
Beberapa hari kemudian..
Kondisi Aya pun semakin membaik,dan ia sudah diperbolehkan pulang kerumah
Saat tiba dirumah,ia disambut oleh kedua orang tua Ryu dengan sambil tersenyum
Terutama dengan ibu Ryu,yang langsung menghampiri Aya sambil memberikan sebuah pelukan hangat
"Selamat datang dirumah nak..Akhirnya kamu pulang nak."Sahut ibu Ryu pada Aya sambil memeluk Aya dan mengusap rambut Aya dengan lembut
Membuat Aya begitu terkejut dan bingung dengan tindakan ibu Ryu.Karna untuk pertama kalinya ia merasakan sebuah pelukan dari seorang ibu.Yang sudah sejak kama ia tak pernah lagi merasakan pelukan seorang ibu,setelah ibunya meninggal dunia
Aya tak dapat menahan rasa sedih bercampur bahagia.Karna ia merasa bersyukur,dipertemukan oleh orang baik pengganti orang tuanya
Tanpa sadar air mata Aya pun menetes karna tak bisa lagi menahan rasa pilunya
Menyadari Aya menangis,Ryu dan kedua orang tuanya pun menatap bingung
"Kamu kenapa menangis Aya??"Tanya ibu Ryu
__ADS_1
"Aku menangis karna aku bahagia..Aku seperti merasakan pelukan ibu seperti pelukan ibu kandung ku..Hiks."Isak Aya yang akhirnya menangis tersedu sedu
"Oh..Sayang..Maaf ibu sudah membuatmu sedih..Mulai sekarang anggap lah ibu sebagai ibu kandungmu..Walau pun ibu cuma ibu mertua,tapi ibu akan tetap memperlakukan mu seperti anak kandung ibu..Oke.."Ujar ibu Ryu
Aya pun langsung mengangguk dan kembali memeluk ibu Ryu dengan erat.Pelukan yang begitu nyaman layaknya ibu kandung.Membuat Aya merasa sangat bahagia dan bersyukur
"Terima kasih bu.."Jawab Aya
"Ya..Nak,mulai sekarang kamu tidak boleh merasa sedih..Kita sebagai orang tua akan memberikan mu kasih sayang yang berlimpah..Dan kamu tidak akan merasa kekurangan kasih sayang dari kami..Oke.."Ujar ibu Ryu menyemangati dan menghibur Aya
Aya hanya mengangguk sambil tersenyum
Sesaat Aya dan Ryu menatap penasaran
"Tapi apa yah??"Tanya Ryu penasaran
"Berikan kami cucu yang banyak..Terutama cucu laki laki..Karna ayah sudah tidak sabar ingin menimang cucu .."Jawab aya dengan nada canda nya
Seketika membuat Aya dan Ryu tersenyum malu
__ADS_1
"Ayah mu benar nak..Jangan menunda untuk memiliki anak..Secepatnya kalian harus memiliki anak..Selagi kami masih hidup,kami bisa melihat cucu cucu kami."Sahut ibu Ryu
"Jangan bicara seperti itu bu..Kata kata ibu terlalu menyeramkan..Secepatnya kami akan memberi kalian cucu..Kalian tunggu saja..Tak lama lagi kalian pasti akan mendengar kabar baiknya dari kami.."Sahut Ryu samb merangkul bahu Aya
Aya hanya bisa tersenyum malu
"Baik lah..Kami sudah tidak sabar menunggu kabar baiknya..Kalau begitu kamu temani Aya beristirahat..Dia pasti sangat lelah."Ujar ibu Ryu
"Aku kekamar dulu bu."Ucap Aya sebeljm kekamarnya
"Iya nak..Istirahtaah yang cukup,agar kamu bisa mengumpulkan tenaga yang banyak untuk bertempur dengan Ryu nantinya.."Jawab ibu Ryu yang sengaja menggoda Aya
Aya hanya bisa tersenyum malu
Dan Ryu puk mengantarkan Aya menuju kamar mereka.Agar Aya bisa beristirahat,setelah ia keluar dari rumah sakit
Tiba dikamar,Ryu yang seharusnya membantu Aya merebahkan tubuh Aya diatas ranjangnya
Justru ia..
__ADS_1