
Perlahan lahan kevin membuka matanya dan
deg..... deg... deg...
Sungguh keajaiban tuhan itu ada, seseorang yang begitu dia nanti nantikan seseorang yang penuh air mata dia tunggu kehadirannya, seseorang yang membuatnya mampu menjungkir balikkan kehidupan kevin kini kembali, Wanitanya, ibu dari anak anaknya kini ada di depan matanya tersenyum secerah mentari pagi ini.
"Sayang.... " ucap kevin dengan hati hati, berusaha menggapai wajah itu namun di urungkannya takut ini hanyalah sebuah mimpi dan kekecewaan kembali mematahkan harapannya.
" aku... pasti mimpikan yah... " kevin kembali menutup matanya dan pikiran yang berkutat dengan hatinya, mencoba menguatkan hati dan
"Papaaaaaaaa...... "
deng.....
'anak anak' ucap kevin dalam hati saking paniknya karena keadaan akila, kevin sampai melupakan anak anaknya sediri.
kevin pov
" papa mommy.... "
" Ada apa dengan mommymu" seketika hatiku menjadi risau saat menatap wajah devan tidak biasanya anak laki lakiku ini sangat panik seperti ini.
" mommy dia... kata dokter mommy ada mau yang membunuh mom" meski devan tak begitu jelas karna mungkin kulihat anakku ini sangat panik namun rasa khawatirku pada istriku itu membuatku tak bisa berlama lama lagi.
__ADS_1
"Papa...tunggu" teriakan anak anakku begitu jelas terdengar tapi kakiku kini tak bisa lagi berhenti, aku terus berlari menuju tempat mobilku terparkir aku ingin segera bertemu dengan akila, pikiranku di penuhi dengan bayang bayang wajah wanitaku itu, sungguh begitu manis senyumnya.
Saat aku ingin segera melajukan mobilku dan menemui akila tampaknya ku lihat anak anakku berlari menghampiriku. Astaga...bahkan aku sampai melupakan mereka
huuusssh.... huuuuuh... deru nafas mereka sampai terdengar olehku.
" papaaa... cepat bangat larinya" omel vanesa padaku. Gadis kecilku ini memang sangat mirip dengan akila sangat mirip tingkahnya sehingga membuatku selalu merindukan wanita itu... oh tidak akila...
Saat devan dan vanesa sudah duduk dengan tenang Ku lajukan mobilku dengan kecepatan penuh tidak peduli teriakan, makian orang orang di jalan kali ini fikiranku hanya tertuju pada wanita itu, wanita yang ku cintai sepenuh hatiku, belahan jiwaku. Bahkan teriakan demi teriakan anak anakku tak aku risaukan. Pikiranku saat ini andai saja ada yang menjual kantung ajaibnya doraemon yang bisa mengeluarkan pintu kemana saja berapapun harganya pasti akan ku beli agar saat ini aku bisa segera bertemu dengan wanitaku itu namun itu hanya andai saja.
Hatiku sangat marah sekarang saat dokter alfa menerangkan bahwa ada yang mencoba mencelakai wanitaku, siapa Mereka? Meski sekarang akila sudah dinyatakan bangun dari komanya namun hatiku masih tak bisa menerima. Segera ku raih benda pipih di dalam saku
Kutatap wajah damai wanita yang masih setia tertidur ini, mengapa harus wanita ini yang merasakan hal seperti ini, dulu aku biasa aaja saat menyaksikan pasien pasien yang ku rawat koma ataupun mereka yang bahkan meninggal di hadapankupun aku biasa saja itu hal wajar mungkin ajalnya sudah tiba namun saat wanita ini di rawat. Rasanya sangat sakit kadang aku ingin menggantikan posisinya namun itu tidak mungkin.
Kini aku baru merasakan bagaimana rasanya menjadi orang terdekat seorang pasien keluarganya, aku sangat sedih melihat istriku berjuang hidup dengan bantuan alat alat medis yang selalu aku gunakan pada pasien pasienku, dulu terkadang aku berfikir apa gunanya benda benda ini, jika sudah ajal pasti juga akan mati tapi saat melihat benda benda itu adalah alat bantu wanitaku agar tetap hidup aku sangat menyesal begitu menyepelekan semua itu.
Tak terasa air mataku jatuh begitu saja saat melihat wajahnya, sudah begitu lama dia tertidur, sudah begitu lama sunggu kerinduan ini tak tertahankan lagi. Saat semua orang pesimis akan dirinya aku selalu Mencoba membangun harapan,harapan bahwa suatu hari kami akan bersama lagi, menemani putra putri kami tumbuh dewasa bahkan sampai mereka menikah satu demi satu meninggalkan kami dan sisa kami berdua.
Melihat rambut indahnya itu memutih, wajah mengerut dan penuh keriput, atau mungkin nanti dia sudah tidak bisa jalan lagi dan hanya aku saja sandaran hidupnya. Dan kematianlah yang mampu memisahkan cinta kami, namun sungguh jika kematian itu telah dekat aku sungguh sangat ingin meninggalkan dunia ini dalam pangkuan dan pelukan wanitaku itu.
__ADS_1
.....................................
"Mommy.... sudah bangun...
aku rindu mommy"
deg....
kevin kembali di kagetkan dengan pekikan putra putrinya itu. Apakah sungguh bukan mimpi, perlahan lahan kevin membuka mata dan deg...
Wanita itu tersenyum padanya dengan kedua anak anak kami yang memeluknya dengan girang.
" Akhirnya tuhan...... " ucap kevin dengan hati yang penuh kebahagian kevin memeluk akila dan mengecup puncak kepalanya dan berbisik
" Terima kasih sayang, aku sangat sangat merindukanmu" bisik kevin yang langsung memeluk akila kembali.
Dengan air mata tertahan kevin segera memanggil suster jaga.
-----------------------------------
Sementara di tempat lain di sebuah rumah mewah seorang laki laki tua yang di temani wanita dengan glamournya tengah berbincang dengan serius dengan beberapa orang laki laki.
" Beritakan di seluruh media televisi tanah air tentang kembalinya saya di prusahaan besok pagi"
__ADS_1