Pewaris Dewa Jahat

Pewaris Dewa Jahat
Chapter 62


__ADS_3

Bergabung dengan Istana Sakti Bulan Baru


'Setelah membawa Yun Che dan Xia Yuanba masuk kedalam Aula Tetua


Sikong Han duduk dan dengan teliti mengamati Yun Che. Meskipun merupakan Tetua Agung Istana Sakti yang ditunjuk Keluarga Kekaisaran


sikapnya tidak sombong malahan bertanya dengan sikap penuh perhatian : "Kamu katakan tadi kalau kamu merupakan cucu dari saudara Tetua Xiao


namun mengapa margamu Yun?"'


'"Iya benar


benar. Kakak ipar


bagaimana namamu bisa menjadi Yun Che? Apakah mungkin kau sudah menemukan keberadaan orang tua kandungmu setelah diusir dari Klan Xiao?" Xia Yuanba segera bertanya.'


'Yun Che menjawab : "Junior sesungguhnya bukan cucu biologis Kakek. Meskipun demikian


Kakek membesarkan saya seperti cucunya sendiri selama enam belas tahun ini. Setengah tahun lalu


saya diusir dari Klan Xiao dan saat aku pergi


Kakek memberitahu bahwa margaku sesungguhnya adalah Yun."'


'"Oh jadi demikian." Sikong Han mengangguk perlahan dan berkata : "Sebenarnya


saya telah mendengar tentang hal ini."'


'Yun Che mengangkat kepalanya dengan wajah penuh keheranan.'


'Sikong Han terdengar menarik nafas panjang dan melanjutkan : "Setengah tahun lalu


anak Ketua Sekte Xiao… Saya ingat namanya Xiao Kuangyun


kembali dari Kota Awan Apung. Mereka tentu saja melewati Kota Bulan Baru; oleh karena itu Istana Sakti Bulan Baru memberi cukup perhatian terhadap hal ini. Setelah itu


kami memperoleh sedikit informasi; sekarang informasi ini tidak relevan lagi


tetapi hal yang terjadi dengan saudara Tetua Xiao


saya akan menyelidikinya lebih lanjut. Saat ini


saya mengetahui bahwa dia dihukum oleh klannya selama lima belas tahun di puncak gunung dan cucunya diusir. Sungguh saya sangat ingin pergi dan menolong saudara Tetua Xiao. Cuma saat ini saya menjabat Tetua Agung Istana Sakti Bulan Baru


saya tidak dapat pergi untuk waktu yang lama


sungguh sial….'


'"Tidak perlu Tetua Sikong mencela diri sendiri. Jika Kakek tahu hasrat hati Tetua


saya yakin dia akan sangat menghargai hal ini." Yun Che menanggapi dengan sopan. Meskipun Sikong Han belum mengambil tindakan


tetapi dapat dirasakan ketulusan hatinya yang cemas akan keadaan Xiao Lie.'


'"Kalau boleh tahu


bagaimana Tetua Sikong bertemu Kakek di masa lalu?" Yun Che bertanya'


'"Hahaha


itu terjadi tujuh tahun lalu. Saya dalam perjalanan dinas ke Kota Awan Apung dengan membawa anakku yang berusia dua belas tahun; ternyata musuhku mengetahui hal ini dan menunggu untuk menyerang saya disana. Saya diserang sesaat setelah memasuki kota. Saya telah menggunakan semua kekuatan untuk melawan dan hanya bisa menahan serangan mereka tetapi tidak bisa melindungi anak saya. Pada saat anak saya akan terbunuh


Tetua Xiao muncul dan menyelamatkan nyawa anak saya… Orang tua ini hanya memiliki satu anak


jika tidak ada Tetua Xiao


garis keturunanku akan berakhir disana. Bertahun-tahun telah berlalu


saya tidak pernah melupakan kebaikan ini dan belum saya temukan cara untuk membalasnya."'


'Sikong Han mendesah tanpa henti sambil mengingat kejadian itu. Dia menatap Yun Che dan memuji : "Kamu sungguh pantas mejadi cucu Kakak Tetua Xiao. Masih sangat muda tetapi sudah bisa menembus Tingkat Sakti Dasar ke Tingkat Sakti Awal. Bakat macam ini bisa dibilang kelas satu bahkan di Kota Bulan Baru. Kakekmu adalah ahli nomor satu di Kota Awan Apung


dan capaian yang akan kamu raih di masa depan sungguh tidak akan kalah dengan Kakekmu.'


'"Apa?" Xia Yuanba yang ada disampingnya bertanya dengan mata terbelalak: "Tetua Sikong


kamu baru saja berkata bahwa kakak iparku telah berada di Tingkat Sakti Awal?" Tetua Sikong…Ini-ini


apakah kamu tidak salah? Nadi sakti kakak iparku cacat sejak lahir dan tidak bisa menembus Tingkat Sakti Dasar level satu; bagaimana mungkin bisa ada di Tingkat Sakti Awal!"'


'"Ooh?" Wajah Sikong Han terlihat bingung; karena dia merasakan bahwa aura sakti Yun Che jelas berada pada level pertama Tingkat Sakti Awal.'


'Yun Che berbicara: "Sesungguhnya ini merupakan cerita yang panjang… memang benar saya sekarang berada di level pertama Tingkat Sakti Awal. Saya bertanya-tanya apakah dengan kekuatan saktiku sekarang


saya berhak masuk Departemen Sakti."'


'Saat dia berbicara


dengan diam-diam Yun Che menyikut Xia Yuanba. Xia Yuanba yang baru saya hendak berbicara langsung menutup mulutnya

__ADS_1


namun sepasang matanya terbelalak menatap Yun Che sambil berkata dalam hati…. Astaga! Kakak ipar sudah di Tingkat Sakti Awal? Bagaimana ini mungkin!!"'


'Melihat kelakuan Yun Che dan Xia Yuanba


Sikong Han tahu bahwa ada cerita lebih banyak tentang hal ini tetapi Yun Che tidak ingin membicarakannya. Sikong Han tidak mendesak lebih jauh dan sambil terkekeh bertanya : "Yun Che


berapa umurmu?"'


'"Enam belas tahun." Yun Che menjawabnya. Pada saat bersamaan


dia menarik nafas lega.'


'"Enam belas tahun?" Sikong Han tampak terkejut


dia berdiri dari kursinya: "Saya awalnya berpikir kamu berumur antara tujuh belas atau delapan belas tahun


tetapi ternyata baru enam belas tahun! Bisa berada di Tingkat Sakti Awal pada usia enam belas tahun


bahkan di Istana Sakti Bulan Baru jumlahnya tidak lebih dari sepuluh orang…. Jika kamu lahir di sekte yang lebih tinggi


tidak diragukan lagi pencapaianmu akan melebihi pencapaianmu sekarang.'


'Xia Yuanba terus mendengar sambil melongo. Dia beberapa kali hendak berbicara akhirnya tidak jadi.'


'"Kamu terlalu memuji saya Tetua Sikong." Yun Che membalas dengan sopan… Jika Sikong Han tahu bahwa hanya butuh setengah tahun dia menembus level pertama Tingkat Sakti Awal


dia pasti akan jatuh dari kursi karena syok.'


'"Ayo kemari


biar saya memeriksa kemampuan bawaanmu." Sikong Han memangilnya mendekat.'


'Yun Che maju dua langkah dan berdiri di depan Sikong Han. Saat Sikong Han hendak menggunakan tangannya untuk memeriksa nadinya


dia secepatnya menahan nafas dan menggunakan energi sakti untuk menutup tiga puluh delapan dari lima puluh empat pintu nadi sakti yang telah terbuka semua. Tetapi


teknik penyamaran ini hanya bekerja melawan pengujian yang sederhana


jika pengujinya menggunakan teknik lebih tinggi


maka rahasianya akan terbongkar. Tentu saja


siapapun yang ingin bergabung dengan Istana Sakti Bulan Baru akan berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka. Sikong Han tidak pernah menduga bahwa ada seseorang yang sengaja menyembunyikan kemampuannya


jadi dia tidak menggunakan banyak energi untuk melakukan pemeriksaan ini.'


'Sikong Han meletakkan tangannya diatas pergelangan tangan Yun Che sebentar saja dan kemudian mengangguk: "Tidak heran! Kamu memiliki enam belas pintu nadi sakti yang terbuka


'Sikong Han sangat gembira. Awalnya


dia hanya ingin membalas kebaikan Xiao Lie dengan menerima Yun Che masuk dalam Istana Sakti Bulan Baru supaya dia memiliki tempat tinggal. Tetapi sekarang


dia sudah tahu bakat Yun Che


jadi apapun akan dia lakukan untuk menahan Yun Che bahkan jika harus mempermalukan dirinya. Lahir dengan enam belas pintu nadi sakti terbuka


dengan bakat ini


seseorang dapat dengan mudah menuju posisi puncak di Kota Bulan Baru dan menerima perlakuan khusus. Bahkan bisa menerima sumber daya dari sekte-sekte level tinggi dan klan dari luar Istana Sakti Bulan Baru. Kedatangan Yun Che sungguh merupakan harta berharga bagi Istana Sakti Bulan Baru.'


'Saat ini


hanya ada tujuh orang di Istana Sakti Bulan Baru yang lahir dengan enam belas pintu nadi sakti terbuka


mungkin bisa bertambah satu atau dua orang dalam setahun. Umumnya


mereka dengan bakat seperti ini akan pergi dan bergabung dengan sekte atau klan yang lebih besar dari Istana Sakti Bulan Baru.'


'"Yun Che


apakah kamu sungguh-sungguh ingin bergabung dengan Istana Sakti Bulan Baru?" Sikong Han bertanya dengan mata berseri: "Jika kamu sungguh ingin bergabung


seluruh ujian masuk tidak perlu diikuti


saya langsung akan menerima kamu!"'


'Mulut Xia Yuanba terbuka lebar dan otaknya korslet.'


'"….Apakah mungkin masuk Kelas Unggul?" Yun Che bertanya.'


'"Tentu saja


tidak ada masalah!" Sikong Han memukul meja: "Dengan kekuatan sakti dan bakatmu


kamu sangat memenuhi syarat masuk Kelas Unggul!"'


'Yun Che berpikir sebentar dan dengan sopan mengangguk: "Okay."'


'Tangan Sikong Han tidak tenang diatas meja; dia takut jangan sampai Yun Che lari. Sesaat kemudian

__ADS_1


dia memasangkan lencana perak di bahu Yun Che dan berkata: "Jadi


mulai sekarang


kamu adalah murid Departemen Sakti Istana Sakti Bulan Baru. Ini adalah tanda pengenalmu dan ini kunci untuk tempat tinggalmu."'


'"Hari ini merupakan hari pelantikan Ketua baru Istana Sakti Bulan Baru. Acara pelantikan ini merupakan tanggung jawab saya


jadi saya tidak bisa menemani kalian lebih lama lagi.Yuanba


bawa Yun Che ke tempat tinggalnya atau bisa juga perkenalkan dia dengan kakak seperguruannya… Oooh


iya. Yun Che apakah kamu tertarik mengikuti pesta nanti malam?' Sikong Han tiba-tiba bertanya.'


'"Saya diizinkan ikut?" Yun Che balik bertanya dengan terkejut.'


'"Pelantikan Ketua baru Istana terhitung peristiwa besar di Kota Bulan Baru. Kami telah mengirim undangan kepada semua sekte yang memiliki cukup nama dan pengaruh di Kota Bulan Baru; mereka pasti datang sebagai bentuk penghormatan bagi Ketua baru. Pada acaranya akan hadir banyak orang berbakat. Secara umum


untuk acara seperti ini


hanya murid inti dari Departemen Sakti yang diizinkan ikut. Meskipun kamu baru saja bergabung dengan Departemen Sakti hari ini


tetapi dengan bakatmu


kamu memenuhi syarat untuk hadir. Ini akan memberikan kesempatan bagimu untuk mengenal tokoh-tokoh sekte papan atas Kota Bulan Baru. Pengetahuan ini akan sangat berguna bagimu saat tinggal di Kota Bulan Baru.'


'Yun Che paham. Pada dasarnya seorang murid baru tidak mungkin mengikuti acara tersebut


dia diizinkan karena jasa Kakeknya; dan perhatian khusus ini bisa membuat dia memahami dengan cepat distribusi kekuatan di Kota Bulan Baru. Dia segera menjawab dengan penuh rasa hormat: "Terima kasih Tetua Sikong


Saya pasti akan hadir… Tetapi


bisakah saya membawa Yuanba bersama saya?"'


'Sikong Han sedikit ragu tetapi kemudian tersenyum dan mengangguk: "Tidak masalah


Yuanba kamu boleh datang bersama Yun Che. Yun Che baru saja bergabung dengan Istana Sakti Bulan Baru dan belum terbiasa dengan banyak hal; kamu dapat menjadi pemandunya. Saya akan mengatur kursi ekstra untukmu."'


'Setelah meninggalkan Aula Tetua


Xia Yuanba masih bingung dengan situasi yang terjadi. Ketika mereka telah berjalan cukup jauh


dia menarik nafas panjang dan berkata dengan mata terbelalak lebar: "Kakak ipar! Apa yang terjadi? Apakah kamu benar berada di Tingkat Sakti Awal? Te..tetapi


bukankah nadi saktimu rusak? Bahkan


jika nadi saktimu sembuh


tidak mungkin begitu cepat mencapai tingkat itu! Kamu bahkan lebih hebat dari kakakku!"'


'"Ini… Yun Che merenung cukup lama


tetapi tetap tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kepadanya. Karena dia tidak mau menipu Yuanba


satu-satunya cara adalah mengaburkan hal tersebut: "Yuanba


ini adalah rahasia; ketika saatnya tiba nanti


saya akan jelaskan semuanya kepadamu. Tetapi


tentang nadi saktiku yang rusak sebelumnya


sangat baik jika tidak mengatakan kepada orang lain supaya tidak mengundang masalah yang tidak diinginkan."'


'"Ah… Oooh." Xia Yuanba menggaruk kepalanya dengan bingung. Kemudian matanya tiba-tiba berseri dan berkata: "Kakak ipar! Saya mengerti sekarang! Kamu berpura-pura waktu lalu


kan? Kalau tidak


bagaimana mungkin tiba-tiba kamu berada di Tingkat Sakti Awal. Hal ini pastilah demikian. Kakak ipar


kamu sungguh sangat pintar


telah membodohi kami semua


hahaha."'


'Yun Che mengangkat bahunya dan membiarkan Xia Yuanba berteori sendiri. Dia mengubah sudut pandangnya ke arah Istana Sakti Bulan Baru dan hatinya bergejolak.'


'"Berapa lama rencanamu berdiam disini?" Jasmin tiba-tiba bertanya kepadanya.'


'"Nanti kita lihat. Jika tempat ini menguntungkan bagiku


saya akan tinggal lebih lama


tapi jika tidak


saya segera akan pergi. Alasan utama kenapa saya tinggal disini yaitu untuk mempelajari beberapa teknik sakti. Karena


semua teknik sakti yang kamu miliki levelnya terlalu tinggi dan saya belum bisa mempelajarinya. Jadi ini merupakan satu-satunya cara yang dapat saya pikirkan."'

__ADS_1


'Jasmin tidak berbicara lagi.'


__ADS_2