Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 37


__ADS_3

Xiao Ying Manusia Berbudi Luhur


'Yun? Xiao Che bingung. Di Benua Awan Biru


marga yang diberikan gurunya juga Yun


ini merupakan kejadian kebetulan yang sangat aneh.'


'"Selain marga ayah biologismu Yun


saya tidak memiliki informasi yang lain; misalnya


saya tidak memiliki ide apa arti nama ini dan darimana berasal. Xiao Ying bertemu ayahmu saat dia mengembara di Kerajaan Angin Biru. Tahun itu


ayahmu menyelamatkan hidup Xiao Ying saat dia diserang oleh binatang sakti yang kuat. Sesudah itu


keduanya mulai berjalan bersama dan saat menyadari bahwa mereka sangat cocok


mereka bersumpah menjadi saudara angkat sebelum mereka berpisah."'


'Xiao Lie perlahan mengangkat kepalanya saat dia mengenang kejadian masa lalu dan dengan semangat berkata : "Sesudah Xiao Ying kembali


dia menjelaskan tentang ayahmu kepadaku dan terus memuji dirinya; bahwa bukan saja tampan tetapi juga jujur dan terbuka. Lagi pula


dia memiliki bakat yang luar biasa dan mengherankan


dia benar-benar seorang manusia yang hebat. Pada saat itu


bakat Xiao Ying dapat dikatakan tidak ada bandingnya di Kota Awan Apung; ketika dia dengan jujur mengakui bahwa bakatnya tidak dapat dibandingkan dengan ayahmu… Saya tidak percaya dan bertanya kepadanya sudah pada tingkat apa kekuatannya


tetapi Xiao Ying hanya tersenyum dan tetap tidak mengatakannya. Dia berkata bahwa saya tidak akan percaya jika dia mengatakannya."'


'"Tidak ada seorangpun yang tahu kepribadian anakku lebih baik dariku. Dia tidak akan berkata bohong. Pada saat itu ayahmu dikonfirmasi sebagai seseorang dengan bakat luar biasa; pada usia muda


kekuatan saktinya mencapai level yang mengherankan. Kau dapat dengan jelas melihat keluhuran budinya


walaupun dengan bakat yang demikian luar biasa dia mau menjadi saudara angkat Xiao Ying


yang sebenarnya jauh dibawahnya dalam kekuatan sakti. Tidak heran kenapa Xiao Ying selalu memuji ayahmu dan sangat menghormatinya saat mau menjadi saudara angkatnya."'


'"Sesudah itu


Xiao Ying menikah dan mendapatkan seorang anak… dan dua bulan sesudah anak itu dilahirkan


dia bertemu kembali dengan ayahmu… bersama ibumu."'


'Emosi Xiao Lie sekarang berubah drastis. Xiao Che menahas nafasnya dan terus mendengarkan dengan diam.'


'"…Tetapi pada saat itu


kedua orang tuamu penuh berlumuran darah


dan ditangan mereka ada kamu


yang juga penuh darah. Kau baru berusia dua bulan saat itu


tidak sadar dalam pelukan ibumu. Saat Xiao Ying menolong mereka dan membawa ke lokasi rahasia. Tubuh mereka seluruhnya penuh luka dan seluruh kekuatan sakti mereka habis… Mereka hanya berdiam tidak lama sebelum akhirnya pergi


karena orang-orang yang mengejar mereka sangat kuat


begitu kuatnya


bahkan seluruh kota Awan Apung tidak mungkin melawannya. Jika mereka tetap tinggal


mereka hanya akan menyebabkan Xiao Ying celaka."'


'"Xiao Ying tidak dapat mencegah mereka pergi dan dia tahu tidak memiliki kemampuan untuk melawan musuh yang bahkan orang tuamu tidak bisa hadapi. Pada saat itu


dia melihat keteguhan dan kekerasan hati dimata orang tuamu… Sesungguhnya


orang tuamu sudah kehabisan seluruh energi mereka untuk berusaha lari dan mereka tidak memiliki harapan untuk lari dari orang-orang yang mengejar mereka… Karena itu


Xiao Ying menggunakan alasan untuk menenangkanmu… dan diam-diam menukar anaknya


cucuku


masuk kedalam selimut berdarahmu… dan menyembunyikan kamu kedalam selimut anaknya."'


'Pandangan Xiao Che tiba-tiba gemetar saat yang sama Xiao Lingxi berteriah "Hah".'


'"…. Pada saat itu


orang tuamu terburu-buru hendak pergi


jadi setelah menerima kembali bayi yang terbungkus dari Xiao Ying


mereka tidak sempat memeriksa jika itu adalah benar anak mereka… Setelah orang tuamu pergi


Xiao Ying mencari saya


berlutut dihadapanku dan memohon pengampunan dariku… Dia berkata bahwa dia masih muda


jadi meskipun dia kehilangan seorang anak


dia dapat melahirkan lebih banyak lagi


tetapi jika kau mati


saudaranya yang adalah ayahmu akan kehilangan keturunannya. Jika ini terjadi


tidak ada seorangpun yang dapat membalas dendamnya!"'

__ADS_1


'"Meskipun sakit dalam hatiku seperti ditusuk ribuan panah pada saat itu


bagaimanapun juga… menghadapi anak yang penuh kasih sayang dan berbudi luhur seperti itu


bagaimana saya dapat menyalahkan dia? Selain kami ayah anak


tidak ada orang lain yang tahu bahwa cucuku telah ditukar dengan dirimu. Pada saat itu


kau yang berusia dua bulan mengalami penderitaan karena tubuhmu banyak luka dan akhirnya bisa disembuhkan setengah bulan kemudian… Alasan kenapa akhirnya nadi saktimu rusak juga jelas karena lukamu sebelumnya. Ditengah serangan selevel itu


beruntung hanya nadi saktimu yang rusak bukan hidupmu."'


'Suara Xiao Lie sedikit terhenti. Dia berusaha sekuatnya untuk tidak memperlihatkan rasa sakitnya dengan mengepalkan tangannya dan terus berkata : "Tidak sampai sebulan sesudah itu


Xiao Ying terbunuh dan nadi diseluruh tubuhnya dihancurkan… Ketika saya mendengar hal itu dan berlari kesana


dengan nafas terakhirnya


dia berkata kepadaku bahwa orang yang membunuhnya adalah seseorang yang mengejar kedua orang tuamu saat itu. Dia tidak mengetahui darimana orang itu memperoleh informasi tentang dia yang melindungi sepasang suami isteri muda yang membawa seorang bayi yang diselimuti darah. Orang yang membunuhnya berusaha memaksanya menunjukkan kemana orang tuamu melarikan diri… Sebelum menarik nafas terakhirnya


Xiao Ying tersenyum


karena perkataan yang diucapkan oleh orang yang membunuhnya… membuktikan bahwa dia belum menemukan kedua orang tuamu


yang berarti bahwa mereka mungkin masih hidup!"'


'"..." Hati Xiao Che mulai tergerak


seperti aliran gelombang besar yang tidak dapat ditahan. Melihat pada rambut putih Xiao Lie


dia merasakan kepahitan dan luka yang sangat besar dalam hatinya… Tidak ada seorang pun yang memperhatikan kesedihannya yang dalam karena kehilangan anak laki-laki dan anak mantunya. Dia bahkan kehilangan cucu satu-satunya


kehilangan keturunannya sejak lama. Pada lututnya


ada anak lain yang ditukar dengan hidup cucunya. Tidak mengherankan jika seluruh rambutnya menjadi putih saat usianya masih paruh baya… Dibawah terpaan gelombang demi gelombang peristiwa emosional


jika orang lain menggantikan posisinya


bukan hanya akan muncul rambut putih… tetapi mungkin dia sudah lama mati.'


'Xiao Che menemukan kebenaran yang menyedihkan hari ini; sumber masalah semua ini ternyata adalah dia


dirinya!!'


'Jika hidup Xiao Che tulen tidak ditukar dengan hidupnya


bagaimana mungkin Xiao Ying bisa terbunuh? Bagaimana mungkin isteri Xiao Ying akan mengikuti kecintaannya? Bagaimana mungkin isteri Xiao Lie kemudian mati karena depresi? Bagaimana mungkin anak Xiao Ying akan ditertawakan saat dia tidak cacat? Seluruh keluarga mereka bisa aman dan selamat


dapat hidup senang dan damai. Dengan bakat Xiao Ying yang tak tertandingi di Kota Awan Apung dan kekuatan serta reputasi ayahnya yang tak terbandingkan di Kota Awan Apung


posisinya di Klan Xiao akan sangat tinggi. Mungkin dia sudah menjadi Ketua Klan Xiao sekarang. Xiao Lie tidak akan menderita pandangan sombong dari orang lain dan malahan lebih tinggi posisinya. Bukan saja empat Tetua tidak menghinanya


jika mereka bertemu dengannya


'Xiao Ying menggunakan hidup anaknya untuk menyelamatkannya… Sementara dia membiarkan dirinya dan seluruh keluarganya menderita nasib tragis.'


'Meskipun demikian


enam belas tahun terakhir ini


Xiao Lie tidak pernah melepaskan kemarahan atau kebencian kepadanya


"penyebab utama"


malahan dia melindungi dan menjaga keselamatannya tanpa mengeluh. Dia memberikan kepadanya cinta tanpa syarat


bahkan setelah mengetahui bahwa nadi saktinya rusak


tahu bahwa dia akan menjadi tidak berguna sepanjang hidupnya


dia tetap mencintai dirinya seperti biasa. Mungkin


ini adalah perbuatan yang umumnya dilakukan seorang kakek kepada cucunya


tetapi untuk memperlakukan anak orang lain seperti ini


khususnya seseorang yang menyebabkan kehancuran keluarganya


dibutuhkan hati yang sangat besar dan pikiran yang terbuka…'


'Xiao Che gemetar dalam hatinya dan hidungnya terasa masam… Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Orang agung seperti ini


tidak heran memiliki anak yang benar seperti Xiao Ying. Dia tidak mungkin bisa membalas utang ini


bahwa dia dan orang tuanya berutang kepada mereka sepanjang hidup mereka.'


'Xiao Che menempatkan kedua tangannya di samping meja batu sementara jari-jarinya menggengam itu semakin kencang. Melihat kesedihan di mata Xiao Lie yang ada dihadapannya


untuk sesaat


dia tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih kepada orang ini yang dipanggilnya Kakek sepanjang hidupnya. Tidak lama kemudian


dia akhirnya berkata dengan suara gemetar : "Kakek


saya… saya… Cinta kasih dan kebaikanmu


dalam hidup saya


saya akan selalu… akan selalu…."'


'"Heh heh

__ADS_1


" Xiao Lie dengan lembut tertawa kecil dan dengan penuh kasih sayang berkata : "Anak Che


Saya memperhatikan kamu sejak anak-anak. Walaupun kau bukan cucuku


sejak lama


kau tidak berbeda dari cucu biologisku dalam hatiku. Kau juga berkata bahwa bahkan jika kita tidak memiliki hubungan darah


kita tetap akan menjadi keluarga selamanya. Kalau kita adalah keluarga


semua yang terjadi


biarlah terjadi. Saya tidak membutuhkan rasa terima kasihmu atau balas budi


asal kau selamat dan sehat sekarang; bahkan jika saya dipenjara disini sepanjang hidup saya


saya tidak akan kuatir."'


'Xiao Che menutup mulutnya karena ungkapan terima kasih dan rasa hormatnya tidak dapat diutarakan dan sesaat kemudian dia dengan berat mengangguk. Itu benar


dia sekarang adalah Kakeknya


sekarang… dan selamanya! Selama dia masih ada


saya akan berbakti kepadanya. Ketika dia tidak ada


saya akan berkabung untuknya dan melakukan apa yang seorang cucu harus lakukan.'


'Saat menatapnya


Xiao Lie menganggukkan kepalanya dengan puas dan terus berkata : "Kau ingin mengetahui lebih banyak tentang apa yang terjadi saat itu. Tetapi


Xiao Ying tidak mengatakan lebih soal orang tuamu. Kenapa mereka diburu


Xiao Ying hanya mengatakan kepadaku karena mereka memiliki sebuah 'Benda Pusaka Suci'. Dia bahkan memberitahu bahwa tiga kata ini 'Benda Pusaka Suci' adalah hal yang tabu dan tidak boleh diucapkan dihadapan orang luar."'


'Benda Pusaka Suci? Xiao Che mengingat nama ini dalam pikirannya.'


'"Sejak waktu kepergian orang tuamu


saya tidak pernah menerima informasi apapun dari mereka selama enam belas tahun terakhir. Saya berpikir jika mereka masih hidup


mereka akan menemukan bahwa bayi yang mereka bawa bukan anak mereka dan akan kembali untuk menukar anak yang mereka miliki saat sudah aman…Saya menunggu tahun demi tahun


tetapi mereka tidak pernah kembali. Tetapi… ini tidak membuktikan bahwa mereka tidak berada lagi di dunia ini. Sejak kau masih anak-anak


saya selalu mengatakan kepadamu untuk jangan pernah memindahkan kalung dari lehermu. Hal ini disebabkan ketika Xiao Ying menukarmu dengan anaknya


itu adalah satu-satunya benda pada tubuhmu. Jika orang tuamu masih hidup


mungkin kalian bisa bertemu dan kalung itu bisa menolong kalian untuk saling mengenali satu dengan yang lain…"'


'Tentu saja


jika mereka masih hidup


mereka akan kembali ke Kota Awan Apung dan menukar anak mereka. Tetapi mereka tidak pernah kembali selama enam belas tahun


jadi kemungkinan mereka tetap berada di dunia ini… pada dasarnya tidak pasti.'


'Jika mereka masih berada di dunia ini


apakah anak Xiao Ying masih hidup?'


'Malam semakin gelap


waktu Rumput Penghilang Bintang kehilangan efektifitasnya semakin dekat dan itu adalah waktu bagi Xiao Che untuk pergi.'


'"Kakek


bibi kecil… Saya harus pergi sekarang." Meskipun dia enggan berpisah


dia tidak memiliki pilihan tetapi harus mengatakan kalimat yang sulit ini yang sebenarnya tidak mau dia katakan.'


'Xiao Lie menganggukkan kepalanya dan melihat keluar : "Kau harus secepatnya meninggalkan tempat ini


jika kau ditemukan


itu akan menyebabkan lebih banyak masalah."'


'"Ah? Kau… kau mau pergi?" Secepat kilat


Xiao Lingxi mengangkat kepalanya dan merengkuh kencang Xiao Che dengan kedua tangannya.'


'Saat dia merasakan keengganan dalam pandangan Xiao Lingxi


hati Xiao Che merasa pahit… Dia benar-benar ingin membawa Xiao Lie dan Xiao Lingxi pergi bersamanya… Meskipun demikian


dengan keadaannya sekarang


apa haknya untuk membawa mereka bersamanya? Bahkan jika mereka pergi


apakah dia dapat melindungi mereka dari dunia luar? Malahan mereka yang akan melindungi dia…'


'Dia berdiri dan melepaskan tangan Xiao Lingxi. Dia menatap kedalam matanya dan menyatakan : "Bibi kecil


saya akan pergi… Meskipun demikian


kau tidak perlu kuatir. Saya akan kembali. Dalam tiga tahun


saya akan kembali! Saat itu

__ADS_1


saya akan membalas ketidakadilan dan penderitaan yang kalian alami ribuan kali lipat… Saya akan membuat seluruh Klan Xiao berlutut dan memohon kepada kalian untuk meninggalkan Jurang Perenungan ini!!"'


__ADS_2