
Percayakah kamu bahwa saya Tabib Ajaib ?
'Xiao Che sangat memahami bahwa level kekuatan sakti Xia Qingyue sesungguhnya jauh lebih tinggi dari level sepuluh tingkat dasar
tetapi Xiao Yulong tidak tahu sama sekali. Xia Qingyue sangat marah dan mengerahkan 70% dari kekuatan saktinya untuk menghantam Xiao Yulong. Melihat Xiao Yulong tergeletak di tanah
dia menarik kembali tangannya dan acuh tak acuh berkata : "Sepertinya Tuan Muda Xiao tidak berada dalam kondisi yang baik untuk bertukar pendapat
silahkan pulang saja."'
'Tergeletak di tanah
Xiao Yulong terheran-heran… Dia sangat yakin dengan level ketiga tingkat Batin saktinya
menyentuh tangan Xia Qingyue akan sangat mudah. Tetapi tidak terpikirkan bahwa setelah bertemu
dia akan terkapar di tanah dengan seluruh tubuh memar
dipukul tanpa bisa melawan sedikit pun. Matanya terbelalak
hatinya terguncang melihat dua gigi seri berdarah yang jatuh didepannya.'
'Xiao Yulong segera bangun
wajahnya kejang. Dia tahu betapa babak belur dan lemah dirinya sekarang. Dengan statusnya sebagai Tuan Muda Klan Xiao
kejadian seperti ini belum pernah dia alami seumur hidupnya… dan ini terjadi dihadapan wanita yang dia hargai dan sangat cintai. Walaupun demikian
Tuan Muda Xiao tetaplah Tuan Muda Xiao. Dia menghapus darah dari mulutnya
wajahnya penuh kehangatan dan senyum manis : "Nona Xia
reputasimu pada level 10 tingkat dasar sudah lama saya tahu. Hanya saja
barusan saya ingin mengujinya dan terlalu memandang rendah dirimu. Tetapi kali ini
Nona Xia harus berhati-hati."'
'Dengan dua gigi depannya hilang
suara Xiao Yulong seperti orang bersiul di udara. Setelah berbicara
dia mengangkat tangannya dan mengerahkan seluruh kekuatan saktinya… Dia yakin bahwa alasan kenapa hal tadi terjadi karena dia kurang hati-hati saat Xia Qingyue beraksi menggunakan seluruh kekuatannya. Dengan level 10 tingkat dasar Xia Qingyue dibandingkan level 3 Tingkat Batin saktinya
bagaimana mungkin dia tidak bisa mengalahkan Xia Qingyue?!'
'Xiao Yulong berjalan maju. Tiga langkah kemudian
kedua tangannya secara bersamaan terjulur keluar mengunci ke arah tangan Xia Qingyue. Tindakannya menyebabkan Xia Qingyue semakin benci. Semua kesabarannya hilang
tangan kanannya diayunkan
lengan baju merahnya berkibar. Hembusan keras kekuatan sakti yang membawa hawa dingin beku menyambar ke arah wajah Xiao Yulong.'
'Kekuatan sakti ini tidak mengandung Seni Awan Beku
tetapi tetap tidak bisa ditahan oleh Xiao Yulong.'
'Dengan suara *pang*
pipi kanan Xiao Yulong terhantam dan seluruh tubuhnya terbang ke belakang. Dia berputar sekitar 7 atau 8 kali di udara dan jatuh dengan keras di luar halaman. Tiga gigi tanggal dan berdarah
dua dari mereka menikan wajah Xiao Yulong.'
'"Pertukaran petunjuk selesai
saya ingin kamu segera pergi." Xia Qingyue tidak melihatnya
suaranya sedingin es.'
'Seluruh wajah sebelah kanan Xiao Yulong tampak sangat merah
seperti dicelup dengan darah. Sekarang ini
sekalipun dia idiot
dia paham bahwa level ketiga tingkat Batin sakti tidak cukup kuat untuk menghadapi Xia Qingyue. Dia memegang bagian kanan wajahnya yang berkedut dan menatap Xia Qingyue dengan mata yang penuh teror. Mengambil nafas dalam
dia berjalan sempoyongan tanpa sepatah kata.'
'Xiao Yulong tiba di rumah obat dan baru saja mau masuk ke dalam ketika dia melihat Xiao Che berjalan keluar
tangan kirinya memegang pot obat dan di tangan kanannya ada sebuah bungkusan. Saat melihat Xiao Yulong
Xiao Che menyapa dia dengan hangat : "Kakak Yulong
mengapa kamu datang kesini? Aiya! Kakak Yulong
wajahmu.. apa
apa
apa yang terjadi?"'
'Melihat Xiao Che
Xiao Yulong mengertakkan giginya
mengeluarkan dengusan dingin dan secepatnya berlari ke arah rumah obat. Suara keheranan datang dari Pemimpin Tabib Klan Xiao
Xiao Gu
dari dalam ruangan. "Tuan Muda… siapa… siapa… siapa… yang berani melakukan hal jahat ini kepadamu?!"'
'"Tidak ada yang menyakiti… saat saya berlatih di puncak gunung
saya tidak berhati-hati dan jatuh ke bawah…" Suara Xiao Yulong terdengar penuh penderitaan. Tentu saja dia tidak akan mengakui penyebab hal ini
karena dia diberi pelajaran oleh Xia Qingyue karena berusaha memegang tangannya.'
'"Bagaimana ini tidak menyakiti kamu?! Tulang pipimu dihancurkan sampai remuk
__ADS_1
kamu kehilangan lima gigi dan tiga yang lain patah setengah. Tidak ada yang bisa menumbuhkan ini kembali…'
'Xiao Che tidak berjalan terlalu jauh. Suara yang melayang masuk ke telinganya seperti pusaran udara dingin .'
'Wanita ini… tindakannya terlalu kejam.'
'Bubuk Pembunuh Jantung yang membunuhnya berasal dari Xiao Yulong. Xiao Che ingin meminjam kekuatan Xia Qingyue untuk memberinya sedikit pelajaran.. tetapi apakah ini bisa dihitung sebagai pelajaran? Dia bahkan memukul Xiao Yulong sampai tinggal setengah langkah ke kematian.'
'Berpikir bagaimana dia menggunakan Kakeknya sebagai tameng untuk memegang tangannya tadi pagi
Xiao Che berkeringat dingin.'
'Ketika dia kembali ke halamannya
Xia Qingyue sementara berdiri tenang di tengah halaman. Melihat dia kembali
Xia Qingyue acuh tak acuh berkata : "Xiao Yulong tadi datang."'
'"Oh.. iya
saya tahu. Saya baru saja melihat dia di rumah obat." Xiao Che secara hati-hati melihat ekspresi Xia Qingyue sebelum menjawab dengan bijaksana.'
'Xia Qingyue tidak lagi memperhatikan dirinya. Dia menutup matanya dan selapis es dingin mengelilingi tubuhnya.'
'"Isteriku Qingyue
dapatkah saya bertanya satu pertanyaan?" Xiao Che membuka mulutnya dan melangkah maju selangkah.'
'"??" Xia Qingyue tidak bereaksi sedikitpun.'
'"Pada level apa sebenarnya kekuatan saktimu?" Untuk bisa membuat Xiao Yulong dalam keadaan babak belur
dia seharusnya paling kurang level kelima tingkat Batin sakti ! Mencapai level lima tingkat Batin sakti pada usia 16 tahun.. jika ini terungkap
Kota Awan Apung akan gempar.'
'Xia Qingyue tetap tidak bereaksi apa-apa. Dia terlihat tidak memberi sedikit perhatian pun untuk menjawab pertanyaan Xiao Che.'
'Wajah Xiao Che penuh dengan kemurungan karena tidak dihiraukan. Melihat penampilan Xia Qingyue yang lagi berlatih Seni Awan Beku. Dia tidak berbicara lagi. Setelah meletakkan barang-barang ditangannya ke tanah
dia mencondongkan tubuhnya ke belakang
melipat kedua tangannya di depan dadanya dan santai melihat wajah Xia Qingyue.'
'Dia menatap sampai seperempat jam berlalu.'
'Xia Qingyue biasanya berdiam di dalam ruangannya di masa lalu. Saat melatih Seni Awan Beku
dari samping Gurunya kadang-kadang memberikan petunjuk
tetapi selebihnya
dia melakukannya seorang diri
tidak ada yang dapat mengganggunya… tetapi sekarang ada seorang pria yang menatap wajahnya dengan kedua matanya.'
'Meskipun dia berdiri sangat tenang dengan mata tertutup
dia masih dapat merasakan Xiao Che yang berdiri memandangnya. Padangan Xiao Che tidak bergerak ke tempat lain
terus menatapnya tanpa mau membiarkan sedikitpun matanya beralih dari Xia Qingyue. Pandangan yang tajam menyapu dan menyapu kembali seluruh bagian tubuhnya
membuat hatinya tidak tenang. Seluruh tubuhnya tidak nyaman.. diatas semuanya
dia hanyalah seorang gadis 16 tahun. Mengharapkan hatinya benar-benar setenang air
masih sangat jauh.'
'Sesudah seperempat jam berlalu
Xiao Che masih tetap berdiri disitu
pandangannya tetap melekat pada diri Xia Qingyue. Xia Qingyue akhirnya tidak bisa mempertahankan dirinya dan membuka mata indahnya
dengan dingin berkata : "Mengapa kamu menatap saya terus menerus?"'
'"Menunggu kamu secara sukarela berbicara kepada saya
" tanpa rasa bersalah
Xiao Che menjawabnya.'
'"...….." Xia Qingyue merasakan dorongan untuk membunuh orang.'
'"*batuk batuk* Sesungguhnya saya punya hal penting untuk dibicarakan denganmu. Tetapi saya takut mengganggu latihanmu
jadi saya tidak punya pilihan selain menunggu." Xiao Che menegakkan tubuhnya
ekspresinya tulus.'
'"Apa itu? Xia Qingyue bertanya
menekan kuat kemarahannnya.'
'"Uhm
ini seperti." Ekspresi Xiao Che menjadi serius. Dia mengambil beberapa langkah maju ke arah Xiao Qingyue
dan penuh percaya diri berkata : "Pagi tadi
ketika saya memegang tanganmu.. ah
ah! J
j
jangan lakukan apapun! Saya berbicara tentang hal yang penting
hal yang penting!" Setelah melihat Xia Qingyue tiba-tiba mengeluarkan hawa membunuhnya
Xiao Che melangkah mundur
__ADS_1
ekspresi kuatir muncul di wajahnya.. Bahkan Xiao Yulong pun menerima pelajaran berdarah.. Melihat Xia Qingyue tidak melakukan sesuatu
Xiao Che mengeluarkan nafas panjang dan berkata : "Ketika saya memegang tanganmu
saya merasakan bunyi nadimu dan menemukan sebuah persoalan besar. Benar-benar persoalan besar."'
'Perkataan ini membuat tatapan Xia Qingyue sedikit ragu-ragu.. Dia tidak mempercayai Xiao Che dari awal.'
'Meskipun dia merasakan Xiao Che diam-diam memeriksa nadinya ketika dia memegang tangannya tadi pagi
bagaimana mungkin seorang laki-laki lemah dari Klan Xiao di Kota Awan Apung mengetahui persoalan nadi?'
'Tetapi perkataan selanjutnya dari Xiao Che menyebabkan Xia Qingyue sedikit gemetar.'
'"Apakah benar bahwa kamu terbangun pada pukul tiga setiap hari ? Dan bukan hanya itu
tetapi untuk setengah jam berikutnya
seluruh tubuhmu akan menjadi sebeku es
empat anggota gerakmu sakit."'
'Tatapan Xia Qingyue bergetar
tanpa disadari bertanya
"Bagaimana kamu mengetahuinya?"'
'Xiao Che terus berbicara. "Juga
sesudah melatih Seni Rahasia Awan Mengambang
setiap saat kekuatan saktimu membuat terobosan
sepanjang 2 atau 3 hari
benarkah bahwa tubuhmu akan membeku
keempat anggota gerakmu sakit dan kamu tidak dapat makan atau tidur dengan nyenyak?"'
'Tatapan Xia Qingyue sekali lagi terkejut.. karena apa yang Xiao Che katakan sepenuhnya benar!!'
'"Juga.. Kaki Xiao Che langsung melangkah ke arah pintu halaman. Belum sampai setengah tubuhnya keluar pintu
dia berkata dengan wajah serius : "Umm… kamu.. haidmu juga terlambat sekitar 7 atau 8 hari?'
'Xia Qingyue
"!@#¥%..."'
'Hanya saat ini
dia tidak merasakan hawa pembunuhan dari Xia Qingyue
Xiao Che berjalan balik dengan hati-hati dari pintu halaman : "Apakah kamu percaya kepadaku?"'
'"Bagaimana caranya kamu mengetahui semua itu?" Xia Qingyue mengerutkan alis matanya sewaktu bertanya.'
'"Dari nadimu!"'
'"Kamu dapat menganalisa nadi?"'
'"Apakah kamu percaya jika saya katakan saya adalah Tabib Ajaib?" Xiao Che bertanya dengan tulus.'
'"Jika kamu ingin membuat lelucon pergilah mencari Bibi kecilmu." Xia Qingyue menatapnya tanpa ekspresi.'
'Tentu saja
Xiao Che tidak berharap Xia Qingyue percaya padanya. Itu sangat aneh jika dia langsung percaya : "Ini semua adalah gejala yang sangat serius. Kamu tidak ingin tahu bagaimana menyembuhkannya?"'
'"Tidak perlu." Xia Qingyue mengeluarkan suara dingin : "Seni Awan Beku adalah teknik mengolah kekuatan sakti yang eksklusif dari Istana Awan Beku. Sekali kamu melatih Seni Awan Beku
seluruh tubuhmu untuk waktu tertentu akan menjadi dingin tetapi tida ada efek samping lain. Di Istana Awan Beku
ini adalah gejala yang umum
yang diketahui semua murid. Bahkan Ketua Istana dan para leluhur mengalami ini. Sekali Seni Awan Beku dilatih hingga mencapi titik tertentu
efek negatif ini akan hilang seluruhnya."'
'"Ya
ya
apa yang kamu katakan tidak salah." Xiao Che mengangguk
setelah cukup lama berpikir dan berkata sambil tertawa : "Tetapi saya juga akhirnya memahami mengapa Istana Awan Beku melarang penggunaan emosi dan menekan hasrat hati.. karena jika seorang wanita Istana Awan Beku menikah
mereka tidak bisa mendapatkan anak. Jika ini bocor
tentu akan sangat menghancurkan reputasi Istana Awan Beku. Jadi lebih baik melarang murid-murid Istana Awan Beku untuk mencari laki-laki dan sekaligus melindungi rahasia tidak terhormat mereka.'
'Alis Xia Qingyue tiba-tiba menyipit dan tatapannya menjadi dingin. Untuk pertama kali
dia benar-benar marah kepada Xiao Che : "Diam! Saya bisa mentoleransi omong kosongmu.. tetapi saya tidak mengizinkan kamu menghina perguruan saya! Jika kamu terus melakukan
setengah kalimat saja
maka saya tidak akan mengampuni kamu!"'
'Tidak seperti sebelumnya Xiao Che sangat ketakutan tetapi sekarang tidak ada setitik ekspresi takut pada dirinya. Dia tersenyum kecil dan dengan santai berkata : "Apakah benar atau salah
saya sangat tahu. Saya juga mengatakan kepadamu.. kekuatan sakti yang semakin kuat membuat harapan hidup semakin panjang. Tetapi
dari nadimu
saya benar-benar yakin bahwa harapan hidup anggota Istana Awan Beku adalah sepertiga lebih rendah dari orang lain di level kekuatan sakti yang sama !"'
'"Apakah saya benar atau salah?"'
'Perkataan Xiao Che seperti sambaran petir yang datang ke telinga Xia Qingyue dan menyebabkan dua pupil matanya yang indah berkerut dalam sekejab.'
__ADS_1