
Tuan Muda Klan Tombak Besi - Tie Hengjun
'Lebih dari sepuluh tarikan nafas lewat setelah Yun Che mengeluarkan tantangannya
tetapi tidak ada satupun orang dari tujuh sekte yang meresponnya; sungguh sangat memalukan. Pandangan Yun Che menjadi semakin mengejek. Pada saat ini
seorang pemuda dari Sekte Luar Klan Pembakar Surga tidak dapat menahan lagi dan berdiri
tetapi dia ditarik kembali oleh orang disebelahnya
yang berbisik: "Apa yang kau lakukan? Tidak ada perbedaan kekuatan antara kamu dan Feng Guangyi. Apakah kamu mencoba membuat Klan Pembakar Surga kehilangan muka?"'
'"Bangsat
anak ini terlalu arogan!" Pemuda itu menggertakkan giginya: "Jika tuan muda Zi Luan berada disini
dia akan memukul anak ini sampai tidak bisa dikenali oleh ibunya."'
'Zi Luan yang dia bicarakan adalah anak Ketua Sekte Luar Klan Pembakar Surga
seorang jenius generasi muda. Meskipun dia tidak dapat dibandingkan dengan Xiao Luocheng
di usia enam belas tahun
dia telah berada di level tujuh Tingkat Sakti Awal dan tinggal selangkah menuju level delapan Tingkat Sakti Awal. Diantara generasi muda Kota Awan Baru
dia urutan kedua sesudah Xiao Luocheng.'
'Pada saat ini
seorang pemuda yang sangat percaya diri dari Klan Tombak Besi berjalan perlahan. Dia seusia dengan Yun Che
tetapi tidak ada jejak ketidakdewasaan
malahan memiliki pembawaan yang tidak cocok dengan usianya. Dia berdiri di depan Yun Che
mengangguk sedikit dan berkata dengan tenang: "Tie Hengjun dari Klan Tombak Besi
tahun ini berusia tujuh belas. Saya tidak berhak menantang kamu. Tetapi melihat kau mengalahkan lawan satu demi satu dengan sikap yang angkuh sekaligus agung
ada kekaguman dalam hatiku
karena itu
saya suka bertukar petunjuk denganmu… Ini hanya karena saya mengagumimu
tidak ada maksud lain. Jika kau merasa saya terlalu tua dan tidak berhak bertarung denganmu
kau dapat menolak dan saya tentu saja tidak akan memaksa lebih lanjut."'
'"Wuaah! Itu adalah tuan muda Klan Tombak Besi! Ternyata dia yang melangkah maju kali ini!"'
'"Saya mendengar tiga bulan lalu dia telah menembus level empat Tingkat Sakti Awal! Juga
kemampuannya dengan tombak telah mencapai kesempurnaan! Tidak sukar baginya mengalahkan lawan yang satu atau dua level lebih tinggi."'
'Saat Tie Hengjun maju
selain YunChe
tidak ada murid atau Tetua yang hadir yang tidak mengenalinya. Sebagai tuan muda Klan Tombak Besi
reputasi
pengaruh bahkan posisinya di Kota Bulan Baru tidak lebih rendah dari Gubernur. Dan kekuatannya tidak perlu diragukan; tujuh belas tahun berada di level empat Tingkat Sakti Awal terhitung murid papan atas di tujuh sekte utama. Meskipun bukan yang terbaik
prioritas Klan Tombak Besi bukan di kekuatan sakti tetapi di ilmu tombak! Energi sakti mereka mungkin terendah di antara tujuh sekte utama
tetapi dengan kombinasi ilmu tombak
mereka berada di peringkat menengah.'
'"Bagi Tie Hengjun
seharusnya sangat mudah baginya mengalahkan Yun Che. Tetapi dia telah berusia tujuh belas tahun
jadi kalaupun menang
itu hal yang sudah seharusnya. Ini tetap tidak bisa melampiaskan kemarahanku." Seorang murid Sekte Hati Sakti berbicara.'
'"Ini sedikit tidak adil. Meskipun dia akan berakhir dengan tangan dan kakinya terpotong
atau tidak sekalipun
heheh
ini tetap tidak buruk. Saya sungguh tidak tahan lagi melihat raut arogan Yun Che." Orang lain berkata dengan kebencian.'
'Orang-orang dari Istana Sakti Bulan Baru juga berpikir mungkin Tie Hengjun hanya beralasan mau "saling memberi petunjuk" padahal hendak melukai Yun Che sehingga dia tidak dapat terus menantang yang lain. Jelas dengan kekuatannya sebagai tuan muda Klan Tombak Besi dan level empat Tingkat Sakti Awal
dia dapat melakukannya. Di momen ini
beberapa murid usia tujuh belas tahun Istana Sakti Bulan Baru mengepal kedua tangan dengan tegang
ingin menggunakan alasan usia untuk pergi dan mengalahkan Tie Hengjun; tetapi setelah mengingat siapa Tie Hengjun dan kekuatannya
tidak satupun dari murid berusia tujuh belas tahun berani maju.'
'Dari mata dan wajah Tie Hengjun
Yun Che dapat melihat semangat dan ketulusannya
tidak ada motif lain. Hatinya sedikit terkejut saat menyadari bahwa tidak semua murid tujuh sekte bersikap sombong. Tie Hengjun masih muda tetapi sangat berkepribadian
seluruh tubuhnya memancarkan aura kebenaran yang jarang terlihat pada orang seusia dia. Dia juga terlihat sangat bangga
tetapi kebanggaannya merupakan karakter teguh yang seharusnya dimiliki seorang laki-laki dan bukan kesombongan liar.'
'Penampilan Yun Che sebelumnya membangkitkan rasa kagum dalam hatinya; bersamaan juga membuat hatinya bersemangat menantang Yun Che untuk bertukar petunjuk.'
'Yun Che tersenyum kecil dan berkata: "Kakak Tie
apa maksudmu
__ADS_1
kau adalah tuan muda Klan Tombak Besi. Bagimu
menantang orang tak ternama di depan semua orang
kau terlalu menilai tinggi diriku. Saya merasa sangat terhormat bertanding dengan Kakak Tie. Ayo
kita mulai."'
'Yun Che kemudian mundur setengah langkah ke belakang dan mengangkat tangan kanannya.'
'Tie Hengjun menatap heran. Tidak pernah dia duga bahwa Yun Che yang terlihat begitu arogan
memperlakukan dia begitu sopan. Hatinya langsung menjadi hangat dan menampilkan senyum kecil di wajahnya: "Oke kalau begitu
Adik Yun dan saya akan bertukar petunjuk! Tetapi Adik Yun
kau telah bertanding tiga kali berturut-turut
jadi energi saktimu sudah banyak terpakai; meskipun menang atau kalah bukan hal utama dalam pertukaran petunjuk
tetapi jika dimulai sekarang
akan menjadi tidak adil bagimu. Bagaimana kalau…."'
'"Tidak perlu." Yun Che menggelengkan kepalanya dan tersenyum: "Saya berterima kasih untuk nasihat Kakak Tie
tetapi tenang saja. Meskipun saya telah bertanding tiga kali berturut-turut
ketiganya selesai dalam sekejab mata
saya nyaris tidak menggunakan energi saktiku; jadi tidak perlu bagiku beristirahat. Pertandinganku dengan Kakak Tie
saya akan memberikan yang terbaik."'
'Tie Hengjun tidak lagi mendesak dan mengangguk
tangannya menyentuh cincin spasialnya (red. Cincin khusus yang terbuat dari bahan yang memiliki atribut ruang sehingga bisa menyimpan barang). Tombak perak sepanjang tinggi tubuhnya muncul di tangannya; dia memegang ke arah bawah dengan sudut tertentu: "Tombak ini bernama 'Penusuk Awan'
merupakan senjata pusaka Sakti Sejati. Saya menganggap tombak berharga ini sebagai bagian dari hidup saya dan tidak pernah lepas dari saya. Saya akan menggunakan Penusuk Awan dalam pertandingan ini. Adik Yun
silahkan ambil senjatamu."'
'Yun Che menggelengkan kepalanya perlahan: "Tidak perlu
saya akan menggunakan tangan saya untuk bertanding dengan Kakak Tie."'
'Tie Hengjun terpaku sesaat
kemudian mengangguk: "Seperti dugaan saya
Adik Yun memang angkuh. Kalau begitu…"'
'"Jangan salah mengerti Kakak Tie." Yun Che segera berkata: "Bukan berarti saya menganggap Kakak Tie tidak pantas saya hadapi dengan menggunakan senjata
tetapi sesungguhnya saya belum pernah menggunakan senjata sebelumnya; satu-satunya senjata yang saya gunakan adalah tangan saya. Jika saya menggunakan satu senjata sekarang
itu hanya akan membebaniku dan saya tidak tahu harus berbuat apa dengan senjata itu.'
'Dalam hatinya
dia akan balas menghormatinya sepuluh kali lipat. Jika seseorang berbuat salah satu inchi
dia akan membalas dengan pukulan tongkat. Jika seeorang berbuat salah kepada orang yang dia sayangi
dia segera menyiksa mereka sampai mati; ini merupakan sifat Yun Che. Tie Hengjun menghormatinya
jadi sangat natural baginya untuk balas menghormatinya.'
'Tie Hengju menatap Yun Che dengan serius
kemudian tertawa lebar: "hahahaha
bagus! Jadi Adik Yun Che bukan orang yang arogan dan angkuh. Sepertinya saya akan menikmati pertandingan ini dengan segenap hati saya. Adik Yun Che kau harus berhati-hati
tombak Penusuk Awanku tidak pernah kalah kepada seseorang yang lebih muda dariku!"'
'"Kakak Tie juga harus berhati-hati!" Yun Che perlahan mengulurkan tangannya
dan Tingkat pertama Seni Dewa Jahat – Jiwa jahat
terbuka! Menghadapi Tie Hengjun yang lebih baik dari Feng Guangyi dan Yan Ming
tidak perlu baginya menahan kondisi "Jiwa Jahat" atau dia tidak akan punya kesempatan mengalahkannya. Juga
ini merupakan bentuk penghormatan dia kepada Tie Hengjun.'
'"Bersiaplah
terima tombak ini!"'
'Tie Hengjun berteriak bersamaan dengan seluruh tubuhnya melepaskan energi sakti
Penusuk Awan segera meluncur ke arah Yun Che. Gerakannya terlihat tidak terlalu cepat tetapi ujung tombak terlihat seperti sambaran kilat keluar dari awan; itu membawa kekuatan dahsyat dan muncul dengan cepat di depan Yun Che. Bahkan udara sekeliling tersibak dan menciptakan riak yang sangat cepat.'
'Pupil Yun Che segera berkontraksi dan dengan cepat dia mundur
bergerak ke satu sisi dan menghindari serangan. Saat dia hendak melakukan serangan balik
hembusan angin yang berbahaya datang dari samping kirinya….'
'Secara umum
semakin besar kekuatan sebuah serangan tombak
semakin lambat kecepatan menarik kembali tombak dan celah yang terbuka semakin besar; tetapi saat Penusuk Awan Tie Hengjun menerobos udara
tiba-tiba menyapu melintang dalam sekejab dan ini sungguh mengejutkan Yun Che. Dia menarik tangannya secepat kilat
kemudian melipat pergelangan tangannya untuk menopang pinggangnya dan menahan serangan itu.'
'BANG! !'
'Saat pergelangan tangannya menahan tubuh tombak
__ADS_1
getaran keras datang dari tombak
yang membuat dia mundur tiga langkah ke belakang dan hampir menghancurkan Energi Sakti pelindung tubuhnya.'
'"Kekuatan tombak yang hebat! Teknik tombak luar biasa!" Yun Che tidak dapat menahan seruannya. Meskipun Tie Hengjun masih muda
kemampuannya menggunakan tombak dapat dihitung sebagai ahli.'
'"Naga Air Menghancurkan Awan!"'
'"Penusuk Awan" Tie Hengjun kembali menyapu disertai dengan bayangan tombak yang menari sehingga memaksa Yun Che untuk menjauh. Dari ratusan senjata
tombak merupakan senjata paling ofensif; dominasi kekuatannya tidak dapat dibandingkan dengan senjata lain. Senjata ini paling sukar dikuasai
tetapi sekali dikuasai
jangankan serangan balik lawan
mendekat pun sangat sulit.'
'"Naga Air Mengintai Jurang"'
'"Meteor Terbakar!"'
'"Raungan Laut Biru!"'
'...'
'Teriakan Tie Hengjun terdengar setiap kali dia menyerang dengan tombaknya. Dalam waktu singkat
mata setiap orang dipenuhi dengan bayangan tombak; serangan ganasnya memaksa Yun Che mundur langkah demi langkah.'
'"Menyapu Ribuan Pasukan!"'
'Tie Hengjun melompat lima belas meter
kemuidan Penusuk Awan menyapu udara menyerang Yun Che; bahkan dari jarak lima belas meter
dominasi kekuatannya hampir membuat Yun Che tidak dapat membuka matanya. Dibawah serangan puluhan tombak
Yun Che telah dipaksa mundur sampai ujung ruangan. Karena Yun Che tidak dapat menghidari lagi
dia meraung
wajahnya menghadap ke atas dan dengan berani
dia menggunakan tangannya untuk menangkis Penususk Awan dengan tangannya.'
'"AH!" Murid-murid Istana Sakti Bulan Baru berteriak karena shok.'
'Kekuatan sakti Yun Che dapat mengalahkan lawan level tiga Tingkat Sakti Awal; tetapi
tombak Tie Hengjun bukan hanya berisi Kekuatan Sakti semata tetapi juga kekuatan penyerangan dari Tombak! Bagaimana mungkin seseorang memblokir serangan tombak level tertinggi dengan tangan.'
'Tetapi
saat tombak Tie Hengjun dan tangan Yun Che bertabrakan
suara benturan tidak terlalu keras. Dalam sepersekitan detik ketika mereka bertemu
lengan Yun Che melintang diagonal; dia membawa kekuatan Penusuk Awan untuk berpindah arah dan menghilangkan seluruh kekuatan tombak. Setelah itu dengan cepat dia menghantam dada Tie Hengjun.'
'Tie Hengjun dengan cepat menarik kembali tombaknya
tetapi tidak dapat mempertahankan tubuhnya dan dengan mudah diterbangkan Yun Che. Tetapi dia tidak panik sedikitpun
sambil berteriak bayangan perak berkelebat kembali
itu tidak memilliki kekuatan menekan tetapi menghantam ke atas dengan sudut yang tak terduga mengarah ke leher Yun Che
seperti ular perak.'
'Nafas Yun Che berhenti sekejab
dia dengan cepat mundur menggunakan Pelenyap Bayangan Dewa Bintang dan meninju tombak di saat yang sama; yang memaksa Tie Hengjun mundur beberapa langkah.'
'Terpisah oleh jarak tertentu
Tie Hengjun dan Yun Che tidak langsung saling menyerang lagi. Seluruh istana kembali lagi sunyi sepi.'
'Meskipun hanya beberapa jurus dikeluarkan dalam waktu singkat ini
Tie Hengjun menggunakan tombaknya seperti badai mengamuk
terkadang seperti ular cerdik
ditambah dengan kemampuan luar biasanya dalam mengontrol tombaknya. Melihat kemampuan ini dikeluarkan oleh pemuda berusia tujuh belas tahun. Murid-murid dengan usia sama dan tingkat sama semuanya shok tanpa kecuali. Mereka mengakui bahwa meskipun mereka berada di tingkat yang sama
mereka bukan tandingannya.'
'Bahkan ayah Tie Hengjun
Tie Zhancang terus menerus menganggukkan kepalanya diam-diam sambil tersenyum penuh kepuasan.'
'Tetapi yang paling membuat shok adalah Yun Che sendiri. Ketika menghadapi kekuatan dan teknik tombak ditambah perbedaan tiga level Kekuatan Sakti
Yun Che tidak mengalami cedera sedikitpun bahkan setelah lebih dari sepuluh jurus! Dia hampir sama kuat dengan Tie Hengjun! Setiap orang kaget dan terpaku di tempatnya; beberapa orang bahkan mulutnya ternganga lebar dan tidak dapat ditutup untuk waktu lama.'
'"Kelihatannya bertanding dengan Adik Yun merupakan pilihan yang tepat." Tie Hengjun mengayunkan Penusuk Awan dengan raut penuh kegembiraan.'
'"Sama juga
sama juga." Yun Che tersenyum kecil dan kemudian
intonasinya membawa peringatan" "Kakak Tie
dalam pertandingan berikut ini
kau perlu berhati-hati!"'
'Teknik tombak Tie Hengjun memang sangat kuat dalam pertahanan
sangat sulit mencari celah untuk menghancurkannya. Metode terbaik untuk mengalahkannya dalam waktu yang singkat yaitu dengan kekuatan sangat besar untuk menghancurkan pertahanan tombaknya.'
__ADS_1
'Yun Che menyipitkan matanya sedikit. Dalam kondisi "Jiwa jahat
amukan energi sakti dari Nadi Saktinya masuk ke lengannya tanpa hambatan.'