Possessive Doctor

Possessive Doctor
Masalah 1


__ADS_3

Dengan langkah lebar kevin berlari memasuki rumah sakit pagi itu, tak peduli dengan panggilan anak anaknya dia terus berlari menyusuri koridor yang tampak ramai.



Makian demi makian tidak di hiraukan kevin baginya saat ini istrinya sangat penting. Saat akan memasuki kamar istrinya kevin di kagetkan dengan dokter yang saat itu juga keluar dari kamar akila.



" Dok apa yang sebenarnya terjadi ???" dengan nafas yang terburu kevin bertanya pada dokter yang tengah merawat istrinya kini.



" Begini pak kevin, mohon bapak ikut saya ke ruangan saya" tawar dokter alfa. Sambil melirik ruangan istrinya itu kevin mengikuti langkah dokter alfa. Hati kevin tampak was was prasaannya menjadi tak menentu, kali ini dia sangat takut. Karena terlarut dengan berbagai macam pikiran yang terus berterbangan di fikirannya kevin sampai tidak sadar bahwa dia telah melewati ruangan dokter alfa


"Pak kevin, di sini pak " ujar dokter alfa entah sudah yang ke berapa kalinya dia memanggil manggil laki laki yang kini di hadapannya.



Dengan senyum kikuk kevin memasuki ruangan dokter alfa,


" Jadi dok apa yang sebenarnya terjadi " dengan tidak sabaran kevin kembali bertanya akan keadaan istrinya lagi.



" Begini pak, kejadian yang terjadi pada ibu akila pagi tadi sungguh di luar dari...." kata kata dokter alfa seketika terpotong dengan kata kata kevin yang sangat tidak sabaran.



" Langsung saja dok, saya mengerti "



" Baiklah, begini pak tadi pagi saat suster kami akan memeriksa keadaan bu akila seperti biasa dia melihat seseorang yang berpakaian suster sepertinya keluar dari ruangan ibu akila, karna agak sedikit mencurigakan suster itu bergegas ke ruangan istri bapak, dan.... " dengan menarik nafas berat dokter di hadapan kevin itu kembali melanjutkan ucapannya.


" Untung saja pak, suster kami sampai tepat waktu jika tidak istri bapak tidak akan selamat, tapi...... "



"Maksud dokter ada yang mencoba mencelakai istri saya??? " kaget kevin yang kembali memotong ucapan dokter di depannya ini. Kevin yang sangat khawatir dan panik langsung berdiri dan beranjak dari kursinya namub kembali terdiam saat sepenggal kata yang keluar dari dokter yang merawat istrinya itu membuat dirinya seakan tertimpa ribuan ton berlian.


__ADS_1


" Tapi pak, berita baiknya karena insiden itu, sekarang istri bapak kini telah stabil saya perkirakan bu akila akan sadar dalam waktu dekat ini" setelah mendengar hal itu kevin segera ke ruangan akila yang meninggalkan dokter yang masih di selimuti kekhawatiran itu.



---------------------------------



" Hay sayang..... " ucap kevin setelah memasuki dan memandang sejenak pujaan hatinya itu. Sudah begitu lama Istrinya ini tertidur.



" Selamat Pagi Nyonya Kevin Wijaya" ucap kevin lagi dengan senyum merekah dari wajahnya namun senyum itu tidak bertahan lama saat kembali melihat kondisi wanita yang kini masih setia terbaring.



" Aku kangen,...." ucap kevin lagi yang langsung mengecup puncak kepala istrinya itu. Lalu mengambil duduk di samping akila, memegang tangan istrinya itu dan sesekali mengecupnya dengan haru.



" Sayang... sampai kapan kamu akan terus seperti ini, kamu tidak kasihan padaku???? aku terus menunggumu di sini.


Sadarlah... aku sangat merindukanmu, sungguh....


Aku rindu senyummu, aku rindu tawamu yang memenuhi kamar kita. Aku rindu segalanya tentang kamu.


Apa kamu tidak merindukanku???



Sungguh ini sangat menyiksaku, mungkin jika tanpa anak anak rasanya aku tidak akan sanggup menahannya.



Bangunlah akila... bangunlah sayang.


Taukah saat perlahan lahan harapan yang ku tanam dengan kuat di dalam hatiku akan ke sadaranmu melemah kamu selalu membuatku kemmbali menguatkannya kembali.



Bangunlah sayang...." tanpa terasa air mata itu kembali membasahi wajah laki laki gagah yang tengah memandang wajah seorang wanita yang masih betah menutup mata itu.

__ADS_1


Sudah begutu lama wanita itu menutup mata, sudah begitu lama wanita itu, membuat kekosongan di hati laki laki yang sesekali mengecup tangannya itu.



Kevin yang masih memandang wajah kekasih hatinya itu dengan pandandangan yang sangat rapuh, tak berdaya kembali di kagetkan dengan.......



" Kevin... mau sampai kapan kamu mengurusi wanita tidak berguna itu" bentak laki laki yang sedikit mirip dengan kevin itu, di sampingnya ada seorang prempuan yang masih sangat muda dengan tingkah centilnya memeluk laki laki yang tengah membentak laki laki yang masih setia duduk di hadapan wanita yang masih terbaring dengan tenang itu. Melihat anaknya yang tidak merespon itu pak wijaya duliputi amarah.



" Nikahi Naura, wanita itu akan segera mati untuk apa dengan wanita tak berguna itu sia telah meninggalkan mu" ucap pak wijaya papa


kevin itu dengan tenang namun membangkitkan amarah kevin.



" Papa jangan ikut campur urusan kevin, urus saja jalangmu itu" bentak kevin dengan pandangan tajam menusuk wanita yang makin menempel pada papanya itu.



"Kevin dia ini mama kamu, yang sopan kamu gara gara wanita itu kamu semakin tidak punya tata krama" bentak pak wijaya dengan menunjuk akila.



" Heh... cih... mama kevin sudah lama meninggal dan itu karna papa, jalang itu tidak akan perna pantas di sebut sebagai mama sampai kapanpun" desis kevin yang semakin dingin dengan pandangan tajam terus mengarah pada suami istri di depannya ini.



" Keviin.... jangan kurang ajar kamu" bentak pak wijaya namun segera di potong dengan wanita di samping nya itu.



"Pah... mungkin kevin memang belum mengakuiku sebagai mamanya, tapi tidak apa apa mungkin suatu saat nanti dia akan sadar bahwa aku sangat menyayanginya" ucap wanita itu dengan air mata yang berlinang di pipinya.




__ADS_1



__ADS_2