
Sembila bulan berlalu semenjak kepergian akila dari hidupnya namun kevin masih terus mencari. Mencari sang pujaan hatinya, pemilik jiwa dan raganya, sudah di seluruh penjuru dunia kevin mencari akila tapi tetap saja hasilnya nihil tidak ada akila di manapun. Wanita itu seakan benar benar di telan bumi, meninggalkannya tampa jejak membuat kevin bak seperti orang gila yang kehilangan arah serta tujuan yang terus mencari wanitanya itu. Segala upaya di lakukannya tapi semua itu seakan sia sia.
"Brak...."
suara pintu yang di dobrak membuat kevin tersadar dari lamunannya. Kevin menoleh ke sumber suara yang menganggu.
" Kevin apa apaan ini, kamu mau buat perusahaan kita bangkrut" bentak papanya pak Wijaya. Yang melemparkan laporan di atas meja kevin sehingga membuat benda di atas meja kevin jatuh dan berserakan termaksud sebuah figura foto yang jatuh dan pecah, membuat kevin bangun dan berdiri dari duduknya mengambil figura yang merupaka foto sang istri tercintanya.
" Wanita itu lagi, lupakan dia. Wanita murahan itu sudah pergi dari hidupmu" bentak pak wijaya kembali saat melihat foto yang dengan hati hati di ambil oleh putranya itu. Jika bukan karna rasa sayangnya pada putranya itu pak wijaya tidak terlalu menyukai wanita pilihan anaknya itu.
" Pa... stop pa, kalau papa tidak suka pada akila yah sudah tapi jangan katakan akila murahan" tekan kevin dingin yang merasa tak suka pada papanya yang menyebut wanita yang di cintainya itu murahan, akila wanita luar biasa, akila wanita yang sangat berharga baginya meski karna kesalahannya pula akila meninggalkan dirinya.
" Bodoh kamu, karna prempuan itu kamu jadi seperti ini, lemah dan tidak berguna" tekan pak wijaya kembali.
Mendengar itu kevin hanya diam saja, baginya saat ini akila adalah dunianya. Tidak peduli semua orang bilang apa yang terpenting saat ini dia harus bertemu dengan akila yang masih berstatus sebagai istrinya yah istri seorang kevin andi wijaya di manapun dia berada sekarang
" Pergilah bertemu dulu dengan prempuan pilihan mamamu malam ini, mamamu telah bersusah payah mencarikanmu wanita yang pantas untukmu bukan wanita itu" telan papanya kembali yang berbalik pergi meninggalkan kevin, namun langkah pak wijaya terhenti saat mendengar suara kevin
" Dia bukan mama kevin dia itu istri papa, oh bukan tapi istri uang papa maksud kevin jadi katakan saja pada wanita penggoda itu agar tidak usah susah payah mencarikan wanita yang sama tidak layaknya seperti dia" tekan kevin dingin dan menusuk. Pak wijaya yang mendengar hal itu mengepalkan tangannya menahan emosinya langsung meninggalkan ruangan kevin.
__ADS_1
"Aaaaaaarrrrrrggggggggggghhhhhhhh hiks....hiks....sayang kamu di mana" pekik kevin yang sambil membanting meja kerjanya ke lantai itu. Pikirannya kalut bagaimana caranya dia merindukan akila istrinya. Kevin meraih hpnya dan menekan nomor yang selalu dia hubungi akhir akhir ini
" Bagaimana apa sudah ada perkembangan" tanya kevin to the point pada orang di sebrang telpon itu.
".............."
" Aaaaaaarrrrghhhhh....dasar tidak becus mencari satu prempuan saja kalian tidak becus, bodoh sudah sembilan bulan berlalu tapi tidak ada jejak ??? Cari dengan benar dan tetap hati hati agar tidak bocor ke media" bentak kevin yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
###########
" Ayoo...bu tarik nafas buk.........."
" Aaaaaarrrrrgggggghhhhhhhh.....huh...huhh...huhhh....."
" Sedikit lagi bu...ayo....tarik nafas lagi....."
__ADS_1
" Aaaaaarrrrrrrrgggggggggggggggggg......" dengan peluh membasahi tubuhnya akila kini berjuang melahirkan buah cintanya dan kevin. Yah akila tengah hamil saat meninggalkan kevin. Akila pikir saat mual mual waktu itu dia hanya demam namun setelah kepergiannya saat itu akila jatuh sakit dan sempat di larikan di rumah sakit terdekat di sebuah kota terkencil di amsterdam, belanda. Saat itulah akila mengetahui kehamilannya, betapa bahagianya akila saat itu namun kesedihan juga jelas terpancar dari wajahnya karena tidak adanya sang suami namun semua itu membuatnya semakin kuat saat mengetahui ada janin yang tengah tumbuh di rahimnya.
"aaayyyoooo bu....tarik nafas lagi...."
" Aaarrrrfggggggg....."
"Oeeeeek......oeeeeeekkkk....." suara tangisan bayi terdengar kepenjuru ruang persalinan kali itu.
" Alhamndulillah..... laki laki bu anaknya" senyum dokter itu.
" Aahhhh.... tidak satu lagi bu..."
" Atur nafas bu.... tarik nafas pelan pelan"
" Ayoo bu......" Tak lama kembali terdengar suara tangisan bayi memenuhi ruangan itu kembali setelah sekitar 10 menit semenjak kelahiran anak pertama.
" Persiapkan operasi sekarang" panik dokter itu saat melihat akila yang tak sadarkan dan pendarahan hebat paska melahirkan.
__ADS_1
" Cepat...."