Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 26


__ADS_3

Pergolakan (4)


'Hari ini dapat dikatakan sebagai hari tersibuk Klan Xiao.'


'Pagi-pagi sekali


gerbang Klan Xiao sudah penuh dengan kerumunan orang. Semua klan yang kuat dan berpengaruh di Kota Awan Apung hadir disini


dan mereka semua diwakili oleh ketua klan. Walaupun banyak yang hadir tetapi tidak ada yang berani bersuara keras. Semua mereka saling berbisik satu dengan yang lain dengan suara yang paling kecil yang masih bisa didengar


mereka takut menggangu tamu penting Klan Xiao.'


'"Saya sudah lama mendengar bahwa pendiri Klan Xiao datang dari Sekte Xiao. Kelihatannya hal ini memang benar."'


'"Klan Xiao akan naik sangat tinggi. Kita harus menjaga hubungan baik dengan mereka mulai dari sekarang."'


'"Yang penting saya tidak akan pernah mengganggu Klan Xiao


jadi saya dapat makan dan tidur dengan tenang."'


'"Tetua Mu


mengapa kau juga datang?"'


'"Oh


setiap orang berusaha tiba lebih dulu disini


jadi bagaimana saya tidak datang. Mereka hadir disini untuk membangun hubungan baik tetapi saya datang karena alasan lain. Jika anak nakal dari Sekte Xiao mengecek kehadiran berbagai Klan berpengaruh Kota Awan Apung dan mereka melihat tidak ada satupun dari Klan Mu yang hadir disini? Jika mereka menganggap itu sebuah kesalahan maka seluruh klan saya harus menanggung akibatnya."'


'Gerbang Klan Xiao masih tertutup dan setiap orang diluar menanti dengan sabar. Tidak ada seorangpun yang berani pergi.'


'Mereka menunggu sampai jam 9 pagi.'


'Sebelum subuh


sebuah panggung sudah dibangun di tanah kosong di tengah Klan Xiao


dengan kursi


meja dan semua jenis perabotan diatur mengelilingi panggung itu. Pada pukul delapan pagi


terdengar suara Klan Xiao memberi perintah supaya semua penghuni untuk berkumpul. Seluruh penhuni Klan Xiao segera berkumpul memenuhi tempat pertemuan. Kurang dari seperempat jam


semua orang di Klan Xiao


baik tua atau muda


berada dalam posisi masing-masing tanpa satupun yang tertinggal.'


'Hari ini akan menjadi hari paling penting bagi Klan Xiao. Mereka semua tahu apa yang akan terjadi di hari ini


sangat banyak yang melihatnya dengan penuh kekaguman dan antisipasi. Bahkan beberapa orang dengan bakat menengah tetap berharap dalam hatinya untuk memperoleh kesempatan dipilih oleh Sekte Xiao.'


'Xiao Che tiba paling terakhir. Dia berjalan sambil menuntun Xia Qingyue dengan tangannya


langkah mereka tidak terlalu cepat juga tidak pelan


dia segera menjadi perhatian setiap orang yang hadir… Tentu saja


jika dia hanya sendirian


tidak akan ada orang yang memandangnya dua kali. Apa yang paling penting adalah hadirnya Xia Qingyue disampingnya!'


'Xia Qingyue memiliki kecantikan yang dapat memikat bukan hanya sebuah kota tetapi bahkan seluruh dunia. Orang-orang bereaksi seolah-olah mereka sementara melihat seorang bidadari yang sangat cantik berjalan perlahan ke arah mereka. Ini sesungguhnya terjadi diantara anak muda yang berdiri menatap dengan mata dan hati yang berdegub kencang. Beberapa anak muda bahkan tanpa disadari mengeluarkan liur pada ujung mulutnya.'


'Sangat bertentangan dengan kondisi Xiao Che yang ada disamping Xia Qingyue…. Wajahnya pucat


kelopak matanya terkulai


matanya seperti kehilangan semangat dan kakinya kehilangan kekuatan. Dia bahkan baru berjalan dua belas langkah tetapi sudah tiga kali menguap. Penampilannya seperti seseorang yang terlalu banyak melakukan hubungan **** dan sekarang butuh tidur.'


'Huh? Terlalu banyak berhubungan seks….'


'Dengan pikiran seperti ini dan juga melihat keduanya saling berpegangan tangan


sungguh beberapa orang menggertakkan giginya dengan badan gemetar. Mata mereka memancarkan ketidakpuasan yang mendalam dan api cemburu. Memikirkan seorang bidadari dengan kecantikan sorgawi seperti yang mereka rindukan setiap hari bersama dengan sampah


seseorang yang paling rendah


membuat perut mereka mual


penuh dengan kemarahan dan kecemburuan.'


'Penampilan Xiao Che yang setengah tertidur dan sangat pucat bukan dibuat-buat


juga bukan karena terlalu banyak melakukan hubungan ****. Sangat aneh jika dia bisa tampil energik karena dia bangun setiap jam 3 pagi untuk melakukan pengobatan akupuntur


bekerja keras setengah mati dan kemudian harus bangun pagi-pagi hari ini. Untuk berpegangan tangan


itu pasti bukan kemauan Xia Qingyue. Pada saat mereka berjalan


Xiao Che tiba-tiba merenggut tangannya dibawah pandangan kerumunan orang. Xia Qingyue tidak bisa menolaknya


karena faktanya beberapa hari yang lalu juga Xiao Che berbuat seperti itu


Xia Qingyue hanya bisa pasrah dengan kejadian ini.'


'Segala sesuatu tentang Klan Xiao sangat baik


kecuali kenyataan kita memiliki sepotong sampah yang tidak penting dan tidak berarti.'

__ADS_1


'Saat Xiao Che berjalan melewati anak-anak muda


suara penuh hinaan yang cukup keras terdengar dari sampingnya. Xiao Che mengangkat alisnya dan melihat cucu Tetua ketiga Xia Chengzhi


terlihat menatapnya dengan sinis. Tanpa tedeng aling-aling mulutnya mengeluarkan hinaan


wajahnya memancarkan cemburu yang berusaha disembunyikan.'


'Dia mengatakan beberapa perkataan kepada orang didepannya


tetapi bahkan orang bodoh sekalipun tahu bahwa dia menghina Xiao Che. Pada saat yang sama suara tertawaan terdengar disekelingnya. Setiap murid muda menatap Xiao Che dengan ekspresi ejekan dalam matanya.'


'"Saudara Chengzhi


apa yang kau katakan baru saja tentang saya?" Langkah Xiao Che terhenti dan dia bertanya kepada Xiao Chengzhi dengan senyum di wajahnya.'


'"Oh


saudara Xiao Che


kau salah mengerti. Saya jelas baru saja berbicara tentang sepotong sampah. Jika saudara Xiao Che bertanya tentang ini


bukankah ini berarti kau menganggap dirimu memang sepotong sampah?" Xiao Chengzhi berbalik dan berkata dengan tersenyum. Saat tatapannya menyentuh wajah cantik Xia Qingyue


sulit ditutupi pandangan cemburunya.'


'"Oh! Jadi begitu sebenarnya!" Xiao Che mengangguk seperti sudah mengerti. Dia kemudian menarik tangan Xia Qingyue kearahnya : "Kelihatannya dia tidak berbicara tentang saya. Isteriku Qingyue


ayo cepat kita berjalan ke tempat kita… Tut tut


sepertinya saya melihat kodok sedih yang memimpikan makan daging angsa


saya lebih baik menjadi sepotong sampah yang tidur memegang angsa setiap malam. Isteriku Qingye


bagaimana pendapatmu?"'


'"Apa… yang kau katakan!!" Xiao Chengzhi tiba-tiba berbalik


wajahnya berubah menjadi gelap.'


'"Haah?" Xiao Che berhenti dan memandang kearahnya dengan terkejut : "Saudara Chengzhi


ada apa? Saya baru saja berbicara tentang seekor kodok


mengapa kau bereaksi dengan aneh? Jangan katakan kepadaku kalau saudara Chengzi memiliki hubungan dengan kodok yang saya bicarakan?"'


'"Kau ! !"Bibir Xiao Chengzhi gemetar menyatakan kemarahannya yang sangat besar


dia tidak dapat memikirkan apapun untuk dikatakan.'


'"Isteriku Qingyue


bukankah kita akan mati menjijikkan?" Saat Xiao Che berbicara


dia menarik Xia Qingyue menjauh.'


'Otot wajah Xiao Chengzi mengejang sepertinya dia mau muntah darah.'


'"Anak Che


Qingyue


ayo datang kesini."'


'Ditengah kerumunan


Xiao Che segera melihat Xiao Lie memberi isyarat kepadanya dengan Xiao Lingxi disampingnya. Dia dan Xia Qingyue berjalan kearah mereka.'


'Sesudah Xia Qingyue menjalani terapi akupuntur dari Xiao Che


bukan hanya tubuhnya


bahkan wajahnya menunjukkan perubahan besar. Abaikan fisiknya


tekstur kulitnya menjadi lebih lembut


merah dan bercahaya. Tetapi


perubahan tekstur kulit ini dimaknai berbeda dalam pandangan mata Xiao Lie. Melihat Xiao Che dalam kondisi seperti kehilangan semangat


Xiao Lie merendahkan suaranya dan berkata dengan senyum tertahan : "Anak Che


kau masih terlalu muda. Kamu baru bertumbuh setengah dewasa dan tubuhmu masih sementara berkembang. Sehubungan dengan hubungan antara pria dan wanita


kamu harus mengontrol dirimu sebisa mungkin supaya tidak menyakiti tubuhmu."'


'"Ah?" Xiao Che memandangnya. Setelah sadar


dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan malu : "Ini… Saya mengerti. Di masa depan


saya akan mengontrol… mengontrol… Ah!"'


'Dia mengeluarkan suara kesakitan. Sebuah tangan kecil tiba-tiba mencubit dia tanpa belas kasihan


rasanya seperti ditusuk paku. Xia Qingyue membalikkan wajahnya tetapi seseorang bisa melihat jalur berwarna merah muda perlahan menyebar ke pipinya.'


'Eh eh ehhh? Dia benar-benar memerah….'


'Xiao Che baru mau menjelaskan tentang keadaannya ketika dia sekali lagi meringis kesakitan… Itu karena tangan kecil Xiao Lingxi mencubit lengan kirinya.'


'"Bibi kecil

__ADS_1


mengapa kau mencubit saya?" Xiao Che berkata sambil menatap Xiao Lingxi


ekspresi bersalah muncul diwajahnya.'


'"Hmph!" Xiao Lingxi mencibir dan juga memalingkan wajahnya ke arah lain


mengabaikan Xiao Che yang lagi marah.'


'"Tuan muda Xiao tiba ! !"'


'Pada saat itu


suara yang keras dan jelas terdengar dari depan kerumunan. Kerumunan orang tiba-tiba tenang. Setiap orang mengarahkan matanya ke arah sumber suara


ingin melihat penampilan elegan dari anggota Sekte Xiao. Tidak lama kemudian


seorang pemuda dengan pakaian sangat mewah dengan bangga berjalan melewati kerumunan. Xiao Moshan tidak lebih setengah langkah berjalan dibelakangnya dan Xiao Yunhai berjalan didepan memimpin jalan. Ekspresi dan posturnya berbeda tetapi tidak sedikitpun menunjukkan tanda tidak hormat.'


'Dibawah petunjuk Xiao Yunhai


Xiao Kuangyun berjalan keatas panggung dan duduk di kursi kehormatan di paling tengah. Dia menyapukan pandangannya keseluruh anggota Klan Xiao dengan pandangan yang angkuh


seperti kaisar yang mengawasi rakyatnya. Tidak lama kemudian


dia mengangguk kepada Xiao Yunhai sebagai tanda untuk memulai.'


'"Apakah ini tembakan terbaik dari Sekte Xiao? Jika kita tidak berbicara tentang hal lain


penampilannya sungguh tidak sedap dipandang. Bukankah keturunan agung Sekte Xiao harusnya terlihat hebat… Eh? Dia seharusnya anak adopsi


bukan?" Xiao Che berbisik perlahan.'


'"Seratus orang seperti dia tidak dapat dibandingkan dengan Che kecil!" Xiao Lingxi berbisik meresponnya. Segera setelah dia berkata demikian


dia ingat bahwa dia telah membuat Xiao Che marah. Dia sekali lagi dengan cepat menghembuskan suara *hmph* dan memalingkan wajahnya mengabaikan Xiao Che.'


'"Anak Che


anak Xi


jangan berkata yang bukan-bukan." Xiao Lie berbicara dengan suara pelan.'


'"Oh. Xiao Che bergumam dan berhenti berbicara."'


'"Apakah semua orang dari Klan Xiao sudah hadir disini?" Xiao Kuangyun berkata perlahan dengan mata setengah terbuka dan suara seperti agak bosan. Tetapi


kedua matanya dengan cepat berputar mencari diantara kerumunan sosok bidadari yang dia lihat kemarin dan juga gadis yang dikatakan Xiao Yulong tidak kalah dengan bidadari tersebut.'


'"Sudah dikonfirmasi


semua orang Klan Xiao hadir


tidak ada seorang pun yang tertinggal." Xiao Yunhai berkata dengan wajah serius.'


'"Sangat baik!" Xiao Kuangyun mengangguk. Pandangannya kemudian tertuju ke gerbang utama : "Siapa orang-orang yang berdiri diluar gerbang utama?"'


'"Lapor kepada Tuan muda Xiao


mereka semua adalah keluarga yang berpengaruh di Kota Awan Apung. Mereka telah berkumpul disini sejak dini hari


berharap dapat melihat penampilan yang elegan dari Tuan muda Xiao." Xiao Yunhai menjawab.'


'"Ah


bisa seperti itu." Xiao Kuanyun mengangguk dan kemudian berkata dengan menggoyangkan tangannya : "Karena mereka bertamu


kita tidak dapat membiarkan mereka menunggu diluar seperti itu. Bawalah mereka masuk. Dengan adanya saksi dari orang diluar Klan Xiao adalah hal yang baik


kalau tidak kemungkinan ada yang akan berkata kalau saya tidak adil."'


'Xiao Yunhai segera menjilat dia : "Tuan muda Xiao sungguh pantas menjadi anak Ketua Sekte Xiao. Tuan masih muda tetapi memiliki pikiran yang terbuka. Itu cukup untuk membuat saya malu… Xiao De


cepat


undang tamu kita untuk masuk."'


'Gerbang utama terbuka dan semua orang-orang kuat dan berpengaruh di Kota Awan Apung berjalan masuk dengan teratur. Setiap orang bersikap sangat sopan. Mereka semua membawa hadiah yang bagus. Diantara kerumunan


Xiao Che juga melihat ayah Xia Qingyue


Xia Hongyi.'


'"Sangat baik


sekarang kita dapat mulai." Xiao Kuanyun meluruskan tubuhnya di kursinya dan saat sudah dalam posisi duduk normal


dia melihat kebawah dan dengan enteng berbicara : "Nama saya Xiao Kuangyun dari Sekte Xiao. Sehubungan dengan nama besar Sekte Xiao


kalian semua sudah jelas. Di Kerajaan Angin Biru


tidak ada hal yang Sekte Xiao tidak bisa selesaikan. Kalian semua seharusnya merasa terhormat dan bangga karena meskipun kalian lemah


kalian bisa dikatakan masih memiliki hubungan dengan Sekte Xiao. Pendiri dari Klan Xiao adalah anak dari salah satu Tetua Sekte Xiao. Meskipun demikian


walaupun pendiri kalian adalah anak dari Tetua


dia sesungguhnya lahir dari seorang pelayan wanita. Statusnya sangat rendah bahkan tidak pantas untuk disebutkan dan kekuatan saktinya sangat lemah. Seperti sepotong sampah


dia bahkan tidak bisa tetap tinggal di Sekte Xiao. Pendiri kalian dibuang oleh Tetua ke tempat ini. Itulah ceritanya sehingga klan kalian bisa ada disini."'


'Perkataan yang sangat kasar dari Xiao Kuangyun tidak menyembunyikan penghinaannya kepada seluruh Klan Xiao dan pendiri mereka. Beberapa anggota Klan Xiao menjadi marah mendengar perkataannya tetapi tidak berani membantah.'

__ADS_1


__ADS_2