
Jika Kamu Bukan Bibi Kecilku
'Xiao Che menarik kesadarannya dari Mutiara Racun Langit dan mengambil pakaian gadis itu dari tanah. Dia membersihkan racun dari pakaian itu
mengirim pakaian itu ke Mutiara Racun Langit
dan cepat-cepat menutupi tubuh gadis itu. Akhirnya dia menarik nafas lega.'
'Manusia jenis apakah sebenarnya gadis ini? Mengapa dia muncul disini? Mengapa dia mengisap darah saya? Bagaimana dia bisa tahu tentang Mutiara Racun Langit? Dan bagaimana dia bisa masuk ke Mutiara Racun Langit?'
'Xiao Che tidak bisa memikirkan jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan ini?'
'Dia menatap lama gadis itu dan mengulurkan tangannya menyentuh bibir atasnya. Jarinya merasakan sedikit kehangatan
hal ini jauh berbeda dengan kondisi awalnya. Nafas lemah juga bisa dirasakan dari hidungnya.'
'Ini semua tanda-tanda kehidupan.'
'"Adik kecil? Xiao Che memanggil dan menggoyang tubuhnya.'
'Dalam situasi apapun
kehadiran seorang wanita cantik bisa memberikan posisi tawar. Jika gadis ini tidak cantik dan sebaliknya jelek maka sudah lama Xiao Che menendangnya keluar dari Mutiara Racun Langit. Selain itu gadis ini penuh misteri
baru saja menggigit jarinya dan mengisap darahnya
membuat dia mengucurkan keringat dingin. Secara aneh bisa muncul di dalam Mutiara Racun Langit. Meskipun demikian saat Xiao Che menatapnya sekarang
dia tidak merasakan adanya bahaya lagi tetapi justru muncul rasa kasihan. Gadis ini begitu cantik
sangat cantik sehingga saat menatapnya orang tidak akan berpikir adanya bahaya dibalik kecantikannya.'
'Xiao Che memanggilnya cukup lama tapi tidak ada respon sama sekali. Dia kemudian mundur dan menatapnya kembali.'
'Gadis ini pasti tidak normal… Xiao Che merenung. Dari bekas luka ditubuhnya dan pakaiannya yang robek
mudah diketahui bahwa adanya racun ditubuhnya bukan akibat kecelakaan tapi diracuni orang lain. Untuk membunuh gadis muda ini seharusnya menggunakan racun biasa saja sudah cukup tetapi jika lawannya sampai menggunakan jenis racun yang sangat kuat
mereka kuatir kalau dia tidak mati.'
'Orang yang dapat menggunakan jenis racun seperti ini benar-benar sangat menakutkan.'
'Yang lebih menakutkan justru gadis ini
walaupun tubuhnya sudah penuh racun tapi dia tidak mati.'
'Xiao Che merenung cukup lama akhirnya keluar dari Mutiara Racun Langit. Meskipun gadis ini telah mengisap darahnya tetapi tindakan itu terlihat seperti tanpa sadar. Gadis yang begini cantik bagaimana mungkin menjadi jahat? Dia mundur lagi sambil berpikir
dia masih begitu muda
bagaimana bisa menjadi suatu ancaman?'
'Dia juga tidak tahu kapan gadis ini akan bangun.'
'Setelah membersihkan racun dari tanah. Xiao Che mulai melangkah pulang. Sudah tengah malam dan begitu sepi
dia bisa mendengar langkah kakinya sendiri. Ketika dia berada sekitar seratus langkah dari tembok belakang Klan Xiao
dia tiba-tiba melihat sebuah bayangan berjalan ke arahnya.'
'Langkahnya tiba-tiba berhenti dan melihat kedepan… Siapa yang menyelinap keluar tengah malam?'
'Bayangan di depannya juga melihat dia dan berhenti
dengan waspada bertanya
"Siapa itu?"'
'Suara ini menyebabkan Xiao Che langsung terbelalak : "Bibi kecil?"'
'"Aahh?" Bayangan itu bernafas lega
kemudian berlari dengan cepat. Semakin dekat
cahaya bulan memperlihatkan pipi mungil yang cantik. Itu adalah Xiao Lingxi. Setelah jelas melihat Xiao Che
dia membuka matanya lebar-lebar : "Xiao Che? Mengapa kamu ada disini?"'
'"Saya…" Xiao Che menggaruk kepalanya. "Saya tidak bisa tidur
jadi keluar untuk melihat bintang."'
'"Melihat bintang?" Malam ini adalah malam pernikahanmu
kamu tidak bersama dengan Xia Qingyue menyempurnakan… menyempurnakan pernikahan kalian
tetapi keluar untuk melihat bintang?!" Xiao Lingxi mecengkeram tangan Xiao Che
wajahnya tampak marah. "Tidakkah kamu tahu bahwa ini tempat yang berbahaya? Kapan saja
binatang sakti bisa datang
dan kalau malam bisa ada penjahat yang datang. Jika itu terjadi
bisakah kamu lari? Saya sudah berulang kali memberitahu
jika saya atau Kakek tidak bersamamu
kamu tidak boleh datang kesini
bahkan di siang hari. Kamu benar-benar… tidak mendengarkan kata-kataku!"'
'Selagi berbicara
Xiao Lingxi dengan marah mencubit tangan Xiao Che sebagai hukuman.'
'"Aahh! Sakit
sakit !" Xiao Che berteriak dan segera meminta maaf
"Bibi kecil
Saya tahu saya salah
lain kali
saya tidak berani lagi."'
'"Kamu akan kesini lagi sendirian di waktu lain?!" Xiao Lingxi memelototi dia.'
'"... tidak
lain kali kalau mau kesini saya akan meminta Bibi kecil untuk menemani." Xiao Che sungguh-sungguh bersumpah. Jika bukan karena Mutiara Racun Langit
__ADS_1
dia tidak akan berani datang kesini sendiri malam hari.'
'"Bagus kalau begitu.. Kamu tidak diizinkan datang kesini sendiri!"'
'"Lalu.. Bibi kecil
kenapa kamu datang kesini? Ini sudah tengah malam." Xiao Che bertanya dengan bingung.'
'"Saya…" Suara Xiao Lingxi begitu pelan
matanya menyipit. "Saya tidak tahu mengapa
tapi saya tidak bisa tidur malam ini. Jadi ketika saya melihat bintang-bintang bersinar terang malam ini
saya ingin ke belakang gunung untuk menikmatinya."'
'Xiao Che menatap langit
dan berkata dengan senyum
"Waktu lalu
bibi kecil dan saya sering menyelinap keluar malam hari
menikmati angin malam dan memandangi bintang… Dan beberapa kali diketahui dan dimarahi Kakek.'
'"Hm." Xia Lingxi menjawab perlahan
"Saya juga berpikir begitu
jadi saya datang kesini sendiri untuk melihat bintang… Karena di hari-hari berikutnya
saya tidak bisa lagi melihat bintang bersamamu."'
'"Ah
mengapa??"'
'"Bodoh! Karena Che kecil sudah menikah. Di masa depan
kamu harus menemani isterimu
Qingyue
tidur dimalam hari
bukan keluar melihat bintang." Xiao Lingxi dingin meliriknya dan cemberut dengan alasan tidak jelas.'
'"Itu tidak benar! Sepanjang bibi kecil mau
kapan pun
saya akan menemani bibi kecil melihat bintang.. Lihatlah ! Bukankah saya telah melakukannya sekarang?" Xiao Che berkata dengan tersenyum.'
'"Kamu berani mengatakan itu! Berani menyelinap keluar di malam pernikahanmu… Ah! Kamu tidak dipaksa kesini oleh Qingyue
bukan?" Berpikir tentang kemungkinan ini
wajah Xiao Lingxi penuh kemarahan dan membanting kakinya : "Hmph! Ini sangat keterlaluan
Saya akan pergi mencarinya!"'
'"Kamu tidak perlu khawatir tentang dia." Xiao Che meraih tangan Xiao Lingxi. "Saya tidak dipaksa olehnya kesini
mari kita pergi ke tempat itu."'
'"Ah…"'
'Menarik tangan Xiao Lingxi
Xiao Che berlari kecil ke tempat yang biasa mereka datangi..'
'Ini adalah puncak bukit kecil yang dipenuhi rumput yang lembut dan empuk. Xiao Che dan Xiao Lingxi
saling bersandar bahu
menikmati hembusan angin malam
hati mereka damai.'
'"Saya berpikir setelah menikah
saya akan kehilangan kamu. Xiao Qingyue sangat cantik
lebih baik daripada saya dalam segala hal. Saya takut
sekali kamu memilikinya
kamu akan selalu berada disisinya
waktu bersama kita semakin berkurang." Melihat langit malam
mata Xiao Lingxi bergetar
ada pancaran cahaya dari matanya yang mungkin lebih terang dari cahaya bulan.'
'"Bibi kecil benar-benar tidak percaya semua perkataan saya." Xiao Che berkata pahit
"Saya jelas berkata tadi pagi
dalam hatiku
seratus Xia Qingyue tidak bisa dibandingkan dengan Bibi kecil. Bibi kecil memaksa saya… eeh
sebentar
berjanji dengan saya. Saya mengingat betul dan dapat mengulangnya kata per kata…"'
'"Setelah menikahi Xia Qingyue
Saya tidak akan melupakan Bibi kecil hanya karena saya telah beristeri. Saya akan menyediakan waktu yang sama dengan Bibi kecil seperti sebelumnya
Saya akan mendengar panggilan Bibi kecil dan akan segera datang ketika saya dipanggil seperti sebelumnya. Dan terakhir
sekalipun Xia Qingyue sekarang isteri saya
di dalam hatiku
dia tidak melebihi Bibi kecil.. Saya jamin mengingat semua katanya tanpa salah!"'
'"…." Xiao Lingxi tampak tercengang dan sorot matanya kabur. "Saya tahu bahwa saya terlalu berlebihan. Saya hanya… hanya bercanda waktu itu. Kamu benar-benar masih mengingatnya?"'
'"Tentu saja." Xiao Che mengangguk tanpa ragu. "Karena Bibi kecil dan Kakek adalah orang paling penting dalam hidup saya. Orang lain tidak dapat dibandingkan. Bibi kecil
__ADS_1
Saya berjanji padamu
meskipun saya menikah sekarang
kamu tidak akan kehilangan saya
seperti saya berharap tidak kehilangan kamu."'
'"Hehe.." Xiao Lingxi tersenyum bahagia
tangannya memeluk lengan Xiao Che. Dia meletakkan kepalanya di bahu Xiao Che. "Seperti yang diharapkan
Che kecilku berkelakuan baik
sangat patuh."'
'Awan gelap menutupi langit
sesaat menutupi bulan
cahaya menjadi lebih remang.'
'"Memikirkan hal ini seperti sudah cukup lama.. bukan
seperti sudah beberapa bulan kita tidak datang kesini untuk melihat bulan bersama. Saat kita masih kecil
entah itu musim salju atau musim panas
kita akan menyelinap keluar. Saya ingat
disuatu malam musim salju
ini sangat berkesan
langit dipenuhi banyak bintang. Kita memandangnya sangat lama dan kemudian tertidur disini… ditutupi salju sepanjang malam
kita membeku saat tertidur. Saat ayah menemukan kita
kita telah menjadi 2 manusia salju. Sesudah itu
tak terduga
kita butuh dua hari berdiam di depan perapian untuk pemulihan
menelan banyak obat pahit. Ayah sangat marah
memukul pantat saya dan tidak berbicara. Sesudah kita pulih
dia menyuruh menyekop sebidang halaman besar penuh salju
sebagai hukuman."'
'Xiao Che tersenyum dan menyambung
"Dan setelah itu
kita hanya menyekop sedikit
kemudian mulai bermain di salju. Kita bahkan membuat orang salju yang besar yang mirip Kakek. Saat Kakek melihat
dia tidak tahu apa harus tertawa atau menangis. Saat dia mulai tertawa
dia sepenuhnya lupa kepada hukuman kita."'
'"Uh huh! Ayah selalu seperti itu. Dia selalu terlihat sangat galak
tetapi dia tidak pernah menghukum kita lebih dari sekali
dia melakukan itu untuk menakuti kita. Tidak peduli dalam hal apa
saat dia sudah sedikit melampiaskan kemarahannya
dia akan mendengarkan kita." Wajah Xiao Lingxi penuh senyum hangat.'
'"Satu kali bukan seperti itu." Xiao Che tersenyum samar. "Pada ulang tahunku yang kedua belas
saat kamu sebelas tahun
Kakek memberikan kamu halaman kecil sendiri
dan melarang kamu tidur bersama saya untuk seterusnya. Saya ingat kamu meminta kepada Kakek setiap hari
menangis dan berteriak
bahkan sangat marah dan mogok makan. Tetapi Kakek teguh pada keputusannya. Dia tidak membiarkan kamu tidur lagi bersama saya.. waktu berlalu
dan kamu hanya bisa patuh pada aturannya."'
'"Saat itu… itu karena saya masih sangat muda dan tidak mengerti banyak hal. Xiao Lingxi segera mencubit pundak Xiao Che. "Saat saya bertumbuh semakin dewasa
saya belajar banyak hal tentang wanita
hmph."'
'"Apa itu?" Xiao Che membuka lebar matanya
wajahnya penuh curiga.'
'"Itu.. bahwa anak laki-laki dan perempuan tidak bisa tidur bersama saat mereka dewasa! Saya tidak percaya kamu tidak tahu! Coba pikirkan tentang hal yang terjadi sebelumnya
Xiao Lingxi kembali berkata : "Juga
mereka tidak boleh sembarangan mencium seperti saat masih anak-anak!"'
'"Ah
seperti ini…" Xiao Che segera mencium pipi Xiao Lingzi. Xiao Che bersandar lebih dekat : "Tetapi saya selalu ingin menciummu
apa yang harus saya lakukan?"'
'"Kalau begitu nikahi saya! Xiao Lingxi menjawab dengan bangga
rona merah muda pada pipinya semakin terang.'
'"Jika kamu bukan Bibi kecilku
saya pasti menikahimu." Xiao Che berkata tanpa berpikir.'
'"...…"'
'Setelah berkata demikian
tatapan Xiao Che kosong. Xiao Lingxi juga terdiam
__ADS_1
pandangannya juga kosong… keduanya membisu.'