Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 15


__ADS_3

Surat Dari Sekte Xiao


'Cuaca masih subuh. Langit baru mulai terang ketika Ketua Klan Xiao


Xiao Yunhai dibangunkan dari tidurnya oleh gedoran pintu kamar. "Ketua Klan! Ketua Klan


apakah tuan sudah bangun?"'


'Xiao Yunhai membuka matanya


melihat sekejap keluar dan kemudian bertanya sambil mengerutkan dahinya : "Ini masih subuh


apa yang terjadi?"'


'"Ini… Ini Xiao… Sekte Xiao ! Surat dari Sekte Xiao!" Dari luar pintu terdengar suara yang gemetar.'


'"Apa? Sekte Xiao?!"'


'Ketua Klan Xiao yang merupakan salah satu orang terkuat di Kota Awan Apung


melompat dari ranjangnya seperti ada orang yang menusuk pantatnya dengan belati. Dia secara sembarangan mengenakan pakaiannya


bahkan tanpa menyisir rambutnya


membuka pintu dengan tergesa-gesa


menarik murid Klan Xiao yang ada di luar. Dengan mata lebar dia berteriak : "Kamu katakan Sekte Xiao? Sekte Xiao?!"'


'"Ya. Benar


Sekte Xiao!" Murid Klan Xiao itu sukar berbicara


dengan seluruh kekuatannya dia mengangguk dan kemudian menyerahkan surat di tangannya kepada Xiao Yunhai. "Surat ini disegel dengan segel Elang Sekte Xiao! Di Benua Awan Biru


tidak akan ada yang berani memalsukan lencana Sekte Xiao."'


'Saat dia melihat segel Elang Langit pada surat itu


Seluruh tubuh Xiao Yunhai bergetar. Dia segera menyambar surat itu


dan dengan tangannya yang gemetar


cepat tetapi sangat hati-hati membuka surat itu.'


'Meskipun nama Sekte Xiao dan Klan Xiao hanya berbeda satu kata tetapi sesungguhnya seperti awan dan lumpur. Di Kota Awan Apung boleh dikatakan Klan Xiao menjadi pemimpin tetapi di Benua Langit Kekal hampir tidak dikenal. Sekte Xiao merupakan salah satu dari 4 sekte terkuat di Kerajaan Angin Biru. Reputasi mereka selevel dengan Vila Pedang Surga


Istana Awan Beku dan Klan Pembakar Surga. Reputasi mereka yang tinggi bukan tandingan bagi Klan Xiao.'


'Jika mau bicara jujur


seorang pelayan yang tidak berarti dari Sekte Xiao lebih dihormati daripada seorang guru Klan Xiao.'


'Tetapi memang ada hubungan antara Klan Xiao dan Sekte Xiao. Karena orang yang mendirikan Klan Xiao di Kota Awan Apung 160 tahun lalu


Xiao Bieli adalah orang dari Sekte Xiao. Xiao Bieli adalah murid terbuang dari Sekte dan menurut kabar merupakan anak dari salah satu Tetua saat ini. Xiao Bieli terlahir dari seorang pelayan yang diperkosa oleh ayahnya saat mabuk. Sejak anak-anak


penampilannya biasa saja dan kurang berbakat. Meskipun demikian


dia membuat banyak kasus yang membuat banyak Tetua tidak senang. Saat remaja


kekuatan saktinya merupakan yang terlemah dari teman sebayanya. Mempertahankan dirinya dalam Sekte Xiao merupakan hinaan bagi ayahnya. Jadi Xiao Bieli dikirim ke kota paling terpencil Awan Apung dan dibantu untuk mendirikan Klan Xiao. Sejak itu


ayahnya tidak memperhatikan dia dan semua kontak terputus.'


'Meskipun demikian


Xiao Bieli tetap memiliki rasa bangga karena terlahir dari Sekte Xiao. Dia menghabiskan seluruh hidupnya


melatih kekuatan saktinya dengan sungguh-sungguh


berharap mendapat pengakuan


dan suatu hari mendapat persetujuan untuk kembali ke Sekte Xiao. Sesudah dia mati


kerinduannya diwariskan ke seluruh Klan Xiao dari generasi ke generasi dan menjadi tujuan utama setiap generasi Klan Xiao. Khususnya disetiap generasi Ketua Klan


sangat berharap dengan sedikit darah dari Sekte Xiao dapat membangun kembali hubungan lama yang telah rusak. Tetapi sampai hari ini


Klan Xiao tidak pernah menghasilkan seseorang yang dapat memenuhi keinginan ini. Jika berbicara tentang Sekte Xiao


itu seperti istana langit


sesuatu yang tidak bisa mereka raih.'


'Tetapi


hari ini


Sekte Xiao mengambil inisiatif untuk mengirim sebuah surat! Ini membuat Xiao Yunhai histeris


kegembiraan hatinya tidak bisa ditahan


seolah-olah dia lagi bermimpi indah sekarang.'


'Sesudah membaca isi surat


kata per kata


wajah Xiao Yunhai berubah menjadi merah seluruhnya


nafasnya tak teratur. Jarinya dengan gemetar menunjuk ke luar


sambil berkata : "Cepat… cepat beritahu semua Tetua untuk secepatnya berkumpul di aula utama! Katakan kepada mereka


kita akan membicarakan berita besar berkaitan dengan masa depan Klan Xiao.. Cepat pergi!"'


'"Ah.. Ya!" Murid Klan Xiao itu buru-buru menjawab dan berlari dengan panik.'

__ADS_1


'......…'


'Xiao Che perlahan-lahan membuka pintu


selimut merah tua ada ditangannya


melihat Xia Qingyue duduk disamping tempat tidur


sudah bangun dan ganti pakaian. Mata indahnya setenang air


menatap Xiao Che tanpa berkedip…'


'Xiao Che tiba-tiba melemparkan selimut itu ke meja. Wajahnya tidak merah dan hatinya tetap tenang


dia berkata : "Isteri


kamu bangun sangat pagi. Apakah kamu tidur enak semalam?"'


'"Kamu tidak mengatakan pertama kali kemana kamu semalam?" Xiao Qingyue bertanya


matanya yang indah sedikit menyipit.'


'"Tidak perlu." Xiao Che meregangkan tubuhnya dan mulai mengatur rambutnya menggunakan cermin : "Karena saya tahu kamu sesungguhnya tidak tertarik."'


'Xia Qingyue : "...."'


'Meskipun dia tertidur dengan Xiao Lingxi semalam di puncak bukit


ketika dia bangun


perasaannya tidak nyaman. Sesudah dia merapikan pakaian dan rambutnya


berbalik ke wajah cantik Xia Qingyue. Xiao Che berdiri dan berkata : "Ayo pergi. Ini adalah pagi pertama


kita harus memberi hormat kepada Kakek… Kamu tidak menolaknya


bukan?"'


'Xia Qingyue berdiri tanpa mengucapkan satu kata pun dan melangkah ke luar pintu. Xiao Che secepatnya mengikuti dia.'


'Xiao Lie bangun sangat pagi setiap hari


tanpa terkecuali hari ini. Setelah memasuki halaman Xiao Lie


hal pertama yang mereka lihat


Xiao Lie lagi menyiram bunga dan tanaman. Xiao Lie melihat Xiao Che dan Xia Qingyue masuk


dia berkata sambil tersenyum : "Kalian datang."'


'Dibawah tatapan mata Xiao Lie yang penuh perhatian


Xiao Che segera mendekat dan memegang tangan Xia Qingyue. Tangan Xia Qingyue sangat lembut dan halus tetapi juga dingin


mungkin karena dia berlatih Seni Awan Beku. Seluruh tubuh Xia Qingyue kaku. Sebelum dia merenggut tanggannya lepas dari Xiao Che


putus asa


membiarkan Xiao Che memegang tangannya sambil berjalan ke arah Xiao Lie.'


'Ayahnya sangat menghormati Xiao Lie


demikian juga dirinya. Dihadapannya


dia tidak bisa tidak memperlihatkan sedikit perhatian ke Xiao Che


jika dia merenggut tangannya


dia tidak bisa membayangkan betapa anehnya kejadian ini di depan Xiao Lie.'


'Ini perbuatan yang sangat menghina…'


'"Kakek


kamu bangun sangat pagi hari ini." Xiao Che menuntun Xia Qingyue memberi hormat kepada Xiao Lie.'


'"Qingyue memberi hormat kepada Kakek." Qingyue membungkuk


gerakannya sangat sopan dan hormat. Ini pertama kalinya tangannya dipegang laki-laki


dia marah dan tidak bisa menolak. Jika dia menggunakan Seni Awan Beku untuk membekukan tangan Xiao Che maka auranya dapat dideteksi oleh Xiao Lie yang berada di puncak tingkat Batin sakti.'


'"Haha


kalian berdua juga bangun sangat pagi." Sambil menatap Xiao Che dan Xia Qingyue yang terlihat begitu mesra


wajah Xiao Che berseri-seri. "Anak Che


Qingyue


meskipun usia 16 terlalu muda untuk menikah


ini tetap sangat menggembirakan saya. Qingyue kamu sudah sepenuhnya tahu kondisi Anak Che. Sebetulnya


pernikahan ini tidak adil bagimu. Tetapi keluarga kami akan melakukan segala upaya supaya ini cukup pantas bagimu. Sekarang


keinginan terbesar saya adalah melihat kalian berdua menjalani hidup dengan baik.'


'Xia Qingyue baru mau menjawab tetapi sudah didahului Xiao Che : "Kakek


jangan berkata begitu! Saya


Xiao Che adalah cucumu. Tidak ada wanita dibawah langit ini yang tidak pantas untuk saya. Jadi


dimana salahnya? Setelah menjadi keluarga


tentu saja Xia Qingyue akan menghormati Kakek dan mengurus saya selamanya. Jika dia tidak melakukan hal ini maka saya akan menceraikan dia dan mencari wanita yang lebih baik. Apakah kamu setuju isteriku

__ADS_1


Qingyue?"'


'"…." Karena Xiao Lie berdiri didepan mereka


Xia Qingyue tidak dapat membekukan mulut Xiao Che dengan Seni Awan Beku.'


'"Hahahaha." Xiao Lie tertawa terbahak-bahak


sampai kepalanya terguncang. Dia melihat Xiao Che dengan tatapan manja :"Ooh kamu


Qingyue baru saja bergabung dalam keluarga kita dan kamu berani menggoda dia seperti itu. Qingyue jangan dengarkan ocehannya. Anak Che ini bajingan


tidak memiliki mulut yang jujur sejak anak-anak. Kamu berdua belum sempat makan tadi malam


kan? Tahu bahwa kalian berdua akan datang


Hong tua sudah membuat sup ayam untuk sarapan. Ayo


mari kita makan bersama."'


'"Ya Kakek.. sangat baik. Apakah kita juga bisa memanggil Bibi Kecil untuk makan bersama?"'


'"Dia masih tidur sekarang. Juga ini masih sangat pagi


tidak usah menggangu dia."'


'Meja makan didalam rumah sudah tersedia 3 porsi makanan untuk sarapan. Xiao Che tidak melepaskan tangannya dari Xiao Qingyue dan menuntunnya ke arah meja makan. Sikap mereka terlihat sangat alami. Xiao Lie mengambil posisi berhadapan dengan mereka berdua. Dia baru saja menyentuh kursinya ketika suara langkah kaki yang berlari cepat terdengar datang dari luar


disertai suara keras :'


'"Tetua Kelima! Apakah Tetua Kelima ada disini?"'


'"Ada apa ini?" Xiao Lie berdiri dan sedikit mengerutkan alisnya.'


'Klan… Perintah Ketua Klan. Semua Tetua secepatnya pergi ke aula utama untuk membicarakan kabar yang berkaitan dengan masa depan Klan Xiao. Tetua harus secepatnya pergi !"'


'Tidak ada kejadian lain di ingatan Xiao Lie dimana perintah mendesak datang sangat pagi. Dia memakai jubahnya menutupi tubuh dan segera berangkat.'


'Xiao Lie baru saja pergi


tetapi tangan Xiao Che secepat kilat melepaskan tangan Xia Qingyue


dan segera melompat ke belakang secepatnya. Dia berkata dengan cemberut


"Isteriku Qingyue


kamu sangat pintar


kamu pasti mengerti alasan saya memegang tanganmu untuk memberikan Kakek ketenangan pikiran. Saya sesungguhnya tidak memiliki maksud lain. Meskipun saya tidak meminta persetujuan sebelumnya


kamu pasti tidak marah


kan?"'


'Ekspresi Xia Qingyue menjadi sangat dingin. Dengan sangat marah dia berkata : "Jika kamu berani lagi sembarangan menyentuh tubuh saya maka tidak ada maaf lagi bagimu."'


'"Hei! Kamu tidak harus semarah itu! Xiao Che menatapnya dengan terbelalak dan depresi terlihat di wajahnya. "Saya hanya memegang tanganmu dan kamu sudah begitu marah.. Kita adalah sepasang suami isteri yang sah. Bahkan jika kamu menikahi saya hanya sebagai ungkapan terima kasih


kita tetap suami dan isteri. Sejak kita menjadi suami isteri


sangat normal bagi saya untuk menyentuh dimana saja


bukan hanya tangan.. Tetapi sekarang apa yang terjadi? Baru saja kita menikah satu hari


kamu sudah begitu dingin dan cuek. Kamu bahkan tidak mengizinkan saya tidur seranjang denganmu di malam pernikahan kita. Sekarang


memegang tanganmu menyebabkan kamu sangat marah.. *Xiao Che terisak* Perempuan apa yang saya nikahi ini? Bahkan lebih buruk daripada menikahi seorang ratu..'


'Temperamen Xiao Che memberikan Xia Qingyue perasaan putus asa. Pertama kali melihatnya


Xiao Qingyue merasa Xiao Che dingin dan sombong. Perlahan-lahan


Xia Qingyue merasa wataknya tidak biasa


bahkan terkesan misterius. Banyak kali


Xiao Che memberikan dia perasaan bahwa dirinya bukan berusia 16 tahun tetapi seorang laki-laki dewasa yang memiliki banyak pengalaman.. Dibalik sikapnya yang berandalan


seperti tersembunyi ketelitian dan perhitungan.'


'Dan sekarang


meskipun dia melakukan kejahatan


dia bertindak seolah-olah dia tidak bersalah. Persis seperti anak nakal


dia mengeluh secara kurang ajar


dan berbalik menuduh dirinya yang melakukan kejahatan. Sesaat


Xia Qingyue terdiam dan tidak tahu harus tertawa atau menangis. Bahkan kemarahan didadanya secara perlahan menghilang.'


'"Lupakan itu


ayo duduk dan makan." Xia Qingyue berkata perlahan.'


'"Dengan kata lain


isteriku Qingyue tidak marah lagi? He he


terlihat seperti isteri yang patuh. Saya datang


ayo makan yang banyak!" Xiao Che tiba-tiba meluncur ke meja dan duduk


seterusnya


memberikan kue kacang hijau miliknya ke piring Xia Qingyue.'

__ADS_1


'"..... " Xia Qingyue mulai merasakan bahwa keputusannya meminta gurunya tinggal menemaninya selama satu bulan adalah keputusan yang salah dan berbahaya.'


__ADS_2