
Surat Dari Sekte Xiao
'Cuaca masih subuh. Langit baru mulai terang ketika Ketua Klan Xiao
Xiao Yunhai dibangunkan dari tidurnya oleh gedoran pintu kamar. "Ketua Klan! Ketua Klan
apakah tuan sudah bangun?"'
'Xiao Yunhai membuka matanya
melihat sekejap keluar dan kemudian bertanya sambil mengerutkan dahinya : "Ini masih subuh
apa yang terjadi?"'
'"Ini… Ini Xiao… Sekte Xiao ! Surat dari Sekte Xiao!" Dari luar pintu terdengar suara yang gemetar.'
'"Apa? Sekte Xiao?!"'
'Ketua Klan Xiao yang merupakan salah satu orang terkuat di Kota Awan Apung
melompat dari ranjangnya seperti ada orang yang menusuk pantatnya dengan belati. Dia secara sembarangan mengenakan pakaiannya
bahkan tanpa menyisir rambutnya
membuka pintu dengan tergesa-gesa
menarik murid Klan Xiao yang ada di luar. Dengan mata lebar dia berteriak : "Kamu katakan Sekte Xiao? Sekte Xiao?!"'
'"Ya. Benar
Sekte Xiao!" Murid Klan Xiao itu sukar berbicara
dengan seluruh kekuatannya dia mengangguk dan kemudian menyerahkan surat di tangannya kepada Xiao Yunhai. "Surat ini disegel dengan segel Elang Sekte Xiao! Di Benua Awan Biru
tidak akan ada yang berani memalsukan lencana Sekte Xiao."'
'Saat dia melihat segel Elang Langit pada surat itu
Seluruh tubuh Xiao Yunhai bergetar. Dia segera menyambar surat itu
dan dengan tangannya yang gemetar
cepat tetapi sangat hati-hati membuka surat itu.'
'Meskipun nama Sekte Xiao dan Klan Xiao hanya berbeda satu kata tetapi sesungguhnya seperti awan dan lumpur. Di Kota Awan Apung boleh dikatakan Klan Xiao menjadi pemimpin tetapi di Benua Langit Kekal hampir tidak dikenal. Sekte Xiao merupakan salah satu dari 4 sekte terkuat di Kerajaan Angin Biru. Reputasi mereka selevel dengan Vila Pedang Surga
Istana Awan Beku dan Klan Pembakar Surga. Reputasi mereka yang tinggi bukan tandingan bagi Klan Xiao.'
'Jika mau bicara jujur
seorang pelayan yang tidak berarti dari Sekte Xiao lebih dihormati daripada seorang guru Klan Xiao.'
'Tetapi memang ada hubungan antara Klan Xiao dan Sekte Xiao. Karena orang yang mendirikan Klan Xiao di Kota Awan Apung 160 tahun lalu
Xiao Bieli adalah orang dari Sekte Xiao. Xiao Bieli adalah murid terbuang dari Sekte dan menurut kabar merupakan anak dari salah satu Tetua saat ini. Xiao Bieli terlahir dari seorang pelayan yang diperkosa oleh ayahnya saat mabuk. Sejak anak-anak
penampilannya biasa saja dan kurang berbakat. Meskipun demikian
dia membuat banyak kasus yang membuat banyak Tetua tidak senang. Saat remaja
kekuatan saktinya merupakan yang terlemah dari teman sebayanya. Mempertahankan dirinya dalam Sekte Xiao merupakan hinaan bagi ayahnya. Jadi Xiao Bieli dikirim ke kota paling terpencil Awan Apung dan dibantu untuk mendirikan Klan Xiao. Sejak itu
ayahnya tidak memperhatikan dia dan semua kontak terputus.'
'Meskipun demikian
Xiao Bieli tetap memiliki rasa bangga karena terlahir dari Sekte Xiao. Dia menghabiskan seluruh hidupnya
melatih kekuatan saktinya dengan sungguh-sungguh
berharap mendapat pengakuan
dan suatu hari mendapat persetujuan untuk kembali ke Sekte Xiao. Sesudah dia mati
kerinduannya diwariskan ke seluruh Klan Xiao dari generasi ke generasi dan menjadi tujuan utama setiap generasi Klan Xiao. Khususnya disetiap generasi Ketua Klan
sangat berharap dengan sedikit darah dari Sekte Xiao dapat membangun kembali hubungan lama yang telah rusak. Tetapi sampai hari ini
Klan Xiao tidak pernah menghasilkan seseorang yang dapat memenuhi keinginan ini. Jika berbicara tentang Sekte Xiao
itu seperti istana langit
sesuatu yang tidak bisa mereka raih.'
'Tetapi
hari ini
Sekte Xiao mengambil inisiatif untuk mengirim sebuah surat! Ini membuat Xiao Yunhai histeris
kegembiraan hatinya tidak bisa ditahan
seolah-olah dia lagi bermimpi indah sekarang.'
'Sesudah membaca isi surat
kata per kata
wajah Xiao Yunhai berubah menjadi merah seluruhnya
nafasnya tak teratur. Jarinya dengan gemetar menunjuk ke luar
sambil berkata : "Cepat… cepat beritahu semua Tetua untuk secepatnya berkumpul di aula utama! Katakan kepada mereka
kita akan membicarakan berita besar berkaitan dengan masa depan Klan Xiao.. Cepat pergi!"'
'"Ah.. Ya!" Murid Klan Xiao itu buru-buru menjawab dan berlari dengan panik.'
__ADS_1
'......…'
'Xiao Che perlahan-lahan membuka pintu
selimut merah tua ada ditangannya
melihat Xia Qingyue duduk disamping tempat tidur
sudah bangun dan ganti pakaian. Mata indahnya setenang air
menatap Xiao Che tanpa berkedip…'
'Xiao Che tiba-tiba melemparkan selimut itu ke meja. Wajahnya tidak merah dan hatinya tetap tenang
dia berkata : "Isteri
kamu bangun sangat pagi. Apakah kamu tidur enak semalam?"'
'"Kamu tidak mengatakan pertama kali kemana kamu semalam?" Xiao Qingyue bertanya
matanya yang indah sedikit menyipit.'
'"Tidak perlu." Xiao Che meregangkan tubuhnya dan mulai mengatur rambutnya menggunakan cermin : "Karena saya tahu kamu sesungguhnya tidak tertarik."'
'Xia Qingyue : "...."'
'Meskipun dia tertidur dengan Xiao Lingxi semalam di puncak bukit
ketika dia bangun
perasaannya tidak nyaman. Sesudah dia merapikan pakaian dan rambutnya
berbalik ke wajah cantik Xia Qingyue. Xiao Che berdiri dan berkata : "Ayo pergi. Ini adalah pagi pertama
kita harus memberi hormat kepada Kakek… Kamu tidak menolaknya
bukan?"'
'Xia Qingyue berdiri tanpa mengucapkan satu kata pun dan melangkah ke luar pintu. Xiao Che secepatnya mengikuti dia.'
'Xiao Lie bangun sangat pagi setiap hari
tanpa terkecuali hari ini. Setelah memasuki halaman Xiao Lie
hal pertama yang mereka lihat
Xiao Lie lagi menyiram bunga dan tanaman. Xiao Lie melihat Xiao Che dan Xia Qingyue masuk
dia berkata sambil tersenyum : "Kalian datang."'
'Dibawah tatapan mata Xiao Lie yang penuh perhatian
Xiao Che segera mendekat dan memegang tangan Xia Qingyue. Tangan Xia Qingyue sangat lembut dan halus tetapi juga dingin
mungkin karena dia berlatih Seni Awan Beku. Seluruh tubuh Xia Qingyue kaku. Sebelum dia merenggut tanggannya lepas dari Xiao Che
putus asa
membiarkan Xiao Che memegang tangannya sambil berjalan ke arah Xiao Lie.'
'Ayahnya sangat menghormati Xiao Lie
demikian juga dirinya. Dihadapannya
dia tidak bisa tidak memperlihatkan sedikit perhatian ke Xiao Che
jika dia merenggut tangannya
dia tidak bisa membayangkan betapa anehnya kejadian ini di depan Xiao Lie.'
'Ini perbuatan yang sangat menghina…'
'"Kakek
kamu bangun sangat pagi hari ini." Xiao Che menuntun Xia Qingyue memberi hormat kepada Xiao Lie.'
'"Qingyue memberi hormat kepada Kakek." Qingyue membungkuk
gerakannya sangat sopan dan hormat. Ini pertama kalinya tangannya dipegang laki-laki
dia marah dan tidak bisa menolak. Jika dia menggunakan Seni Awan Beku untuk membekukan tangan Xiao Che maka auranya dapat dideteksi oleh Xiao Lie yang berada di puncak tingkat Batin sakti.'
'"Haha
kalian berdua juga bangun sangat pagi." Sambil menatap Xiao Che dan Xia Qingyue yang terlihat begitu mesra
wajah Xiao Che berseri-seri. "Anak Che
Qingyue
meskipun usia 16 terlalu muda untuk menikah
ini tetap sangat menggembirakan saya. Qingyue kamu sudah sepenuhnya tahu kondisi Anak Che. Sebetulnya
pernikahan ini tidak adil bagimu. Tetapi keluarga kami akan melakukan segala upaya supaya ini cukup pantas bagimu. Sekarang
keinginan terbesar saya adalah melihat kalian berdua menjalani hidup dengan baik.'
'Xia Qingyue baru mau menjawab tetapi sudah didahului Xiao Che : "Kakek
jangan berkata begitu! Saya
Xiao Che adalah cucumu. Tidak ada wanita dibawah langit ini yang tidak pantas untuk saya. Jadi
dimana salahnya? Setelah menjadi keluarga
tentu saja Xia Qingyue akan menghormati Kakek dan mengurus saya selamanya. Jika dia tidak melakukan hal ini maka saya akan menceraikan dia dan mencari wanita yang lebih baik. Apakah kamu setuju isteriku
__ADS_1
Qingyue?"'
'"…." Karena Xiao Lie berdiri didepan mereka
Xia Qingyue tidak dapat membekukan mulut Xiao Che dengan Seni Awan Beku.'
'"Hahahaha." Xiao Lie tertawa terbahak-bahak
sampai kepalanya terguncang. Dia melihat Xiao Che dengan tatapan manja :"Ooh kamu
Qingyue baru saja bergabung dalam keluarga kita dan kamu berani menggoda dia seperti itu. Qingyue jangan dengarkan ocehannya. Anak Che ini bajingan
tidak memiliki mulut yang jujur sejak anak-anak. Kamu berdua belum sempat makan tadi malam
kan? Tahu bahwa kalian berdua akan datang
Hong tua sudah membuat sup ayam untuk sarapan. Ayo
mari kita makan bersama."'
'"Ya Kakek.. sangat baik. Apakah kita juga bisa memanggil Bibi Kecil untuk makan bersama?"'
'"Dia masih tidur sekarang. Juga ini masih sangat pagi
tidak usah menggangu dia."'
'Meja makan didalam rumah sudah tersedia 3 porsi makanan untuk sarapan. Xiao Che tidak melepaskan tangannya dari Xiao Qingyue dan menuntunnya ke arah meja makan. Sikap mereka terlihat sangat alami. Xiao Lie mengambil posisi berhadapan dengan mereka berdua. Dia baru saja menyentuh kursinya ketika suara langkah kaki yang berlari cepat terdengar datang dari luar
disertai suara keras :'
'"Tetua Kelima! Apakah Tetua Kelima ada disini?"'
'"Ada apa ini?" Xiao Lie berdiri dan sedikit mengerutkan alisnya.'
'Klan… Perintah Ketua Klan. Semua Tetua secepatnya pergi ke aula utama untuk membicarakan kabar yang berkaitan dengan masa depan Klan Xiao. Tetua harus secepatnya pergi !"'
'Tidak ada kejadian lain di ingatan Xiao Lie dimana perintah mendesak datang sangat pagi. Dia memakai jubahnya menutupi tubuh dan segera berangkat.'
'Xiao Lie baru saja pergi
tetapi tangan Xiao Che secepat kilat melepaskan tangan Xia Qingyue
dan segera melompat ke belakang secepatnya. Dia berkata dengan cemberut
"Isteriku Qingyue
kamu sangat pintar
kamu pasti mengerti alasan saya memegang tanganmu untuk memberikan Kakek ketenangan pikiran. Saya sesungguhnya tidak memiliki maksud lain. Meskipun saya tidak meminta persetujuan sebelumnya
kamu pasti tidak marah
kan?"'
'Ekspresi Xia Qingyue menjadi sangat dingin. Dengan sangat marah dia berkata : "Jika kamu berani lagi sembarangan menyentuh tubuh saya maka tidak ada maaf lagi bagimu."'
'"Hei! Kamu tidak harus semarah itu! Xiao Che menatapnya dengan terbelalak dan depresi terlihat di wajahnya. "Saya hanya memegang tanganmu dan kamu sudah begitu marah.. Kita adalah sepasang suami isteri yang sah. Bahkan jika kamu menikahi saya hanya sebagai ungkapan terima kasih
kita tetap suami dan isteri. Sejak kita menjadi suami isteri
sangat normal bagi saya untuk menyentuh dimana saja
bukan hanya tangan.. Tetapi sekarang apa yang terjadi? Baru saja kita menikah satu hari
kamu sudah begitu dingin dan cuek. Kamu bahkan tidak mengizinkan saya tidur seranjang denganmu di malam pernikahan kita. Sekarang
memegang tanganmu menyebabkan kamu sangat marah.. *Xiao Che terisak* Perempuan apa yang saya nikahi ini? Bahkan lebih buruk daripada menikahi seorang ratu..'
'Temperamen Xiao Che memberikan Xia Qingyue perasaan putus asa. Pertama kali melihatnya
Xiao Qingyue merasa Xiao Che dingin dan sombong. Perlahan-lahan
Xia Qingyue merasa wataknya tidak biasa
bahkan terkesan misterius. Banyak kali
Xiao Che memberikan dia perasaan bahwa dirinya bukan berusia 16 tahun tetapi seorang laki-laki dewasa yang memiliki banyak pengalaman.. Dibalik sikapnya yang berandalan
seperti tersembunyi ketelitian dan perhitungan.'
'Dan sekarang
meskipun dia melakukan kejahatan
dia bertindak seolah-olah dia tidak bersalah. Persis seperti anak nakal
dia mengeluh secara kurang ajar
dan berbalik menuduh dirinya yang melakukan kejahatan. Sesaat
Xia Qingyue terdiam dan tidak tahu harus tertawa atau menangis. Bahkan kemarahan didadanya secara perlahan menghilang.'
'"Lupakan itu
ayo duduk dan makan." Xia Qingyue berkata perlahan.'
'"Dengan kata lain
isteriku Qingyue tidak marah lagi? He he
terlihat seperti isteri yang patuh. Saya datang
ayo makan yang banyak!" Xiao Che tiba-tiba meluncur ke meja dan duduk
seterusnya
memberikan kue kacang hijau miliknya ke piring Xia Qingyue.'
__ADS_1
'"..... " Xia Qingyue mulai merasakan bahwa keputusannya meminta gurunya tinggal menemaninya selama satu bulan adalah keputusan yang salah dan berbahaya.'