Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 73


__ADS_3

Jurus Naga Matahari Terbit


'"Haha


bagus! Jujur saja


saya ingin dikalahkan Adik Yun. Dengan berkata seperti ini


saya tentu saja tidak akan menahan lagi kekuatanku!"'


'Saat Tie Hengjun tertawa keras


tatapannya kembali menjadi dingin. Dia mengayunkan tombak peraknya dan berteriak: "Terimalah tombakku… Naga Matahari Terbit!!"'


'Gelombang besar tekanan berkumpul di tombaknya. Saat Tombak Penusuk Awan menari


orang-orang di istana mendengar raungan samar seekor naga


satu demi satu muncul rasa heran di wajah mereka. Saat ini


Tombak Penusuk Awan menyapu horisontal ke arah Yun Che… Gerakan ini bisa menusuk juga bisa menghantam; tusukan yang dapat menembus apapun dan hantaman yang dapat menghancurkan ribuan orang. Karena Tie Hengjun memilih untuk menghantam


itu menunjukkan pemahamannya tentang kekuatan tombak; jika dia memilih menusuk


Yun Che mungkin terluka parah jika dia tidak dapat menghindari tekanan aura tombak; tetapi dengan hantaman menyapu


itu bukan saja lebih mudah menghantam Yun Che tetapi juga akibat serangan ini lebih kecil.'


'Saat tombak perak jatuh


itu membawa momentum yang luar biasa seperti tsunami saat badai mengamuk. Keterkejutan karena serangan tombak ini


jauh melebihi jurus-jurus yang dikeluarkan Tie Hengjun sebelumnya.'


'Tetapi yang mengejutkan Tie Hengjun dan orang lain di Istana


yaitu ketika menghadapi serangan yang menakutkan ini


Yun Che tidak memilih menghindar menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang aneh malahan berdiri di tempatnya dan mengangkat tangan kanannya menangkis Tombak Penusuk Awan yang menyapu horisontal ke arahnya.'


'"Sialan! Apakah dia gila!!" Banyak dari murid-murid dalam istana berteriak keras.'


'"Cepat menghindar!!" Keempat Tetua Istana Bulan Baru berteriak semuanya. Sebagai guru yang melampaui para junior


mereka dapat melihat betapa berbahayanya kekuatan dibelakang tombak Tie Hengjun.'


'Tetapi


Yun Che tidak mendengarkan mereka sedikit pun; malahan tangannya semakin cepat dan menghantam keras Tombak Penusuk Awan yang membawa kekuatan sebesar itu.'


'CLANG!!'


'Dalam Istana Utama


suara beradunya logam menusuk telinga.'


'Saat tangan Yun Che menghantam Tombak Penusuk Awan


Tie Hengjun berpikir jurus tombak ini dapat menyapu terbang Yun Che sampai beberapa puluh meter. Tetapi


segera


pupilnya mengecil seperti ukuran jarum; karena dia merasa Tombak Penusuk Awannya menyapu pelat logam tebal yang tidak bisa dihancurkan dan ditembus


sementara gelombang serangan balik menghantam tombaknya…'


'Tie Hengjun tiba-tiba merasa dadanya bergejolak. Dia melayang ke belakang


berputar sekali dan hanya berhenti setelah mundur lima atau enam langkah ke belakang. Tangannya yang memegang tombak menjadi sedikit kebas. Jika bukan karena kontrolnya terhadap tombak sudah mendarah daging sampai ke tulang sumsum


gelombang balik yang terjadi tadi cukup untuk membuat tombak terlepas dari tangannya.'


'Yun Che


hanya mundur dua atau tiga langkah


kemudian berdiri tegak di tempatnya. Dia menggoyang lengannya yang sedikit kebas dan tersenyum kecil.'


'"A… Apa!!" Ayah Tie Hengjun


Ketua Klan Tombak Besi


Tie Zhancang


tiba-tiba berdiri. Satu dari Ketua Sekte utama yang namanya mengguncang Kota Bulan Baru bahkan shok sampai hilang kendali karena peristiwa ini! Sebagai Ketua Klan Tombak Besi


dia tahu betapa mengerikan kekuatan jurus : "Naga Matahari Terbit" lebih daripada orang lain. Bahkan bagi lawan tiga level diatas Tie Hengjun


mereka tidak dapat menerima serangan jurus ini secara langsung.'


'Tapi Yun Che


hanya level pertama Tingkat Sakti Awal


bisa…. bisa menahannya!!!!'


'Sedangkan Tie Zhancang bereaksi seperti itu


apalagi yang lain; mulut murid-murid Klan Tombak Besi terbuka seperti akan menyentuh tanah


dan biji mata empat Tetua Istana Bulan Baru hampir melompat dari kelopaknya. Dalam waktu yang singkat


Yun Che telah memberikan mereka guncangan demi guncangan yang membuat mereka hampir kehilangan integritas


mereka hampir berteriak di tempat mereka.'


'Setelah menangkis serangan tombak tersebut

__ADS_1


ekspresi Yun Che menjadi lebih tenang; karena dia tahu telah memenangkan pertarungan ini. Meskipun "Jiwa Jahat" hanya level pertama dan tingkat terendah dari Seni Dewa Jahat


kekuatannya yang mengerikan jauh melampaui dugaannya. Dia melihat ekspresi tidak percaya Tie Hengjun dan berbicara sambil tersenyum: "Kakak Tie


sekarang giliran saya menyerangmu!"'


'Yun Che melangkah maju dan mendekati tubuh Tie Hengjun dalam sekejab mata seperti naga terbang. Kondisi mental Tie Hengjun tidak dapat disamakan dengan orang seusia dirinya


dia langsung pulih dari rasa terkejutnya. Tombak Penusuk Awan diangkat seperti kilat dan menyapu ke arah Yun Che yang mendekat.'


'CLANG!!'


'Saat Tombak Penusuk Awan menghantam tinju kanan Yun Che


suara beradunya logam terdengar kembali. Tie Hengjun terlempar ke belakang


tangannya kebas dan tombaknya hampir jatuh. Dia bahkan lebih terkejut di dalam hatinya… Kekuatan saktinya berada di level empat Tingkat Sakti Awal ditambah dengan kekuatan tombak dapat dengan mudah ditahan sebuah tinju; bagaimana mungkin kekuatan ini dimiliki oleh level pertama Tingkat Sakti Awal!'


'Dalam kondisi keheranan


Tie Hengjun menarik nafas dalam dan melepaskan seluruh energi sakti dalam tubuhnya. Kendalinya terhadap tombak mencapai puncaknya; Tombak Penusuk Awan mengeluarkan bayangan yang menutupi langit dan menyelubungi seluruh tubuh Yun Che.'


'Clang!'


'Clang!'


'Clang!'


'Clang….'


'Clang!'


'Tombak Penusuk Awan berbenturan puluhan kali dengan tinju Yun Che yang mengeluarkan suara logam beradu. Pada benturan terakhir


tatapan Yun Che menjadi serius; kedua tinjunya bersamaan keluar dan langsung menghantam Tombak Penusuk Awan.'


'CLANG!!!!'


'"Ugh!"'


'Tie Hengjun mengeluarkan erangan tertahan dan terhuyung mundur seperti dia dihantam oleh badai yang mengamuk. Hanya setelah mundur beberapa puluh langkah dia akhirnya berhenti; kedua tangannya yang memegang Tombak Penusuk Awan


bergetar berulang kali.'


'Yun Che menurunkan kedua tangannya dan menatap tenang ke arah Tie Hengjun


tetapi tidak terus menyerang.'


'Tie Hengjun menarik nafas panjang


dia menyimpan kembali Tombak Penusuk Awan ke Cincin Penyimpanannya. Setelah meregangkan tubuhnya


dia tersenyum ke arah Yun Che dan berkata: "Adik Yun


saya kalah


saya jujur mengakui kekalahan saya."'


energi sakti yang mengamuk segera ditarik…'


'Klan Tombak Besi bahkan menggunakan kata "tombak" untuk namanya yang menunjukkan betapa pentingnya pandangan mereka terhadap tombak. Sebelum pertandingan


Tie Hengjun juga menyebutkan bahwa Tombak Penusuk Awan merupakan rekannya; bahkan dianggap sepenting hidupnya sendiri


dan tidak pernah terpisah darinya. Bagi orang-orang seperti ini


menjatuhkan senjata mereka merupakan hinaan yang lebih berat dari kematian.'


'"Jika mungkin


saya sungguh ingin bersahabat dengan Adik Yun." Tie Hengjun berkata.'


'"Dengan perkataan itu


kita telah bersahabat." Yun Che berkata sambil tersenyum.'


'Tie Hengjun tidak berkata-kata lain lagi. Dia kemudian mengatupkan tinjunya ke arah Yun Che dan tersenyum tulus


berbalik dan berjalan turun.'


'"Ayah


saya kalah; sungguh kalah dan menyerah tapi juga kalah dengan gembira." Tie Hengjun berkata dengan tenang saat tiba di samping ayahnya


Tie Zhancang.'


'"Pertandingan yang mengesankan." Tie Zhancang berkata dengan tulus: "Kemajuanmu membuat saya kagum dan bersyukur. Meskipun kamu kalah


itu bukan berarti kamu lemah bahkan kemajuanmu sungguh melampaui harapan saya. Meskipun demikian


anak yang bernama Yun Che…" Dia menatap Yun Che dengan tatapan sangat dalam: "Anak ini


pasti akan menjadi naga diantara awan di masa depan. Tetapi saat ini


dia memprovokasi hampir semua sekte besar Kota Awan Baru. Kita tidak tahu bencana apa yang akan menimpanya


apakah kamu tetap mau menjadi temannya?"'


'Tie Hengjun bahkan tidak berpikir soal itu dan langsung menganggukkan kepalanya.'


'"Bagus! Laki-laki sejati


itu baru anak saya


Tie Zhancang." Tie Zhancang tertawa gembira.'


'Istana Utama penuh dengan hiruk pikuk.'

__ADS_1


'"Dia sungguh menang melawan Tie Hengjun! Oh surga! Apakah saya bermimpi?"'


'"Apakah dia benar di level pertama Tingkat Sakti Awal? Gila… bagaimana ini mungkin! Sangat menakutkan… menakutkan!"'


'"Tie Hengjun memang pantas menyandang gelar jenius.. tetapi Yun Che.. sungguh seorang monster!!"'


'Ketua dan Tetua Ketujuh Sekte Utama sulit mengalihkan perhatian mereka dari tubuh Yun Che saat ini. Istana Sakti Bulan Baru yang selalu mereka pandang rendah


tak diduga bisa menghasilkan karakter seperti ini. Mengalahkan Xuan Yu dari Sekte Hati Sakti


Yang Ming Sekte Matahari Awan


Feng Guangyi Istana Badai Sakti dan Tuan muda Klan Tombak Besi Tie Hengjun dengan kekuatan hanya level satu Tingkat Sakti Awal… Jika seseorang tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri


mereka tidak akan mempercayainya!'


'Rencana semula mereka untuk main kasar dengan Ketua Istana yang baru dilantik diganggu oleh Yun Che yang mengubahnya menjadi pertunjukkan seorang diri. Akibatnya


membuat Istana Sakti Bulan Baru tampil memukau dan bahkan menampar wajah mereka beberapa kali.'


'"Kakak ipar… ini benar kakak iparku?" Xia Yuanba membuka lebar matanya saat dia memandang sosok yang menginspirasi dan menjadi fokus perhatian Istana Utama. Dia tidak dapat menghubungkan sosok ini dengan si cacat Yun Che yang mengalami penderitaan berbagai jenis hinaan dan ejekan


yang juga membutuhkan perlindungannya.'


'Setiap murid laki-laki Istana Sakti Bulan Baru mengepalkan erat tinju mereka


mata mereka bersinar penuh rasa takjub


mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan mereka sekarang. Pandangan mata murid perempuan yang memandang Yun Che penuh dengan bintang-bintang. Khususnya Ye Hongling


yang berbicara dengan Yun Che sebelumnya. Saat memikirkan ulang apa yang dia katakan kepada Yun Che "jika kau memiliki masalah


Senior akan menolongmu"


dia menjadi sangat malu…. Betapa pongah kata-katanya.'


'Tentu saja


diantara mereka


ada juga orang-orang yang cemburu


iri dan benci; seperti… Murong Ye.'


'Saat murid-murid sekelilingnya bersorak bagi Yun Che dalam hatinya


dia terus menerus mendengus dan tidak senang dalam hatinya. Karena saat ini


Yun Che menjadi pusat perhatian terlalu lama dan bahkan membuat semua murid Istana Sakti Bulan Baru bisa berdiri dengan berani; dapat dibayangkan betapa tingginya popularitas Yun Che di Istana Sakti Bulan Baru mulai sekarang… Bahkan mungkin melampaui dirinya yang selama ini paling populer di Istana Sakti Bulan Baru.'


'Saat dia melihat Lan Xueruo


dia menemukan bahwa Lan Xueruo menatap tak berkedip kepada Yun Che dengan kilauan tak normal pada matanya; sesuatu yang tidak pernah dia terima. Mendadak


api cemburu mengamuk dengan hebat dalam hatinya


giginya saling beradu… Kau hanya anak liar level pertama Tingkat Sakti Awal yang datang dari kota kecil terpencil! Kau telah cukup mencuri perhatian; setelah hari ini


saya akan membuat kau mengerti siapa bos sejati di Istana Bulan Baru!'


'"Dengan Kakak Tie


terhitung sudah empat orang…. Siapa berikutnya?"'


'Yun Che berdiri di tengah Istana Utama dan menghadap tujuh sekte


sekali lagi memberikan tantangannya.'


'Mengalahkan seorang Feng Guangyi telah menakutkan grup murid berusia enam belas tahun


tidak ada seorang pun yang berani menerima tantangan ini


tidak ada suara dari grup murid enam belas tahun. Bahkan setelah hampir setengah menit


tidak ada seorang pun dari tujuh sekte yang menjawab tantangannya. Dan saat ini


suara yang penuh ejekan terdengar: "Pada grup usia enam belas tahun


bukan hanya jumlah bahkan kualitas yang kami bawa tidak baik. Untuk grup usia enam belas tahun terhitung kami kalah. Hehehe


apakah kalian yang berusia tujuh belas dan delapan belas tahun dari Istana Sakti berani datang dan bertukar petunjuk dengan kami?"'


'Saat suara ini terdengar


langsung menerima respon positif dari tujuh sekte. Tetapi


Yun Che tertawa dingin: "Ingin menantang murid Istana Sakti Bulan Baru yang berusia diatas enam belas tahun? Memang baik


tapi setidaknya kau harus mengalahkan saya dulu


yang hanya berusia enam belas tahun


bukan? Bagaimana kau memiliki kualifikasi menantang Senior saya… Heh


saudara yang berbicara


kau terlihat seperti berusia delapan belas atau sembilan belas tahun? Bagaimana jika kau menantang saya


murid Istana Sakti Bulan Baru usia enam belas tahun? Jika kau menang melawan saya


kau dapat menantang siapa saja dari para Seniorku sesuai keinginanmu. Tetapi jika kau bahkan tidak dapat mengalahkan enam belas tahun seperti saya


heh…"'


'Kerumunan orang melihat ke arah orang yang berbicara. Saat dia mengangkat kepalanya


pandangan setiap orang menegang. Murid-murid yang awalnya berteriak segera terdiam dan bahkan para Tetua Istana Sakti Bulan Baru menunjukkan was-was dalam mata mereka.'

__ADS_1


'Orang ini…. Orang ini….'


'Pemuda yang terlihat delapan belas atau sembilan belas tahun berwajah agak pucat. Dia menatap apatis kepada Yun Che dengan pandangan dinginnya yang seperti kolam air mati dan tertawa penuh ejekan seperti dia mendengar lelucon yang kasar dan tidak menarik: "Kau berkata…. Kau ingin menantang saya?"'


__ADS_2