Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 9


__ADS_3

Malam Pertama


'Xia Qingyue tidak bertanya lagi. Gurunya saja dengan asal-usul dan status yang luar biasa yakin bahwa tidak mungkin disembuhkan


maka peluangnya sangat sangat kecil untuk bisa memulihkan nadi Xiao Che.'


'"Qingyue


saya tahu hasratmu sangat kuat untuk membayar kebaikan yang telah engkau terima karena Xiao Ying telah menyelamatkan hidupmu. Bahkan menunda perjalananmu ke Istana Awan Beku. Tetapi engkau menikahi dia seharusnya sudah cukup untuk membayar utang itu. Ketika kamu balik ke Istana Awan Beku


identitasmu akan terkuak. Meskipun dia akan menderita menerima lebih banyak hinaan


statusnya akan terhormat dengan menjadi suami murid Istana Awan Beku. Setidaknya


dengan statusnya yang terhormat ini


tidak akan ada seorangpun yang berani menyakiti dia di Kota Awan Apung ini." Gurunya berkata untuk menghibur dia.'


'Xia Qingyue mengangguk perlahan : "Saya berharap demikian."'


'"Nadi saktinya rusak


dia juga tidak memiliki kekuatan lain. Dia tidak akan bisa meraih prestasi apapun sepanjang hidupnya. Tetapi kamu cantik dan cerdas. Bakat alam yang kamu miliki hanya dilahirkan setiap seratus tahun. Jika tidak


Ketua kami tidak akan membiarkan engkau melanggar aturan dan menikah. Menikahimu adalah keberuntungan terbesar yang dia miliki sepanjang hidupnya. Langkah yang kamu ambil ini sudah cukup adil. Jika ayahnya masih hidup dan cukup pintar


dia pasti membatalkan pernikahan ini… Saya akan segera pergi. Saya akan menjemput kamu bulan depan. Sepanjang waktu ini


saya tidak akan pergi jauh. Jika engkau menemukan masalah yang tidak terpecahkan


tulislah surat untuk mengabari saya.'


'"Saya mengucapkan selamat jalan Guru."'


'Wanita berjubah putih itu berbalik. Wajahnya cantik tapi dingin. Dia tidak memakai make up


kulitnya seputih salju dan sehalus giok. Orang akan teringat istilah "kecantikan dari daging es dan tulang giok" serta "wajah salju dan bibir mutiara" untuk menggambarkan kecantikannya. Dia memilki pesona yang membuat orang tidak berani menatapnya. Yang lain akan melihat dia sebagai sosok yang agung dan suci ketika menatap matanya. Dia seperti peri yang terbang ke nirvana


tidak terjangkau oleh manusia.'


'Aula utama Klan Xiao penuh dengan tamu.'


'"Paman Ketujuh Liu


silahkan minum." Xiao Che dengan hormat memberikan secangkir arak kepada orang tua di depannya.'


'Orang yang dipanggil Paman Ketujuh Liu berdiri dan tertawa. Dia mengangkat cangkirnya dan mengeringkan isinya. Dia berkata sambil tertawa : "Keponakanku


saya adalah teman baik ayahmu


sekarang melihat kamu memiliki keluarga sendiri dan menikah dengan wanita yang baik


hatiku sangat bahagia."'


'"Terima kasih Paman Ketujuh Liu."'


'"Tetua Pertama


silahkan minum."'


'Tetua Pertama Klan Xiao


Xiao Li mengambil cangkir dan meneguk seluruh isinya. Dia membanting dengan keras cangkir arak diatas meja. Sepanjang peristiwa ini


hidungnya mengeluarkan bunyi "hhmm". Dia tidak mengatakan apapun dan tidak memandang mata Xiao Che. Dengan sikapnya


meminum secangkir arak Xiao Che sudah menunjukkan rasa hormat yang luar biasa.'


'Xiao Che tidak berbicara dan melangkah ke meja berikutnya. Baru saja dia berjalan dua langkah


Xiao Li meludah ke lantai dan berkata dengan dingin : "bunga yang indah kenapa diletakkan di kotoran. Baaah!"'


'Ekspresi Xiao Che tetap tidak berubah. Dia tetap melangkah tanpa henti seolah-olah dia tidak mendengar apa yang dikatakan Xiao Li. Hanya jika seseorang mendekat dan memperhatikan matanya


terpancar keteguhan dan cahaya dingin.'


'Dia datang ke Tetua Kedua


Xiao Bo. Xiao Che segera membungkuk hormat : "Tetua Kedua


Xiao Che mempersembahkan secangkir arak."'


'Xiao Bo tidak menatap Xiao Che tetapi berkata : "Yang sayang


bantu saya meminumnya."'


'"Ya


Kakek." Xia Yang berkata tanpa ragu. Dia mengambil cangkir pemberian Xiao Che dan meminum seluruhnya.'


'Secangkir anggur yang dipersembahkan untuk Tetua tetapi diminum oleh cucunya sungguh sangat tercela. Ini menunjukkan penghinaan dimuka umum. Setelah meminumnya

__ADS_1


Xiao Yang meletakkan cangkir dan kembali duduk di kursinya


matanya penuh dengan hinaan dan cemooh.'


'Xiao Che tidak mengatakan apapun juga. Dia hanya mengangguk dan berjalan ke meja berikutnya. Seperti sebelumnya


baru saja dua langkah


terdengar suara : "Hmmh


sampah tetap sampah. Meskipun sampah mendaki Klan Xia


itu tetap sampah. Xiao Lie


bajingan tua apakah benar-benar bergantung pada cucu mantunya? Baaah!"'


'Suaranya penuh dengan hinaan


sindiran tajam dan tentu saja iri hati. Dia sangat berharap Xia Qingyue bisa menikah dengan cucunya Xiao Yang


tetapi kini mimpinya hancur.'


'Xiao Che berlalu seolah tidak mendengar


dia terus berjalan sambil tersenyum.'


'Xiao Che menyelesaikan acara persembahan araknya dan mengantar tamu pulang. Malam yang panjang


perjamuan telah usai. Selama acara berlangsung


orang-orang yang memberikan selamat secara tulus bisa dihitung dengan jari. Banyak orang yang tampaknya sopan terhadapnya tetapi pandangan mata mereka penuh hinaan


cemooh


marah dan iri. Yang lain berpikir dia tidak berguna dan sampah.'


'Nadinya rusak jadi dia tidak bisa mencapai prestasi besar sepanjang hidupnya. Jadi mereka tidak perlu berteman atau sopan kepadanya. Mereka tidak peduli jika mereka menyakiti dia karena meskipun dia disakiti


Xiao Che tidak bisa melakukan perlawanan apapun. Dihadapan sampah seperti ini mereka menjadi jahat dan tidak peduli


mereka menampilkan kekuatan mereka. Ada perasaan kuat jika mereka menatap orang yang tidak berguna dan jauh lebih lemah dari mereka.'


'Ini adalah realitas jelek manusia.'


'"Beristirahatlah lebih dulu." Xiao Lie menepuk bahu Xiao Che sambil tersenyum.'


'Xiao Che tidak tahu apa yang ada dibalik senyum Kakeknya.'


'Sejak Xiao Lie semakin tua


dia seperti lilin yang mudah disulut. Jika seseorang membuat dia marah


dia akan membuat orang itu 10 kali lebih marah


tidak ada yang berani menggangu dia. Xiao Che tahu bahwa sifat Kakeknya bukan karena dia bertambah tua tetapi karena dirinya.'


'Untuk melindungi cucunya yang tidak berguna


dia menjadi baik dan lembut. Sekalipun mereka menghina dia


sepanjang tidak membunuhnya


dia akan berusaha menahan diri semampunya. Langkah ini dia ambil


supaya musuhnya tidak datang membalas dendam kepada cucunya sesudah dia mati.'


'Sebagai orang terkuat di Kota Awan Apung


Tetua Kelima yang sebelumnya ditakuti orang


sekarang tidak ditakuti dan dihormati lagi oleh Tetua yang lain. Ini juga mulai terlihat pada generasi muda.'


'Menatap punggung Xiao Lie


bayangan dari wajah-wajah orang yang menghina dan mencelanya muncul di pikiran Xiao Che. Xiao Che mengepalkan tinjunya. Matanya tajam dan memancarkan cahaya dingin seperti pisau. Sesudah itu


mulutnya terbuka dan menunjukkan senyum yang bisa membuat orang merinding.'


'Xiao Che sesungguhnya seorang pendendam. Dia menyimpan dendam selama 6 tahun di Benua Awan Biru


hatinya sangat benci jika mengingat semua itu. Dia mengingat setiap orang yang baik kepadanya juga mengingat semua orang yang jahat kepadanya. Dia menyimpan semua itu didalam hatinya… jika tiba waktunya


dia akan membalas semuanya sampai yang terkecil sekalipun.'


'"Kalian.. akan menyesal…."'


'Suara parau keluar dari mulut Xiao Che seperti kutukan setan.'


'Sejak dewa memberikan saya kesempatan untuk menjadi orang lain


bagaimana mungkin saya membiarkan Kakek dan saya menderita hinaan seperti ini.'

__ADS_1


'Kembali ke rumahnya


bulan terlihat jelas di langit. Xiao Che berjalan ke ujung halamannya dan meregangkan tangan kirinya. Tiba-tiba pancaran air keluar dari telapak tangannya.'


'Sepanjang acara pernikahan dia tidak bisa menghindari minum banyak arak. Akhirnya dia minum sangat banyak sehingga terlihat sepertinya dia sudah tidak mampu berdiri lagi. Padahal dia sangat sadar. Hal ini bukan karena dia punya kemampuan minum yang hebat tetapi karena Mutiara Racun Langit. Semua arak yang dia minum


dia pindahkan ke Mutiara Racun Langit. Sejak Mutiara itu menjadi satu dengan tubuhnya


dia bisa mengontrolnya seolah-olah itu adalah bagian tubuhnya.'


'Suara mendesir air tedengar cukup lama sampai seluruh arak yang tersimpan di Mutiara Racun Langit dikeluarkan semua. Xiao Che mengangkat tangan kirinya dan membasahi wajahnya dengan arak sisa


setelah itu ia menahan nafas sampai wajahnya menjadi merah. Ia tersenyum nakal. Berpura-pura tersandung


dia mendorong pintu kamarnya sampai terbuka lebar


kemudian dia berjalan terhuyung-huyung memasuki kamar


seperti orang mabuk.'


'Pintu terbuka dan bau arak tercium bersama dengan masuknya Xiao Che ke dalam kamar. Dia mengangkat kepalanya dan memandang Xia Qingyue. Xia Qingyue duduk di tempat tidur dengan mata yang terpejam. Dia sangat tenang.'


'Mata Xiao Che berbinar dan dia berjalan menuju Xia Qingyue : " Hehehehe


isteriku.. saya telah membuat kamu menunggu sangat lama.. ayo.. sekarang kita dapat menggunakan kamar pengantin.'


'Xia Qingyue tiba-tiba membuka matanya dan dengan santai melambaikan tangan kanannya.'


'Kekuatan dingin yang tidak tertahankan tiba-tiba menyapu Xiao Che dan mendorong dia keluar dari pintu. Xiao Che jatuh kebelakang dan menabrak meja batu di halamannya.'


'Xiao Che kesakitan dan memegang pantatnya. Dia menggunakan seluruh tenaganya untuk bangun dan dengan marah berteriak : "Sialan! Saya hanya bercanda. Seharusnya kamu jangan sekejam itu. Saya begitu lemah dan kamu memukul saya sangat kuat.. orang lain mungkin berpikir kamu berencana membunuh suamimu."'


'Pintu terbanting.'


'Xiao Che mendorong tetapi pintu kamar tertutup rapat.'


'Xiao Che sangat tertekan… wanita ini


jangankan digoda


melakukan hal lucu saja dianggap serius. Dapatkan saya hidup bahagia bersamanya?'


'"Saya benar-benar hanya bercanda.. disamping itu saya hanya level satu tingkat dasar. Bahkan jika saya ingin melakukan sesuatu kepadamu


hal ini adalah tidak mungkin.'


'Xia Qingyue tidak menanggapi.'


'Xiao Che berdiri di depan pintu cukup lama tetapi pintu tidak menunjukkan tanda akan dibuka. Tempat tinggal Xiao Che hanya memiliki satu rumah. Tidak ada rumah lain. Jika ini hari biasa dia akan menyelinap ke rumah bibi kecilnya dan tidur disana. Tapi malam ini adalah malam pernikahannya


jadi tidak mungkin baginya untuk tidur ditempat lain.'


'Angin malam yang dingin bertiup


Xiao Che menggigil


dia kemudian meringkuk. Dia mengetuk pintu lagi dan dengan lemah berkata : "Hei.. kamu tidak akan membiarkan saya tidur diluar


bukan? Kamu seharusnya tahu banyak orang di Klan Xiao yang menginginkan dirimu. Mereka sangat marah karena malam ini adalah malam pengantin kita. Mereka yakin bahwa orang berbakat sepertimu


tidak akan membiarkan saya menyentuh kamu walaupun kita telah menikah. Jadi mereka lagi menanti sesuatu terjadi supaya bisa menghina saya. Jika mereka datang dan melihat saya terkunci diluar


saya selamanya akan menjadi bahan ejekan.'


'"Tidak peduli apapun


saya tetap suamimu. Apakah kamu benar-benar akan membiarkan mereka menertawakan saya?"'


'Ruangan itu sangat tenang. Saat Xiao Che berpikir untuk menendang pintu


pintu yang tertutup akhirnya perlahan mulai terbuka.'


'Xiao Che berlari dengan cepat dan segera menutup pintu "bang."'


'Xia Qingyue tetap berada di atas tempat tidur seperti sebelumnya. Walaupun dia hanya duduk di tempat tidur


dia terlihat sangat elegan. Matanya terbuka


menatap Xiao Che dan berkata : "Kamu tidak diizinkan untuk berada kurang dari lima langkah dari saya."'


'"... jadi dimana saya akan tidur?" Xiao Che memegang dagunya. Ruangan ini kecil


hanya memiliki satu tempat tidur


meja baca


meja makan dan 2 lemari. Jika seseorang berjalan dari timur ke barat melintasi kamar ini


jaraknya hanya sekitar 7 atau 8 langkah.'


'"Kamu tidur di tempat tidur." Xia Qingyue berdiri dari tempat tidur.'

__ADS_1


'"Tidak usah!" Xiao Che dengan tegas menolak dan duduk disudut jauh dari Xia Qingyue dan menutup matanya. Meskipun Xia Qingyue seratus kali lebih kuat dari dirinya


kehormatannya sebagai laki-laki menolak membiarkan seorang gadis tidur ditempat lain selain di tempat tidur.'


__ADS_2