Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain

Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain
Masa Lalu dan Masa Depan


__ADS_3

Keesokan harinya...


(Tepat saat teman-teman Kruiya di Istana sedang Latihan pagi)


Di pagi yang indah... semua hewan terbangun dari tidurnya. Mereka (hewan) semua terbangun memandang cahaya sinar yang menerangi pagi mereka...


Disisi lain Kruiya bangun lebih awal dan memulai latihan paginya. Pemanasan peregangan, latihan, dan pendinginan. Setelah melakukan semua hal itu selama 15 menit, Kruiya mulai menyalakan api dan memulai memasak.


Aroma masakan di pagi hari membuat Elies dan Serra terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Mereka terbangun dalam keadaan setengah telanjang, setelah bangun... Elies langsung merapikan pakaiannya juga Serra. Kemudian mereka kelaur dari tenda untuk mengetahui apa yang terjadi.


Setelah mereka keluar dari tenda, mereka langsung melihat Kruiya memasak sendiri dan itu membuat Elies terkejut, karena selama ini yang memasak makanan di dalam hutan adalah Elies.


Kruiya duduk sambil mengaduk makanan yang di masaknya, dengan santainya Kruiya memasukan bumbu masakan yang sudah dipersiapkan Elies dari awal. Kruiya terlihat mengerti dalam memasak walaupun ini pertama kalinya Kruiya memasak.


"Tuan... biar saya aja yang memasak untuk tuan" ucap Elies mengkhawatirkan dan terkejut melihatnya.


"Baiklah..." balas Kruiya dengan datar.


Elies mengantikan Kruiya memasak agar tidak merepotkan Kruiya karena Elies adalah budaknya Kruiya. Seorang budak harus membantu tuannya dan jangan membuat susah tuannya.


Saat Elies mau meneruskan masakan yang dibuat Kruiya, Elies merasa terkejut saat melihat masakannya. Apa yang dilihat Elies itu adalah sesuatu yang pernah dibuatnya.


"Ini tidak mungkin... sama persis dengan apa yang kubuat" ujar Elies terkejut saat mencicipi masakannya.


Masakan yang di buat Kruiya ternyata sama persis dengan masakan yang dibuat Elies dari segi rasa, aroma dan tekstur.


"Bagaimana tuan bisa memasaknya?" Tanya Elies penasaran.


"Aku hanya menirumu memasak" jawab Kruiya.


Saat mendengar jawaban Kruiya... Elies langsung paham dengan ucapan Kruiya saja.


Elies sedikit mulai mengerti tentang Tuannya. Elies memahami bahwa Kruiya bisa meniru Elies memasak hanya dengan melihatnya saja dan itu benar-benar sempurna.


Serra masih setengah sadar di dalam tenda dan berdiam diri mengumpulkan kesadarannya.


"Dan... dimana wanita itu?" Ucap Kruiya menyadari bahwa wanita itu belum keluar dari tenda.


"Dia masih berdiam diri mengumpulkan kesadarannya tuan..." jawab Elies sambil tertawa.


"Jadi begitu..."


Ucap Kruiya kemudian berdiri dan menuju kedalam tenda untuk melihat wanita itu. Setelah sampai di depan tenda... Kruiya memasuki tenda, kemudian Kruiya Melihat sesuatu yang mungkin membuat Kruiya tertarik. Melihat itu, Kruiya langsung menghampiri Wanita itu dan berdiri di hadapannya. Wanita itu sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya dengan tatapan sedih... sedangkan dihadapan wanita itu berdiri sosok menyerupai wanita, sosok itu diselimuti oleh kegelapan yang pekat...


"Huh... ternyata kamu lagi"


"Kenapa kamu selalu muncul disaat aku bangun dari mimpimu"


"Mungkin ini yang dinamakan perasaan yang tidak tenang"


"Seandainya waktu itu kamu tidak terlibat denganku, mungkin aku tidak berakhir begini"


"Yah... itu sudah terlambat untuk menyesalinya"


"Waktu terus berjalan maju dan tidak bisa kembali mundur, seperti keadaanku saat ini... yang tidak bisa mengulang kembali sedari awal"


"Hei, kamu tahu? Perasaan orang yang mendekati jurang keputusasaan?"


"Tidak menjawab kah...? Ya sudahlah"


Dengan Perasaan sedih Serra mengatakan itu, dia sedang melihat sosok dirinya sendiri di masa lalu di hadapannya saat ini. Serra melihat masa lalu itu setiap terbangun dari mimpinya... setiap hari, dan itu membuat Serra hampir tidak pernah tidur sama sekali, melihat sosok itu membuat dia mengingat masa lalu yang membuat Serra Takut akan masa lalunya sendiri.


"Hei! Wanita aneh" Teriak Kruiya kearah Serra.


Serra pun terbangun dari ingatannya.


"Jika kamu ingin di dalam tenda terus kamu akan mengalami rasa lapar sampai siang nanti" ujar Kruiya memperingatkan Serra.


Kemudian Serra mematuhi perintah Kruiya. Kruiya pun langsung keluar dari tenda, setelah itu disusul oleh Serra.


Pada akhirnya Kruiya, Elies dan Serra, sarapan bersama-sama.


Setelah mereka bertiga sarapan... Kruiya mulai menginterogasi Serra untuk menyanyakan segala hal yang membuat dia berada di hutan sendirian dengan keadaan yang parah kemarin malam.


"Aku akan memberi kamu pertanyaan, dan apa yang kuberikan dijawab dengan jujur tanpa kamu menanyakan sesuatu dari ku, Paham?" Ucap Kruiya tegas ke Serra.


Serra pun menyetujui aturan itu dan mengangguk-angguk kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa berada di hutan ini dan jelaskan secara rinci" tanya Kruiya.


"Bagaimana aku bisa berada disini..." ucap Serra mengulangi pertanyaan Kruiya.


Kemudian Serra menjawabnya... waktu itu aku berjalan-jalan bersama sahabatku (wanita) di pasar kota, tapi saat itu sahabatku mengajak ku untuk keluar dari gerbang kota untuk melihat para ksatria yang bermalam di depan pintu masuk kota.


Saat itu keadaan kota terancam bahaya karena banyaknya monster yang bermunculan saat malam hari, sebab itulah para ksatria bermalam dan menjaga di pintu masuk kota.


Setelah berhasil melewati penjaga gerbang, kami pun mengintip para ksatria yang sedang latihan di pagi hari... aku tidak tahu menahu tentang sahabatku yang mengajakku untuk melihat para ksatria itu.


Setelah melihatnya, aku pun menyadari sesuatu... ternyata sahabatku menyukai pria yang menjadi ksatria itu yang tadi dilihat oleh sahabatku dengan tatapan yang senang.


Karena dia sahabatku, maka aku mendukungnya dan menyemangatinya, namun disaat tengah malam... aku terbangun dari tidurku kemudian keluar rumah karena suara para ksatria yang berisik di malam hari, saat aku terbangun karena itu... tidak sengaja aku melihat sahabatku keluar tengah malam begini membawa lentera, tapi saat aku melihatnya... dia tidak seperti yang ku kenal.


Aku tidak tahu kemana dia akan pergi, kemudian aku mengikutinya dari belakang secara sembunyi-sembunyi.


Setelah beberapa menit mengikuti... akhirnya aku tahu dia akan pergi kemana.


Dia pergi ketempat para ksatria itu.


Saat aku membuntutinya dari belakang... aku melihat di mengobrol bersama salah satu ksatria itu, saat aku melihatnya lebih jelas... ternyata ksatria itu pria yang disukai sahabatku, tapi dengan senangnya sahabatku mengikuti ksatria itu ke dalam tenda. Setelah itu aku mengikuti dan melihat kedalam tenda itu, dan apa yang kulihat adalah... sahabatku bersetubuh dengan ksatria itu dan ksatria lainnya.


"Ahh...!"


"Aah...!"


"Aku mencintaimu"


"Aku juga"


(Suara *******)


Sahabatku bersetubuh dengan 5 orang di dalam tenda itu.


Saat aku melihatnya aku pun langsung lari meninggalkannya, tapi kakiku menendang sesuatu "bruuk" saat ingin berlari... sehingga aku ketahuan "hei siapa disana" dan aku di kejar oleh para ksatria yang ada di sana. Aku pun berlari menjauhi ksatria itu... berlari terus berlari, dan saat akan memasuki hutan, aku tertangkap dengan para ksatria itu... aku pun di kunci pergerakanku sehingga aku tidak bisa melawannya.


Saat itu aku berpikir bahwa ini akhir dari hidupku, karena waktu itu aku akan diperkosa oleh para ksatria itu.


Bajuku dirobek dengan kasar, celana ku ditarik sampai lepas, Sehingga Pakaian dalamku terlihat oleh para ksatria itu, mata mereka melihatku dengan tatapan penuh gairah yang siap kapanpun, aku dihadapan mereka seperti binatang yang tak berdaya untuk melawan. Semua itu aku rasakan, namun... dewa masih menyukaiku sehingga aku diselamatkan dari para ksatria biadab itu, aku tidak jadi diperkosa dikarenakan saat kejadian itu tiba-tiba muncul Wolfern dari balik kegelapan hutan, Wolfern itu langsung menyerang para ksatria yang tidak fokus akan kehadirannya... aku menyaksikan para ksatria itu merasakan kesakitan akibat gigitan Wolfern yang beracun dan kuat.


Aku pun memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri ke dalam hutan. Saat itu aku berlari dari ketakutan dan kengerian dalamnya hutan pada malam hari, saat aku berlari aku melihat banyak mata mengintai di balik kegelapan malam, yang aku lakukan hanyalah berlari dan terus berlari.


Dan saat itu aku memutuskan bertahan hidup di dalam hutan ini, saat itu aku tidak tahu apa-apa untuk berburu binatang, yang kumakan hanyalah buah-buahan yang tidak tahu apa ada efek racunya atau tidak, aku hidup di dalam hutan dengan mengandalkan keberuntungan. Pada saat aku berjalan dengan pakaian yang rusak, aku menemukan sebuah Goa... aku mengecek goa itu dan ternyata di dalamnya adalah sebuah markas bandit itu yang bisa kusimpulkan, waktu itu aku tidak punya pilihan lain selain mencuri sesuatu makanan dari bandit itu, setelah aku berhasil mencuri makanan dan air dari markas bandit itu... aku pun lari keluar sebelum para bandit itu datang. Namun Dewa bekehendak lain, bandit itu datang sesaat aku keluar dari goa, bandit itu melihatku keluar dari markas mereka... alhasil aku dikejar oleh mereka, yang kulakukan hanyalah berlari menyelamatkan diri dari para bandit itu. Dengan rasa lapar dan aku berlari menjauhi bandit itu... tapi apa yang terjadi saat itu aku terpojok... di belakangku adalah air terjun sedangkan di depanku adalah bandit yang siap menyerangku, aku pun memutuskan untuk mengambil langkah terjun ke air terjun.


"Aku jatuh..."


"Yah, apakah ini akhir bagiku?"


"-..."


Aku pun terjatuh dari atas air terjun... waktu itu aku berpikir apakah itu akhir dariku, tapi kenyataannya tidak seperti itu, aku selamat dari atas air terjun yang tinggi dengan keadaan basah semua pakaianku, aku berjalan kedalam hutan dengan keadaan kedinginan karena pakaianku basah. Saat berjalan beberapa menit aku menemukan sebuah Goa lagi, aku pun mengeceknya, ternyata goa itu kosong tanpa ada yang meninggalinya. Aku memutuskan untuk tinggal sementara di dalam goa itu, aku melepaskan pakaianku dan memakai pakaian yang terbuat dari daun, aku mulai membuat api untuk menghangatkan diri dan pakaianku, tapi rasa lapar terus menyerangku... yang bisa kulakukan hanyalah minum dengan persedian yang sedikit.


Malam hari tiba... aku hanya duduk di depan api yang kubuat dengan menekuk kedua lututku yang dingin, yang kurasakan saat malam itu adalah perasaan waspada sekaligus takut, banyak suara binatang buas yang terdengar di malam hari... di dalam hati aku berpikir "kenapa ini bisa terjadi kepada diriku?" Itulah yang aku pikirkan saat itu, di luar goa pada malam hari adalah malam yang penuh bahaya mengintai. Tak lama aku pun tertidur dalam ketakutan dan kesedihan dengan pakaian yang terbuka.


Hari demi hari aku semakin sulit mendapatkan makanan dan minuman selama 4 hari.


Setelah 4 hari bertahan hidup, di malam hari aku di kejar oleh Wolfern, pada waktu itu aku sedang berburu kelinci di dalam hutan, tapi bau buruanku tercium oleh para Wolfern, aku pun berlari dari kejaran Wolfern sehingga aku berlari dan terus berlari dalam keadaan yang kurang baik, dan pada saat itu aku melihat kepulan asap menjulang tinggi dari dalam hutan, dan aku memutuskan untuk pergi kearah sana... dan pada akhirnya aku bertemu kalian dalam keadaan yang memalukan.


Selesai.


"Cerita yang sangat menyedihkan bagimu" ujar Kruiya memahaminya.


"Yah... walaupun menyedihkan aku akan tetap mencoba melupakannya, karena kenangan itulah membuatku seperti ini" ucap Serra dengan sedih mengingat masa lalunya.


"Serra kamu pasti akan baik-baik saja... karena sekarang ada kami yang akan melindungimu" ucap Elies menyemangati Serra.


"Melindunginya? Baiklah... karena dia juga berhutang padaku" pasrah Kruiya terkejut tiba-tiba Elies mengatakan itu.


Setelah mengetahui masa lalu dan kejadian Serra sebelum berada di hutan selama 4 hari, Kruiya memutuskan untuk menanyakan pertanyaan terakhir bagi Serra.


"Dan... dari mana kamu berasal?, SERRA" Tanya Kruiya serius dengan tatapan mata yang tajam kearah Serra.


"Sebenarnya, aku berasal dari kota Forren. Kota yang agak jauh dari sini" jawab Serra.


"Jawaban yang singkat dan jelas, baiklah... karena kamu sudah menjawabnya aku akhiri interogasi ini" ujar Kruiya.


Setelah interogasi selesai... Kruiya memberikan pakaian kepada Serra karena Serra memakai pakaian yang sedikit jelek dan terbuka. Setelah memakai pakaian yang diberikan Kruiya, Serra merasa ceria kembali dan berterima kasih kepada Kruiya. Dan mereka bertiga membersihkan tempat bermalam mereka dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan mereka berdua, tapi kali ini mereka melakukan perjalanan dengan tambahan satu orang, yaitu "Serra".

__ADS_1


"Apa sudah semuanya?" Tanya Kruiya memastikan.


"Iya, sudah tuan.." balas Elies dengan senyuman yang manis.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita lagi" ucap Kruiya dengan semangat.


Kemudian mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka bersama teman baru mereka.


****************************************


[Status]


Tingkat : 3


Nama : Serra


Umur : 18


Kelamin : Perempuan


Ras : Manusia


Job : ???


Kemampuan : ???


****************************************


"Hei Rei..." sapa Novy menyapa dengan tangannya.


Rei sekarang sedang duduk seperti biasa dibawah pohon besar yang dijadikannya tempat untuk istirahat.


"Ada apa sore begini kamu memanggilku?" Tanya Rei kesal.


"Cuma menyapa saja, hehehe" ledek Novy ke Rei.


Rei pun semakin kesal dengan kelakuannya Novy, karena itu menganggu waktu istirahat Rei, itulah yang dipikirkan Rei kepada Novy.


"Jangan kesal begitu lah... bagaimana kalau kita jalan-jalan kepasar, tenang... aku yang akan traktir nanti, bagaimana?" Ajak Novy menghilangkan rasa kesal Rei.


"Darimana kamu mendapat uang itu?" Tanya Rei penasaran.


"Ada deh... mau ikut atau tidak?" Balas Novy.


Kemudian Novy dan Rei meminta izin ke Komandan Ksatria untuk pergi jalan-jalan ke pasar. Setelah itu mereka pun pergi kepasar yang sangat ramai, banyak ras yang dilihat Rei dan Novy di Ibu Kota.


Kemudian Rei dan Novy bersenang-senang di Ibu Kota. Dan mereka mengakhiri kesenangan mereka hari ini dengan melihat Matahari terbenam.


"Menurutmu apa yang akan kita lakukan setelah mengalahkan raja iblis Rei?" Tanya Novy melamun melihat Sunset.


"Mungkin aku akan bekeluarga di dunia ini" jawab Rei.


"Berkeluarga kah... apa kamu tidak ingin kembali ke dunia asal kita?" Tanya Novy heran.


"Mau di dunia asal kita ataupun dunia ini, aku lebih suka memilih dunia ini karena banyak ras dan wanita cantik yang mungkin bisa jadi pacarku di dunia ini, itu janjiku ke Kruiya" jawab Rei sekilas mengingat Kruiya.


"Jadi begitu... pacar kah... apa aku juga akan mencari pacar di dunia ini saja?" Melamun Novy memikirkan perkataan Rei barusan.


"Apa kamu tidak ingin melihat keluargamu lagi?" Tanya Novy penasaran.


"Keluarga kah... kedua orang tuaku sudah tidak ada, aku hanya hidup sendiri... waktu kecil aku hidup dengan paman dan bibiku saja" jawab Rei dengan perasaan yang dalam.


"Maaf menayakan itu... aku tidak tahu menahu tentang keluargamu yang sudah tidak ada" Maaf Novy dengan perasaan bersalah.


"Tidak apa-apa kok..." balas Rei memaafkan Novy.


Mereka berdua pun duduk melihat Matahari terbenam sampai terbenam.


-


-


-


-


Perjalanan Kruiya, Elies dan Serra masih akan berlanjut... tapi apa yang menanti Kruiya selanjutnya?

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2