
Hari demi hari kami lalui untuk menempuh tujuan kami, walaupun badai salju menerjang... kami tetap melewatinya.
Kruiya dan yang lainnya sedang berjalan di penggunungan melewati bada salju yang lebat. Dengan susah payah mereka berjalan melewatinya, dengan hati-hati mereka melangkah... jika salah langkah saja mereka akan dipastikan tergelincir dan jatuh kedalam jurang yang ada di samping jalan yang mereka lalui.
Pandangan ku buram... aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan. Yang lainnya juga kesusahan karena itu. Aku harus melanjutkan perjalanan ini walaupun badai salju yang lebat ini membuat pandanganku kabur.
"Tuan... lebih baik kita berhenti dulu!"
Elies berteriak di dalam terjangan badai salju yang lebat membuatnya kesulitan untuk melanjutkan perjalanan.
Kruiya kemudian berhenti dan menoleh kebelakang untuk melihat keadaan Elies dan Serra. Saat melihat keadaan mereka berdua, Kruiya memutuskan untuk berhenti dahulu sampai badai salju lewat.
"Baiklah! Kita akan berhenti, Serra... cari tempat untuk istirahat"
Teriak Kruiya sekaligus memerintahkan Serra untuk mencari tempat yang aman.
Serra pun menyetujui perintah Kruiya dan segera mencari tempat yang aman untuk istirahat di bawah terjangan badai salju. Dengan kesulitan Serra mencari... akhirnya ia menemukan sebuah Goa, Serra pun kembali ke tempat Kruiya dan Elies berada dan memberitahu tentang Goa yang ditemukan Serra.
"Tuan Kruiya, aku menemukan sebuah Goa di sebelah sana"
Serra memberitahu kepada yang lainnya tentang Goa yang ia temukan.
Kemudian Kruiya dan Elies mengikuti Serra menuju ke goa yang Serra temukan tadi. Sesampainya di goa, Kruiya mengecek sekitar dan dalam goa apakah ada monster yang berbahaya untuk di tempati.
Setelah mengecek selama 5 menit lebih lamanya...
Saat aku mengecek di sekitar dinding goa dan dalam goa tidak ada monster atau makhluk yang berbahaya, apakah goa ini benar-benar aman? Aku tidak tahu lagi, semoga saja memang aman untuk aku dan yang lainnya istirahat. Aku tidak mau mensia-siakan usaha Serra untuk mencari tempat aman...
"Hmm... lebih baik kita istirahat disini, karena akan semakin bahaya jika kita terus melanjutkan perjalanan kita saat badai salju menerjang"
Kruiya pun memutuskan untuk isitirahat di goa yang Serra temukan.
"Serra, kamu buatlah api untuk menghangatkan kita. Juga Elies, kamu siapkan selimut hangat untuk nanti saat kita akan tidur"
Kruiya memberi instruksi ke yang lainnya, Kruiya pun ikut membantu Serra menyalakan api dengan kayu yang basah akibat badai salju. Saat ini Kruiya dan Serra kesulitan membuat api dikarenakan kayu yang mereka gunakan basah, dengan susahnya mereka berdua mencoba dan terus mencoba... pada akhirnya Kruiya dan Serra tidak bisa membuat api dengan kayu yang basah.
Wajah kesal Serra terlihat oleh Kruiya dan itu membuat semuanya semakin khawatir... karena jika mereka tidak bisa membuat api dalam keadaan terjebak badai salju yang sangat dingin, maka kemungkinan besar salah satu diantara mereka akan mengalami kedinginan parah.
Gawat... ini benar-benar gawat, jika kita tidak bisa membuat api maka, kemungkinan terbesar kita akan mengalami Hiportemia. Jika itu terjadi maka, akan sulit untuk mengatasinya kecuali dengan menghangatkannya. Ayolah Kruiya... kamu ini harus bisa menyelesaikan masalah yang terjadi sekarang dan kedepannya, jika saja aku bisa menggunakan sihir... pasti aku tidak akan kesulitan begini, yah... tidak baik juga mengeluh atau menyesali masalah yang sudah berlalu.
Kruiya sekarang terus berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ia hadapi sekarang dan kedepannya.
"T...tuan,..."
"Tuan!"
Elies berteriak kepada Kruiya hendak mencoba menyadarkan Kruiya karena, Elies melihat Kruiya yang terus melamun.
"...Elies?"
__ADS_1
Kruiya menjawab sesaat setelah ia sadar bahwa Elies sedang memanggilnya.
"Apa tuan baik-baik saja? Aku sangat khawatir jika tuan tidak sehat"
Elies menanyakan keadaan Kruiya dengan sangat khawatir.
"...tidak, aku tidak apa-apa"
Kruiya menjawab dengan wajah kebingungan dan terkejut. Kruiya memegang wajahnya dengan tangannya yang menutupi wajah kruiya.
Di lain sisi Serra terlihat pasrah dan termenung dalam keadaan kedinginan, suasana kembali meprihatinkan. Saat ini Kruiya hanya memiliki 3 selimut yang cukup untuk 3 orang, tapi Kruiya tidak tahu apakah selimut itu akan cukup menghangatkan tubuh seseorang karena sebagian pakaian yang mereka kenakan basah akibat badai salju, Kruiya tidak tahu.
"...hei Elies, apa kamu bisa melakukan sesuatu semacam sihir?"
Kruiya bertanya.
"Sihir? Sebenarnya tuan, aku bisa menggunakan sihir, tapi aku tidak tahu caranya"
Dengan jawaban Elies mengenai ia bisa menggunakan sihir, tapi ia tidak tahu caranya dan itu membuat Kruiya teringat kembali bahwa ia menanyakan pertanyaan yang sudah tahu jawabannya.
Setelah itu Kruiya memerintahkan Elies untuk memberikan selimut yang Elies siapkan kepada dirinya, Serra dan Kruiya untuk menghangatkan tubuh.
Mereka bertiga pun memakai selimut yang Elies sudah siapkan tadi.
Aku tidak tahu apa ini akan cukup sampai badai salju lewat? Saat ini walaupun mereka berdua telah memakai selimut, tapi tetap saja mereka terlihat masih kedinginan.
Elies sekarang lagi duduk menekuk kedua lututnya untuk menghangatkan diri.
Sedangkan Serra lagi duduk bersandar di tembok goa mencoba untuk menutupi semua bagian tubuhnya agar tidak kedinginan.
Keadaan di luar goa sangat buruk, badai salju terus-terusan menjadi lebat... bahkan untuk melihat apa yang ada di balik badai salju saja tidak bisa. Sedangkan keadaan Kruiya dan yang lainnya berada dalam goa sangat kedinginan, langit-langit goa tempat Kruiya, Elies dan Serra membeku. Di dalam goa dinginnya hampir sama dengan di luar goa.
Tiba-tiba... Serra mengajukan usulan di tengah-tengah kesunyian ini.
"...Tuan Kruiya, jika terus seperti ini kita semua akan kedinginan, sedangkan 1 selimut saja tidak bisa menghangatkan tubuh kita walaupun sudah memakai baju berlapis-lapis. Jadi, aku punya 1 usulan"
"Usulan?"
Kruiya menanyakan usulan apa yang akan diberikan Serra dalam keadaan ini.
"Yah... tapi, aku tidak tahu apakah tuan setuju dengan usulanku?"
Serra mengatakan dengan ragu-ragu.
"Katakanlah usulan apa yang akan kamu berikan, jika itu membuat kita menghangatkan diri maka akan ku terima"
Kruiya membalas pertanyaan Serra sebelumnya.
"Sebenarnya, jika kita menyatukan selimut yang kita punya dan saling berpelukan, maka kita akan saling menghangatkan satu sama lain"
__ADS_1
Serra mengucapkan itu dengan wajah tersipu malu dan bahkan memalingkan pandangannya saat menoleh ke Kruuya.
"Apa maksudnya itu? Bisa jelaskan dengan rinci?"
Kruiya bertanya karena tidak paham dengan apa yang Serra ucapkan.
Kemudian... Elies yang paham dengan ucapan Serra mencoba mendekati Kruiya dan membisikkan sesuatu ke telinga Kruiya.
Menanggapi hal itu, Kruiya mendengarkan apa yang di bisikkan oleh Elies. Sesaat setelah Elies membisikkan sesuatu kepada Kruiya... Kruiya dengan tegas mengiyakan apa yang dimaksud oleh Serra tadi.
"Itu ide bagus Serra, ayo kita lakukan sekarang"
Dengan ini aku tidak akan melewatkan kesempatan yang datang sekarang. Idemu memang bagus Serra, bahkan aku sempat melupakan tentang hal itu.
Beberapa detik setelah Kruiya menyetujui ide dari Serra, Elies dan Serra langsung membuka pakaiannya yang basah di depan mata Kruiya... mereka berdua melepas pakaian yang basah dan hanya memakai pakaian dalam mereka dengan sedikit pakaian berlapis yang menutupi tubuh mereka.
Setelah itu, Serra dan Elies menghampiri Kruiya yang sedang duduk menyaksikan mereka yang hanya mengenakan pakaian sedikit terbuka. Setelah menghampiri Kruiya, Elies dan Serra duduk di samping kanan kiri Kruiya... mereka berdua duduk dan kemudian mendekat dan menempelkan tubuh mereka kepada Kruiya, setelah itu mereka menutupi tubuh mereka dengan selimut yang tadi mereka pakai satu-satu, dan sekarang mereka menjadi lebih hangat karena 3 selimut tadi digabungkan menjadi satu dan menutupi seluruh badan mereka.
Kruiya yang merasakan bahwa tadi keadaannya menjadi dingin sekarang menjadi hangat karena Elies dan Serra berpelukan kepada Kruiya dengan ditutupi oleh selimut.
"Bagaiman tuan? Apakah sekarang tuan menjadi hangat?"
Elies menanyakan keadaan Kruiya sekarang dengan wajah sangat dekat dan sedikit malu-malu.
"Uhm... sekarang aku menjadi lebih hangat berkat kalian berdua, kerja bagus semuanya"
Menjawab pertanyaan Elies, Kruiya merasakan dengan jelas suara napas Elies dan Serra.
Serra dan Elies pun tertidur dalam kehangatan yang bersandar kepada Kruiya.
Huh... dengan ini aku tidak menjadi kedinginan lagi, apakah ini rasanya dipeluk oleh seorang gadis? ...Ini berbeda, mereka hanya saling menghangatkan satu sama lain agar tidak membuatku kesulitan dan agar tidak...-
Kemudian... Kruiya pun tertidur dalam pelukan Elies dan Serra.
Disaat Kruiya dan yang lainnya tertidur... sesuatu datang menghampiri mereka bertiga dari kedalaman goa. Bayangan sosok itu terlihat sangat mengerikan dan terlihat mendekat kearah mereka bertiga...
Saat sosok itu akan semakin dekat dengan mereka bertiga, tiba-tiba... sosok itu berhenti dan kembali dari kedalaman goa yang gelap. Sosok itu pun tidak jadi mendekati Kruiya dan yang lainnya. Entah mengapa sosok itu tidak jadi mendekati Kruiya dan mencoba memilih kembali dari mana ia datang.
-
-
-
-
Apa yang akan terjadi kelanjutannya esok hari? Dan siapa sosok itu sebenarnya? Mengapa sosok itu mendekati Kruiya dan yang lainnya saat sedang tertidur?
Bersambung.
__ADS_1