Possessive Doctor

Possessive Doctor
Kegelapan


__ADS_3

Deg....



Langkah kevin terhenti saat mendengar panggilan ke dua anak di depannya itu, siapapun yang melihat kedua anak itu semua orang akan tau bahwa mereka adalah anak kembar namun, bukan itu yang kini di fikirkan kevin tapi kemiripan kedua anak itu dengannya apa lagi anak laki laki yang kini dengan cueknya memandang sang adik yang menuju kepadanya.



" Doktel.....doktel gimana mama vanes" tanya anak kecil di depannya ini dengan tingkah cadelnya. Kevin yang seketika menjongkok di depan anak prempaun itu membelai rambut anak kecil itu sungguh seperti ada prasaan haru yang di rasakannya dan itu belum perna dia rasakan, sesekali kevin mencuri pandang pada anak laki laki yang masih saja memandang mereka dengan cuek.



Namun vanes yang masih memandangi dokter di depannya ini dan seketika menoleh kepada sang kakak berulang ulang sehingga seketika



"hhhuuuuuuuuaaaaaaaaaa....hikkkks.....hikkkkks" air mata vanes meluncur dengan derasnya saat memperhatikan kakaknya dan dokter di depannya ini, sangat mirip sehingga vanes bingung yang manakah kakaknya.



Kevin yang di hadapkan dengan tangisan anak kecil di depannya inipun kelimpungan di buatnya


" Sayang.......ada apa ???" tanya kevin pada anak di depannya ini dan berusaha menenagkan anak kecil ini dengan menggendongnya sesekali kevin kembali melirik pada anak laki laki di depannya itu yang kini juga memperhatikan mereka. Kevin yang masih bingung menenangkan anak kecil di depannya ini tiba tiba, anak laki laki itu mendekat dan



" Om Doktel tulunin adik saya"


" Vanes ingat kata mom, tidak boleh cengeng nanti jadi jelek" ucapnya devano dengan santainya. Kevin yang mendengar itu di buat kagum dengan anak laki laki di depannya itu.


__ADS_1


Vanes yang mendengar kata kata sang kakakpun terdiam dan berusaha turun dari gendongan dokter


" Vanes uda ngga nangis lagi sekalang, masih cantikkan kak" dengan tingkah cadelnya vanes bertanya pada sang kakak yang masih terlihat acuh tak acuh dan menganggukan kepala.



Kevin yang masih sibuk memperhatikan kedua anak itu tidak menyadari bahwa di sampingnya sudah ada dokter albert yang ikut memperhatikan mereka. Yah mereka kevin dan ke dua anak di depannya itu, pasalnya yang albert ketahui kedua anak di depannya itu adalah anak kembar pasiennya yang sekarang ini akan melakukan oprasi beberapa menit ke depan. Dan kedua anak itupun sangat mirip dengan dokter jenius di depannya itu. Albert yang tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain hanya memandang mereka yah meskipun setau dokter albert bahwa dokter di depannya ini sudah memiliki istri.



" Dokter Kevin ???" panggil albert namun tidak ada tanggapan dari dokter yang sibuk memandangi ke dua anak itu.



" Dokter ???" panggil dokter albert lagi. Kevin yang kini tersadarpun




" Apa dokter mengenal ibu akila ???" tanya dokter albert dengan pandangan menyelidik bukan untuk ikut campur.



" Dia istri saya " ucapan yang keluar dari bibir dokter di depannya itu seketika membuatnya terdiam dan tak lama kemudian.



" Jadi kedua anak itu adalah anak dokter kevin ???" yang membuat jantung kevin seketika berhenti berdetak dan kembali memandang ke dua anak di depannya itu. Tapa kata lagi kevin segera berlari dan masuk ke ruang oprasi.


__ADS_1



#######



Akila yang masih merenung, pikirannya kini sudah berkecabang kemana mana. Kini dia sudah tenang dia sudah bertemu kevin kembali tapi bagaimana dengan anak anaknya.


' Apa kevin tidak akan menerima anak anak darinya tapikan itu anak kevin juga' pikiran itu terus memenuhi kepalanya hingga



" Daraaaah.....panggil dokter" teriakan suster itu masih sempat terdengar oleh akila saat kegelapan menyelimutinya.


" Akkkkiiiillllaaaaa.... akiiiilaaa... sayang.... kamu dengar akukan" suara laki laki yang masih di cintainyapun masih sempat ia dengarkan, pelukanya masih sempat dia rasakan



' apa aku hanya akan sampai di sini saja tuhan'






'


__ADS_1


__ADS_2