Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 31


__ADS_3

Pergolakan (9)


'--------------------------------------------------------------------------------------------------------'


'!!! Maaf Ya.. ada bab yang tidak terpublish sebelumnya yaitu Bab 20. Membuka Nadi Sakti'


'Saya sudah mempublishnya supaya kelanjutan ceritanya bisa dimengerti..'


'Terima kasih'


'-------------------------------------------------------------------------------------------------------'


'Perkataan Xiao Yulong membuat seluruh tubuh Xiao Lie gemetar


matanya berkontraksi dengan cepat


dia berdiri tercengang disana.'


'Melihat senyum jahat Xiao Yulong


bagaimana mungkin Xiao Lie tidak mengetahui bahwa ucapannya lalu didepan kuburan anaknya Xiao Ying… telah didengar semuanya oleh Xiao Yulong!'


'Apa yang dikatakan Xiao Yulong menyebabkan kerumunan orang langsung ribut. Mulut setiap orang terbuka saat mereka mengarahkan padangannya ke Xiao Lie dan mereka melihat reaksi Xiao Lie tidak seperti biasanya


keheranan dalam hati mereka semakin menjadi-jadi. Saat ini


suara percakapan mulai terdengar lebih ramai.'


'Xiao Che benar-benar terbungkam; saat dia melihat reaksi Xiao Lie


dia terpaku ditempatnya. Ekspresi Xiao Lingxi tampak bodoh dan dia menatap kosong ke arah Xiao Lie.'


'"Yulong! Apa maksudnya ini?" Xiao Yunhai mengerutkan dahi saat dia bertanya.'


'Xiao Yulong berbalik arah dan menjawab dengan hormat : "Beberapa hari lalu ketika saya pergi ke kuburan di belakang gunung untuk berziarah


saya tidak sengaja bertemu dengan Tetua kelima. Saat itu


dia berdiri didepan kuburan anaknya dan bergumam sesuatu kepada dirinya… tetapi saya mendengarnya dengan jelas


dia berkata… bahwa Xiao Che bukan anak biologis dari Xiao Ying!"'


'Dari perkataan Xiao Yulong dan reaksi Xiao Lie


kerumunan orang dapat menebak kebenaran hal ini


tetapi saat diucapkan langsung oleh Xiao Yulong


itu terdengar seperti bunyi sambaran petir. Setiap orang di Klan Xiao sangat terkejut. Mereka yang berteman dekat dengan Xiao Lie membelalakkan mata dengan wajah penuh ketidakpercayaan.'


'"Ini…" Wajah Xiao Yunhai juga sangat terkejut. Dia berkata dengan serius : "Yulong! Masalah garis keturunan kita adalah hal utama


kau tidak boleh berbicara sembarangan!!"'


'Xiao Yulong teguh membalas : "Tentu saja


saya tidak berani berbohong tentang persoalan besar seperti ini. Untuk kebenarannya


ayah akan tahu sesudah bertanya ke Tetua kelima… Tetua kelima


saya tahu kau sudah mendengar jelas apa yang saya katakan


jika engkau benar-benar yakin bahwa Xiao Che adalah cucu biologismu


maka bersumpahlah diatas kehormatan anakmu?'


'Tatapan setiap orang terfokus pada Xiao Lie. Dia berdiri dengan kaku


ekspresinnya menjadi pahit dan ciut


dia tidak mengucapkan satu patah kata atau segera memberi penjelasan… Anaknya


Xiao Ying


adalah kebanggaan terbesar dalam hidupnya


bahkan sesudah dia mati


Xiao Lie tidak akan bersumpah atas kehormatan almarhum anaknya


apapun harga yang harus dia bayar.'


'Xiao Che membuka mulutnya


tetapi kemudian dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dadanya terasa kosong


seperti ada emosi yang berat yang mencekik dengan cepat seluruh tubuhnya.'


'"Ayah


bagaimana bisa Che kecil bukan merupakan cucu biologismu… Ayah


cepatlah katakan sesuatu


cepat katakan kepada mereka!" Xiao Lingxi mengguncang kuat tubuh Xiao Lie sambil berteriak dengan suara menakutkan.'


'Tetapi Xiao Lie tidak mengucapkan sepatah kata dalam waktu yang cukup lama seolah-olah dia telah berubah menjadi patung. Ekspresinya perlahan berubah menjadi lebih tua dan dalam sekejab mata


dia seperti menjadi lebih tua sepuluh tahun.'


'"Tetua kelima


bagaimana kejelasan hal ini? Apakah perkataan yang Yulong sampaikan benar?" Xiao Yunhai dengan gelisah bertanya kepada Xiao Lie sambil mengerutkan dahinya.'


'Xiao Lie perlahan mengangkat kepalanya dan menarik nafas panjang. Xiao Yulong memaksanya bersumpah atas nama anaknya Xiao Ying… Tetapi ini adalah hal yang tidak mungkin dia lakukan. Hal yang dia sembunyikan selama enam belas tahun


akhirnya tidak bisa lagi dia sembunyikan mulai saat ini. Dia berpikir akan menutupi hal ini sepanjang hidupnya


sampai hari kematiannya


tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan terkuak begitu cepat ditengah situasi yang tak terbayangkan dan dihadapan begitu banyak orang.'


'Xiao Lie mau tidak mau harus setuju. Jika sebaliknya


dia akan bersumpah tanpa takut dan menutup mulut Xiao Yulong. Setiap orang di Klan Xiao sangat keheranan. Bahkan Xia Qingyue juga bingung. Xia Hongyi yang berdiri diantara kerumunan juga tampak wajahnya shok… Xiao Che bukan anak Xiao Ying? Bagaimana ini… bisa terjadi!!'


'"Kakek…"'


'Saat Xiao Che berjalan kedepan Xiao Lie


setiap langkah yang dia ambil terasa sangat berat. Ketika dia melihat wajah yang terlihat menua lebih cepat


hati Xiao Che penuh rasa sakit. Dia mencoba dengan semua ketenangan yang tersisa dan berkata dengan lembut : "Kakek… apakah hal ini… benar?"'

__ADS_1


'Xiao Lie menurunkan kepalanya dan menatap Xiao Che. Dia tersenyum pahit dan matanya basah


sebuah ekspresi kompleks yang tidak pernah Xiao Che lihat sebelumnya : "Meskipun kau bukan cucu biologisku


tetapi sejak kecil


saya selalu memperlakukan dirimu sebagai cucuku sendiri…."'


'Jika berdiam diri menandakan persetujuannya atas hal ini


maka kalimat ini merupakan konfirmasi yang setiap orang bisa mendengarnya dengan jelas!'


'Klan Xiao segera menjadi riuh. Sejak Klan Xiao berdiri selama ratusan tahun


ini adalah kabar yang paling mengguncangkan yang mereka pernah dengar.'


'Xiao Che berdiri tanpa ekspresi


tidak ada sepatah kata yang terucap


dia seperti orang yang kehilangan jiwa. Xiao Lingxi sangat tercengang


dia menggelengkan kepalanya dengan marah


berlari ke arah Xiao Lie dan dengan gelisah berteriak : "Ayah! Apa yang kau katakan… Che kecil bertumbuh bersama saya sejak kecil


dia adalah anak biologis dari saudaraku Xiao Ying


bagaimana mungkin dia bukan cucumu sendiri… Ayah pasti bercanda… apakah saya benar!?"'


'Sebuah tangan menarik tangan Xiao Lingxi. Pada saat ini ekspresi Xiao Che kembali menjadi normal. Dia melihat ke Xiao Lingxi dan menggelengkan kepalanya dengan lemah lembut dan tersenyum sedikit : "Okey


bibi kecil. Kakek akan selalu menjadi kakekku dan kau akan selalu menjadi bibi kecilku. Kita akan selalu menjadi keluarga


jadi bukan masalah apakah memiliki hubungan darah atau tidak


perasaan saya tidak akan pernah berubah… Jadi


bukankah tidak penting lagi jika saya bukan cucu biologis?"'


'"Che kecil…" Mata Xiao Lingxi tiba-tiba menjadi kabur.'


'Tetapi disisi lain


beberapa anjing gila tiba-tiba menemukan kelemahan besar Xiao Che dan segera akan menyalak liar.'


'"Sungguh edan! Gila! Anak muda yang Klan Xiao kami besarkan selama enam belas tahun bukan bagian dari Klan Xiao kami dan sesungguhnya seorang bajingan yang membawa garis keturunan luar… Ini benar-benar lelucon besar sepanjang sejarah Klan Xiao!" Tetua pertama Xiao Li berteriak dengan wajah penuh kemarahan.'


'"Xiao Lie! Kau benar-benar membawa seorang bajingan kedalam Klan Xiao dan membiarkan Klan Xiao membesarkan dia selama enam belas tahun! Apa yang kau ingin kami… mencacimu! Argh!" Tetua ketiga Xiao Ze mendesah berat.'


'"Kau jelas tahu bahwa dia seorang anak haram tetapi kau tetap memeliharanya didalam Klan Xiao dan membiarkan dia menikmati hak istimewa sebagai cucu seorang Tetua! Xiao Lie


kau telah membohongi seluruh Klan selama enam belas tahun. Jika Yulong tidak sengaja mengetahui hal ini


mungkin kami akan menjadi korban penipuan selamanya. Sepanjang waktu


keturunan Klan Xiao akan bercampur dengan darah orang luar! Xiao Lie


apakah kau tahu betapa besar dosamu ini!" Tetua keempat Xiao Cheng menunjuk Xiao Lie


wajahnya berubah menjadi merah karena marah.'


'Tetua kedua Xiao Ba mencaci dengan keras : "Tidak heran bahwa setiap keturunan Klan Xiao memiliki bakat diatas rata-rata


tetapi tiba-tiba muncul sampah dengan nadi sakti rusak! Jadi sampah yang dibesarkan Klan Xiao selama enam belas tahun ternyata seorang anak haram! Jika ini tersebar


'Tidak hanya empat Tetua


bahkan orang tua dan pelayan dari empat Tetua semuanya berdiri


tanpa belas kasihan mengkritik Xiao Lie. Dalam sekejab


Xiao Lie menjadi sasaran banyak serangan kemarahan.'


'"Tetua kelima


ini… ini… Argh!" Wajah Xiao Yunhai berubah warna beberapa kali kemudian dia menarik nafas panjang beberapa saat.'


'"Hehe


kalian benar-benar menjadikan saya saksi sebuah pertunjukan komedi. Klan Xiao yang dibangun dengan susah payah sampai saat ini


tidak disangka bercampur dengan anak jadah yang asalnya entah darimana! Bahkan saya merasa sangat malu dengan kejadian ini!!" Saat Xiao Kuangyun membuka mulutnya


seperti biasa suaranya tajam tidak menyenangkan. Dia menatap Xiao Che dan dengan semangat berkata : "Hari ini adalah pertemuan umum Klan Xiao


selain orang-orang Klan Xiao dan undangan


orang luar tidak boleh ada disini! Ketua Klan Xiao


apa lagi yang kau tunggu


segera lempar bajingan ini keluar dan sejak hari ini


dia tidak diizinkan masuk bahkan setengah langkah pun ke Klan Xiao!!"'


'"Ahh…. Ini…" Ekspresi Xiao Yunhai menampakkan reaksi agak berat melakukan hal tersebut. Meskipun demikan


setelah ragu sesaat


dia menggertakkan giginya


menghadap Xiao Che dan berkata : "Xiao Che


Tetua kelima sudah mengakui bahwa kau bukan cucunya


kau tidak memiliki darah Klan Xiao… Klan Xiao sia-sia membesarkan kau selama enam belas tahun


kau bersembunyi dalam kegelapan


tidak bisa melacak jejakmu


ini menunjukkan kepicikan kami… Jadi pergilah


secepatnya tinggalkan Klan Xiao kami. Mulai dari sekarang


kau tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Klan Xiao kami dan kau tidak diizinkan melangkah masuk Klan Xiao bahkan setengah langkah pun tidak bisa!"'


'Tatapan semua orang kembali terfokus ke Xiao Che dan banyak orang diam-diam menarik nafas dalam hatinya. Meskipun demikian


Xiao Che tidak memiliki setitik pun tanda permohonan atau ekspresi sedih pada wajahnya. Sesudah mendengar perkataan Xiao Yunhai


dia tersenyum sedikit dengan tanda sindiran tajam : "Ketua Klan dan para Tetua tidak perlu khawatir

__ADS_1


sejak saya bukan bagian dari Klan Xiao


maka saya akan pergi… bahkan saya akan pergi saat ini juga!"'


'Dia berdiri didepan Xiao Lie


matanya gemetar sesaat dan tiba-tiba bertanya : "Kakek… Jika saya bukan cucumu


jadi siapa sesungguhnya orang tua biologis saya?"'


'Xiao Lie tahu bahwa dia akan bertanya hal ini. Dia menutup matanya dan menggelengkan kepalanya : "Saya tidak tahu


Xiao Ying mengambil engkau dari luar


bahkan dia sendiri tidak tahu siapa sebenarnya orang tuamu…"'


'"...…" Dari terguncangnya Xiao Lie dan matanya yang ruwet


Xiao Che tahu ini bukan jawaban sepenuh hati Xiao Lie. Dia pasti tahu kebenaran kelahirannya tetapi dihadapan begitu banyak orang


dia tidak dapat mengatakannya."'


'Dengan suara *plop*


Xiao Che berlutut dihadapan Xiao Lie dan dengan sungguh-sungguh berkata : "Kakek


meskipun saya bukan cucu biologismu


tetapi selama enam belas tahun ini


Kakek memperlakukan saya lebih baik daripada cucumu sendiri. Kakek membesarkan saya


mendidik saya


melindungi saya


mengeluarkan tak terhitung keringat dan darah untukku dan saya tidak dapat membalas kasih sayang selama enam belas tahun ini. Saya akan selalu bahagia memiliki Kakek seperti dirimu. Meskipun hari ini saya mengetahui bahwa saya tidak memiliki darah Klan Xiao


apa artinya itu? Kakek tetap Kakekku dan saya tetap cucumu


bahkan sekalipun kita tidak memiliki hubungan darah


saya akan selalu memelihara kasih sayang ini dalam hati saya! Sepanjang Kakek tidak menolak


saya akan selamanya menjadi cucumu!"'


'Perkataan ini menyebabkan hati setiap haru dan gemetar. Mata Xiao Lie mulai basah saat dia dengan berat mengangguk dan berkata 'baik' dengan suara serak


dan melangkah kedepan


menjulurkan tangannya dengan maksud mengangkat berdiri Xiao Che.'


'Tetapi Xiao Che menghindari tangannya


bersujud sampai ke tanah dengan hormat sebanyak tiga kali ke arah Xiao Lie.'


'"Kakek


bibi kecil


tidak peduli apa yang akan terjadi setelah saya pergi


saya meminta kalian menjaga diri baik-baik dan menjaga kesehatan kalian…"'


'Ketika Xiao Che berdiri


dahinya luka memar. Meskipun demikian


senyum pada wajahnya tetap lembut dan tenang seperti angin musim gugur. Dia membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah pintu gerbang. Dia tidak ingin pergi… karena Kakek dan bibi kecil berada disini; dia ingin menggunakan hidupnya untuk melindungi mereka… tetapi


dia tetap harus pergi


kalau tidak Kakek dan bibi kecil akan terseret kedalam kekacauan yang tak terduga. Suka atau


dia tetap dipaksa untuk pergi.'


'"Che kecil!!"'


'Suara tangisan Xiao Lingxi datang dari belakangnya dan langkah Xiao Che tertunda sesaat tetapi dia tidak berhenti. Dia tidak berbalik dan berjalan maju ke arah gerbang tanpa ragu… Tidak ada yang tahu dibalik wajahnya yang tenang


tersembunyi banyak kemarahan


dendam dan keinginan membunuh…'


'Dia sangat cerdas dan bijak


tetapi dia tidak memiliki kekuatan… tanpa kekuatan


dia tidak dapat balas menyerang


dia tidak dapat melindungi Kakek dan bibi kecilnya


dan dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjuang… Dia tidak punya pilihan lain selain jalan ini…'


'Saat dia baru saja lahir kembali


dia ingin memperoleh kekuatan. Kekuatan adalah sesuatu yang manusia selalu kejar sejak awal. Pada saat ini


dibandingkan dengan hari tersebut


rasa hausnya akan kekuatan besar meningkat ratusan kali


bahkan mungkin ribuan kali…'


'Dia ingin memperoleh kekuatan besar untuk melindungi Kakek dan bibi kecilnya


untuk mencuci bersih semua penghinaan dan membuat orang mengakui kejahatan mereka hari ini. Dia ingin Xiao Kuangyun mati tanpa jasad.. dan bahkan menginginkan seluruh Klan Xiao membayar seluruh harganya!'


'"Tolong jaga keselamatan Kakek dan bibi kecilku… Saya memohon padamu…"'


'Saat melewati Xia Qingyue


Xiao Che berkata dengan suara yang hanya bisa didengar Xia Qingyue.'


'Manusia satu ini


yang penuh dengan misteri dan kesombongan


ketika dia berkata demikian


matanya menunjukkan permohonan yang penuh kesedihan… Mungkin


sepanjang hidupnya

__ADS_1


dia tidak pernah memohon sesuatu kepada siapapun


karena permohonannya memperlihatkan bagian hatinya yang terluka. Hati Xia Qingyue bergetar kencang dan dalam sekejab dia merasa lemas… Dia tidak berkata apa-apa tetapi perlahan menganggukan kepalanya.'


__ADS_2