
Dinda yang tak terima dengan ucapan Aya,langsung menyerang Aya dari belakang.Dengan menarik rambut Aya sekuat mungkin
Sontak membuat Aya kesakitan dan terkejut dengan tindakan Dinda
"Hei..Apa yang kau lakukan??Lepaskan..!!!"Teriak Aya berusaha melepas tangan Dinda dari rambutnya
"Kau pikir aku akan terima dengan semua ucapan mu..Dasar bocah sialan..!!!!"Teriak Dinda juga dengan melampiaskan semua amarahnya pada Aya
"Kau wanita gila..Lepaskan aku..!!!"Sahut Aya berusaha melawan dan mendorong Dinda dengan keras hingga membuat Dinda terjatuh
Bruk..
"Aya.."Panggil Ryu yang tiba tiba muncul dibelakang Aya
Seketika membuat Dinda langsung memanfaatkan keadaan dirinya yang masih terjatuh
Ia pun beranjak bangkit dan menghampiri Ryu
__ADS_1
"Ryu..Gadis ini tiba tiba menyerangku..Hiks..Dia mendorong ku sampai terjatuh..Hiks.."Lirih Dinda langsung memasang wajah memelas sambil menangis dan merangkul lengan Ryu
Membuat Aya pun menatap tajam
"Hei..Apa yang kau bicarakan Nona??Kau sendiri yang mulai duluan..Dia yang sudah menyerang ku lebih dulu.."Jawab Aya berusaha membela diri
Ryu pun sesaat terdiam dan membiarkan mereka saling membela diri
"Tidak Ryu..Hiks..Aku tidak mungkin melakukan hal itu..Kau tahu aku kan??Aku tidak pernah berbuat kasar pada siapa pun..Hiks.."Isak Dinda yang terus bersandiwara pada Ryu,agar Ryu merasa prihatin dengannya
"Dasar wanita ular..Mulut mu pintar sekali berbohong.."Umpat Aya pada Dinda
Ryu pun sesaat menatap serius pada Aya dan menoleh kearah Dinda
"Terserah kau mau percaya apa tidak..Karna aku tidak akan minta maaf ,yang tidak pernah ku lakukan.!!!."Jawab Aya dengan tegas dan langsung pergi
Aya pun pergi dengan perasaan yang amat kesal dan kecewa.Melihat sikap Ryu yang seolah tak percaya padanya dan tak menanggapi penjelasannya
__ADS_1
Sementara Ryu perlahan melepaskan tangan Dinda dari lengannya
"Kau memang tidak pernah berbuat kasar,tapi itu dulu..Karna apa yang kau katakan berbeda dengan apa yang ku lihat.."Ucap Ryu dengan nada dingin
"Aku hanya ingin memberi peringatan satu kali ini saja..Berhenti mengusik kehidupan kami..Pernikahan kami..Karna aku mulai muak dengan sikap mu yang ternyata sudah berbeda jauh dengan dulunya ..Kau bukan Dinda yang dulu ku kenal ..Kau lah yang justru menunjukkan sikap seperti wanita berandalan.."Ucap Ryu dengan tegas dan langsung pergi
"Ryu..Ku mohon jangan seperti ini..Aku berubah karna aku ingin kembali padamu..Aku sangat ingin bersamamu.."Sahut Dinda yang memohon
"Kalau kau ingin kita tetap berteman,berhenti mengganggu ku..Terlebih pada istri ku Aya..Paham..!!"Sentak Ryu yang kali ini benar benar pergi
Dan Dinda hanya bisa menangis melihat Ryu yang tetap pergi,tanpa peduli dengan perasaannya
Aya terus berjalan dengan perasaan kesal.Mengingat sikap Ryu yang ia anggap tak mempercayai dirinya
"Semua laki laki memang sama saja..Buaya tetap saja buaya..Apanya yang mau serius..Dia bilang tidak akan mengkhianati semua ucapannya..Tapi nyatanya apa??Dasar pengkhianat..Buaya buntung,mata keranjang..!!!!"Umpat Aya dengan terus mengomel sepanjang jalan
Tapi ..
__ADS_1
"Heii..Siapa yang buaya buntung??Mata keranjang??"Sahut seseorang yang muncul dibelakangnya