Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 53


__ADS_3

Tebasan Memusnahkan Kilauan Bintang Dewa


'"Benda… apakah ini?" Yun Che bertanya dengan bingung saat dia memegang manik-manik merah tua yang aneh itu. Dia menggenggam benda itu tetapi tidak terasa seperti benda padat tidak juga panas. Sinarnya mempesona dan membakar


memancarkan warna merah tua yang akrab tetapi juga memberikan Yun Che perasaan aneh seperti tidak pernah melihat warna ini.'


'Meskipun hatinya tidak lagi berdebar sekuat tadi


nadi saktinya tiba-tiba berkecamuk hebat


menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuhnya sedikit mendidih. Perasaan aneh juga menyerbu hati Yun Che pada saat ini… Dia yakin dia belum pernah melihat manik-manik merah tua seperti ini sebelumnya tetapi ketika dia memegang benda itu ditangannya


dia merasakan ketenangan


seolah itu merupakan miliknya yang didapatkan kembali.'


'"Puteri ini tidak memiliki ide benda apa itu


tetapi saya yakin kau akan segera mati." Dari dalam Mutiara Racun Langit


suara Jasmin direndahkan dengan ekspresi di wajah kecilnya menjadi sangat serius. Walaupun meminta Yun Che berulang kali jangan bertindak semberono


dia tidak bisa menghentikan dirinya untuk mengambil resiko berkali-kali…Setelah semua telah dia katakan dan lakukan


tetap akhirnya seperti ini.'


'Jika bukan karena kenyataan hidupnya terjalin dengan Yun Che


dia sungguh ingin menggunakan tangan kecilnya dan menampar manusia semberono dan tak mengenal rasa takut ini


yang mengabaikan hidupnya untuk sesuatu yang dinamakan "Kesempatan"


yang berujung maut!'


'Baru saja Jasmin selesai berbicara


raungan naga yang mengguncang dunia tiba-tiba datang dari luar gua!'


'"ROAAR!! Manusia serakah!! Jadi sebenarnya kalian menginginkan pusaka raja ini! Kalian semua bajingan menjijikkan


tidak bisa diampuni…. TIDAK BISA DIAMPUNI!!!"'


'Sepuluh orang level sepuluh Tingkat Langit Sakti tidak mungkin menang melawan level terendah Tingkat Kaisar Sakti


apalagi satu orang level sepuluh Tingkat Langit Sakti dan empat orang di bawah level enam Tingkat Langit Sakti. Dalam sekejab mata


sesudah naga api melepaskan kekuatan sejatinya


lima orang dari Klan Pembakar Surga dipaksa berada dalam kesulitan yang menyedihkan. Gelombang api berbentuk naga bukan hanya sangat panas


tetapi juga membawa kekuatan besar yang menyeret perlahan lima orang dari Klan Pembakar Surga kedalam pusaran kematian.'


'Pada saat ini


lima ahli Klan Pembakar Surga memperlihatkan ekspresi putus asa yang menyatakan kehilangan harapan mereka


naga api tiba-tiba meledak dalam kemarahan. Seluruh tubuhnya memancarkan aura yang menyebabkan seseorang gemetar dalam ketakutan


dia sekali lagi mengeluarkan raungan kemarahan yang memekakkan telinga. Dengan raungan ini


sebuah bola api yang berukuran beberapa lusin meter menghantam lima orang


menyebabkan kelima orang itu menjerit kesakitan… Tetapi


naga api tidak meneruskan serangannya malahan berbalik ke arah yang berbeda dan dengan marah berlari kearah guanya.'


'Lima ahli dari Klan Pembakar Surga lari


menyerang berulang kali dan kelelahan


dari api yang ditembakkan naga api


setiap orang menderita luka bakar yang berbeda derajatnya; paling besar rambut mereka


janggut dan pakaian di tubuh mereka terbakar. Saat mereka menyaksikan naga api tiba-tiba menarik diri


setiap orang berada dalam keadaan panik.'


'"Apa yang terjadi


mengapa dia tiba-tiba lari dan balik?" Satu orang bertanya dengan keras sambil terengah-engah.'


'"Dari apa yang baru saja dia katakan


kelihatannya seseorang mengambil keuntungan dari pertempuran kita dan berusaha mencuri dari sarang tuanya…"'


'"Apa pentingnya mencari tahu hal itu sekarang! Cepat lari! Kita beruntung mendapatkan kembali hidup kita


hidup setelah mengganggu Binatang Kaisar Sakti!"'


'"Peduli amat


ayo lari!"'


'Lima ahli Klan Pembakar Surga tidak berani tinggal lebih lama; setelah mengumpulkan kekuatan mereka dan tidak berani melihat kebelakang


mereka segera melarikan diri. Pada saat ini


pikiran dalam hati mereka satu dan sama… Saat mereka kembali ke Klan Pembakar Surga


mereka akan mencari orang yang berkata bahwa naga api hanya berada di Tingkat Langit Sakti dan memukulnya tanpa ampun.'


'Di dalam gua


Yun Che merasakan ada bahaya besar datang mendekat. Dia mengerutkan alisnya dan tidak berani menunda lebih lama

__ADS_1


berlari keluar secepat mungkin. Tetapi


sebelum dia bahkan berjalan setengah langkah


suara menggertakkan kaki yang datang dari depan masuk ke telinganya dan gelombang kemarahan besar


diikuti oleh gelombang udara yang menghanguskan


menerpa wajahnya. Seluruh dinding dan lantai gua sedikit gemetar dan tidak lama kemudian


kepala besar dari naga api muncul dalam pandangan Yun Che.'


'Aura Yun Che demikian lemahnya sehingga membuat naga api terpaku sesaat. Tetapi


ketika dia melihat manik-manik merah tua di tangannya


mata besarnya memancarkan api kemarahan : "Manusia lancang


berani menginginkan pusaka raja ini! Bersiaplah menerima murka raja ini!"'


'Sialan!!'


'Hati Yun Che gelisah; dia segera menenangkan diri dan berusaha berpikir bagaimana cara untuk melarikan diri. Tentu saja


dia tidak mau mengembalikan manik-manik di tanganya… Tetapi


sungguh mustahil kalau naga api akan memberikan dia kesempatan untuk berbicara; kekuatan hebat ini menjaganya tetap berada ditempat dan detik berikutnya


dia akan dibakar menjadi abu.'


'"Jika kau tidak ingin mati


berhenti dalam nama puteri ini!"'


'Seperti turunnya bayangan kematian


suara sedingin es yang mempesona tiba-tiba datang dari atas. Bersamaan dengan itu


tekanan yang sangat mengerikan meliputi seluruh gua naga api.'


'Naga api menghentikan gerakannya


kemudian tubuhnya mulai gemetar tak terkontrol dibawah tekanan yang sangat besar ini. Dia mengangkat kepalanya


melihat kepada gadis berambut merah yang entah muncul dari mana; kemarahan dalam mata besarnya diganti dengan rasa terkejut dan … takut.'


'Aura yang dilepaskan dewi ini melampaui imajinasinya. Di bawah tekanan kekuatan ini


dia merasa sekecil semut yang dapat dilenyapkan menjadi abu kapan saja. Dia membuka mulutnya dan mengeluarkan suara gemetar : "Siapa… siapa kamu!"'


'"Kau tidak punya hak untuk mengetahui nama puteri ini." Jasmin membalas dengan wajah sedingin es. Mata indahnya melepaskan pandangan setajam silet : "Gua ini milikmu


saya menginginkannya


berilah wajah kepada puteri ini sekarang."'


'Yun Che mengangkat kepalanya dan memandang Jasmin; hatinya sangat terkejut… Tekanan dari gadis kecil ini


tak disangka menghentikan Binatang Kaisar Sakti! Apa sesungguhnya level kekuatan saktinya?'


'Tetapi


saat ini


dia tiba-tiba melihat bahwa gemetaran naga api telah berhenti.'


'"Hehe


" naga api tertawa : "Raja ini mengerti sekarang; kalian dua manusia licik


hanya bermulut besar saja! Meskipun raja ini tidak tahu cara yang kalian gunakan untuk menciptakan tekanan besar ini


tetapi jangan berpikir bahwa raja ini sebodoh kalian manusia?"'


'Alis Jasmin segera mengernyit : "Kau… ingin… mati?"'


'"Tentu saja raja ini tidak ingin mati; tetapi hanya kalian berdua


tidak cukup untuk membunuh raja ini!" Naga api terus menyindir tajam : "Jika kau benar-benar memiliki kemampuan membunuh raja ini


kau akan keluar dan terang-terangan mengambil pusaka raja ini. Jika tidak


mengapa kau memilih mencuri di dalam saat raja ini berkelahi dengan manusia bodoh yang lain… Jika kau sungguh memiliki kemampuan membunuh raja ini


maka ekspresi pada wajah manusia ini tidak akan gentar ketika melihat saya!"'


'Hati Yun Che segera gemetar ketakutan


kecerdasan naga


tidak dapat dibandingkan dengan binatang Sakti normal!'


'"Dan kau. Bajingan


tatapanmu dingin dan kejam; hawa pembunuhan ditubuhmu juga mengejutkan raja ini. Memiliki mata dengan hawa pembunuhan demikian


kau harus membunuh banyak mahluk hidup. Jika kau benar-benar ingin membunuh raja ini dan memiliki kemampuan melakukannya


kau sudah melakukannya daripada merendahkan diri berbicara kepada raja ini. Umurmu juga masih sangat muda; tetapi dengan kecepatan kultivasi manusia


pada dasarnya mustahil memiliki tekanan sekuat itu pada usia muda. Semua ini hanyalah ilusi


raja ini tidak bodoh sehingga masuk dalam tipuan ini!"'


'"Menginginkan pusaka raja ini; juga mencoba menipu raja ini

__ADS_1


bagaimana mungkin raja ini mengampuni kalian! Jadilah abu!"'


'Naga api membuka lebar mulutnya dan tiba-tiba menembakkan sebuah bola api kepada Yun Che.'


'"Buuk!" Seperti ada kekuatan besar menggebuk pundak Yun Che dan mendorong dia menjauh


dia baru saja terhindar dari api kematian dari naga api. Jasmin muncul di posisi Yun Che sebelumnya. Wajahnya yang putih dan lembut diselimuti oleh selapis hawa pembunuhan yang mengerikan : "Karena kau ingin mati… Puteri ini akan memenuhi keinginanmu!"'


'Wuuush!!'


'Gelombang besar energi sakti yang kuat dilepaskan dari tubuh Jasmin. Aura Sakti ini sangat mengerikan; aura ini tidak berbentuk


mulai menggerakkan badai topan


dan segera memadamkan api dari naga api.'


'Yun Che


yang dipukul menjauh


kepalanya membentur sebuah batu dan pingsan sesaat. Ketika dia sadar kembali dan melihat kemunculan Jasmin


pupilnya segera berkerut sambil dia berteriak : "Jasmin! Berhenti! Apakah kau ingin mati!!"'


'"Bukankah ini semua salahmu! Jika kau mati


puteri ini juga akan ikut mati!!"'


'Jasmin berteriak dengan marah sambil mengunci hawa pembunuhannya kepada naga api. Dibawah aura sakti dan hawa pembunuhan yang sangat mengerikan


naga api terpaku ditempat


dan dua pasang matanya dipenuhi dengan ketakutan dan ketidakpercayaan yang dalam. Dia tidak percaya bahwa seorang gadis dapat melepaskan aura sakti demikian kuatnya!'


'"Sekarang matilah… Tebasan Memusnahkan Kilauan Bintang Dewa!'


'"Jasmin berhenti!! Tindakan Jasmin membuat Yun Che pucat ketakutan. Sebelum dia dapat berdiri


tubuh indah Jasmin sudah terbang menuju naga api; kemudian


seperti tembakan bintang


menembus tubuh naga api….'


'Dalam waktu singkat


setiap elemen di surga dan bumi terlihat berhenti berputar; gemuruh angin berhenti


semburan api berhenti membakar


suara disamping telinga lenyap dan bahkan jeritannya tidak terdengar… Tubuh besar naga api membeku ditempat dan bentuk silang berdarah muncul jelas seperti dicetak pada tubuhnya karena ditembus energi sakti Jasmin.'


'"Mus… tahil…"'


'Pupil naga api mengernyit dengan kuat


seperti dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan dan tidak dapat dipercaya di dunia ini. Mengikuti hal itu


kedua matanya perlahan kehilangan warna dan fokus… Tubuh besarnya terpisah menjadi empat potongan yang sama dan terserak diatas tanah.'


'Naga api yang sangat kuat dan besar


dalam sekejab dibunuh oleh Jasmin.'


'Bahkan ketika Tetua pertama Klan Pembakar Surga Fen Moli menggunakan Pedang Membakar Surga


dia hanya bisa menggores tubuh keras naga api. Tapi Jasmin


tanpa senjata apapun


hanya menggunakan tangannya yang lembut dan putih berhasil membelah tubuh naga api


seperti dia memotong tofu tahu.'


'Melihat tubuh naga api terbelah menjadi empat


Yun Che terbungkam tanpa sepatah katapun. Kemudian hatinya tiba-tiba gemetar saat pandangannya tertuju kedepan. Setelah berteriak keras "Jasmin"


dia dengan putus asa lari kedepan.'


'Pada saat ini


Jasmin terkapar diatas lantai; wajahnya


leher


kaki dan tangannya semuanya putih pucat


tanpa sedikitpun warna lain. Meskipun hanya beberapa detik dia melepaskan kekuatan saktinya


itu sudah cukup membuat racun mematikan memasuki jiwanya dan menyerang dengan ganas. Pemurnian dan tekanan terhadap racun mematikan selama beberapa bulan dalam Mutiara Racun Langit semuanya hancur seketika.'


'"Jasmin!" Setelah berada disamping Jasmin


Yun Che segera berjongkok; dia menempatkan tangan kirinya dibahu kirinya yang kurus dan dengan seluruh kekuatannya


melakukan pemurnian dengan Mutiara Racun Langit diatas tubuh Jasmin. Tetapi


racun mematikan dalam jiwa Jasmin sangat mengerikan; bahkan dengan kecepatan pemurnian Mutiara Racun Langit


tetap mustahil menekan amukan ganas racun itu. Tubuh Jasmin berangsung-angsur menjadi sedingin es dan perlahan menjadi semakin transparan


tembus pandang….'


'"Kali ini… pasti… mati…" Jasmin mengerang lemah; suaranya selemah angin sepoi dan matanya yang biasanya dingin dan angkuh kini hanya dipenuhi dengan kehampaan dan penderitaan yang menyayat hati….'

__ADS_1


__ADS_2