Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 14


__ADS_3

Bahaya Terselubung


'"Hmm.. Bibi kecil


mengapa kamu menatap saya begitu aneh?" Setelah merasakan suasana agak canggung


sambil menahan nafas sebentar


Xiao Che hati-hati bertanya.'


'Mata indah Xiao Lingxi bergetar


menatapnya cukup lama. Dia buru-buru memalingkan wajahnya dan berbisik perlahan :"Apakah kamu tidak takut


isterimu akan mendengar perkataanmu tadi?"'


'Xiao Che memandang sekelilingnya dan dengan lugu berkata :"Dia sepertinya tidak terlihat disekitar sini


jadi apa yang kamu takutkan? Tetapi


sekalipun dia mendengar apa yang saya katakan


saya tetap tidak takut. Kamu tidak tahu sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh mau menikahi saya


dan juga saya tidak sungguh-sungguh mau menikahinya. Jadi Bibi kecil


meskipun saya….'


'"Berhenti bicara… berhenti !!"'


'Xiao Lingxi mengulurkan tangannya dan menekan bibir Xiao Che supaya dia tidak melanjutkan kata-katanya. Setelah cukup lama baru dia melepaskan tangannya


kemudian membaringkan kembali tubuhnya di bahu Xiao Che


dengan tenang berkata : "Che kecil


walaupun umur saya lebih muda satu tahun dari dirimu


tetapi saya sesungguhnya adalah bibimu. Ada perkataan-perkataan yang dapat kamu katakan kepada gadis lain yang tidak boleh kamu ucapkan kepadaku… Dalam hidup ini.. kamu tidak boleh mengatakannya.. saya tahu hatimu juga memikirkan hal yang sama.. jadi cukup sampai disini…"'


'Dua kalimat terakhir diucapkan Xiao Lingxi dengan sangat sangat perlahan. Ucapannya mengandung kepahitan dan kesedihan yang dapat menghancurkan hati mereka yang mendengarnya.'


'Hati Xiao Che terpukul. Dia tidak lagi mengatakan apapun


menutup matanya


dan mendengar dengan tenang nafas dan debaran jantung gadis disampingnya.'


'"Ketika saya masih anak-anak


saya kurus


hitam dan pendek. Setiap orang memanggilku itik jelek dan selalu mencemooh saya…" Xiao Lingxi meringkuk


suaranya penuh kenangan masa lalu : "Hanya kamu yang mau bermain denganku. Ketika seseorang mencemooh saya


Che kecil selalu menyerang mereka dan mengusir mereka pergi. Kamu selalu dipenuhi luka dan memar.. Semua kesakitan yang kamu alami karena saya. Saya menikmati dan bahagia merasakan perlindunganmu. Saya percaya bahwa kamu selalu dapat melindungi saya…"'


'Perkataan Xiao Lingxi mengingatkan Xiao Che pada masa anak-anak Xiao Lingxi. Pada waktu itu


benar bahwa dia kurus


hitam dan pendek seperti yang dia gambarkan


seperti seekor anak itik. Tetapi


karena dia adalah bibi kecilku


sebagai laki-laki


juga karena dia lebih muda satu tahun dari saya


Xiao Che punya misi untuk melindungi dia sekuat tenaga.. Siapa yang menyangka gadis kecil itu bertumbuh menjadi sangat berbeda dari masa kecilnya. Seekor anak itik sekarang berubah menjadi sangat cantik. Siapa yang bisa menghitung berapa banyak pemuda yang jatuh hati kepadanya.'


'"Waktu berlalu


Che kecil ditemukan memiliki kerusakan nadi. Saya mulai melatih kekuatan sakti saya dengan serius.. karena sekarang berbalik saya yang harus melindungi Che kecil. Saat itu


saya berpikir sama saja


mau Che kecil melindungi saya atau sebaliknya saya melindungi Che kecil


tetap sama. Yang pasti kita selalu bisa bersama. Saat saya bertumbuh semakin dewasa


saya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Che kecil akan mencari seorang isteri dan kemudian menikah. Saat itu terjadi


kita tidak bisa lagi berperilaku seperti masa lalu.. Sebagai tambahan


dari semua gadis di dunia


satu-satunya gadis yang tidak boleh kamu nikahi adalah saya.. dari seluruh pemuda di dunia ini


satu-satunya pemuda yang tidak bisa saya nikahi adalah kamu…"'


'Xiao Che : "...….."'


'"Untuk waktu yang cukup lama


saya berpikir saya bisa menerima sepenuhnya kenyataan itu. Hari ini Che kecil menikah. Saya seharusnya berbahagia


tetapi dari pagi sampai malam


seperti ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Perasaan sakit yang tidak bisa dijelaskan. Saat saya pergi tidur


saya tidak bisa tidur


tidak peduli apapun yang coba saya lakukan… Dan Che kecil

__ADS_1


saat kamu mengatakan perkataan tadi. Saya merasa bahagia


tapi juga bersamaan merasa sedih… Sebenarnya apa yang terjadi padaku?"'


'Perasaan Xiao Che terasa berat. Dia tidak bisa berbicara saat ini


dia juga tidak memiliki ide apa yang harus dikatakan.'


'Ada perasaan terselubung yang berbahaya muncul diantara dirinya dan Xiao Lingxi sejak waktu yang lalu. Saat mereka sadar akan bahaya dari perasaan yang tersembunyi ini


mereka tetap bersama baik siang maupun malam


tetapi tidak pernah mau terbuka untuk membicarakannya. Dalam hati mereka


mereka menyalahkan hubungan keluarga.'


'Pribadi Xiao Che


jika tanpa ingatan dari Benua Awan Biru


adalah seorang pengecut dan rendah diri. Bahkan sampai matipun dia akan mencoba untuk lari daripada menyampaikan kata-kata yang tidak mungkin dia ucapkan. Jadi perasaan ini benar-benar terkubur. Xia Lingxi.. satu kali pun tidak juga mengungkapkan perasaannya


sebelum hari ini. Tapi Xiao Che hari ini bukanlah Xiao Che yang kemarin


dia telah mengeluarkan kata-kata yang bisa menghancurkan bumi. Sebagai responnya


di tengah malam


di puncak bukit yang tersembunyi ini


Xiao Lingxi yang penuh keraguan akhirnya mengungkapkan perasaan yang sudah lama disembunyikan.'


'Hati Xiao Che mulai berdebar tak menentu. Dia menarik nafas panjang dan mencium bau harum tubuh seorang gadis


dia mengulurkan tangan kanannya


memeluk tubuh Xiao Lingxi. Tubuh Xiao Lingxi bergetar


tetapi tidak melawan. Dia menutup matanya


menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam pelukan Xiao Che.'


'Tubuh gadis ini begitu lunak seperti tanpa tulang


hangat


harum dan selembut giok. Kulitnya yang hangat dan lembut


meskipun dipisahkan oleh pakaiannya


bisa mengguncang jiwa seseorang. Xiao Che tidak berani merangkulnya terlalu kuat


takut menyakiti dia. Meskipun demikian


tiba-tiba dia merasakan sepasang tangan dibelakangnya


'Keinginan Xiao Lingxi menghancurkan keraguan Xiao Che. Dia mengulurkan tangan kirinya dan memeluk pinggang ramping Xiao Lingxi


tetapi pikirannya tiba-tiba beku. Arah tangannya tiba-tiba berubah. Seperti mendarat di atas gumpalan yang lembut dan hangat.'


'"Ah…."'


'Mulut Xiao Lingxi mengerang. Pikiran Xiao Che kacau. Dia ingin segera memindahkan tangannya


tetapi dengan lembut tangan Xiao Lingxi menahan tangannya. Awalnya


Xiao Che berpikir untuk segera menarik tangannya karena kejadian yang tak disengaja itu


tetapi.. tangan Xiao Lingxi yang seperti giok menahan telapak tangannya tetap berada ditempat itu


tidak bisa bergerak lagi


tidak membiarkan dia menariknya. Telapak tangannya sekarang tepat berada di atas payudara Xiao Lingxi yang ranum


Xiao Che dapat merasakan debaran jantung Xiao Lingxi berpacu liar."'


'Suara nafas Xiao Lingxi memburu dan berat. Rona merah menjalar dari wajahnya menuju leher. Dia menutup erat matanya dan menenggelamkan kepalanya ke dada Xiao Che


tidak bergerak lagi


sepertinya berusaha untuk tidur.'


'Xiao Che juga menutup matanya


sepenuhnya diam dan tidak bergerak


keduanya dengan tenang saling memeluk. Saat ini


tidak ada satupun dari mereka yang ingin bicara.. karena itu bisa menghancurkan mimpi mereka.'


'Malam semakin larut. Ketika Xia Qingyue menemukan mereka


mereka masih berada pada posisi yang sama


tetapi sekarang telah tertidur.'


'Xia Qingyue keluar untuk mencari Xiao Che. Dia awalnya berpkir


Xiao Che akan pergi tidak lama untuk mencari udara segar. Setelah Xiao Che keluar


dia juga beranjak dari ranjang dan meletakkan selimut di pojok ruangan sehingga jika Xiao Che balik


dia dapat tidur dengan nyaman. Tetapi setelah lama menunggu


Xiao Che tidak balik lagi.'


'Dari suara gerakan yang dia dengar sebelumnya

__ADS_1


Xiao Che sepertinya memanjat tembok dan menuju ke puncak gunung Klan Xiao.'


'Dengan kekuatannya yang begitu lemah


pergi ke puncak gunung tanpa balik ditengah malam..Xia Qingyue akhirnya tidak tahan dan keluar untuk mencarinya. Saat Xia Qingyue menyaksikan pemandangan di depannya


dia sangat tercengang.'


'Hari ini adalah hari pertama dia dan Xiao Che menjadi suami isteri. Ketika Xiao Che membawanya sepanjang jalan menuju Klan Xiao


sikapnya yang tenang menunjukkan kebanggaan. Di aula pertemuan


dia menahan kemarahan dan kebencian. Di ruang pengantin


meskipun Xiao Che menceritakan semua hal secara jelas


ekspresinya dan pandangan matanya tak henti-hentinya berubah


terlihat bingung


tanpa keinginan dan tanpa harapan. Seperti ada kesepian yang menyedihkan yang Xiao Qingyue tidak paham..'


'Tetapi sekarang


sambil mendekap Xiao Lingxi


dia tidur dengan ketenangan yang luar biasa. Ujung mulutnya terangkat


jelas menunjukkan senyum hangat. Lima inderanya sepenuhnya santai dan tenang


ekspresinya bebas


tenang dan sangat damai seperti bayi yang tertidur di dada ibunya.'


'Tiba-tiba


perasaan tidak nyaman muncul di hati Xia Qingyue.. tentu saja bukan berarti dia mempunyai perasaan cinta kepada Xiao Che. Tetapi dia dan Xiao Che telah menjadi suami isteri. Xia Qingyue selalu percaya bahwa pernikahan ini hanya sekedar formalitas baginya


dan status sebagai suami atau isteri juga hanyalah gelar semata


dan tidak akan membuat riak di hatinya. Bagaimana pun juga


dalam beberapa hal


hatinya tidak mengikuti dugaannya. Ini secara khusus benar untuk wanita


sekalipun dia tidak memiliki hati


tapi lebih mudah merasakan sesuatu.'


'Sekarang


dia dan Xiao Che sudah menjadi suami isteri. Meskipun


dalam pikirannya


dia tidak peduli tentang semua ini tetapi faktanya Xiao Che sekarang adalah suaminya yang terpatri di pikiran bawah sadarnya. Karena Xiao Che adalah suaminya


seharusnya dia hanya menjadi miliknya seorang. Namun


di malam pernikahannya


dia tidur memeluk perempuan lain dengan ekspresi yang sangat hangat pada wajahnya.. Pikiran bawah sadar Xia Qingyue secara alami bereaksi tidak jelas.'


'Meskipun gadis ini adalah bibi kecilnya.'


'Perasaan yang tidak nyaman ini menyebabkan hatinya yang biasanya tenang dan dingin seperti hati peri sedikit tertusuk. Sensasi adanya gangguan membuat dia sadar dari lamunannya dan secepatnya memfokuskan perhatian kepada hatinya. Setelah beberapa saat


perasaan menusuk berangsur hilang dan hatinya sekarang benar-benar bersih.'


'Dia tidak menggangu Xiao Che dan Xiao Lingxi


dengan langkah ringan dia kembali ke kamarnya.'


'Tidak lama kemudian


Xia Qingyue balik lagi


dengan selimut merah tua di tangannya. Dia hati-hati menyelimuti Xiao Che dan Xiao Lingxi dan kemudian pergi tanpa bersuara.'


'......…'


'Ketika Xiao Che bangun


hari masih subuh. Xiao Lingxi masih tidur lelap sambil mendekap dada Xiao Che


posisi tidurnya sangat mempesona.. jika mengabaikan gumpal besar liur di dadanya.'


'Pikirannya mulai sadar sepenuhnya


satu demi satu bayangan adegan semalam melintas di kepala Xiao Che. Meskipun pundaknya kebas dan sakit sepanjang malam


dia tidak berani bergerak sedikitpun supaya tidak mengganggu tidur Xiao Lingxi. Saat itu juga tiba-tiba dia menemukan selimut merah tua menutupi tubuhnya.'


'"Yaah.. kacau…" Saat dia mengangkat tangannya dan memegang selimut


raungan kecil meluncur dari mulutnya.. Ini jelas selimut yang disiapkan kemarin dan diletakkan di kamar pengantinnya.'


'Xiao Che melihat ke arah halamannya


hatinya merintih.. Pada malam pernikahannya


bukan saja dia tidak ada di kamar pengantin


tetapi keluar dan tidur dengan perempuan lain sepanjang malam. Isteri yang baru dia nikahi juga secara pribadi keluar menyelimuti dia.'


'Peristiwa ini… sangat menyeramkan!'

__ADS_1


__ADS_2