
"Kau masih ingat pulang??"Sahut Ryu bertanya namun masih dari balik pintu
Membuat Aya yang kini terkejut dan menempelkan telinganya di pintu,seakan ingin memastikan suara Ryu
"Tentu saja aku masih ingat tuan..Buka pintunya tuan.."Jawab Aya
"Bagaimana jika aku tidak mau ??"Tanya Ryu
"Hah??Jangan begitu tuan..Aku tahu aku salah,aku minta maaf..Jadi tolong buka pintunya.."Jawab Aya langsung panik
"Kau kira aku akan membuka pintu ini setelah kau menipu ku tadi??"Tanya Ryu lagi dengan sengaja dan menyindir Aya
"A..Aku bukan menipu,tapi aku sudah terlanjur janji dengan kak Alvin..Dia sudah menunggu ku tuan..Lagi pula aku kan sudah meminta ijin padamu.."Jawab Aya membela diri
"Lalu apakah aku mengijinkan mu pergi sebelum pekerjaan mu selesai??"Tanya Ryu terus menerus
__ADS_1
"Ya..Tidak..Tapi aku terpaksa,tolong cepat buka pintunya..Aku juga bawakan martabak untukmu tuan.."Ujar Aya mencoba membujuk
"Heuh..Kau pikir aku bocah sepertimu,yang bisa kau sogok dengan sebuah makanan??Dasar gadis licik..Kau nikmati saja martabak itu..Dan jangan harap kau bisa masuk kerumah ini..Malam ini kau harus tidur diluar..Itu hukuman untuk mu yang sudah menipu ku."Ujar Ryu dengan tegas dan langsung meninggalkan Aya yang masih berada diluar rumahnya
"Hei. Tuan..Jangan seperti ini..Tolong buka pintunya..Huaa..Aku takut sendirian diluar..Apa lagi banyak nyamuk dan dingin..Tuan..Tuaaannn...Huaaa.."Sahut Aya yang langsung merengek meminta untuk dibukakan pintu
Namun usahanya pun sia sia,karna kekesalan Ryu terhadapnya.Tak membuat Ryu menerima penjelasan dan permintaan maafnya.Karna tindakannya yang sudah berbuat curang padanya
Akhirnya Aya hanya bisa menerima keadaan yang tak bisa membuat dirinya masuk kedalam rumahnya sendirian
"Ternyata dia kejam sekali padaku..Heemmm..Lalu bagaimana dengan nasib martabak ini??Padahal aku berniat ingin minta maaf..Sungguh sial nasib ku hari ini..Ditunduh macam macam oleh wanita gila,dan sekarang dikunci dari luar oleh tuan yang gila juga..Ckk.."Keluh Ayah sambil menundukkan kepalanya dilutut
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Tengah malam..
__ADS_1
Ryu terlihat keluar dari kamarnya dan berjalan kearah pintu rumahnya.Perlahan ia membukakan pintu tersebut.Dan melihat Aya yang tertidur disisi pintu dengan bersandar ditembok sambil tetap memegangi martabak tersebut diatas pangkuannya
Ryu hanya bisa menggelengkan kepalanya
Ku pikir kau akan mencari tempat untuk menginap..Tapi kau justru bertahan tidur diluar..Gadis yang benar benar pantang menyerah..Tapi setidaknya kau sudah tahu kesalahanmu..Batin Ryu
Aya yang sudah tertidur pulas,tak menyadari jika Ryu akan mengangkat tubuhnya menuju kedalam.Dan membawa tubuh Aya menuju kamarnya.Tiba dikamar ,Ryu merebahkan tubuh Aya dengan pelan dan sangat hati hati.Agar tidak membuat Aya terbangun.
Gadis kebo..Diangkat seperti ini pun kau tidak terbangun..Dasar tukang tidur..Batin Ryu lagi menyindir
Dan sesaat Ryu memperhatikan wajah Aya ketika tidur.Begitu polos dan menyadari jika wajah Aya terlihat manis saat sedang tertidur
Beberapa saat Ryu pun menyadarkan dirinya
"Apa yang sudah ku pikirkan..Ck..Sudah lah.."Ujar Ryu langsung meninggalkan kamar Ryu
__ADS_1
Namun..