Possessive Doctor

Possessive Doctor
Amarah


__ADS_3

Burung burung berkicauan di balik jendela kamar gadis cantik itu, namun gadis itu masih asik bergelut dengan kasurnya. Gadis itu siapa lagi kalau bukan akila. Beberapa hari ini Akila masih terbayang bayang kata kata suster di rumah sakit. Apakah calon suaminya seperti itu ??? begitulah pemikiran akila.



Pernikahan yang tinggal menghitung hari itu tidak membuat akila malas ke kampus malah dia menjadi sangat rajin, Rajin menghindari kevin dengan alasan kampus maksudnya. Hari ini akila akan sidang skripsi tapi gadis itu malah masih asik bergelut dengan kasurnya



kring.....kring.....kring....


Bunyi alaram menggema memenuhi kamar gadis cantik itu. Namun yang pada dasarnya akila tidak terpengaruh dengan suara itu, mendengar itu akila bukannya bangun malah mematikan kembali alaram begitu terus sampai



"Sassya....sassya " pekik sang bunda saat membuka pintu putrinya dan putrinya masih asik bergelut dengan kasurnya.



" Jam berapa ini nak, bangun" ucap bunda rahmi yang menggoyang goyangkan bahu anak gadisnya yang sebentar lagi akan meninggalkannya.



"uggggghhhhhh....bunda" lenguh akila saat merasa terganggu


" Bangun nak hari ini kamu sidang" Kata kata bundanya sukses membangunkan akila.



" Jam berapa ini bund" tanya akila



" Jam jam tujuh lewat"



" Appaaaaaaa" bunda kenapa nggak banguni aku pekik akila yang langsung menuju kamar mandi.



##########



Pagiiiii...........


sapa akila dengan suaranya yang yah toa.


__ADS_1


"Sassya kamu apa apan sih malu sama kevin",ucap papa akila dingin. akila yang baru tersadar ada kevin di situ jadi kikuk namun seketika mengingat tentang kevin



" Ngapain lo di rumah gue" kevin yang heran dengan prubahan gadisnya ini hanya menyerngitkan keningnya. Pasalnya kemarin dia baik baik saja sekarang.



" Sassya yang sopan sama kevin" ucap pak gunawan tegas.



" Tidak apa apa, biar nanti akila saya yang urus" bela kevin. Namun mendengar kata kata kevin itu malah di sambut dengan cibiran oleh akila.



" Sudah ah, akila mau berangkat saja"tutur akila yang langsung berdiri dari tempatnya duduk akila jadi ngenek lama lama di tempat itu.



" Sassya kamu belum sarapan" ucap bunda rahmi pelan



" Yah sudah ayo nanti kita sarapan di luar saja" putus kevin dan menarik akila.




Mendengar kata kata akila kevin tersenyum jangan lupakan senyum devil itu.


" Prempuan yang mana ???" tanya kevin



" Yah prempuan yang tidur sama omlah siapa lagi" kevin sebenarnya kaget dengan kata yang keluar dari bibir cantik gadis di depannya ini.


" Kamu tau itu karna siapa" ucap kevin yang memojokan akila


" Mana ku tau, sana om jangan dekat dekat gue jijik tau ngga" ucap akila dengan kemarahan yang menguasai kepala cantiknya saat mendengar tidak ada sanggahan dari kevin. Ternyata memang benar pikirnya.



Dengan kemarahan yang tertahankan saat mendengar gadisnya itu kevin mencium akila dengan kasar kali ini. Melumatnya dengan kasar dia melampiaskan amarah yang sedari tadi dia tahan.


" Masih jijik kamu sama saya" ucap kevin saat melepaskan pangutan mereka.


" Jawab " bentak kevin yang memegang rahang akila. Akila yang merasa takutpun hanya terdiam.

__ADS_1


" Jangan berani berani kamu jijik dengan saya, karna kamu, bibir ini dan semua yang ada padamu itu milikku jadi jangan berani berani kamu" bentak kevin sambil mengelus bibir akila.



" Hukuman kamu akan lebih parah dari ini saat kamu mengulanginya lagi" bisik kevin yang seketika membuat akila merinding.



" Kamu hanya milik saya selamanya, aku seperti itu dulu juga karna kamu" tekannya pelan tapi akila yang sudah ketakutan tak dapat menahan lagi air matanya.



"hiks...hiks...hiks... "mendengar akila yang menagis terseduh-seduh kevin menarik akila dalam pelukannya



"Sayang tenang yah" ucapnya menenagkan akila


" Aku ngga marah kok sama kamu jadi jangan seperti itu lagi yah" ucap kevin lagi.


Akila hanya menangis tak merespon ucapan kevin. Kevin merogoh kantung jas mencari benda pipih di dalamnya. setelah mendapatkan benda yang di carinya kevin menelpon seseorang.



" Halo " ucapnya dingin



" Batalkan sidang akila sekarang" ucapnya yang langsung mematikan teleponnya. Akila yang mendengar itupun angkat suara



" Kenapa ???" tanyanya pelan dengan wajah yang masih sembab


" Kamu temani saya saja seharian ini, sebagai hukumanmu" tegas kevin yang langsung menarik akila kedalam mobil. Dan mengetikan sesesuatu kepada asistennya.



#######



Itu saja untuk sekarang, semoga aja readers suka yah



bye....bye


__ADS_1




__ADS_2