Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 13


__ADS_3

Jika Kamu Bukan Bibi Kecilku


'Xiao Che menarik kesadarannya dari Mutiara Racun Langit dan mengambil pakaian gadis itu dari tanah. Dia membersihkan racun dari pakaian itu


mengirim pakaian itu ke Mutiara Racun Langit


dan cepat-cepat menutupi tubuh gadis itu. Akhirnya dia menarik nafas lega.'


'Manusia jenis apakah sebenarnya gadis ini? Mengapa dia muncul disini? Mengapa dia mengisap darah saya? Bagaimana dia bisa tahu tentang Mutiara Racun Langit? Dan bagaimana dia bisa masuk ke Mutiara Racun Langit?'


'Xiao Che tidak bisa memikirkan jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan ini?'


'Dia menatap lama gadis itu dan mengulurkan tangannya menyentuh bibir atasnya. Jarinya merasakan sedikit kehangatan


hal ini jauh berbeda dengan kondisi awalnya. Nafas lemah juga bisa dirasakan dari hidungnya.'


'Ini semua tanda-tanda kehidupan.'


'"Adik kecil? Xiao Che memanggil dan menggoyang tubuhnya.'


'Dalam situasi apapun


kehadiran seorang wanita cantik bisa memberikan posisi tawar. Jika gadis ini tidak cantik dan sebaliknya jelek maka sudah lama Xiao Che menendangnya keluar dari Mutiara Racun Langit. Selain itu gadis ini penuh misteri


baru saja menggigit jarinya dan mengisap darahnya


membuat dia mengucurkan keringat dingin. Secara aneh bisa muncul di dalam Mutiara Racun Langit. Meskipun demikian saat Xiao Che menatapnya sekarang


dia tidak merasakan adanya bahaya lagi tetapi justru muncul rasa kasihan. Gadis ini begitu cantik


sangat cantik sehingga saat menatapnya orang tidak akan berpikir adanya bahaya dibalik kecantikannya.'


'Xiao Che memanggilnya cukup lama tapi tidak ada respon sama sekali. Dia kemudian mundur dan menatapnya kembali.'


'Gadis ini pasti tidak normal… Xiao Che merenung. Dari bekas luka ditubuhnya dan pakaiannya yang robek


mudah diketahui bahwa adanya racun ditubuhnya bukan akibat kecelakaan tapi diracuni orang lain. Untuk membunuh gadis muda ini seharusnya menggunakan racun biasa saja sudah cukup tetapi jika lawannya sampai menggunakan jenis racun yang sangat kuat


mereka kuatir kalau dia tidak mati.'


'Orang yang dapat menggunakan jenis racun seperti ini benar-benar sangat menakutkan.'


'Yang lebih menakutkan justru gadis ini


walaupun tubuhnya sudah penuh racun tapi dia tidak mati.'


'Xiao Che merenung cukup lama akhirnya keluar dari Mutiara Racun Langit. Meskipun gadis ini telah mengisap darahnya tetapi tindakan itu terlihat seperti tanpa sadar. Gadis yang begini cantik bagaimana mungkin menjadi jahat? Dia mundur lagi sambil berpikir


dia masih begitu muda


bagaimana bisa menjadi suatu ancaman?'


'Dia juga tidak tahu kapan gadis ini akan bangun.'


'Setelah membersihkan racun dari tanah. Xiao Che mulai melangkah pulang. Sudah tengah malam dan begitu sepi


dia bisa mendengar langkah kakinya sendiri. Ketika dia berada sekitar seratus langkah dari tembok belakang Klan Xiao


dia tiba-tiba melihat sebuah bayangan berjalan ke arahnya.'


'Langkahnya tiba-tiba berhenti dan melihat kedepan… Siapa yang menyelinap keluar tengah malam?'


'Bayangan di depannya juga melihat dia dan berhenti


dengan waspada bertanya


"Siapa itu?"'


'Suara ini menyebabkan Xiao Che langsung terbelalak : "Bibi kecil?"'


'"Aahh?" Bayangan itu bernafas lega


kemudian berlari dengan cepat. Semakin dekat


cahaya bulan memperlihatkan pipi mungil yang cantik. Itu adalah Xiao Lingxi. Setelah jelas melihat Xiao Che


dia membuka matanya lebar-lebar : "Xiao Che? Mengapa kamu ada disini?"'


'"Saya…" Xiao Che menggaruk kepalanya. "Saya tidak bisa tidur


jadi keluar untuk melihat bintang."'


'"Melihat bintang?" Malam ini adalah malam pernikahanmu


kamu tidak bersama dengan Xia Qingyue menyempurnakan… menyempurnakan pernikahan kalian


tetapi keluar untuk melihat bintang?!" Xiao Lingxi mecengkeram tangan Xiao Che


wajahnya tampak marah. "Tidakkah kamu tahu bahwa ini tempat yang berbahaya? Kapan saja


binatang sakti bisa datang


dan kalau malam bisa ada penjahat yang datang. Jika itu terjadi


bisakah kamu lari? Saya sudah berulang kali memberitahu


jika saya atau Kakek tidak bersamamu


kamu tidak boleh datang kesini


bahkan di siang hari. Kamu benar-benar… tidak mendengarkan kata-kataku!"'


'Selagi berbicara


Xiao Lingxi dengan marah mencubit tangan Xiao Che sebagai hukuman.'


'"Aahh! Sakit


sakit !" Xiao Che berteriak dan segera meminta maaf


"Bibi kecil


Saya tahu saya salah


lain kali


saya tidak berani lagi."'


'"Kamu akan kesini lagi sendirian di waktu lain?!" Xiao Lingxi memelototi dia.'


'"... tidak


lain kali kalau mau kesini saya akan meminta Bibi kecil untuk menemani." Xiao Che sungguh-sungguh bersumpah. Jika bukan karena Mutiara Racun Langit

__ADS_1


dia tidak akan berani datang kesini sendiri malam hari.'


'"Bagus kalau begitu.. Kamu tidak diizinkan datang kesini sendiri!"'


'"Lalu.. Bibi kecil


kenapa kamu datang kesini? Ini sudah tengah malam." Xiao Che bertanya dengan bingung.'


'"Saya…" Suara Xiao Lingxi begitu pelan


matanya menyipit. "Saya tidak tahu mengapa


tapi saya tidak bisa tidur malam ini. Jadi ketika saya melihat bintang-bintang bersinar terang malam ini


saya ingin ke belakang gunung untuk menikmatinya."'


'Xiao Che menatap langit


dan berkata dengan senyum


"Waktu lalu


bibi kecil dan saya sering menyelinap keluar malam hari


menikmati angin malam dan memandangi bintang… Dan beberapa kali diketahui dan dimarahi Kakek.'


'"Hm." Xia Lingxi menjawab perlahan


"Saya juga berpikir begitu


jadi saya datang kesini sendiri untuk melihat bintang… Karena di hari-hari berikutnya


saya tidak bisa lagi melihat bintang bersamamu."'


'"Ah


mengapa??"'


'"Bodoh! Karena Che kecil sudah menikah. Di masa depan


kamu harus menemani isterimu


Qingyue


tidur dimalam hari


bukan keluar melihat bintang." Xiao Lingxi dingin meliriknya dan cemberut dengan alasan tidak jelas.'


'"Itu tidak benar! Sepanjang bibi kecil mau


kapan pun


saya akan menemani bibi kecil melihat bintang.. Lihatlah ! Bukankah saya telah melakukannya sekarang?" Xiao Che berkata dengan tersenyum.'


'"Kamu berani mengatakan itu! Berani menyelinap keluar di malam pernikahanmu… Ah! Kamu tidak dipaksa kesini oleh Qingyue


bukan?" Berpikir tentang kemungkinan ini


wajah Xiao Lingxi penuh kemarahan dan membanting kakinya : "Hmph! Ini sangat keterlaluan


Saya akan pergi mencarinya!"'


'"Kamu tidak perlu khawatir tentang dia." Xiao Che meraih tangan Xiao Lingxi. "Saya tidak dipaksa olehnya kesini


mari kita pergi ke tempat itu."'


'"Ah…"'


'Menarik tangan Xiao Lingxi


Xiao Che berlari kecil ke tempat yang biasa mereka datangi..'


'Ini adalah puncak bukit kecil yang dipenuhi rumput yang lembut dan empuk. Xiao Che dan Xiao Lingxi


saling bersandar bahu


menikmati hembusan angin malam


hati mereka damai.'


'"Saya berpikir setelah menikah


saya akan kehilangan kamu. Xiao Qingyue sangat cantik


lebih baik daripada saya dalam segala hal. Saya takut


sekali kamu memilikinya


kamu akan selalu berada disisinya


waktu bersama kita semakin berkurang." Melihat langit malam


mata Xiao Lingxi bergetar


ada pancaran cahaya dari matanya yang mungkin lebih terang dari cahaya bulan.'


'"Bibi kecil benar-benar tidak percaya semua perkataan saya." Xiao Che berkata pahit


"Saya jelas berkata tadi pagi


dalam hatiku


seratus Xia Qingyue tidak bisa dibandingkan dengan Bibi kecil. Bibi kecil memaksa saya… eeh


sebentar


berjanji dengan saya. Saya mengingat betul dan dapat mengulangnya kata per kata…"'


'"Setelah menikahi Xia Qingyue


Saya tidak akan melupakan Bibi kecil hanya karena saya telah beristeri. Saya akan menyediakan waktu yang sama dengan Bibi kecil seperti sebelumnya


Saya akan mendengar panggilan Bibi kecil dan akan segera datang ketika saya dipanggil seperti sebelumnya. Dan terakhir


sekalipun Xia Qingyue sekarang isteri saya


di dalam hatiku


dia tidak melebihi Bibi kecil.. Saya jamin mengingat semua katanya tanpa salah!"'


'"…." Xiao Lingxi tampak tercengang dan sorot matanya kabur. "Saya tahu bahwa saya terlalu berlebihan. Saya hanya… hanya bercanda waktu itu. Kamu benar-benar masih mengingatnya?"'


'"Tentu saja." Xiao Che mengangguk tanpa ragu. "Karena Bibi kecil dan Kakek adalah orang paling penting dalam hidup saya. Orang lain tidak dapat dibandingkan. Bibi kecil

__ADS_1


Saya berjanji padamu


meskipun saya menikah sekarang


kamu tidak akan kehilangan saya


seperti saya berharap tidak kehilangan kamu."'


'"Hehe.." Xiao Lingxi tersenyum bahagia


tangannya memeluk lengan Xiao Che. Dia meletakkan kepalanya di bahu Xiao Che. "Seperti yang diharapkan


Che kecilku berkelakuan baik


sangat patuh."'


'Awan gelap menutupi langit


sesaat menutupi bulan


cahaya menjadi lebih remang.'


'"Memikirkan hal ini seperti sudah cukup lama.. bukan


seperti sudah beberapa bulan kita tidak datang kesini untuk melihat bulan bersama. Saat kita masih kecil


entah itu musim salju atau musim panas


kita akan menyelinap keluar. Saya ingat


disuatu malam musim salju


ini sangat berkesan


langit dipenuhi banyak bintang. Kita memandangnya sangat lama dan kemudian tertidur disini… ditutupi salju sepanjang malam


kita membeku saat tertidur. Saat ayah menemukan kita


kita telah menjadi 2 manusia salju. Sesudah itu


tak terduga


kita butuh dua hari berdiam di depan perapian untuk pemulihan


menelan banyak obat pahit. Ayah sangat marah


memukul pantat saya dan tidak berbicara. Sesudah kita pulih


dia menyuruh menyekop sebidang halaman besar penuh salju


sebagai hukuman."'


'Xiao Che tersenyum dan menyambung


"Dan setelah itu


kita hanya menyekop sedikit


kemudian mulai bermain di salju. Kita bahkan membuat orang salju yang besar yang mirip Kakek. Saat Kakek melihat


dia tidak tahu apa harus tertawa atau menangis. Saat dia mulai tertawa


dia sepenuhnya lupa kepada hukuman kita."'


'"Uh huh! Ayah selalu seperti itu. Dia selalu terlihat sangat galak


tetapi dia tidak pernah menghukum kita lebih dari sekali


dia melakukan itu untuk menakuti kita. Tidak peduli dalam hal apa


saat dia sudah sedikit melampiaskan kemarahannya


dia akan mendengarkan kita." Wajah Xiao Lingxi penuh senyum hangat.'


'"Satu kali bukan seperti itu." Xiao Che tersenyum samar. "Pada ulang tahunku yang kedua belas


saat kamu sebelas tahun


Kakek memberikan kamu halaman kecil sendiri


dan melarang kamu tidur bersama saya untuk seterusnya. Saya ingat kamu meminta kepada Kakek setiap hari


menangis dan berteriak


bahkan sangat marah dan mogok makan. Tetapi Kakek teguh pada keputusannya. Dia tidak membiarkan kamu tidur lagi bersama saya.. waktu berlalu


dan kamu hanya bisa patuh pada aturannya."'


'"Saat itu… itu karena saya masih sangat muda dan tidak mengerti banyak hal. Xiao Lingxi segera mencubit pundak Xiao Che. "Saat saya bertumbuh semakin dewasa


saya belajar banyak hal tentang wanita


hmph."'


'"Apa itu?" Xiao Che membuka lebar matanya


wajahnya penuh curiga.'


'"Itu.. bahwa anak laki-laki dan perempuan tidak bisa tidur bersama saat mereka dewasa! Saya tidak percaya kamu tidak tahu! Coba pikirkan tentang hal yang terjadi sebelumnya


Xiao Lingxi kembali berkata : "Juga


mereka tidak boleh sembarangan mencium seperti saat masih anak-anak!"'


'"Ah


seperti ini…" Xiao Che segera mencium pipi Xiao Lingzi. Xiao Che bersandar lebih dekat : "Tetapi saya selalu ingin menciummu


apa yang harus saya lakukan?"'


'"Kalau begitu nikahi saya! Xiao Lingxi menjawab dengan bangga


rona merah muda pada pipinya semakin terang.'


'"Jika kamu bukan Bibi kecilku


saya pasti menikahimu." Xiao Che berkata tanpa berpikir.'


'"...…"'


'Setelah berkata demikian


tatapan Xiao Che kosong. Xiao Lingxi juga terdiam

__ADS_1


pandangannya juga kosong… keduanya membisu.'


__ADS_2