
Penyesalan Yang Mendalam
'"Jasmin…. Jasmin…." Saat memanggil nama Jasmin
hati Yun Che sangat sesak. Tingkat keganasan serangan racun mematikan kali ini sepuluh kali lebih kuat dari serangan empat bulan lalu. Lagipula
terakhir kali
walaupun hanya membunuh dua orang Tingkat Batin Sakti tetapi telah membuat dia menderita kesakitan. Kali ini
dalam sekejab dia membunuh naga Tingkat Kaisar Sakti! Intensitas Kekuatan Sakti yang dia gunakan sungguh berbeda seperti langit dan bumi.'
'Jasmin bukannya tidak tahu efek dari membunuh naga api ini. Tetapi dia tetap menyerang karena jika tidak
Yun Che akan mati. Dan ketika Yun Che mati
dia juga akan ikut mati.'
'Penyesalan yang sangat dalam membuat hati Yun Che seperti ditusuk duri tajam… Sepanjang proses memasuki gua naga api
Jasmin tiga kali terus menerus mencegahnya dan juga memperingatkan dirinya bahwa pusaka naga sejati memiliki kekuatan yang ditanam didalamnya; yang berarti bahwa pusaka itu tidak boleh diambil. Tetapi dia tetap berjalan masuk tanpa peduli… Malahan dia merasa berani dan hebat
tetapi dia melupakan satu hal; dia bukan lagi Yun Che yang suaranya bergema diseluruh benua sebelumnya
tetapi malahan hanya seorang yang dianggap remeh yang berada di level keempat Tingkat Dasar Sakti. Apa yang dia hadapai merupakan Binatang Kaisar Sakti yang menakutkan. Bahkan sedikit saja kurang hati-hati
dia akan kehilangan nyawanya dan menyeret Jasmin juga ikut kehilangan nyawa bersama dirinya.'
'Akibat inilah yang akhirnya terjadi.'
'"Maafkan saya Jasmin… Maafkan…. Maafkan…. Saya seharusnya mendengarkan kamu
tidak seharusnya saya bertindak semberono…" Sementara tangannya merasakan perubahan tubuh Jasmin
hati Yun Che semakin sesak. Dia meminta maaf kepada Jasmin berulang kali… Tetapi tidak peduli berapa kali dia meminta maaf dan menyesali keadaan ini
semuanya tidak bisa dipulihkan ke kondisi semula.'
'Bibir Jasmin bergerak sedikit
tetapi suara yang keluar terlalu kecil untuk didengar.'
'Tubuhnya semakin dingin dan tanpa disadari sudah berubah menjadi semi-transparan.'
'Meskipun tubuh Jasmin hanya sebagian berbentuk transparan yang tergantung pada kekuatan hidup Yun Che tetapi dirinya tetap merupakan inang jiwa Jasmin. Jika tubuhnya menghilang maka jiwa Jasmin akan lenyap karena tersebar dan menghilang seluruhnya diganyang racun mematikan.'
'"Jasmin!! Jasmin!!"'
'Yun Che mengertakkan giginya saat tangan kirinya dengan putus asa memancarkan kekuatan pemurnian dari Mutiara Racun Langit. Tangan kanannya terus mengguncang tubuh Jasmin
sangat berharap membangkitkan kesadarannya walaupun tanda-tandanya sangat kecil. Akhirnya
dia melihat bibir pucat Jasmin yang menakutkan terbuka dan tertutup kembali. Yun Che terpaku sesaat
kemudian segera meletakkan telinganya dekat dengan bibirnya.'
'"Saya… tidak ingin… mati.... Belum… membalas dendam… ibu… kakak laki-laki… Belum… membunuh… mereka semua… Saya… tidak ingin… mati…."'
'Suara Jasmin sangat lemah dan hampir mustahil mendengar dengan jelas bahkan dari dekat. Suara lemah ini
membuat suasana dalam hati Yun Che sangat bergelora.'
'Ketika Jasmin pertama kali muncul didepan matanya empat bulan lalu
dia merasakan sejenis perasaan akrab yang tidak dapat dijelaskan dari dirinya…Sejenis perasaan yang sangat akrab bagi dia sepanjang beberapa hari itu… Dia begitu muda dan sangat cantik bahkan menyebut dirinya sendiri seorang puteri; dia kelihatannya bertumbuh dihujani cinta kasih dari puluhan ribu orang… Tetapi
mata indahnya selalu memancarkan pandangan dingin dan tidak peduli. Ketika membunuh orang
wajah lembutnya tidak ada sedikitpun tanda takut atau simpati
malahan terlihat kejam… tidak berubah dan acuh tak acuh.'
'Kali ini
dia akhirnya mengerti mengapa dia sangat akrab dengan perasaan dirinya yang mirip dengannya disaat awal pertemuan itu…'
'Itu adalah rasa benci!'
'Di Benua Awan Biru
ketika dia berusia tujuh belas tahun
dia hidup di bawah bayangan Guruya yang diperlakukan seperti anjing sampai mati. Saat itu
hanya rasa benci
rasa benci yang tak berdasar
mengalir keluar dari dalam hatinya… Sepanjang hari-hari itu
ekspresi di matanya; ketidakpeduliannya
kekejamannya… Mungkin
sangat mirip dengan dengan apa yang dia lihat sekarang pada Jasmin.'
'Tetapi
saat itu
dia telah berusia tujuh belas tahun dan terhitung sebagai seorang dewasa. Tetapi Jasmin… baru berusia tiga belas tahun. Dia tidak dapat membayangkan jenis rasa benci apa yang mengendalikan seorang gadis
yang seharusnya menjadi seorang malaikat berubah menjadi setan yang tidak peduli dan kejam.'
'Dalam gumamannya baru saja
__ADS_1
cara dia menyebut dirinya berubah menjadi 'saya' bukan 'puteri ini'. Penemuan ini juga membuat hati Yun Che kacau. Karena Jasmin sekarang hampir kehilangan kesadarannya
jadi perkataan yang diucapkannya sesungguhnya keluar dari jiwanya. Ini artinya dua kata 'puteri ini' sesungguhnya bukan kebiasaan dia menyebut dirinya tetapi sepertinya dia sengaja menyebut dirinya demikian. Sepertinya jika menggunakan dua kata ini
dia terus mengingatkan dirinya tentang sesuatu.'
'Perasaan intim karena mereka bernasib sama tumbuh dari dalam hati Yun Che
terjalin bersama rasa bersalah dan penyesalannya yang dalam. Dia mulai menggoyang tubuh Jasmin dengan lebih kuat dan berteriak keras : "Jasmin
bangun! Kau tidak boleh hilang kesadaran! Bukankah kita telah membuat janji? Kau memberi saya seperangkat Nadi Sakti baru
tetapi saya belum menyelesaikan apa yang saya harus lakukan bagimu…. Apakah kau ingin meninggalkannya seperti ini!! Juga… Kau adalah guruku
tetapi kau belum mengajarkan apa-apa kepadaku… Sebagai guruku
kau tidak boleh bertindak tidak bijaksana seperti itu! Bangun
tolong bangun!!"'
'Tetapi tidak peduli bagaimana cara Yun Che menggunakan Mutiara Racun Langit dan menggoyangnya
Jasmin tidak merespon sama sekali. Wajah imutnya kehilangan warna terakhirnya dan tubuhnya menjadi semakin transparan. Meskipun mustahil menyentuh wujud tubuhnya
Yun Che dapat melihat dengan jelas tanah dibawahnya
permukaan tanah
melalui dadanya.'
'Gelombang rasa dingin terkumpul dalam hati Yun Che
bahkan giginya hampir hancur karena bergemeretak terlalu kuat. Dia dengan keras memukul dahinya tetapi rasa sakit akut dalam hatinya tidak reda sedkitpun… Ini salahmu! Mengapa tidak mendengar perkataan Jasmin! Hidupmu bukan hanya milikmu
tetapi juga hidup Jasmin… Akhirnya
kau bahkan membutuhkan Jasmin untuk menyelamatkan hidupmu dengan hidupnya! Kau adalah orang yang membunuhnya!!'
'Yun Che mengertakkan giginya dan mengutuk dirinya sendiri. Dari dahinya yang lecet dan berdarah yang dipukul sendiri olehnya
setetes darah perlahan menetes turun dan jatuh mendesis di tanah. Saat dia melihat tetes darah itu dengan cepat mengering
Yun Che tiba-tiba terdiam : "Darah… Benar
darahku!!"'
'Jasmin mengisap darahnya untuk menghubungkan hidupnya denganku; tubuhnya juga terlahir dari darah dan kekuatan hidupku. Pada saat yang sama
tubuhku telah menyatu dengan Mutiara Racun Langit sehingga darahku mungkin memiliki sifat untuk menahan racun yang sangat mematikan!'
'Setelah mendapatkan seberkas harapan
Yun Che tidak berani ragu bahkan sedetik pun. Dia menjulurkan lengan kirinya dan segera mengirisnya dengan ujung jari tangan kanannya
dia menggunakan jarinya dengan hati-hati membuka bibir Jasmin yang tanpa warna sedikitpun sehingga memungkinkan darahnya mengalir kedalam bibirnya
tetes demi tetes. Bersamaan dengan itu
dia menggunakan tangannya meremas bahunya untuk membuat darah lebih cepat mengalir keluar.'
'Jasmin
saya tidak akan membiarkan kau mati… Saya benar-benar tidak akan membiarkan!'
'Bahkan ini adalah janji yang aku buat di masa lalu
tahun itu…..'
'Darah segar segera menetes jatuh dan masuk kedalam bibir Jasmin yang terbuka. Tetapi
butiran darah perlahan mengalir keluar dari ujung sebelah kanan… Jasmin sudah kehilangan kesadarannnya dan tidak bisa lagi menelan.'
'Yun Che mengerutkan kencang alisnya. Setelah ragu sesaat
dia mengangkat tangan kirinya
menggigitnya sampai luka dan mengisapnya dengan kuat. Setelah dia mengisap hampir setengah mulut
dia menurunkan tubuhnya dan membuka dengan lembut bibir Jasmin dengan tangannya : "Jika kau dapat bangun
tidak peduli bagaimana kau akan menghukumku setelah kejadian ini
saya akan menerimanya dengan ikhlas…'
'Ditengah-tengah gumamannya
Yun Che menurunkan kepalanya
dengan lembut menutupi bibir Jasmin dengan bibirnya dan dengan hati-hati menyalurkan darah dari mulutnya
tetes demi tetes
masuk ke mulut Jasmin. Menggunakan nafas dengan cermat
dia meniup darahnya
membuat itu mengalir turun ke dalam mulut Jasmin
masuk kedalam tubuhnya.'
'Meskipun mulut Jasmin sangat pucat
tetapi tetap halus dan lembut tiada cacat
yang membuat Yun Che memiliki keinginan tak terkontrol untuk tetap mempertahankan posisi itu selama mungkin. Sekali sesuap darah selesai dimasukkan
__ADS_1
Yun Che kembali mengisap paksa darahnya. Setelah mengisap sesuap darah
dia kembali dengan hati-hati memasukkan kedalam mulut Jasmin.'
'Setelah mengulangi proses ini beberapa kali
luka di lengannya mulai sembuh
membuat kecepatan isap darahnya menjadi semakin perlahan. Yun Che segera mengulurkan tangan kirinya dan mengiris luka lain yang dalam disebelah kanan luka pertama; dan darah segar sekali lagi
bercucuran seperti sungai…'
'Darah terus dimasukkan kedalam mulut Jasmin. Ketika lima jalur bekas luka muncul di lengan Yun Che
diperkirakan seperlima darah dari tubuhnya masuk ke tubuh Jasmin. Rasa pusing muncul dari otak Yun Che. Tetapi pada saat ini
dia tiba-tiba melihat bahwa tubuhnya tidak berubah lagi menjadi transparan dan mulai muncul sedikit demi sedikit. Serangan racun mematikan dirasakan oleh Mutiara Racun Langit mulai mereda
seperti api yang disiram hujan.'
'Berhasil… Apakah saya berhasil!!'
'Gelombang perasaan terkejut menggelorakan hati Yun Che. Tanpa ragu sedikitpun
dia menjulurkan lengannya sekali lagi dan mengiris luka keenam. Seluruh lengannya telah mati rasa
meskipun demikian hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan dan kegembiraan… Jika darahnya memang dapat menyelamatkan dirinya
kenapa pelit dengan hal itu?'
'Jika tubuh manusia kehilangan lebih dari seperlima volume darahnya dalam waktu singkat
itu bisa mengakibatkan kegagalan fungsi tubuh; lebih dari sepertiga
dapat mengakibatkan shok; lebih dari setengah dapat mengakibatkan kematian….'
'Yun Che yang memiliki keahlian medis sangat tinggi
mengetahui dengan jelas hal ini; tetapi gerakannya
dari awal sampai akhir
tidak sedikitpun tertunda atau ragu saat dia terus menambahkan irisan luka pada lengannya
iris demi iris.'
'Ketika dia akhirnya tidak dapat menahan lagi pusing di otaknya
pandangannya menjadi kabur dan memutih
seperti mau pingsan dia tergeletak di dinding batu dibelakangnya…'
'Ditengah kesadarannya yang kabur
bayangan seorang gadis yang dia selalu berusaha lupakan
perlahan muncul…'
'Sepanjang tujuh tahun dia hidup dalam kebencian
dalam rangka memperoleh kekuatan lebih besar
dia dengan putus asa berlatih setiap hari sampai seluruh tubuhnya compang-camping dan selalu hampir mati berulang kali… Setiap saat
gadis itu selalu mengobati dengan lembut lukanya
membawa makanan lezat untuknya
memperbaiki pakaiannya yang buruk dan membuat dia tertidur nyenyak… Dan keesokan harinya
gadis itu diam-diam melihatnya pergi…'
'Selama periode waktu ini
gadis itu satu-satunya yang berlaku hangat dan membuat dia tertidur nyenyak.'
'Tetapi
sepanjang waktu itu
hanya ada kebencian dalam hatinya. Selain berjuang kembali ketika dia penuh luka dan memar
dia tidak pernah memberikan gadis itu rasa persahabatan
tidak pernah membawa dia sebuah hiasan rambut dan tidak pernah membuat janji apapun dengan dirinya; dia bahkan tidak pernah memperlihatkan sebuah senyum…'
'Sampai hari ketika gadis itu meninggalkan dia selamanya
saat terbaring dilengannya. Pada saat itu
ekspresi dalam mata dan suaranya
merupakan rasa sakit yang sangat bernilai
yang menusuk hatinya
dan tak terlupakan seumur hidupnya…'
'"….Dalam hatiku
ada banyak luka… seperti di tubuhmu… Tetapi… Saya tidak menyesal… menjadi gadis yang menemanimu saat kau sendirian… Meskipun itu menyakitkan… itu juga sangat membahagiakan…"'
'"…. Kakak Yun Che… dikemudian hari
ketika kau sendiri dan ada seorang gadis yang ingin berada di sampingmu… Maka dia… pastilah seorang malaikat yang dikirim surga untukmu… Jangan lukai lagi hatinya… oke…?"'
__ADS_1