Possessive Doctor

Possessive Doctor
Bunuh Wanita Itu


__ADS_3

" Apa??? Bagaimana mungkin!" Pekik seorang wanita yang tampak sangat marah. Dia tak habis pikir sudah sampai sejauh ini usaha yang dia lakukan untuk membuat pewaris sah Wijaya Group itu menderita tapi ternyata anak itu satu langkah di depannya.



" Bibi, gimana dong. Ternyata usaha kita sia sia. "rengek seorang wanita di samping wanita tua itu, siapa lagi jika bukan Naura.



" Tenang sayang tenang... yang terpenting saat ini adalah prusahaan Wijaya sudah ada di tanganku. Kita hanya perlu menekan hidup kevin dan dia akan berbalik padamu meninggalkan wanita jalang itu. " bisik Wanita tua itu yah siapa lagi kalau bukan ibu tiri Kevin.



"Tapi bibi, wanita jalang itu gimana??? Kevin akan sulit meninggalkannya. "



" Satu satunya cara saat ini adalah Bunuh Wanita itu" Bisik ibu kevin pada gadis di sampingnya itu dengan senyum devil menghiasi wajah palsunya.



--------------------------------



"Kevin bagaimana kata dokter???" tanya akila pada laki laki yang tengah memandangnya kini.



" Ngga apa apa sayang, kata dokter kamu hanya perlu sedikit terapi" ucap kevin dengan sedikit menarik garis di wajahnya, senyum yang dia coba paksakan untuk wanitanya ini.



Wajah Wanita yang kini terbaring itu seketika cerah walau hatinya sangat sedih, akila tau kevin tengah berusaha agar dia tidak khawatir, akila tau bagimana kondisinya yang sebenarnya, suster suster itu tak mungkin berbohong, akila mendengar beberapa suster yang tengah memeriksanya itu mengatakan bahwa sangat sulit baginya untuk bisa berjalan normal lagi.

__ADS_1


Bayang bayang kata kata suster itu membuat air matanya luruh. Kevin yang melihat itu di buat panik.



"Hey... sayang ada apa??? Apa ada yang sakit??? "



"Nggak kok aku cuman terharu aja, bisa bertemu kamu lagi itu sudah karunia terbesar untukku" bisik akila pada laki laki yang kini duduk di sebelahnya.



"Kita akan selalu berusaha yang terbaik buat km sayang" bisiknya pelan.



" Kevin, mama papaku kok ngga perna datang" tanya akila sebab saat ia kembali sadar tidak perna ia temukan orang tuanya. Sungguh sebagai seorang anakpun akila sangat merindukan mereka, Sangat ini bertemu mereka, sudah lama rasanya entah bagaiamana keadaan mereka sekarang.




Kini jantung kevin bagaikan sedang beradu perang, yang dia takutkan sekarang terjadi, sampai masanya juga akila akan menanyakan tentang orang tuanya. Namun kevinasih bingung harus menjelaskan dari mana dia sangat bingung.



" Akila.... itu... itu" Kevin sangat gugup takut akila akan marah besar kepadanya takuk akila akan meninggalkannya.




" Kamu kenapa sih??? Telpon mereka deh, mungkin mereka ngga tau kalau aku udah sadar. " ucap akila yang meskipun menyadari gelagat kevin sedikit aneh namun dia coba berfikir logis.

__ADS_1



" Akila... nanti aku telponin yah." Ucap kevin yang mencoba mengulur ulur waktu tentang keluarga mertuanya itu.




" Telpon sekarang deh, aku rindu sama papa dan mama" Ucap Akila lagi.




" Sebenannya............ " Kata kata kevin terputus dengan kemunculan si kembar yang tiba tiba membawa kue ulang tahun dan bernyanyi ria.



" Happy birthday to you..........Happy birthday to you happy birthday happy birthday.............. "


"Happy birthday papa" ucap kedua anak itu yang merayakan ulang tahun papa mereka.


Kevin yang melihat mereka datang pelan pelang membuang nafas beratnya, dan menoleh pada wanitanya yang juga tersenyum padanya,sungguh kevin belum siap mengatakan segalanya pada akila. Dan anak anak mereka telah menyelamatkannya kali ini. Hanya kali ini.



' Mungkin kali ini kamu bisa selamat kevin tapi tidak lain kali'




__ADS_1



__ADS_2