpikir keras.
"Baik tuan..." Jawab seseorang keluar dari ruangan.
Semua terlihat panik... apa yang mereka hadapi adalah berurusan dengan nyawa seseorang, yang bisa mereka lakukan adalah terus berjuang dan berpikir tanpa menyerah. Tapi sekarang yang mereka hadapi semakin dekat dengan jurang keputusasaan.
"Bagaimana ini bisa terjadi...? Seharusnya pasukan monster di jalur pasokan tidak mungkin ada disana" Ujar Tuan itu duduk di kursi.
(Duarr...!)
Suara petir menyambar.
Cuaca sedang hujan deras disertai petir... hujan yang lebat menyirami daerah yang terdampak... termasuk didaerah tuan itu dan tempat pasokan yang diserang... saat ini tuan itu sedang ingin berpamitan dengan istrinya.
"Sayang aku pergi dulu, kamu jaga anak kita disini, ini belati untuk berjaga-jaga... jaga anak kita. Aku pergi dulu" Ucap Tuan itu memakai tudung dan keluar pergi mengendarai kereta kuda.
"Baik... hati-hati ya sayang..." Balas istri tuan itu dengan khawatir.
(Hiyak...!)
Suara berangkat kereta kuda.
Dikamar anak tuan itu... seseorang membuka pintu...
****************************************
"Apa-apaan ini, bukannya kita berada di Hutan? Dan kenapa ada Desa di balik Hutan ini? Aku tidak habis pikir tentang dunia ini" Ujar Kruiya kebingungan saat melihat Desa itu.
"Tuan... lebih baik kita pergi kesana untuk istirahat, bagaimana tuan?" Ucap Elies pikir itu ide yang bagus.
"Kau benar... lebih baik kita berada di Desa itu daripada di hutan ini yang nanti kita akan diserang monster" Balas Kruiya menyetujui saran Elies.
"Ayo kesana" Kata Kruiya berjalan menuju.. desa.
"Baik..." Balas Elies tersenyum menyetujui Tuannya Kruiya.
Kruiya dan Elies langsung pergi menuju desa dengan berjalan, mereka tetap waspada disekitarnya walaupun didepan mereka ada desa. Sesampainya mereka di gerbang desa, mereka menyadari satu hal...
Yang mereka sadari adalah Desa yang sepi dan tidak ada satupun orang yang terlihat.
"Sepi... sepi... ini sepi sekali!, kenapa tidak ada orang yang terlihat disini?" Kesal Kruiya mengeluh.
"Aku harus memastikan desa ini ada penghuninya atau tidak?" Ujar Kruiya kembali tenang.
"Sekarang aku harus apa? Ayolah diriku yang hebat... apa yang bisa diriku lakukan...? Ah... aku punya ide" Pikir Kruiya menemukan sesuatu ide yang menarik.
"Ayo kita berjalan menuju guild petualang yang ada di desa ini atau sebuah tempat Bar, mungkin ada orang disana" Ujar Kruiya berpikir logis.
Mereka berdua pun pergi mencari Guild dan Bar... mereka berjalan melewati rumah-rumah penduduk desa yang sepi hampir seperti desa hantu karena suasananya yang mencekam... mereka tidak mendengar satu pun suara orang-orang, yang hanya mereka dengar suara hembusan angin menggoyangkan dedaunan pohon disekitar rumah.
Kruiya memandangi rumah-rumah itu, Kruiya berjalan dengan tatapan yang tajam dan waspada, Apa yang dirasakan Kruiya adalah tatapan waspada... Karena Kruiya merasa diawasi di sudut sela-sela diantara rumah-rumah... Kruiya merasakan Hawa yang aneh, Hawa yang penuh kebencian dan kewaspadaan. Kruiya menyadari itu dan Kruiya mencoba berlari bersama Elies...
"Elies kita akan berlari sekarang, kamu akan belok ke kiri setelah melewati perempatan jalan itu, dan aku akan belok ke kanan, jika dia mengejarku, aku akan melumpuhkannya, tapi... jika dia mengejarmu kamu terus berlari dan sembunyi jika itu terjadi. Namun aku tahu itu tidak akan terjadi. Kita mulai hitungan mundur" Ujar Kruiya dengan lirih berbisik ke Elies.
__ADS_1
"3"
"2"
"1"
"..."
Kruiya dan Elies pun berlari...
Dugaan Kruiya benar bahwa ada yang mengawasi mereka, orang itu mengejar Kruiya dan Elies... Kruiya memelankan larinya agar Elies belok lebih dulu, sehingga orang itu akan mengejar Kruiya. Elies sudah berbelok ke kiri. Dan Prediksi Kruiya benar, bahwa orang itu akan mengikutinya. Kruiya pun berbelok ke kanan dan orang itu kebingungan dan berhenti untuk memilih belok ke kanan atau ke kiri. Tapi orang itu memilih belok ke kanan, karena lebih cepat mengejar. Sedangkan orang itu jika memilih ke kiri maka orang itu akan kehilangan jejak. Orang itu pun mengejar Kruiya dengan cepat... sangat cepat... bahkan hampir menanggkap Kruiya saat dia menjulurkan tanggannya untuk menangkap, Walaupun orang itu sangat cepat... Kruiya sengaja melambatkan larinya agar itu terjadi. Kruiya masih berlari dan orang itu masih mengejar. Tiba-tiba Kruiya berbelok kekiri dan orang itu secara reflek ikut berbelok... tapi Kruiya dengan sigap menjegal orang itu.
Dan akhirnya orang itu pun terjatuh dengan keras, setelah itu Kruiya langsung melumpuhkan orang itu dan mengunci pergerakannya. Sesaat orang itu memberontak... tapi orang itu mulai berbicara...
"Lepaskan aku dasar penyusup..." Ucap orang itu terbaring di tanah tanpa perlawanan.
"Hah... apa? Penyusup? Siapa yang kamu panggil penyusup dasar penguntit" Jawab Kruiya menindih tubuh orang itu dan semakin kuat mencengkram pergerakan orang itu.
"S-s-sakit... sakit... sakit... jika bukan kamu siapa lagi?" Balas Orang itu menahan rasa sakit yang teramat sakit akibat cengkraman Kruiya yang kuat.
"Aku? Aku bukanlah penyusup aku hanya ingin datang berkunjung di desa ini, itu saja." Jawab Kruiya.
"Jadi... jika kamu bukan penyusup, aku juga sama... aku bukan seorang penguntit. Lepaskan dulu baru aku akan jelaskan situasinya" Ucap Orang itu tak tahan merasakan sakit dari Kruiya.
"Baiklah, tapi... jika kamu mencoba melawan, kamu akan merasakan sakit yang lebih dari ini" Balas Kruiya melepaskan cengkramannya.
Orang itu terlepas dari cengkraman Kruiya dan mencoba berdiri, tapi pergelangan tangan kanannya hampir tidak bisa digerakan karena tulang sendinya hampir retak.
"Baik... jadi gini..." Kata orang itu menjelaskan tentang apa yang terjadi di desa ini.
Orang itu menjelaskan bahwa desa ini tidaklah sepi atau tidak berpenghuni, memang tidak kelihatan seperti itu tapi ada sauatu masalah yang menyebabkan desanya seperti ini, yaitu masalah kutukan. Ada seorang penyihir jahat wanita yang mengutuk desa ini... penyihir itu mengutuk penduduk desa, bahwa setiap malam hari penyihir itu akan mengirim pelayannya untuk mengambil jiwa seseorang yang keluar pada malam hari, karena itu lah para penduduk desa ini jarang terlihat keluar rumah pada malam hari, bahkan jendela rumah mereka ditutupi kain. Setiap malam tidak ada orang yang berani keluar, karena ketakutan akan teror tak berujung dari penyihir jahat itu.
"Jadi, karena itu aku sebagai penjaga atau pengawas desa ini memastikan bahwa tidak ada orang yang keluar pada malam hari saat matahari terbenam dan mengawasi monster sekaligus orang yang mencurigakan dari luar desa, walaupun beberapa puluh tahun terakhir tidak ada orang luar yang datang" Jawab orang itu terkejut akan kedatangan Kruiya dan Elies.
"Baiklah... sekarang aku paham akar masalah yang menyebabkan desa ini begitu sepi" Ucap Kruiya paham akan situasi.
"Itu... sebenarnya mereka keluar pada pagi hari sampai sore hari, tapi saat ini adalah hari dimana akan ada Full Moon" Jawab orang itu menunduk khawatir.
"Full Moon? Apa ada masalah pada malam Full Moon?" Balas Kruiya.
"Yah... Full Moon adalah malam yang berbahaya walaupun itu terjadi di malam hari tapi resikonya juga tidak kecil saat Pagi-Sore hari" Jawab Orang itu seperti menyembunyikan sesuatu.
Setelah mendengar sedikit tentang Full Moon, Kruiya paham akan hal itu... Orang itu seperti menyembunyikan sesuatu dari Kruiya. Tapi Kruiya tahu, bahwa akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan di malam hari, namun Kruiya tidak mempedulikannya... yang hanya dipedulikan Kruiya hanyalah dirinya sendiri.
Beberapa menit setelah pembicaraan Kruiya dan orang itu... Elies datang menemukan tempat Kruiya berada pada orang itu, Elies terkejut saat melihat Tuannya berbicara dengan orang itu, kemudian Kruiya pun menjelaskan situasinya kepada Elies tapi tidak dengan situasi desa ini sekarang.
Kruiya, Elies dan orang itu pergi menuju tempat yang aman untuk Kruiya dan Elies, Orang itu membawa Mereka berdua menuju penginapan desa. Sesampainya, penginapan itu di dalam terlihat ramai tidak seperti diluar. Dipikiran Kruiya sekarang, mereka para penduduk desa terlihat senang dan santai walaupun nanti malam akan terjadi Sesuatu yang sangat mengerikan. Setelah masuk, Orang itu membayarkan Kruiya dan Elies untuk menginap disini sebagai permintaan maaf... dan ternyata orang itu adalah pemilik penginapan ini.
Saat orang itu membawa Kruiya dan Elies masuk ke penginapan, orang-orang yang ada didalam penginapan menatap kearah Kruiya dan Elies.
"Perhatian semuanya... aku akan memperkenalkan mereka berdua, mereka adalah petualang yang datang dari luar desa..." Ucap orang itu dengan lantang.
"Woah...! Benarkah mereka dari luar desa?"
"Dilihat dari penampilannya... memang benar mereka dari luar desa"
"Benarkah?"
Teriak Orang-orang dalam penginapan terkejut dan merasa gembira.
"Oh... ya, aku lupa menanyakan nama kalian berdua?" Ucap orang itu kepikiran.
Kemudian Kruiya dan Elies memberitahu nama mereka.
__ADS_1
"Namaku Kruiya" Jawab Kruiya biasa saja.
"Namaku adalah Elies... a-aku pelayannya tuan Kruiya..." Jawab Elies dengan gugup dan malu dihadapan semua orang.
"Salam kenal Kruiya"
"Salam kenal Juga Elies"
Jawab orang-orang dalam Penginapan menerima Kruiya dan Elies, kemudian orang-orang itu merayakan pesta penyambutan untuk mereka berduan, walaupun berlebihan... tetapi mereka tetap merayakannya.
Malam hari pun tiba...
(Tap... tap... tap...)
Suara langkah kaki seseorang dari luar...
Kruiya melihat-lihat luar dari jendela kamar Kruiya. Kemudian Kruiya mendengar suara langkah kaki dari luar... Kruiya mendengarnya semakin jelas dan semakin jelas suara itu.
Kruiya pun melihat dari jendela sosok dari suara langkah kaki itu, Sosok pelayan penyihir jahat yang membawa lentera hijau.
Sosok pelayan itu berjalan depan penginapan, hanya Kruiya seorang yang terbangun untuk melihat sosok pelayan itu, Kruiya melihatnya... dan Sosok pelayan itu tiba-tiba berhenti. Sosok pelayan itu dengan pelan melihat kearah Kruiya dengan tatapan tajam, sosok pelayan itu kemudian terseyum kearah Kruiya. Kruiya terkejut bahwa sosok pelayan dari penyihir jahat tersenyum kearahnya. Kemudian sosok pelayan itu pergi...
Kruiya pun menutup jendela kamarnya.
****************************************
[Status]
Nama : Pelayan Pembawa lentera hijau
Umur : ???
Kelamin : Perempuan
Ras : ???
Job : Pelayan, Pengumpul Jiwa, Pembawa Teror.
****************************************
Langit berawan... kemudian langit malam terlihat dari tutupan berawan, Full Moon Terlihat... Suara raungan menyeramkan saat Full Moon terdengar di telinga Kruiya... suara itu terdengar sangat menyeramkan jika didengar, Kruiya hanya mendegar suara itu... mendengar... dan terus mendengar...
Kruiya pun tertidur bersama dengan suara raungan mengerikan setiap malam.
Keeseokan pagi harinya di lantai bawah terdengar kegaduhan... Kruiya pun menuju ke bawah, disana sudah ada Elies dibawah...
"Ada apa, apa yang terjadi?" Tanya Kruiya penasaran ke Elies.
"A-anu tuan... ada beberapa orang yang meninggal" Jawab Elies ketakutan.
Kemudian Kruiya keluar dari penginapan... apa yang dilihat Kruiya adalah sesuatu yang sangat mengerikan untuk seusia Kruiya, tapi Kruiya hanya terdiam mengamati yang terjadi.
Dan ternyata dugaan Kruiya kemarin Benar, bahwa terjadi sesuatu yang sangat mengerikan terjadi...
-
-
-
-
Apa yang terjadi sebenarnya? Dan apa yang dilihat Kruiya di matanya?
__ADS_1
Bagaimana rencana Kruiya selanjutnya?
Bersambung.