PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
10 # nindy vs Diffa


__ADS_3

Sepulang dari caffe, Diffa pergi ke mall untuk bertemu dengan sahabat nya Disti..Disti sahabat Diffa semasa SMP, sesampainya di mall terbesar di pusat kota, Diffa langsung menuju ke caffe cinta di lantai 5.


Di caffe cinta, Disti sudah menunggu Diffa, Diffa yang baru saja masuk ke dalam caffe di kagetkan oleh panggilan Disti, "Diffa" sambil melambaikan tangannya ke atas, Diffa tersenyum sambil berjalan ke arah Disti.


"ya ampun Diffa, u makin cantik aja sih" sambil berdiri dan cipika cipiki ke Diffa.


"ah u mah bisa aja sih" tersenyum senang Diffa.


"duduk Diff"


"okey, u gimana kabar nya" sembari duduk dan bertanya ke Disti.


"w mah baik, lah u sindiri gimana? tapi kayaknya u lagi banyak pikiran ya? "


"Kabar w kurang baik, w lagi sakit hati" ucap nya sendu


"Lah bisa gitu, seorang Diffa sakit hati? hahaha"


"sialan u, beneran w lagi sakit hati"


"oke, oke, cerita Ama w kenapa u bisa sakit hati"


"Hem, w suka sama cowok, dia tampan tapi sayang, dia acuh tak acuh Ama w"


"ya ampun, ko bisa sih, seorang Diffa yang cantik nya sejagat raya, bisa di tolat" geleng geleng kepala Diffa


"ini semua gara gara cewek ja**ng, sialan itu" jaawabnya kesal


"ja**ng?? maksudnya gimana??"


Diffa langsung menceritakan semuanya ke Disti dan tidak ada yang di tutup tutupin, Disti hanya manggut manggut sambil memegang dagu nya.


"Trus, rencana u apa selanjutnya"


"w mau, Mahendra jadi suami w, dan untuk ja**ng itu, buang ke laut, biar mati tenggelam" ucapnya kesal


"ah gila, jangan sampai di bunuh juga kali Diff" jawabnya datar "kita cari cara yang halus, biar bagai manapun Mahendra sudah cinta sama tuh cewek, takutnya yang ada malah jadi berang ke kita"


"bener juga ya"


Diffa lagi mengaduk minumannya, mata nya tidak sengaja menangkap sosok Nindy, berjalan di luar caffe berdua dengan temannya.


Diffa langsung menarik tangan Disti dengan kencang, karna terkejut tangannya di tarik dengan paksa, Disti seketika menjerit, "aagghhhkkkk" Diffa hanya menoleh dan tetapenariknya, pengunjung yang lain juga terkejut dengan teriakan Disti.


"Diffa, Diff kita mau kemana sih?? sakit tangan w tau" kesal Disti.


"sudahlah, u ikut aja sama w"


"ikut si ikut, tapi lepasin dulu dong tangan u nya, sakit bangat tau ngga sih"


"Iya maav" sambil melepaskan pegangan tangan nya.


Diffa terus berjalan mengikuti Nindy, dan Disti yang masih tidak tau apa apa, ikut berjalan di samping Diffa.

__ADS_1


Nindy dan temannya yang bernama Mega, masuk ke toilet, Diffa dengan cepat ikut berjalan ke toilet.


"Lah Diff, u kebelet? kan di caffe tadi ada toliletnya? "


Diffa hanya diam saja..menampilkan wajah kesal nya, kesal denger ocehan Disti dan juga kesal melihat Nindy ada di depan matanya.


Nindy baru saja pipis, dan keluar menuju wastafel, Nindy tidak memperhatikan sekitar, jadi dia tidak tau kalau ada ancaman sekitar nya.


"kita ngapain" bisik Disti.


"sudah diem aja" jawab Diffa sambil mendekat ke arah Nindy, dan Disti hanya melihatnya saja dari pintu toilet.


"selamat sore nona Nindy"


"hah, Nindy? jangan bilang kalau dia itu ja**ng yang di ceritakan Diffa lagi" batin Disti.


"selamat sore juga, maav siapa ya" jawab Nindy, padahal Nindy ingat siapa yang bertanya ke Nindy, cuma Nindy sengaja pura pura lupa.


" sialan, dia pura pura ngga kenal w" batin Diffa


"ah, saya rekan bisnisnya tuan Mahendra"


"oh iya, ada apa ya"


"nona Nindy, beneran tunangan nya tuan Mahendra?"


"ah iya, memang nya kenapa ya" seketika Mega keluar dari setelah buang hajat nya, dan langsung mendekat ke arah Nindy.


"maav ya, saya harus pulang cepat sebelum mas Mahe pulang kantor"


"ah seperti itu ya, tapi bisa kah kita bicara 15 menit saja, ada yang mau saya sampaikan, hanya kita berdua saja" sambil menoleh ke arah Mega, Mega hanya menampilkan wajah datarnya saja, karna dia tidak tau juga siapa dia.


"baik lah"


Di dalam caffe, Nindy duduk berdua dengan Diffa, sedang kan Disti bersama Mega di meja yang tidak jauh dari Nindy dan Diffa.


"kayanya w ngga usah basa basi deh sama u" ucap Diffa ketus, Nindy yang mendengar ucapan Diffa hanya tersenyum mengejek.


"w minta sama u, jauhin Mahendra, karna dia bakalan jadi suami w"ucap nya ketus


"oh begitu ya" jawaban Nindy sambil tersenyum manis.


"w tau siapa u, u hanya anak yatim piatu, yang tinggal di panti, dan u juga cuma penjual tissu keliling, so u itu ngga selevel sama Mahendra "


"wah, wah, wah hebat juga ya nona Diffa ini, sampai tau siapa saya, hiihihi" jawabnya sambil terkekeh.


"U jangan seneng dulu, kalau Mahendra tau siapa u sebenarnya, dia juga baakalan ninggalin u" ucap Diffa tersenyum licik.


"elo itu cuma ja**ng, yang menjajakan tubuh jelek u ke setiap lelaki kaya, cuma buat morotin aja kan, dan w rasa u jual tissu cuma kedok aja kan, hahaha" ucap Diffa lagi merendahkan, dan tertawa mengejek.


"maav nona Diffa yang cantik, dan terhormat jika anda mau merendahkan pekerjaan saya berjualan tissu keliling silahkan" jawab Nindy sambil menarik nafas dan berbicara kembali "Tapi jangan pernah berkata yang tidak sesuai fakta"


"Itu memang kenyataan kan, u itu bukan cuma jual tissu saja, tapi u juga jual tubuh u"

__ADS_1


"saya tidak pernah jual tubuh saya" jawab Nindy penuh penekanan di setiap kata yang dia ucapkan


"hahaha, mana ada maling ngaku, kalaupun ada penjara penuh" tertawa mengejek


"TERSERAH" ucap Nindy, Nindy baru saja bangun dari kursi dan ingin melangkah kan kakinya meninggalkan Diffa, karna yang di ucapkan Diffa bikin Nindy sakit hati, seketika tangan nya di pegang erat oleh Diffa.


"Lepas, tolong lepas pegangan tangan Anda nona"


"hah, berani ya u sama w, w ingetin u sekali lagi, Jauhi Mahendra, jika u ingin selamat" bisik Diffa, Nindy hanya melirik sinis dan menjukan wajah datarnya.


"Itu tidak akan nona, jadi jangan pernah memaksakan yang tidak mungkin terjadi,hah" jawab Nindy langsung mengibaskan tangannya agar terlepas dari pegangan Diffa, berjalan meninggalkan Diffa keluar dari caffe di ikuti Mega.


"breng**k, dasar ja**ng sialan, liat aja nanti, u bakalan di tendang jauh jauh oleh Mahendra, jika dia tau siapa u sebernya" batin Diffa


"Gimana, u berhasilkan ngancem cewe itu" tanya Disti setelah mendekat dan duduk di kursi depan Diffa.


"kita liat aja nanti, w pastiin dia bakalan di tendang jauh oleh Mahendra, karna w punya kartunya"


"wah hebat u ya, salut w Ama u, dari dulu ngga pernah berubah, hahaha" puji Disti


"iya dong, Diffa" jawab nya dengan bangga.


.


.


.


Di tempat yang berbeda, Nindy melangkah kan kakinya beriringan dengan Mega, Mega yang tidak tau apa yang terjadi hanya bisa bersabar menunggu Nindy bercerita sendiri.


"Nin, Nindy kamu kenapa?" tanya Mega "dan cewek tadi siapa nya kamu Nin?"


"namanya Diffa, dia rekan bisnisnya mas Mahe"


"Lah trus kenapa kamu menangis"


"Dia nyuruh aku tinggalin mas Mahe, kata Diffa, aku ngga pantes untuk mas Mahe, karna aku cuma anak yatim piatu dan penjual tissu keliling, tapi aku tidak marah Mega, dia bilang seperti itu ke aku" masih terisak di setiap ucapan Nindy


"Nindy, kamu harus pertahankan apa yang sudah di tangan kamu, jika menurut kamu baik untuk di pertahankan, jangan bersedih ya Nin" menenangkan Nindy


"Diffa bilang, aku ja**ng, dia bilang aku menjual tubuhku, itu yang membuat aku sakit"


"astaghfirullah" kaget Mega "apa dia punya bukti, menuduh kamu seperti itu?" Nindy hanya menggelengkan kepalanya saja.


"ya sudah, jangan di ambil pusing, yuk sekarang kita pulang dan istirahat, biar kamu lebih tenang"


"aku pulang ke kosan kamu ya, please" memohon agar di izinin ikut ke kosan Mega "aku, aku ngga mau mas Mahe melihat aku yang sedang kacau ini"


"baik lah, tapi kamu harus izin dulu ya sama mas Mahe, biar dia ngga khawatir"


"iya, nanti aku kirim pesan ke mas Mahe, trimaksih ya" Nindy memeluk Mega, Mega bukan sekedar teman, tapi Mega sudah seperti Kaka bagi Nindy, usianya hanya beda 2 tahun dari usia Nindy, Mega juga anak yatim piatu , sama seperti Nindy.


Mereka berdua segera pulang ke kosan nya Mega, Mega bekerja di caffe sebegai pelayan caffe, dia pekerja keras dan yang paling Nindy salut dia selalu baik ke setiap orang dan berbagi ke pada yang membutuhkan, walaupun Mega juga pas Pasan ekonominya.

__ADS_1


__ADS_2