Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain

Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain
Masalah Baru Setelah Keluar (Bagian 1)


__ADS_3

Keesokan paginya... di dalam Goa penggunungan yang dingin.


"Uwahhh..."


Kruiya yang menguap karena bangun tidur lebih awal dari yang lainnya. Kemudian Kruiya langsung membangungkan Serra dan Elies yang tertidur di samping Kruiya.


Kruiya yang melihat kearah Elies dan Serra yang tertidur, dengan tatapan bingung Kruiya mencoba untuk membangunkan mereka berdua.


"Serra, Elies... Bangun"


Dengan nada pelan dan masih setengah sadar Kruiya mencoba membangunkan Elies.


Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Elies dan Serra bangun...


"...tuan? Ada apa?"


Elies masih setengah sadar bangun dari tidurnya kemudian bertanya ke Kruiya.


"Tuan Kruiya, ... uwahh..."


Saat Serra melihat Kruiya membangunkannya Serra dengan Reflek menyebutkan nama Kruiya dan kemudian Menguap.


Beberapa menit setelah mereka berdua bangun, kesadaran mereka pun kembali penuh... dan menunggu tugasnya masing-masing dari Kruiya.


"Karena kalian sudah sadar kembali, maka hari ini kita akan melanjutkan perjalanan kita, tapi sebelum itu..."


"Kruruurkrurk"


(Suara perut Kruiya yang Lapar)


"...Sebelum itu kita buat sarapan dulu"


Kruiya kemudian mencoba membuat api dengan kayu yang sudah agak kering, alhasil tetap sama saja Kruiya tidak bisa menyalakan api.


Kruiya pun memutuskan untuk mencari kayu kering yang ada di kedalaman goa, walaupun itu beresiko Kruiya tetap akan mencarinya.


"Semuanya, aku akan mencari kayu kering di lebih dalam di goa ini"


Ucap Kruiya memberitahu yang lainnya.


"Tunggu tuan... tapi itu sangat berbahaya"


Dengan khawatir Elies mencoba mencegah Kruiya untuk pergi ke goa lebih dalam.


"Tidak apa-apa, kamu tunggu saja disini... Serra, jaga Elies baik-baik"


"Baik, tuan Kruiya"


Tak lama setelah mengatakan itu, Kruiya pun pergi lebih dalam lagi tanpa penerangan sama sekali.


Gelapnya... aku tidak bisa melihat dengan jelas, walaupun ada semacam tumbuhan yang mirip dengan jamur dan bisa memancarkan cahaya sendiri, itu sudah terbilang keren dan cukup untuk menerangi sekitar goa. Kayu kering... kamu dimana?


"Oh ya... apakah ada kayu atau pohon di dalam goa?"


Ujar Kruiya bertanya-tanya tentang apa yang ia lakukan sendiri.


"Ya sudahlah, karena sudah terlanjur masuk lebih dalam, maka aku akan melanjutkan saja sampai menemukan sesuatu yang berguna"


Ujar Kruiya tidak mempedulikan hal tadi dan terus melanjutkan pencarian kayu kering di dalam goa.


Saat beberapa menit mencari, Kruiya menemukan kayu kering di dalam goa... dengan cepat Kruiya langsung mengambilnya dan segera untuk kembali, disaat Kruiya akan kembali membawa kayu kering yang diambilnya.


Tiba-tiba! Dari belakang Kruiya, Kruiya merasakan ada sosok di belakangnya... Kruiya pun langsung menjatuhkan kayu yang dibawanya dan melihat kearah belakang, tapi apa yang dilihat Kruiya adalah makhluk yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

__ADS_1


Makhluk apa itu, ini berbeda dari apa yang pernah kulihat saat di dunia ini... apakah dia Elf? Tidak, saat aku lihat lagi dia tidak memiliki telinga panjang seperti Elf, apakah dia semacam ras Demi Human? Kemungkinan tidak, dari apa yang kutahu... Ras demi human tidak memiliki sayap seperti dia dan juga telinga runcing sepertinya? Jadi, makhluk apakah dia?


Saat melihat makhluk itu, Kruiya sangat kebingungan sekaligus bertanya-tanya dan terus mencoba untuk berpikir makhluk seperti apa dia itu. Dan pada akhirnya Kruiya menyerah untuk mencari jawabannya, kemudian Kruiya bertanya kepada makhluk itu.


"Siapa kamu?"


Dengan rasa penasaran Kruiya bertanya kepada makhluk yang berdiri di hadapannya.


Tak lama setelah Kruiya bertanya kepada makhluk itu, Elies dan Serra kemudian datang dari belakang Kruiya.


"...tuan ada apa? Apakah tuan baik-baik saja?"


Elies tiba-tiba datang dan menanyakan keadaan Kruiya.


"Elies? Mengapa kamu datang kesini, aku kan sudah bilang untuk menunggu disana?"


Kruiya pun bertanya kepada Elies mengapa ia datang.


Elies pun menjelaskan... bahwa ia datang karena saat Elies akan mencoba menyusul Kruiya, Elies mendengar suara yang keras berasal dari arah Kruiya berada dan kemudian Elies pun berlari kearah Kruiya karena khawatir.


Setelah Kruiya Mengetahui itu, Kruiya langsung melihat kearah makhluk tadi... namun, makhluk tadi sudah hilang sesaat setelah Kruiya melihat kearah Elies.


Kruiya sangat kebingungan sekaligus penasaran, makhluk itu tiba-tiba muncul dari belakang dan sekarang menghilang tiba-tiba...


"Hei Elies, apa kamu lihat sesuatu di belakangku tadi saat kamu datang?"


"Tidak Tuan..."


Menanggapi hal itu Kruiya langsung bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tentang makhluk yang ia lihat tadi.


Sebenarnya makhluk apa itu tadi? Disaat aku melihatnya aku hanya sekilas melihat bahwa makhluk itu memiliki sayap, telinga runcing dan mata yang belum pernah kulihat... juga makhluk itu tidak berpakaian.


"Dunia ini memang penuh dengan makhluk yang aneh dan tidak kuketahui"


"...tuan?"


Elies bertanya karena tiba-tiba Kruiya berguman sesuatu yang kurang jelas.


"Tidak apa-apa kok, lebih baik kita segera kembali ke Serra..."


"Baik tuan"


Kruiya dan Elies kembali menemui Serra, sesampainya di sana... Kruiya langsung membuat api dengan kayu kering yang ia temukan di dalam goa tadi. Tak butuh waktu lama, mereka pun berhasil menyalakan api. Dengan segera mereka langsung memasak makanan yang tersimpan di tasnya Kruiya, Elies langsung memasak makanan sedangkan Serra menyiapkan alat untuk makan.


Masakan mereka pun matang, dengan lahap mereka bertiga menghabiskan makanan yang ada di mangkok mereka.


Kapan terakhir kali aku makan bersama sesenang ini? Yah... itu sudah lama sekali.


Beberapa menit setelah mereka makan badai salju sudah lewat, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk menemui 《Penyihir》 yang berada di dekat kaki gunung.


Disaat Kruiya akan meninggalkan goa, Kruiya berhenti dan menoleh kebelakang... dan Kruiya melihat makhluk itu lagi berada di pintu goa yang sedang melihat kearah Kruiya.


"...Makhluk itu lagi, aku tidak salah lihat, kan?"


Ujar Kruiya melihat makhluk itu di dekat pintu goa yang sedang mengintip. Kruiya sekarang agak jauh dari goa dan hanya bisa melihatnya.


Tiba-tiba! Makhluk itu melakukan sesuatu...


"Apa makhluk itu mencoba mengatakan sesuatu? Ah... aku tidak bisa mendengarnya"


"Zyra"


Dengan suara yang kurang jelas, makhluk itu mengucapkan kata itu dari jauh dan sampai ke telinga Kruiya.

__ADS_1


Suara apa itu? Apa itu tadi... "Zyra" kata apa itu? Kenapa aku bisa mendengar kata itu... apa itu dari makhluk yang ada di goa tadi? Aku tidak tahu... tiba-tiba aku mendengar kata itu setelah makhluk itu berhenti mencoba mengatakan sesuatu.


Dengan wajah dan Ekspresi terkejut... Kruiya kebingungan karena tiba-tiba ia mendengar kata "Zyra" di telinga. Kata itu melekat di pikirannya dan membuat Kruiya bertanya-tanya kembali tentang makhluk itu.


Sesaat setelah Kruiya mendengar kata itu...


"...tuan!?"


Elies berteriak kepada Kruiya karena tiba-tiba Kruiya berhenti di tengah jalan.


"Tuan... ada apa?"


Elies bertanya tentang apa yang dilakukan Kruiya sekarang.


"...tidak apa-apa, kita lanjutkan perjalanan kita"


Kruiya membalas dan mencoba untuk menutupi apa yang ia lihat dan apa yang ia rasakan sekarang.


"Apakah tuan benar baik-baik saja? Sejak kemarin malam tuan lebih sering melakukan hal aneh seperti... tidak, aku tidak boleh berpikir seperti itu terhadap tuanku"


Pikir Elies dalam hati tentang perilaku aneh tuannya.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka... mereka berjalan dan terus berjalan dibawah sinar matahari juga dengan suhu dingin penggunungan.


Setelah beberapa jam berjalan, Kruiya dan yang lainnya mulai menuruni jalan kebawah kaki gunung. Mereka bertiga mulai keluar dari penggunungan yang mereka lewati selama ini, disaat mereka melihat sebuah jembatan penghubung dengan hutan yang ada di depan mereka, Kruiya mulai merasakan hawa aneh mengintai dibalik hutan itu.


Dengan siaga Kruiya langsung memegang senjatanya dan menyuruh Elies untuk bersiap dengan busurnya.


"Elies, siapkan busurmu... kita tidak tahu apa yang bersembunyi di balik hutan itu!"


Kruiya memerintah Elies.


"Baik, tuan"


Elies mematuhi perintah Kruiya dan memegang busurnya.


"Serra! Kamu lebih baik di belakang bersama Elies"


"Baik, tuan Kruiya"


Serra menyetujui hal itu dan pindah posisi dibelakang Kruiya bersama Elies.


Kemudian... Kruiya terlebih dahulu berjalan melewati jembatan itu dan berhasil sampai di dekat hutan, Kruiya langsung siap siaga dengan senjatanya.


Setelah itu disusul oleh Elies dan Serra secara bergilir... mereka berdua berhasil melewati jembatan itu tanpa ada hal aneh yang terjadi.


Jembatan yang mereka lewati di awal lebih mengerikan daripada yang mereka lewati sekarang ini, itu yang dipikirkan Kruiya setelah melewati jembatan itu.


Setelah semua sudah melewati jembatan itu, Kruiya, Elies dan Serra langsung memasuki hutan yang ada di depan mereka dengan waspada dan hati-hati... tak lama setelah beberapa menit berjalan...


Tiba-tiba! Muncul seseorang bersembunyi di balik pohon dan semak-semak. Orang itu mencoba mengelilingi Kruiya dan yang lainnya, dugaan Kruiya benar... bahwa ada yang aneh dengan hutan ini, sekarang Kruiya berhadapan dengan beberapa bandit yang mengepung mereka dari depan, belakang, kanan dan kiri.


-


-


-


-


Apa yang akan dihadapi Kruiya akan sangat mengerikan... Mungkin?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2