Possessive Doctor

Possessive Doctor
ingin bertemu


__ADS_3

" Keviiin.....kamu tidak bisa membatalkan pernikahan bgtu saja" bentak lelaki tua namun masih terlihat gagah juga rupawan di depan kevin itu. Dia merasa sangat marah ketika tinggal 3 hari menuju hari H pernikahan yang sudah di atur sedemikian rupa namun di batalkan begitu saja oleh putra satu satunya itu.



" Sejak awal kevin ngga mau pa di nikahkan sama wanita murahan itu" tekan kevin dingin sambil melirik wanita di pelukan mama tirinya, kevin sangat muak melihat tingkahnya yang seakan sangat tersakiti itu.



" Keeeviiin jaga bicara kamu" bentak papa kevin kembali.



" Apa yang perlu di jaga memang benarkan wanita itu sama saja dengan istrimu itu yang gila harta bahkan rela tidur dengan banyak lelaki hanya untuk mengejar harta" tekan kevin kembali yang sudah merasa muak dan jijik dengan tingkah wanita ular di depannya itu.



" Sayang apa yang kamu bicarakan kamu sudah mama anggap sebagai anak satu satunya " ucap moona yang kini melangkah mendekati kevin.



" Jangan mendekat dan jangan sentuh saya, saya sama sekali tidak sudi di sentuh oleh wanita ular seperti kamu" bentak kevin yang berjalan mundur.



" Keeeviiin apa yang kamu lakukan, hormati dia, bicaralah yang baik pada orang tua" bentak papa kevin yang merasa geram dengan tingkah anaknya.



" Tidak apa apa mas mungkin kevin hanya belum menerimaku, perlahan lahan dia pasti akan menerimaku sebagai pengganti mamanya" ucap moona yang langsung berhampur di pelukan wijaya.



" Tapi sayang, anak itu harus di beri pelajaran" bisik pak wijaya yang kembali memandang tajam kevin.

__ADS_1



" Ccciiiiiiih....lanjutkan saja drama murahan kalian itu, ingat satu hal lo ngga akan bisa menggantikan posisi mama saya sampai kapanpun."



" Dan lo ngga usa berharap akan menjadi istri saya karna sampai kapanpun lo ngga akan perna bisa menggantikan dia, wanita murahan." tekan kevin yang langsung berbalik pergi meninggalkan rumah yang dulu tempatnya pulang namun saat ini kevin seakan merasa jijik tempat yang dulunya sangat nyaman baginya kini berubah.



#########



Sementara di tempat lain akila dengan senyum manisnya meski wajahnya kini sangat pucat tetap bekerja untuk menghidupi putra putrinya.



"Mom.... bial aku bantu yah.." dengan tingkah cadelnya putranya itu ingin membantu akila yang kini sedang merancang sebuah gaun pernikahan.




" Mom...." panggil putranya itu kembali



"Sayang.... kamu main aja yah nak, temani adikmu main" tuturnya dengan lembut yang memandang putra kesayangannya itu.



" Hikss.....hikssss.....hikssss... loh sayang kamu kenapa ???" tanya akila yang langsung menggendong putri kecilnya itu yang datang dengan wajah penuh air mata.

__ADS_1



" Momi meleka ngga mau belteman dengan visa kalena visa ngga punya deddy" jawab putri kecilnya itu dengan air mata. Yang membuat wanita yang tengah menggendongnya kini terdiam.



" Iya momi meleka juga selalu mengatakan itu pada devan, kan papa devan kelja tapi meleka ngga pelcaya momi" cicit lelaki cuplikan kevin itu pelan.



" Devan kok ngga perna cerita sama mami sayang" tanya akila yang meraih ke dua anaknya itu dalam pelukannya.



" Kan deddy kelja mom jadi buat apa mikilin meleka" jawab putranya yang seketika langsung membuat akila menangis terharu.Betapa beruntungnya dia memiliki putra dan putri sehebat mereka



" Tapi mom deddy kapan datang ???" tanya putri kecilnya itu kembali.




" Deddy masih kerja sayang, lihat ngga baju vanes sepatu vanes itukan pake uang deddy kalau deddy ngga kerja vanes ngga bisa beli baju dan sepatu cantik ini." tutur akila yang coba membuat putra putrinya itu mengerti.



" kalau gitu vanes ngga mau beli sepatu tantik lagi deh supaya deddy pulang yah kan momy" dengan tingkah cadelnya vanes putri kecilnya itu mengunggapkan pikirannya tampa tau betapa sedihnya wanita yang kini memelukya erat.



"Mom dalah mom....hidung momy beldalah mom" pekik devan yang melihat darah di hidung mamanya itu.

__ADS_1




__ADS_2