Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 54


__ADS_3

Penyesalan Yang Mendalam


'"Jasmin…. Jasmin…." Saat memanggil nama Jasmin


hati Yun Che sangat sesak. Tingkat keganasan serangan racun mematikan kali ini sepuluh kali lebih kuat dari serangan empat bulan lalu. Lagipula


terakhir kali


walaupun hanya membunuh dua orang Tingkat Batin Sakti tetapi telah membuat dia menderita kesakitan. Kali ini


dalam sekejab dia membunuh naga Tingkat Kaisar Sakti! Intensitas Kekuatan Sakti yang dia gunakan sungguh berbeda seperti langit dan bumi.'


'Jasmin bukannya tidak tahu efek dari membunuh naga api ini. Tetapi dia tetap menyerang karena jika tidak


Yun Che akan mati. Dan ketika Yun Che mati


dia juga akan ikut mati.'


'Penyesalan yang sangat dalam membuat hati Yun Che seperti ditusuk duri tajam… Sepanjang proses memasuki gua naga api


Jasmin tiga kali terus menerus mencegahnya dan juga memperingatkan dirinya bahwa pusaka naga sejati memiliki kekuatan yang ditanam didalamnya; yang berarti bahwa pusaka itu tidak boleh diambil. Tetapi dia tetap berjalan masuk tanpa peduli… Malahan dia merasa berani dan hebat


tetapi dia melupakan satu hal; dia bukan lagi Yun Che yang suaranya bergema diseluruh benua sebelumnya


tetapi malahan hanya seorang yang dianggap remeh yang berada di level keempat Tingkat Dasar Sakti. Apa yang dia hadapai merupakan Binatang Kaisar Sakti yang menakutkan. Bahkan sedikit saja kurang hati-hati


dia akan kehilangan nyawanya dan menyeret Jasmin juga ikut kehilangan nyawa bersama dirinya.'


'Akibat inilah yang akhirnya terjadi.'


'"Maafkan saya Jasmin… Maafkan…. Maafkan…. Saya seharusnya mendengarkan kamu


tidak seharusnya saya bertindak semberono…" Sementara tangannya merasakan perubahan tubuh Jasmin


hati Yun Che semakin sesak. Dia meminta maaf kepada Jasmin berulang kali… Tetapi tidak peduli berapa kali dia meminta maaf dan menyesali keadaan ini


semuanya tidak bisa dipulihkan ke kondisi semula.'


'Bibir Jasmin bergerak sedikit


tetapi suara yang keluar terlalu kecil untuk didengar.'


'Tubuhnya semakin dingin dan tanpa disadari sudah berubah menjadi semi-transparan.'


'Meskipun tubuh Jasmin hanya sebagian berbentuk transparan yang tergantung pada kekuatan hidup Yun Che tetapi dirinya tetap merupakan inang jiwa Jasmin. Jika tubuhnya menghilang maka jiwa Jasmin akan lenyap karena tersebar dan menghilang seluruhnya diganyang racun mematikan.'


'"Jasmin!! Jasmin!!"'


'Yun Che mengertakkan giginya saat tangan kirinya dengan putus asa memancarkan kekuatan pemurnian dari Mutiara Racun Langit. Tangan kanannya terus mengguncang tubuh Jasmin


sangat berharap membangkitkan kesadarannya walaupun tanda-tandanya sangat kecil. Akhirnya


dia melihat bibir pucat Jasmin yang menakutkan terbuka dan tertutup kembali. Yun Che terpaku sesaat


kemudian segera meletakkan telinganya dekat dengan bibirnya.'


'"Saya… tidak ingin… mati.... Belum… membalas dendam… ibu… kakak laki-laki… Belum… membunuh… mereka semua… Saya… tidak ingin… mati…."'


'Suara Jasmin sangat lemah dan hampir mustahil mendengar dengan jelas bahkan dari dekat. Suara lemah ini


membuat suasana dalam hati Yun Che sangat bergelora.'


'Ketika Jasmin pertama kali muncul didepan matanya empat bulan lalu


dia merasakan sejenis perasaan akrab yang tidak dapat dijelaskan dari dirinya…Sejenis perasaan yang sangat akrab bagi dia sepanjang beberapa hari itu… Dia begitu muda dan sangat cantik bahkan menyebut dirinya sendiri seorang puteri; dia kelihatannya bertumbuh dihujani cinta kasih dari puluhan ribu orang… Tetapi


mata indahnya selalu memancarkan pandangan dingin dan tidak peduli. Ketika membunuh orang


wajah lembutnya tidak ada sedikitpun tanda takut atau simpati


malahan terlihat kejam… tidak berubah dan acuh tak acuh.'


'Kali ini


dia akhirnya mengerti mengapa dia sangat akrab dengan perasaan dirinya yang mirip dengannya disaat awal pertemuan itu…'


'Itu adalah rasa benci!'


'Di Benua Awan Biru


ketika dia berusia tujuh belas tahun


dia hidup di bawah bayangan Guruya yang diperlakukan seperti anjing sampai mati. Saat itu


hanya rasa benci


rasa benci yang tak berdasar


mengalir keluar dari dalam hatinya… Sepanjang hari-hari itu


ekspresi di matanya; ketidakpeduliannya


kekejamannya… Mungkin


sangat mirip dengan dengan apa yang dia lihat sekarang pada Jasmin.'


'Tetapi


saat itu


dia telah berusia tujuh belas tahun dan terhitung sebagai seorang dewasa. Tetapi Jasmin… baru berusia tiga belas tahun. Dia tidak dapat membayangkan jenis rasa benci apa yang mengendalikan seorang gadis


yang seharusnya menjadi seorang malaikat berubah menjadi setan yang tidak peduli dan kejam.'


'Dalam gumamannya baru saja

__ADS_1


cara dia menyebut dirinya berubah menjadi 'saya' bukan 'puteri ini'. Penemuan ini juga membuat hati Yun Che kacau. Karena Jasmin sekarang hampir kehilangan kesadarannya


jadi perkataan yang diucapkannya sesungguhnya keluar dari jiwanya. Ini artinya dua kata 'puteri ini' sesungguhnya bukan kebiasaan dia menyebut dirinya tetapi sepertinya dia sengaja menyebut dirinya demikian. Sepertinya jika menggunakan dua kata ini


dia terus mengingatkan dirinya tentang sesuatu.'


'Perasaan intim karena mereka bernasib sama tumbuh dari dalam hati Yun Che


terjalin bersama rasa bersalah dan penyesalannya yang dalam. Dia mulai menggoyang tubuh Jasmin dengan lebih kuat dan berteriak keras : "Jasmin


bangun! Kau tidak boleh hilang kesadaran! Bukankah kita telah membuat janji? Kau memberi saya seperangkat Nadi Sakti baru


tetapi saya belum menyelesaikan apa yang saya harus lakukan bagimu…. Apakah kau ingin meninggalkannya seperti ini!! Juga… Kau adalah guruku


tetapi kau belum mengajarkan apa-apa kepadaku… Sebagai guruku


kau tidak boleh bertindak tidak bijaksana seperti itu! Bangun


tolong bangun!!"'


'Tetapi tidak peduli bagaimana cara Yun Che menggunakan Mutiara Racun Langit dan menggoyangnya


Jasmin tidak merespon sama sekali. Wajah imutnya kehilangan warna terakhirnya dan tubuhnya menjadi semakin transparan. Meskipun mustahil menyentuh wujud tubuhnya


Yun Che dapat melihat dengan jelas tanah dibawahnya


permukaan tanah


melalui dadanya.'


'Gelombang rasa dingin terkumpul dalam hati Yun Che


bahkan giginya hampir hancur karena bergemeretak terlalu kuat. Dia dengan keras memukul dahinya tetapi rasa sakit akut dalam hatinya tidak reda sedkitpun… Ini salahmu! Mengapa tidak mendengar perkataan Jasmin! Hidupmu bukan hanya milikmu


tetapi juga hidup Jasmin… Akhirnya


kau bahkan membutuhkan Jasmin untuk menyelamatkan hidupmu dengan hidupnya! Kau adalah orang yang membunuhnya!!'


'Yun Che mengertakkan giginya dan mengutuk dirinya sendiri. Dari dahinya yang lecet dan berdarah yang dipukul sendiri olehnya


setetes darah perlahan menetes turun dan jatuh mendesis di tanah. Saat dia melihat tetes darah itu dengan cepat mengering


Yun Che tiba-tiba terdiam : "Darah… Benar


darahku!!"'


'Jasmin mengisap darahnya untuk menghubungkan hidupnya denganku; tubuhnya juga terlahir dari darah dan kekuatan hidupku. Pada saat yang sama


tubuhku telah menyatu dengan Mutiara Racun Langit sehingga darahku mungkin memiliki sifat untuk menahan racun yang sangat mematikan!'


'Setelah mendapatkan seberkas harapan


Yun Che tidak berani ragu bahkan sedetik pun. Dia menjulurkan lengan kirinya dan segera mengirisnya dengan ujung jari tangan kanannya


dia menggunakan jarinya dengan hati-hati membuka bibir Jasmin yang tanpa warna sedikitpun sehingga memungkinkan darahnya mengalir kedalam bibirnya


tetes demi tetes. Bersamaan dengan itu


dia menggunakan tangannya meremas bahunya untuk membuat darah lebih cepat mengalir keluar.'


'Jasmin


saya tidak akan membiarkan kau mati… Saya benar-benar tidak akan membiarkan!'


'Bahkan ini adalah janji yang aku buat di masa lalu


tahun itu…..'


'Darah segar segera menetes jatuh dan masuk kedalam bibir Jasmin yang terbuka. Tetapi


butiran darah perlahan mengalir keluar dari ujung sebelah kanan… Jasmin sudah kehilangan kesadarannnya dan tidak bisa lagi menelan.'


'Yun Che mengerutkan kencang alisnya. Setelah ragu sesaat


dia mengangkat tangan kirinya


menggigitnya sampai luka dan mengisapnya dengan kuat. Setelah dia mengisap hampir setengah mulut


dia menurunkan tubuhnya dan membuka dengan lembut bibir Jasmin dengan tangannya : "Jika kau dapat bangun


tidak peduli bagaimana kau akan menghukumku setelah kejadian ini


saya akan menerimanya dengan ikhlas…'


'Ditengah-tengah gumamannya


Yun Che menurunkan kepalanya


dengan lembut menutupi bibir Jasmin dengan bibirnya dan dengan hati-hati menyalurkan darah dari mulutnya


tetes demi tetes


masuk ke mulut Jasmin. Menggunakan nafas dengan cermat


dia meniup darahnya


membuat itu mengalir turun ke dalam mulut Jasmin


masuk kedalam tubuhnya.'


'Meskipun mulut Jasmin sangat pucat


tetapi tetap halus dan lembut tiada cacat


yang membuat Yun Che memiliki keinginan tak terkontrol untuk tetap mempertahankan posisi itu selama mungkin. Sekali sesuap darah selesai dimasukkan

__ADS_1


Yun Che kembali mengisap paksa darahnya. Setelah mengisap sesuap darah


dia kembali dengan hati-hati memasukkan kedalam mulut Jasmin.'


'Setelah mengulangi proses ini beberapa kali


luka di lengannya mulai sembuh


membuat kecepatan isap darahnya menjadi semakin perlahan. Yun Che segera mengulurkan tangan kirinya dan mengiris luka lain yang dalam disebelah kanan luka pertama; dan darah segar sekali lagi


bercucuran seperti sungai…'


'Darah terus dimasukkan kedalam mulut Jasmin. Ketika lima jalur bekas luka muncul di lengan Yun Che


diperkirakan seperlima darah dari tubuhnya masuk ke tubuh Jasmin. Rasa pusing muncul dari otak Yun Che. Tetapi pada saat ini


dia tiba-tiba melihat bahwa tubuhnya tidak berubah lagi menjadi transparan dan mulai muncul sedikit demi sedikit. Serangan racun mematikan dirasakan oleh Mutiara Racun Langit mulai mereda


seperti api yang disiram hujan.'


'Berhasil… Apakah saya berhasil!!'


'Gelombang perasaan terkejut menggelorakan hati Yun Che. Tanpa ragu sedikitpun


dia menjulurkan lengannya sekali lagi dan mengiris luka keenam. Seluruh lengannya telah mati rasa


meskipun demikian hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan dan kegembiraan… Jika darahnya memang dapat menyelamatkan dirinya


kenapa pelit dengan hal itu?'


'Jika tubuh manusia kehilangan lebih dari seperlima volume darahnya dalam waktu singkat


itu bisa mengakibatkan kegagalan fungsi tubuh; lebih dari sepertiga


dapat mengakibatkan shok; lebih dari setengah dapat mengakibatkan kematian….'


'Yun Che yang memiliki keahlian medis sangat tinggi


mengetahui dengan jelas hal ini; tetapi gerakannya


dari awal sampai akhir


tidak sedikitpun tertunda atau ragu saat dia terus menambahkan irisan luka pada lengannya


iris demi iris.'


'Ketika dia akhirnya tidak dapat menahan lagi pusing di otaknya


pandangannya menjadi kabur dan memutih


seperti mau pingsan dia tergeletak di dinding batu dibelakangnya…'


'Ditengah kesadarannya yang kabur


bayangan seorang gadis yang dia selalu berusaha lupakan


perlahan muncul…'


'Sepanjang tujuh tahun dia hidup dalam kebencian


dalam rangka memperoleh kekuatan lebih besar


dia dengan putus asa berlatih setiap hari sampai seluruh tubuhnya compang-camping dan selalu hampir mati berulang kali… Setiap saat


gadis itu selalu mengobati dengan lembut lukanya


membawa makanan lezat untuknya


memperbaiki pakaiannya yang buruk dan membuat dia tertidur nyenyak… Dan keesokan harinya


gadis itu diam-diam melihatnya pergi…'


'Selama periode waktu ini


gadis itu satu-satunya yang berlaku hangat dan membuat dia tertidur nyenyak.'


'Tetapi


sepanjang waktu itu


hanya ada kebencian dalam hatinya. Selain berjuang kembali ketika dia penuh luka dan memar


dia tidak pernah memberikan gadis itu rasa persahabatan


tidak pernah membawa dia sebuah hiasan rambut dan tidak pernah membuat janji apapun dengan dirinya; dia bahkan tidak pernah memperlihatkan sebuah senyum…'


'Sampai hari ketika gadis itu meninggalkan dia selamanya


saat terbaring dilengannya. Pada saat itu


ekspresi dalam mata dan suaranya


merupakan rasa sakit yang sangat bernilai


yang menusuk hatinya


dan tak terlupakan seumur hidupnya…'


'"….Dalam hatiku


ada banyak luka… seperti di tubuhmu… Tetapi… Saya tidak menyesal… menjadi gadis yang menemanimu saat kau sendirian… Meskipun itu menyakitkan… itu juga sangat membahagiakan…"'


'"…. Kakak Yun Che… dikemudian hari


ketika kau sendiri dan ada seorang gadis yang ingin berada di sampingmu… Maka dia… pastilah seorang malaikat yang dikirim surga untukmu… Jangan lukai lagi hatinya… oke…?"'

__ADS_1


__ADS_2