
Siapa Gadis Berambut Merah Ini !?
'Meskipun jumlah toko di Kota Hutan Biru hanya sedikit tetapi mereka menyediakan semua kebutuhan. Sambil mengerutkan alisnya dengan kencang
Yun Che mempercepat langkah kakinya dan segera melangkah masuk ke toko obat disebelah kanannya.'
'"Penjaga toko
apakah ada Bunga Lentera Ungu dan Anggur Pasir Besi?" Yun Che segera berkata setelah memasuki toko obat dan saat yang sama dengan cepat memeriksa toko obat dengan matanya.'
'Sekilas
penjaga toko obat terlihat seperti pria paruh baya yang lesu dan membosankan. Tanaman obat yang Yun Che tanyakan merupakan tanaman obat yang umum. Bunga Lentera Ungu dapat menghilangkan dingin dan Anggur Pasir Besi dapat dibentuk menjadi Pil Penyembuh tingkat sangat rendah; keduanya dapat ditemukan dimana saja dan harganya sangat murah. Penjaga toko segera menjawab dengan lemah : "Ada
berapa banyak yang kau inginkan?"'
'"Seperempat kilo tiap jenisnya!" Yun Che berkata dengan terburu-buru.'
'Penjaga toko membungkus obat itu dan menyerahkan itu kepadanya : "Semuanya dua puluh koin kekal kuning."'
'[Catatan Penulis : Mata uang Benua Langit Kekal dibagi tiga : Koin Kekal Kuning
Koin Kekal Biru dan Koin Kekal Ungu. 1 Koin Kekal Ungu \= 100 Koin Kekal Biru \= 10.000 Koin Kekal Kuning. Keterangan Nilai Koin Kekal : Pendapatan tahunan setiap rumah tangga di Benua Langit Kekal rata-rata 30.000 Koin Kekal Kuning atau 3 Koin Kekal Ungu]'
'Setelah meletakkan Koin Kekal di kasir
Yun Che segera pergi; tanpa berhenti
dia berjalan menuju pintu keluar kota sebelah selatan.'
'Xiao Ba sekarang telah melihat bayangannya namun tidak segera menyerang tetapi berjalan dibelakangnya tanpa ekspresi apapun di wajahnya.'
'Pintu keluar kota Hutan Biru segera muncul didepan mereka. Ke arah selatan Kota Hutan Biru ada pegunungan yang lebat bernama Jajaran Pegunungan Naga Merah. Pegunungan ini didiami oleh berbagai jenis binatang sakti membuatnya sangat berbahaya. Bahkan militer Kota Hutan Biru dan kultivator energi sakti
yang kekuatannya renda
mereka hanya berani bergerak di bagian paling luar dari pegunungan. Ketika seseorang pergi lebih jauh kedalam pegunungan
akan bertemu dengan binatang sakti dengan level lebih tinggi dan ini seringkali berujung pada pelarian yang sulit karena dikejar binatang sakti. Alasan mengapa pegunungan ini dinamakan Jajaran Pegunungan Naga Merah karena di tengah lapisan pegunungan ini hidup naga api besar yang nafas apinya sangat besar seperti namanya.'
'Meskipun demikian itu hanyalah sebuah legenda dan tidak ada seorang pun yang pernah melihatnya. Naga merupakan binatang sakti tertinggi
bahkan naga level terendah sekalipun memiliki kekuatan yang menakutkan. Dan jika mereka benar-benar ada
tidak mungkin bisa hidup setelah bertemu satu naga.'
'Melangkah ke dalam Jajaran Pegunungan Naga Merah
Yun Che perlahan menarik nafas
memeluk dua tas berisi obat yang dia bawa dari toko obat ke dadanya dengan tangan kanannya dan menyelubungi tanaman obat dengan tangan kirinya yang mengeluarkan kerlipan cahaya dari Mutiara Racun Langit… Tiba-tiba
sejumlah besar serpihan jatuh dari tangannya. Saat Yun Che menggerakkan tangan kirinya
apa yang tertinggal di telapak tangannya hanyalah sebuah pil kecil yang tersusun dari bubuk ungu kehitaman.'
'Bunga Lentera Ungu tidak memiliki kandungan racun demikian juga dengan Anggur Pasir Besi
jadi tidak akan keracunan jika kedua tanaman ini dikonsumsi bersama. Bahkan jika ini beracun
pengaruh racun sangat kecil terhadap seseorang yang telah mencapai Tingkat Batin Sakti atau bahkan tidak ada pengaruh apa-apa.'
'Meskipun demikian
bubuk yang dibuat dari kombinasi tertentu dari Bunga Lentera Ungu dan Anggur Pasir Besi
memiliki kemampuan untuk memedihkan mata. Jika tersentuh mata
tidak peduli bagaimana tingginya kekuatan sakti seseorang
mereka akan kehilangan penglihatan sesaat.'
'Sambil memegang bubuk itu pada tangannya
Yun Che perlahan berputar dan memandang Xiao Ba yang berjarak hanya sepuluh langkah dari dirinya
kemunculannya seperti hantu yang tidak terdeteksi.'
'Xiao Ba cukup terkejut ketika Yun Che dapat mengetahui keberadaanya. Dia menatap Yun Che dengan mencemooh dan berkata dengan dingin : "Kau dipanggil Xiao Che
bukan? Manusia tidak berguna yang ditendang keluar dari Klan Xiao!"'
'"Bukan
saya bernama Yun Che!" Yun Che dengan santai membelalakkan mata kepadanya. Tidak ada sedikitpun rasa takut di wajahnya.'
'"Heemh!" Xiao Ba sesungguhnya tidak tertarik siapa namanya
tidak juga peduli dengan sikap santai Yun Che
berhadapan dengan sampah yang nadi saktinya rusak
__ADS_1
tidak ada yang perlu dipikirkan : "Saya mendapat perintah dari tuan mudaku untuk mengirimkan kamu menghadap dewa kematian! Di kehidupan berikutnya
ingatlah untuk tidak menggangu orang yang tidak bisa kau hadapi!"'
'Saat suaranya menghilang
sebuah pisau sudah berada di tangan Xiao Ba. Dia kemudian mengayunkan tangan kanannya
dan pisau itu meluncur ke arah Yun Che dengan suara memekakkan telinga seperti membelah udara… Xiao Kuangyun ingin menghancurkan wajah Yun Che dan memotong lidahnya
tetapi dia tidak memiliki kesabaran membuang waktu dan energi untuk menghadapai sampah seperti dia. Dia bahkan terlalu malas untuk menyentuh Yun Che
jadi dia mengeluarkan pisau dan menusuk langsung ke lehernya.'
'Ketika Xiao Ba tiba-tiba menarik keluar sebuah pisau
kening Yun Che berkerut dan ketika Xiao Ba mengayunkan tangan kanannya
hatinya terkesiap… Dia sudah bersiap jika Xiao Ba berlari kearahnya dan menamparnya
tetapi dia tidak menduga ternyata orang yang telah mencapai Tingkat Kekal Roh dari Sekte Xiao akan menggunakan senjata melawan seorang yang tidak pantas seperti dirinya. Dan bahkan hendak membunuhnya menggunakan pisau!'
'Dengan kekuatan sakti yang tidak berarti di tubuhnya
bagaimana mungkin dia mengelak dari tusukan pisau dari seseorang yang sangat kuat yang telah mencapai Tingkat batin sakti?'
'Apakah Xiao Ba sudah gila? Dia sesungguhnya bertindak aneh diluar kebiasaan manusia normal! Bertindak menggunakan senjata untuk membunuh seseorang yang tidak memiliki kekuatan sakti seperti dirinya; bukankah dia akan malu jika hal ini diketahui orang lain?... Yun Che tanpa daya mengutuk didalam hatinya. Saat kilatan pisau sudah berada dekat matanya
dia berusaha mengelakkan pisau itu secara refleks tetapi kecepatan tubuhnya yang lambat membuat dia tidak ada kesempatan untuk menghindari pisau itu…'
'Sesaat sebelum pedang itu menembus tenggorokan Yun Che
sebuah bayangan merah keluar dari tubuh Yun Che seperti pancaran kilat dan anak panah yang menuju Xiao Ba…'
'Wiiisssh~~~~'
'Pedang pendek tidak menembus tenggorokan Yun Che tetapi menghilang dari pandangannya! Sekarang dibelakang tubuh Xiao Ba telah bertambah dengan sebuah bayangan kecil mungil. Punggungnya menghadap Yun Che; mengenakan sepotong pakaian putih
dia memperlihatkan ketelanjangan yang menggiurkan dan kakinya seindah giok. Rambut merahnya terurai turun sampai ke pinggangnya
daya pikatnya sungguh tak tertandingi.'
'Dan di tangan kanannya
jelas terlihat pisau yang Xiao Ba lemparkan kepadanya!'
'Gadis ini… pakaiannya dan rambut merah… jangan-jangan…'
seluruh tubuhnya membeku tidak bergerak. Dia diam penuh ketakutan
dia tidak memutar tubuhnya
ekspresi dan gerakannya tidak berubah sama sekali seolah-olah dia terhenti dalam waktu
disaat yang sama dia melihat suatu gambaran dunia yang sangat mengerikan….'
'Seperti ada hembusan angin sepoi
tubuh Xiao Ba yang lagi berdiri tiba-tiba jatuh berkeping-keping dengan cepat… Benar! Dia jatuh berkeping-keping
seperti runtuhnya tumpukan blok bangunan mainan yang runtuh satu blok pada saat yang sama
menjadi genangan darah dan tak terhitung banyaknya potongan bagian tubuh.'
'Angin yang berhembus menerpa wajah Yun Che membawa bau anyir darah. Seluruh tubuhnya kaku ditempat. Saat dia melihat punggung gadis itu
pupilnya berkontraksi dengan cepat dan nafasnya terhenti. Bahkan denyut jantungnya berhenti berdetak.'
'Pakaian dan rambut merahnya menunjukkan kepadanya bahwa ini adalah gadis yang dia temui pada malam itu di gunung belakang yang juga telah masuk ke Mutiara Racun Langit. Tetapi
setelah masuk kedalam Mutiara Racun Langit
dia terus tertidur tanpa sadar… Tetapi sekarang
dia terbangun
meninggalkan Mutiara Racun Langit dan menunjukkan kepadanya pemandangan yang sangat mengerikan yang dia belum pernah saksikan di Benua Langit Kekal.'
'Tidak diragukan lagi
dalam sekejab gadis itu dapat merampas pedang yang hendak menembus tenggorokannya
secepatnya menuju Xiao Ba dan membunuh dia… Seluruh proses terjadinya seperti kilatan cahaya yang berlangsug tidak lebih dari sedetik… Seluruh tubuh Xiao Ba seperti dicincang. Paling sedikit dibutuhkan ratusan tebasan untuk menciptakan kondisi seperti itu…'
'Dengan kata lain
gadis ini bukan saja menangkap pisau yang hampir merenggut jiwanya beberapa saat lalu tetapi juga menggunakan pisau yang sama dan mencincang Xiao Ba ratusan kali!!'
'Apa.. Apa ilmu yang dimiliki gadis ini?'
'Tidak! Apakah tingkatan ini bisa dicapai 'manusia?!!'
__ADS_1
'Duung!'
'"Uuuuhh…."'
'Saat Yun Che berada dalam kondisi shok
pisau yang dipegang gadis itu tiba-tiba jatuh ke tanah dan dia mengerang kesakitan seperti suara yang biasanya terdengar dari seekor binatang kecil. Bahkan sesudah itu
seluruh tubuhnya perlahan berjongkok diatas tanah dan tubuh mungilnya sedikit gemetar seperti dia mandi di air dingin…'
'Racun Pembunuh Dewa Abadi… Bagaimana dapat saya
puteri ini… mengalami seperti… reaksi balik… padahal hanya menggunakan tingkat energi demikian… Uuuh…" Yun Che dengan hati-hati berjalan mendekat dua langkah dan saat pandangannya jatuh pada genangan darah
hatinya merasa dingin… Siapa gadis berambut merah ini!? Xiao Ba berasal dari Sekte Xiao
kekuatannya berada pada tingkat Batin Sakti! Di Kota Awan Apung mungkin tidak ada yang dapat melawannya; tetapi gadis ini dapat membunuhnya dalam sekejab!'
'Gadis ini tidak diragukan baru berusia sekitar dua belas atau tiga belas tahun! Pada usia ini
bahkan mencapai Tingkat Dasar Sakti sangat jarang. Xia Qingyue mencapai level sepuluh Tingkat Dasar Sakti pada usia enam belas tahun yang bisa dipertimbangkan sebagai jenius nomor satu di seluruh kota
teapi gadis ini…. Gadis ini…'
'Ini pertama kalinya
sejak tiba di Benua Langit Kekal
Yun Che benar-benar shok. Saat dia melihat pemandangan yang terpampang dihadapannya
ini sudah melewati batas pemahamannya… pemahaman yang dia peroleh dari dua waktu hidupnya!'
'Yun Che menarik nafas dalam
dia berusaha menenangkan diri sekuatnya
menggertakkan giginya dan akhirnya berkata : "Gadis kecil… kau… sudah bangun?"'
'Mendengar suara Yun Che
tubuh gadis itu berhenti gemetar. Dia perlahan berdiri
berbalik dan menunjukkan wajahnya yang selembut boneka. Meskipun wajahnya belum dewasa tetapi lembut dan sangat cantik
namun sekarang ekspresi kesakitan jelas terlihat pada wajahnya. Dia menatap Yun Che dan dengan lembut tetapi bernada dingin : "Sungguh tidak dapat dipercaya
Mutiara Racun Langit memilih seorang yang tidak berguna seperti dirimu untuk menjadi tuannya! Jangan katakan bahwa kepekaan atas benda saktiku juga mengalami penyimpangan?'
'Berbicara dengan lugas
ini pertama kalinya Yun Che berhadapan muka dengan muka. Meskipun dia sering mengunjungi dirinya setiap hari dalam Mutiara Racun Langit tetapi saat melihat dirinya lagi sekarang
Yun Che tetap tidak mampu memalingkan pandangannya. Penyebabnya karena gadis ini sangat cantik
kecantikannya bahkan cukup untuk mencuri jiwa seseorang. Setiap bagian wajahnya sangat lembut dan sempurna melebihi apa yang bisa dibayangkan; mungkin kecantikannya mencapai puncak kesempurnaan yang sangat sulit digambarkan.'
'Matanya bening berkilauan seperti batu permata hitam yang berharga tetapi juga dalam seperti langit malam. Dari matanya
Yun Che melihat semacam keangkuhan… Namun keangkuhan ini sangat berbeda dengan keangkuhan Xiao Kuangyun yang menyalahgunakan kuasa
tetapi sikap terhormat yang datang dari jiwanya sehingga di matanya
setiap pribadi di seluruh dunia tanpa kecuali
hanya seperti semut besar
bahkan setiap mahluk hidup di dunia ini dapat dianggap seperti debu.'
'.........'
'Kota Hutan Biru
dalam restoran.'
'Semua menu utama dan menu penutup telah disajikan
tetapi Xiao Ba belum juga kembali.'
'Xiao Kuangyun mulai merasa gelisah dan mendengus dengan dingin : "Melawan seonggok sampah
dia sangat membuang waktu. Heemh
mungkin dia tersesat di tempat yang tidak dia kenal? Xiao Jiu
pergilah melihatnya."'
'"Ya
Tuan muda!" Xiao Jiu menerima perintah dan segera berdiri berjalan ke luar restoran
kemudian mengambil arah yang Xiao Ba ambil sebelumnya.'
__ADS_1