
Di sebuah ruangan besar dengan bau obat obatan di mana mana wanita dengan wajah pucatnya menunggu seorang dokter yang beberapa minggu yang lalu menjadi tempatnya berkonsultasi mengenai penyakit yang di deritanya kini.
Yah rumah sakit Sint Lucas Andreas, rumah sakit yang sangat lengkap dan dokter dokter yang handal tentu saja menjadi pilihan wanita ini untuk berobat.
"Bagaimana dengan penyakit saya dok"
" Bu akila, seperti yang telah saya katakan dalam bulan ini ibu harus segera melakukan oprasi jika tidak...." dengan pandanga iba dokter itu memandang akila. Siapa yang tidak akan merasa kasihan, wanita yang masih sangat muda ini sudah terjangkit tumor yang sangat mematikan.
" Ada apa dok tolong katakan saja kebenarannya dok saya tidak apa apa" dengan senyuman akila menjawab keraguan serta rasa kasihan dokter itu. Yah siapa yang tidak kalut, siapa yang tidak terpukul namun akila harus tegar, akila harus sabar demi putra putrinya. Jika tidak bagaimana dengan nasip anak anaknya, kepada siapa lagi mereka akan bersandar. Akila masih ragu akankah kevin mau menerima kehadiran putra putrinya itu kedepan, meski sekali melirik saja semua orang akan tau bahwa itu adalah keturunan dari kevin andi wijaya. Kedua anaknya itu menduplikad bapaknya Devanno rayhan wijaya terutama seratus persen duplikad bapaknya.
" Yah kemungkinan besar jika ibu tidak melakukan oprasi pengangkatan tumor di bulan ini tumor itu akan segera menjalar sehingga akan sulit jika melakukan pengangkatan, yah bisa saja namun tingkat keberhasilan itu hanya mencapai dua puluh persen jadi saya harap ibu segera melakukan oprasi pengangkatan itu" meski iba sudah tugas dokter untuk menyampaikan kebenaraan mengenai kondisi dan penyakit pasiennya.
" Saya khawatir umur ibu hanya sampai pada tahun ini bu, namun ibu jangan patah semangat mukzizat tuhan itu selalu ada."
Dengan senyum tabah, " Ia dok saya mengerti"
Dengan langkah gontai akila menyusuri trotoar jalan membiarkan tetes tetes air hujan membasahi tubuhnya akila tidak peduli yang ada saat ini pikirannya kalut, apakah umurnya sependek ini ??? Bagaimana dengan putra putrinya bagaimana pendidikan mereka, bagaimana hidup mereka sama siapa mereka kelak, mengapa ??? Bagaimana dengan putra putrinya mereka masih sangat kecil. Pertanyaan pertanyaan itu terus menghantui pikirannya seakan berputar putar membuat jiwanya kosong.
" Hiks...hiks....Mengapa tuhan ??? Apa aku tidak pantas bahagia ??? Apa umurku sependek ini tuhan, mengapa ??? Mengapa harus aku hiks...hiks... "
__ADS_1
Siapa yang tidak akan terpukul saat mendengar bahwa usia sudah tidak lama lagi, Siapa yang tidak akan kalut saat bayang bayang perjataan bahwa hidup kita sudah di ambang kematian ??? Siapa ??? Semua orang pasti akan sangat terpukul begitu pula akila saat ini. Dengan anak anak yang masih kecil akila harus menerima kenyataan bahwa saat ini tumor ganas tengah bersarang di kepalanya, mengetahui itu saja akila sudah sangat drop namun apa yang harus dia lakukan haruskah dia mengutuk tuhan mengapa itu terjadi padanya, Namun akila tetap sabar tetap kuat demi putra putrinya jika dia ikut lemah bagaimana dengan anak anaknya nanti, jika dia terus memikirkan nasibnya lalu bagaimana dengan nasib anak anaknya.
########
Di ruang mewah yang penuh dengan bir yang berjejer di setia raknya seorang lelaki dengan pandangan sayu terus menatap figura di depannya.
" Kembalilah akila aku sangat merindukanmu" bisiknya pelan. Sudah sekian lama dia mencari begitu ada harapan dia terus mencari berharap harapan harapan itu akan segera nyata di depannya. Namun sampai saat ini akila wanitanya, prempuan satu satunya di hatinya tidak perna kembali.
Semenjak kepergian akila saat itu kebahagiaan telah sirna di hidup kevin, semuanya hanyalah kegelapan, suram tampa kebahagiaan. Akila sangat merindukan wanitanya itu, penyesalan penyesalan itu kini hanyalah sebuah penyesalan tak berujung akila tak perna kembali dalam hidupnya. Akila menghilang tanpa jejak, sekuat apapun kevin berusaha mencari namun nihil tak ada akila di namapun.
Drrrrt.....drrrt....
Mendengar hpnya yang terus menerus berdering membangunkan kevin dari lamunannya.
" Halo"
"................."
__ADS_1
" Benarkah ???"
"................"
" Siapkan pesawat segera dalam satu jam kita harus ke sana"
##########
"Devan sayang dengarkan mama yah sayang, apapun yang terjadi Devan harus terus jagain Vanes yah sayang" tuturnya pelan yang mencoba menguatkan hati.
" Mom apa mom akan baik baik saja" tanya putri kecilnya itu hingga membuat rasa tak tega itu muncul begitu saja.
" Tunggu papa kalian yah sayang, papa kalian akan sangat sayang sama vanes" tuturnya lagi pelan
" Mom apa papa akan segera pulang" tanya kedua anak anaknya itu dengan senyum kebahagiaan.
" Iyah sayang, seharusnya papa kalaian akan segera menemui kalian" senyumnya tenang.
__ADS_1
' Semoga saja kevin menerima tanda yang telah dia berikan akan keberadaan mereka saat ini' pikirnya dalam hati. Sudah saatnya mempertemukan mereka akila tidak kuat jika harus menanggung ini sendirian akila tidak kuat jika harus melihat putra putri yang kini di depannya bersedih sudah saatnya mempertemukan mereka. Sudah saatnya pikir akila sebelum terlambat.