Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain

Petualangan Anak SMA Di Dunia Lain
Gadis Bangsawan Tanpa Emosi


__ADS_3

Setelah kejadian penyerangan Torei dengan pasukan Undead, Kruiya dan Elies berhasil mengalahkan Torei dan pasukannya. Tapi hal itu juga berdampak buruk bagi desa.


Sekarang keadaan desa memburuk karena saat penyelidikan terhadap ruangan bawah tanah di dalam penginapan warga desa melihat begitu banyak ke ngerian di dalamnya.


Mata mereka melihat sesuatu yang amat mengerikan, bahkan saat mereka melihat sesuatu itu mereka langsung merasakan Mual berat, Pandangan Kabur, juga Organ dalam mereka seperti di banting berulang-ulang.


Warga desa akhirnya tidak pernah melihat itu lagi. Dan itulah apa yang di lihat Kruiya sebelumnya saat di ruangan bawah tanah yang terdapat Pintu dengan Ukiran yang aneh, di ruangan itulah warga desa mengalami sesuatu yang amat mengerikan.


Setelah mendapati bahwa para warga melihat sesuatu itu, penduduk desa langsung mengunci pintu itu.


[Pintu Tersegel]


Penduduk Desa melaporkan apa yang mereka lihat kepada Tuan Mereka Bangsawan Fartoft. Tapi apa yang terjadi saat mereka melaporkan itu...


Di saat Kepala desa akan menulis di kertas yang akan dikirim, kepala desa di datangi oleh makhluk di belakangnya. Waktu itu kepala desa sedang menulis di meja, duduk di kamarnya dan ada makhluk menghampirinya dari belakang.


Makhluk itu Menjulurkan tangannya dari belakang. Tangan hitam pekat itulah yang bisa mengambarkan bentuk tangan itu. Dan tangan itu meraih dari belakang dan...


Seketika Kepala desa itu (DEATH) kepalanya terjatuh ke meja dan darah keluar dari mulutnya dan melumuri kertas yang ada di meja.


Setelah itu kertas yang terlumuri darah membentuk sebuah kata yang menuliskan...


"A-K-U M-E-N-A-N-T-I-M-U"


Itulah Kata yang tertulis saat kepala desa itu meninggal.


Tidak hanya itu yang terjadi, melainkan keluarga dari kepala desa semuanya meninggal. Keluarga kepala desa terdiri


dari 1 Istri, 2 Anak.


Istrinya meninggal saat sedang bersetubuh dengan pria lain di rumah pria itu, juga pria itu ikut meninggal di dalam rumahnya dalam keadaan telanjang dan tubuh penuh luka. Mereka di bunuh oleh makhluk itu.


Anak Pertama Laki-laki Kepala Desa Meninggal saat berada di Bar, anak itu meninggal karena mabuk dan dia tak sadarkan diri membunuh dirinya sendiri dengan pedang yang ada di Bar milik seseorang yang berada di sampingnya saat Minum.


Anak Ke Dua Perempuan kepala desa Meninggal Saat berjalan di luar desa pada malam hari, keadaan Gadis itu sangat mengerikan, tubuhnya di makan oleh binatang buas, dan Gadis itu meninggal karena di serang dari belakang saat berpacaran dengan pacarnya, pacarnya juga ikut di makan oleh binatang buas.


Nasib Keluarga Kepala Desa menjadi pembicaraan semua orang, juga jasad Keluarga kepala desa di kuburkan di dekat pemakaman desa.


Semua Musibah yang menimpa Keluarga Kepala Desa berawal hanya dari Menulis laporan tentang apa yang di lihat dari ruang bawah tanah.


****************************************


Sekarang Kruiya dan Elies berada di sebuah Mansion besar tak jauh dari Desa.


Setelah kejadian penyerangan Torei dengan pasukan Undead, Kruiya dan Elies berhasil mengalahkan Torei dan pasukannya.


Kruiya dan Elies di undang Oleh Bangsawan Fartoft hal itu di sebabkan laporan dari kepala desa mengenai Kejadian di Desa yang di urus Oleh Bangsawan Fartoft.


Kruiya dan Elies yang hendak keluar dari Desa, namun dicegah oleh kepala desa dan memberikan surat undangan dari Keluarga Fartoft ke Kruiya dan Elies.


Tak lama menerima surat itu mereka di jemput oleh kereta kuda milik keluarga Fartoft. Kruiya dan Elies pun tak punya pilihan lain selain menerima surat undangan itu.


Saat berada di dalam kereta kuda Kruiya merasakan hal baru yang belum pernah ia rasakan.


"Ternyata di dalam kereta kuda itu seperti ini..." Kagum Kruiya saat melihat interior kereta Kuda.


"Baru pertama kalinya aku menaiki kereta Kuda" Ujar Elies sangat senang menaiki Kereta Kuda pertama kalinya.


"Aku juga Elies... ini pertama kalinya bagiku" Balas Kruiya.


"Benarkah itu tuan? Ku kira Tuan adalah orang yang biasa menaiki Kereta Kuda?" Tanya Elies terkejut bahwa tuannya belum pernah naik kereta kuda.


"Iya... aku belum pernah..." jawab Kruiya menerima fakta bahwa Kruiya belum pernah menaiki Kereta kuda.


Setelah setengah jam perjalanan mereka berdua sampai di depan gerbang Mansion Keluarga Fartoft.


Sesampainya, Kruiya berada di depan gerbang yang besar dan tinggi juga Kruiya melihat ada seseorang di balik jendela di lantai 3 Mansion.


Kruiya juga melihat balik orang itu dari gerbang. Orang itu terus memandangi Kruiya dari dalam jendela, orang itu masih memandangi Kruiya yang hendak memasuki gebang.


Pelayan yang mengemudikan kereta kuda turun dari kereta kuda dan akan membukakan pintu gerbang.


"Kalian tunggu sebentar disini ya" ucap Pelayan itu akan membuka pintu gerbang.


Pintu gerbang terbuka.


"Baiklah tuan, sekarang akan ku antar tuan sekalian ke dalam mansion" ucap Pelayan itu mengantar Kruiya dan Elies.


Kruiya dan Elies berjalan memasuki Mansion. Sesampainya di dalam mansion, Kruiya dan Elies sangat terkagum bahwa di dalam mansion sangat indah.


"Wau... indah sekali" ucap Kruiya terkagum.


"Benarkah? Aku sangat berterima kasih atas pujiannya" jawab Seseorang tiba-tiba datang.


Kruiya terkejut karena kehadiran orang itu tiba-tiba, tapi Kruiya langsung menyadari 1 hal.

__ADS_1


"Selamat datang di Rumahku, Aku adalah Pemilii Mansion ini, Gorgy Leincory Von Fartoft" Ucap Tuan Gorgy Memperkenalkan diri dengan sopan di hadapan Kruiya.


"Tuan Gorgy salam kenal aku Kruiya, aku datang karena surat undanganmu, juga di sampingku dia adalah Elies budakku" jawab Kruiya memperkenalkan diri dan Elies dengan sopan.


"Kita sudah memperkenalkan diri, sekarang aku akan mengantar kalian ke ruangan ku" ucap Tuan Gorgy.


"Baiklah" balas Kruiya.


Kruiya dan Elies kemudian menuju ke ruangan yang di sebutkan tadi oleh Tuan Gorgy dan saat Kruiya berjalan menuju ruangan menaiki tangga lantai 3 Kruiya melihat seseorang mengintip di belakang Kruiya.


Orang itu mengintip Kruiya dari balik tembok, entah apa yang di lakukan orang itu, Kruiya tetap berjalan menuju ruangan yang ditunjukan.


Sesampainya di ruangan, Kruiya duduk di depan Tuan Gorgy sedangkan Elies berdiri di belakang Kruiya, bukan tanpa alasan Elies Berdiri di belakang Kruiya bukannya duduk.


****************************************


[Aturan]


Di dunia ini Budak Memiliki Kasta Paling Rendah Bahkan hampir setara dengan binatang.


Dan Budak bebas di perlakukan apapun di dunia ini sesuai keinginan tuannya.


Contoh :



Jika Tuannya menginginkan Budaknya bekerja terus-menerus, maka budaknya akan bekerja terus-menerus tanpa berhenti sampai ada perintah berhenti.


Jika Tuannya menghadiri undangan Pesta dan Tuannya membawa Budaknya, maka budaknya akan berada di luar ruangan pesta atau tetap di pojokan ruangan pesta dengan berdiam diri di sana sampai pestanya selesai.


Bila Tuannya di undang di acara Pernikahan atau sebagainya dan tuannya yang di undang membawa budaknya, maka budak itu akan berada di luar acara atau di tempat lain dengan perintah dari tuannya.


Bila Tuannya Mendapatkan Undangan dari Bangsawan atau lainnya dan tuannya di ajak di sebuah ruangan dan tuannya duduk di berhadapan dengan si pengundang, maka Budak milik tuannya akan berdiri di belakang tuannya yang sedang duduk.


Saat Tuannya datang membawa budaknya dan menemui Seseorang yang penting atau memilili kasta yang tinggi, maka budak itu tidak berhak memperkenalkan dirinya, tapi yang memperkenalkan bahwa dirinya adalah budak, hanya Tuan pemilik budak yang boleh, tapi jika tuannya ingin memperkenalkan budaknya.


Budak tidak boleh melakukan kegiatan apapun jika tidak diperintah oleh tuannya.


Setiap Budak Perempuan jika di beli oleh seorang Pria, maka budak itu akan bersetubuh (jika sudah dewasa dan matang) dengan tuannya di malam hari, tapi jika tuan pemilik budak menginginkan.


Budak tidak boleh makan makanan yaang lebih enak dari tuannya juga tidak boleh makan lebih dulu dari tuannya, tapi jika tuannya mengizinkan maka di bolehkan, tidak dengan aturan makan makanan yang lebih enak.


Jika Tuannya sedang dalam bahaya, maka budaknya akan segera menolong apapun itu, tidak peduli jika budaknya tidak mau menolong tuannya budak itu akan tetap menolong tuannya.


Dan jika Budaknya dalam bahaya atau di gaanggu oleh orang lain, tuannya berhak membantu budaknya agar tidak terluka juga sebaliknya.



****************************************


"Baiklah, aku akan menjawab setahuku" balas Kruiya.


"Apa yang terjadi sebenarnya di desa?" Tanya tuan Goegy.


"Yang terjadi di desa adalah karena ada seseorang yang bersembunyi melakukan kejahatan seperti mengumpulkan undead di dalam goa, dan orang itu berbaur dengan penduduk desa tanpa ketahuan" jawab Kruiya menjelaskan.


"Undead? Jadi benar sesuai laporan kepala desa bahwa ada orang bernama Torei mengumpulkan pasukan undead di dalam goa" ujar Tuan Gorgy.


"Dan apakah benar bahwa kamu Kruiya dan Budakmu melawan dan menghabisi pasukan undead juga dengan Torei?" Tanya tuan Gorgy.


"Iya, itu aku dan Elies" jawab Kruiya.


"Kamu berhasil membunuh Torei!" Teriak Tuan Gorgy sambil mengebrak meja.


Kruiya terkejut saat mendengar teriakan dan reaksi Tuan Gorgy yang tiba-tiba mengebrak meja.


"I-iya Tuan Gorgy, apakah ada masalah dengan itu?" Tanya Kruiya penasaran dan kebingungan


"Sebenarnya Orang bernama Torei itu yang mengendalikan Pasukan Undead adalah Pengguna Mantra Terlarang Tingkat 7 karena bisa mengendalikan Sekeleton Dragon yang setara Tingkat 7"


"Pengguna Mantra Terlarang? Apa itu?" Tanya Kruiya Penasaran


"Mantra Terlarang itu adalah Mantra bila di gunakan akan mengambil jiwa yang membaca buku mantra terlarang, aku tidak bisa menjelaskan ini secara rinci tapi aku akan menjelaskan ini secara singkat" ucap Tuan Gorgy mulai menjelaskan.


"Singkatnya jika ada orang yang mempelajari isi dari buku mantra terlarang maka, orang itu akan mendapatkan kekuatan dari buku mantra terlarang yang dia pelajari dan dalam kasus Torei menurutmu kenapa dia bisa mengendalikan pasukan undead?" ucap Tuan Gorgy menjelaskan kepada Kruiya secara hati-hati.


"Jika anda tanya ke saya maka, karena Torei mempunyai kekuatan yang bisa mengendalikan undead semacamnya" jawab Kruiya berpikir begitu.


"Benar, tapi kurang tepat... sebenarnya Torei Mempelajari Buku Mantra Terlarang (NECROMANCER) Mantra yang bisa mengendalikan Undead dan sebagainya, dan jika benar Torei mempelajarinya maka, Torei masih hidup" ucap Tuan Gorgy.


"Hidup? Bukannya itu mustahil bahwa dia bisa hidup kembali bila sudah mati?" Bantah Kruiya makin kebingungan.


"Iya, hanya ada 1 syarat bila ingin mengendalikan Undead, yaitu dengan mempelajari Buku Mantra Terlarang (NECROMANCER) dan dalam kasus Torei, Torei benar-benar Mengendalikan Undead dari apa yang kamu bilang dan dari laporan kepala desa. Jadi bisa di simpulkan bahwa Torei seorang Necromamcer" balas Tuan Gorgy menjelaskan ke Kruiya.


"Singkatnya orang yang memiliki Job Necromancer akan memiliki keabadian, abadi dari status abnormal dan tahan rasa sakit dll, dan kenapa Torei bisa abadi? Karena Pemilik Job Necromancer akan abadi karena sudah mati seperti undead yang sudah mati masih bergerak" jawab Tuan Gorgy.

__ADS_1


"Tapi...! aku melihat Torei mati terjatuh akibat tertembak panah tepat di jantungnya" balas Kruiya.


"Karena Necromancer adalah makhluk mati yang memiliki kekuatan mengendalikan undead juga memiliki kesadaran dan hilangnya perasaan manusia" jawab Tuan Gorgy.


"Makhluk Mati seperti undead bisa mati dalam kasus Torei karena Torei sudah berhenti mengendalikan undead karena Torei mati sekali" ucap Tuan Gorgy.


"Tapi kamu tenang saja, seorang Necromancer bisa hidup kembali tapi itu butuh pemicu atau waktu tertentu agar hidup kembali" ucap Tuan Gorgy.


"Baiklah kalau begitu, dan apakah anda hanya menanyakan tentang apa yang di desa saja?" Tanya Kruiya.


"Tidak... bukan hanya itu, aku juga akan memberikan hadiah kepada kalian karena melindungi desa yang aku urus, walaupun aku juga sibuk, aku jadi tidak fokus dengan desa yang ku kelola" Jawab Tuan Gorgy.


"Tapi, kenapa anda mengurus desa yang ada di dalam hutan dan tidak terjelajahi oleh orang luar?" Tanya Kruiya.


Kemudian Tuan Gorgy menjelaskan kenapa desa ini bisa sepi seperti ini dan sebagainya.


Cerita dimulai, dahulu setelah kekalahan Raja Iblis Zorzora, kerjaan Luygrind dan negara lain hidup damai dari Perang Besar yang memakam Korban Ratusan ribu jiwa. Dan sejak itu leluhur Fartoft yang ikut berpatisipasi dalam perang dengan prestasi yang banyak mendapatkan hadiah berupa gelar bangsawan, dan leluhur Fartoft mengelola desa di dalam Hutan Tak Bernama, tapi karena Leluhur Fartof berhasil mengelola desa dengan baik, desa semakin berkembang dan banyak pedangang yang datang, dan Leluhur Fartoft membangun Guild Petualang di desa, alhasil setiap bulan banyak petualang yang datang di desa karena banyaknya monster di hutan tak bernama. Dan itu terus berlanjut sampai ke generasi ayah tuan Gorgy, semenjak ayah tuan Gorgy meninggal, tuan Gorgy yang masih mudah berumur 21 mengantikan ayahnya karena tuan Gorgy anak satu-satunya. Tuan Gorgy mengurus wilayah Keluarga Fartoft sejak Umur 21 dan menikahi gadis dari desa yang di kelola keluarga Fartoft. Tapi keadaan desa memburuk saat tuan Gorgy berumur 26 tahun, hal itu di sebabkan karena perperangan. Kerajaan Luygrind dengan Kerajaan Kroseia berperang, dua kerajaan ini bertetanggaan, karena Kerajaan Kroseia memulai perperangan dengan Kerajaan Luygrind maka, Kedua belah pihak saling berperang sehingga berdampak besar kepada wilayah Fartoft karena peperangan terjadi di padang Rumput yang dekat dengan wilayah Fartoft. Setelah peperangan berlangsung selama 2 tahun yang di menangkan oleh Kerajaan Luygrind. Wilayah desa Bangsawan Fartoft mengalami dampak besar karena hutan yang dekat dengan Padang Rumput rusak akibat Perang, alhasil Monster yang berada di hutan sekitar dekat Padang Rumput menuju ke Hutan Tak Bernama yang berada di Wilayah Keluarga Fartoft, karena Lokasi Wilayah Fartoft Di dekat perbatasan Kerajaan Luygrind dan Kerajaan Kroseia walaupun perbatasan 2 kerajaan itu di di halangi oleh penggunungan yang tinggi dan curam tapi tidak dengan perbatasan Padang Rumput yang tidak dimiliki oleh 2 Negara, jadi perperangan berlangsung disana.


Akibatnya monster berpindah ke Hutan Tak Bernama, jalur Ibu Kota atau ke kota lain menuju Wilayah Fartoft Menjadi jalur yang berbahaya dan dilarang masuk, sehingga Pedagang, petualang, dan imigran tidak bisa memasuki wilayah Fartoft karena Banyaknya Monster berbahaya seperti Orc, dan lain-lain.


Setelah Mendengar cerita kenapa desa ini begitu sepi, Kruiya langsung mengerti dan itu menjelaskan kenapa desa ini Begitu Sepi bukan karena penyihir.


"Berarti desa ini Sepi bukan karena penyihir dan Suara menyeramkan saat Full Moon?" Tanya Kruiya


"Penyihir? Suara menyeramkan? Kalau suara menyeramkan itu saat Full Moon adalah suara dari binatang Buas Wolfren dan kalau penyihir bukan itu yang menyebabkan desa seperti ini" jawab tuan Gorgy kebingungan


"Tapi memang ada Penyihir di dekat Desa ini" ucap tuan Gorgy


"Dan sekarang aku akan memberikan hadiah apapun yang kamu minta jika aku bisa memberikannya" ucap tuan Gorgy.


Kruiya pun terkejut karena tawaran dari tuan Gorgy yang akan memberikan hadi apapun yang Kruiya Minta.


"Aku ingin tuan Gorgy menjelaskan tentang Penyihir yang tadi di sebutkan" ucap Kruiya menginginkan informasi.


"Apa hanya itu yang kamu inginkan?" Tanya tuan Gorgy.


"Oh ya... dan aku ingin sejumlah uang" jawab Kruiya.


"Baiklah aku akan memberikannya nanti, dan untuk informasi mengenai penyihir tadi aku akan memberikannya" ucap Tuan Gorgy akan menjelaskan tentang penyihir di dekat desa.


Tuan Gorgy menjelaskan bahwa Penyihir itu bisa meramal tentang apa yang terjadi kedepannya, tapi itu bayarannya harus setimpal dengan apa yang di ramalkan, singkatnya semakin penting apa yang di ramal kedepannya maka, semakin mahal bayarannya. Dan penyihir itu tinggal di kaki gunung dekat padang rumput.


"Dan jika kamu ingin menemui Penyihir itu kamu bawalah surat ini" ucap tuan Gorgy mengambil sebuah kertas yang tidak tahu bertuliskan apa.


"Apa ini?" Tanya Kruiya bingung karena di berikan kertas yang tidak tahu untuk apa.


"Jika kamu menunjukan kertas ini kepada penyihir itu, maka kamu akan diperbolehkan masuk ke rumahnya, jadi ambil saja" jawab tuan Gorgy.


Setelah Kruiya mengambil kertas itu, Kruiya dan Elies pergi keluar di antar tuan Gorgy, tapi lagi-lagi Kruiya di intip dari balik tembok oleh orang yang sama dan sesaat sampai pintu keluar mansion Kruiya di berikan sejumlah uang yang di ambil dari kamar tuan Gorgy, kemudian Kruiya bertanya tentang orang yang mengintip dari balik tembok.


"Tuan Gorgy siapakah orang yang mengintip dari balik tembok saat di lantai 3 itu?" Tanya Kruiya karena penasaran.


"Oh dia adalah Putriku, yah mungkin dia penasaran karena ayahnya membawa orang asing ke Mansion" jawab tuan Gorgy agak berwajah sedih.


Setelah mendengar dari tuan Gorgy bahwa itu adalah Putrinya Kruiya dan Elies langsung pamit keluar, tapi saat Kruiya ingin keluar dari gerbang Kruiya bertanya ke pelayannya itu.


"Permisi... bisa kamu jelaskan tentang Putri tuan Gorgy, saat aku menanyakan Putrinya dia terlihat sedih?" Tanya Kruiya ke pelayan itu yang hendak menutup gerbang.


"Sebenarnya... tapi kamu janji tidak bilang ke siapa-siapa apalagi tuan Gorgy kan?" Jawab pelayan itu dengan hati-hati melihat sekitar.


"Baiklah aku janji" jawab Kruiya.


Setelahnya Pelayan itu menjelaskan bahwa Putri tuan Gorgy memiliki Kutukan yang mengikat Putrinya sejak umur 5 tahun 9 bulan sampai sekarang. Kutukan itu di berikan oleh penyihir yang menyamar menjadi pelayan di keluarga ini dan penyihir itu masuk ke kamar putri tuan gorgy setelah 1 tahun semenjak perang 2 kerajaan terjadi. Saat itu Putri tuan Gorgy sedang tidur dan penyihir itu memanfaatkan keadaan dan mengutuk putri Tuan Gorgy, tapi kejadian itu dilihat oleh istri tuan Gorgy. kejadiannya saat malam yang sedang hujan deras, Penyihir itu secara langsung membunuh istri tuan Gorgy dan itu dilihat putrinya, putrinya shock berat saat melihat ibunya di bunuh di depan mata, dan kemudian penyihir itu langsung memasang kutukan ke putri tuan Gorgy. Setelah mendengar kegaduhan di lantai 3, tuan gorgy langsung berlari menuju kamar putrinya dan yang dia lihat tewasnya istrinya dan penyihir wanita yang ada di dalam kamar putrinya. Penyihir itu kemudian langsung keluar dari jendela kamar putrinya, ternyata penyihir wanita itu adalah sesosok iblis. Dan Kutukan yang diberikan iblis itu adalah Kutukan yang mengambil Emosi gadis itu dan semenjak kematian ibunya Gadis itu tidak menangis maupum sedih, tuan Gorgy mencoba memberikan hal lucu tapi itu sia-sia, dan saat itu Penduduk desa mulai membicarakan tentang Putri tuan Gorgy dan Menyebutnya "Gadis Tanpa Emosi" karena mengetahui bahwa putrinya tidak memiliki Emosi tuan Gorgy mulai Frustasi dan merasa sedih bila ada yang menanyakan tentang putrinya.


"Itulah yang aku tahu, jadi cepat pergi dari sini sebelum tuan Gorgy mengetahuinya" ucap Pelayan itu cepat-cepat menyuruh kruiya pergi.


"Baiklah, terima kasih informasinya" balas Kruiya kemudian Pergi bersama Elies.


Sesaat mau Pergi, Kruiya melihat kearah jendela gadis itu dan ternyata gadis itu masih melihat ke arah Kruiya dan Elies dari balik jendela.


Kemudian Kruiya memalingkan wajahnya dan pergi bersama Elies menuju rumah penyihir di dekat lereng gunung.


"Ayo kita pergi Elies" ajak Kruiya.


"Baik tuan..." balas Elies dengan semangat.


-


-


-


-


Apa yang akan menanti Kruiya dan Elies di perjalanan Menuju rumah Penyihir? Dan apa rencana Kruiya Mengenai apa yang terjadi?

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2