PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 12


__ADS_3

"mas"


"sayang maavin mas ya"


"iya mas, Nindy maavin mas, tapi lain kali jangan di ulang ya?"


" iya sayang mas janji"


"oh iya sayang, kenapa kamu bisa berada di sini"


"kenapa, mas ngga suka ya Nindy ada di sini?"


"Hem, suka sayang, mas seneng bangat kamu mau ke kantor mas, kamu sama siapa ke sini?"


"Nindy di antar Mega mas"


"Mega? sekarang Mega nya kemana?"


"hehehe, di ruangan asisten Aji mas"


"hahaha, kayaknya Aji suka deh sama Mega"


"kayaknya gitu mas, hihihi"


Mahe dengan cepat memeluk pinggang Nindy dengan lembut dan mesra, Nindy yang tidak siap malah kaget atas tindakan Mahe kepadanya, Mahe mendekat kan wajahnya ke wajah Nindy, mata Mahe melihat mata Nindy dan turun ke bibir mungil Nindy, Nindy yang faham langsung memejamkan matanya.


Mahe merasa senang karna mendapatkan lampu hijau dari Nindy, langsung menempelkan bibirnya ke bibir mungil Nindy, dengan gerakan yang lembut, Mahe mulai ******* lembut bibir Nindy dan di gigitnya bibir Nindy dengan pelan agar Nindy membuka mulutnya yang mungil.


Seketika Nindy membuka mulutnya dan Mahe dengan leluasa memasukan lidah nya kedalam rongga mulut Nindy dan mengabsen satu persatu isi di dalam mulut Nindy, Nindy hanya bisa diam, karna dia belum terbiasa dan masih kaku juga, semakin lama ciuman nya semakin dalam dan menuntut, Mahe yang takut tidak bisa mengontrol dirinya langsung melepaskan ciumannya, karna juga Nindy dan dia sudah mulai ke habisan oksigen, setelah melepaskan ciumannya, Mahe membiarkan Nindy menghirup udara sebanyak banyaknya sambil tersenyum melihat Nindy yang merona di wajahnya.


flashback on


Setelah asisten Aji mengirim pesan ke Mahe, Aji juga mengirim pesan ke Nindy, untuk segera datang ke kantor.


"selamat siang nona Nindy" isi chat Aji ke Nindy, tidak lama pesan masuk ke handphone Nindy, Nindy yang bingung ini no siapa, tiba tiba pesan berikutnya masuk kembali.


"nona, saya asisten Aji, maav nona Nindy, bisakah anda datang ke kantor sekarang juga?, karna ada masalah penting?"


"siang juga asisten Aji, masalah penting apa? apa mas Mahe baik baik saja?"


"tuan baik baik saja untuk saat ini, tapi saya tidak bisa menjamin setelahnya nona, karna ada nona Diffa di kantor, dan dia membuat kekacauan, mengaku calon istri tuan Mahe, nona"


"Apa, kenapa bisa seperti itu?, baik saya segara ke sana sama Mega, 10 menit saya sampai"


"baik nona, saya tunggu di lobby"


Nindy langsung melesat ke kantor Mahe bersama Mega, karna posisi Nindy tidak jauh dari kantor nya Mahe, jadi dengan busa dengan cepat sampai kantor.


sesampainya di depan lobby, asisten Aji sudah menunggu Nindy dan Mega.

__ADS_1


"selamat siang asisten Aji"


siang nona Nindy dan siang nona Mega"


"silahkan nona ikut saya"


Asisten Aji, Nindy dan Mega masuk ke dalam lift khusus CEO, lift terbuka dan mereka melesat masuk ke dalam lift, Aji menekan tombol paling atas, di dalam lift Aji menjelaskan apa yang terjadi di lobby setengah jam tadi, dan Nindy hanya manggut manggut saja.


Lift terbuka dan mereka langsung melesat ke depan ruangan Mahe, asisten Aji menahan Nindy masuk ke dalam, asisten Aji membuka handphone nya dan memperlihatkan CCTV di ruangan Mahe yang hanya Mahe dan Aji yang bisa melihatnya melalui handphone nya.


Nindy terkejut dengan yang di ucapkan Diffa ke Mahe, tapi Nindy sedetik kemudian tersenyum, karna Nindy tidak pernah menutupi identitasnya, karna suatu hubungan harus saling percaya dan jujur dengan pasangannya.


Nindy terbelalak melihat aksi Diffa yang tidak senonoh, oleh sebab itu, Diffa langsung membuka pintu dengan kasar, dan melihat secara langsung tindakan Diffa yang membuat Nindy muak.


flashback off


.


.


.


.


Di ruangan asisten Aji


"silahkan masuk nona Mega"


"silahkan duduk" aji menyuruh Mega duduk di sofa di pojok ruangannya.


Mega duduk di sofa dengan pelan, "empuk, nyaman, ruangan nya juga luas dan bagus" batin Mega sambil matanya berkeliling melihat setiap sudut ruangan asisten Aji.


Asisten Aji menuju kulkas kecil yang ada di pojok ruangan, untuk mengambil minuman kaleng buat Mega dan dirinya, sambil menunggu tuan dan nona nya.


Asisten Aji menaruh minuman sambil duduk dan menyuruh Mega untuk meminumnya.


"silahkan di minum nona, maav hanya ada ini "


"baik, terimaksih tuan" jawab Mega sambil meminum minuman yang di sediakan Aji untuknya.


"nona Mega, maav apakah saya boleh bertanya sesuatu dengan nona?"


"Iya silahkan, mau bertanya tentang apa?"


"emm begini, anu itu" tiba tiba aji jadi gugup mau bertanya malah jadi salah tingkah, Mega yang melihatnya malah bingung dan menautkan alisnya.


"ada apa tuan, apa yang ingin tuan tanyakan? Apakah soal Nindy?"


"Bu bukan, tapi masalah lain" jawabnya semakin gugup

__ADS_1


"Bukan? jadi soal apa ya tuan?"


"eemm, begini nona Mega, apakah nona Mega punya kekasih, ma maav saya sudah lancang, menanyakan tentang pribadi nona" jawabannya malu dan menundukkan wajahnya yang merah padam.


"hah" Mega kaget


"tidak usah di jawab nona, maav saya tidak bermaksud un..." ucapan aji langsung di potong oleh Mega.


"saya belum punya kekasih tuan, siapa yang mau coba sama cewek miskin yang tidak berpendidikan seperti saya" jawabannnya sendu


Aji yang mendengarkan nya dan melihat wajah Mega, jadi tidak enak, dan spontan langsung memeluk Mega dengan erat.


Mega terkejut atas tindakan aji yang memeluknya dengan erat, setelah Aji berpindah tempat duduk di samping Mega.


"tu tuan" terbata ucapan Mega


"biarkan seperti ini, karna saya suka sama kamu, pada pandangan pertama" jawabnya sambil mengelus rambut Mega yang hitam panjang dan lembut "maav jika saya lancang, mengatakan nya" ucapnya lagi.


Aji melepaskan pelukannya, dan mengusap air mata Mega dengan ibu jarinya yang menetes tanpa pun dengan lembut sambil tersenyum.


"maav karna saya, kamu jadi menangis"


"tidak tuan, saya hanya terharu dengan ucapan tuan"


"apa kamu tidak marah? apa yang saya katakan ke kamu dan saya dengan lancang memeluk kamu?" Mega hanya menggelengkan kelapa nya pelan.


"terimaksih, apakah kamu menerima cinta saya?" tanya Aji, berharap Mega mau menerimanya.


"tuan, apakah tuan serius? ma maksud saya, apa tuan tidak malu dengan status saya? saya hanya pelayan caffe dan tidak punya orang tua, setatus sosial kita berbe.." ucapan Mega di tahan oleh jari telunjuk Aji, "ssttt, jangan bilang seperti itu, saya tidak pernah memandang seratus sosial seseorang, apa lagi orang yang saya sayang dan cinta, jadi jangan merendah kan diri seperti ini ya" jawaban aji sambil menangkap wajah Mega dengan kedua tangannya dan langsung memeluk Mega kembali, Mega ragu membalas pelukan aji, tapi karna Mega melihat ketulusan dan tidak ada kebohongan di setiap ucapan dan tindakan Aji, Mega membalasnya dengan perlahan, Aji merasa berbunga bunga mendapatkan balasan dari Mega.


"Apa mas di terima?" tanya Aji dan menyebut dia mas.


"iya tu taun" terbata jawabannya


"Jangan panggil tuan sayang, panggil mas, mas aji okey" ucapnya tegas


"sa sayang" batin Mega seketika mukanya merah merona.


"Hay, sayang muka kamu kenapa, hahahaha" aji bertanya sambil tertawa melihat wajah merona Mega.


"tidak ma mas" terbata jawab Mega


Aji langsung memegang wajah Mega kembali dengan kedua tangannya, dengan perlahan aji mencium kening Mega dengan lembut, beralih ke kedua mata nya Mega, turun ke pipi kanan kirinya Mega dan terakhir Aji melihat bibir mungil dan seksi Mega, Aji membenamkan bibir nya ke bibir Mega dengan pelan tapi pasti, seketika Mega memejamkan matanya.


Ciuman aji yang awalnya hanya menempelkan bibirnya saja, melihat Mega memejamkan matanya meras mendapatkan lampu hijau, Aji ******* bibir mungil itu dengan lembut dan menuntut, dua menit kemudian Aji melepaskan ciuman panas nya, ketika melihat Mega sudah ke habisan oksigennya.


"maavin mas, yang tidak sopan dan kurang ajar mencium kamu, sayang" ucap Aji merasa bersalah atas tindakannya.


"iy iya ma mas tidak apa apa" jawaban Mega terbata.

__ADS_1


Aji tersenyum mendengarkan jawaban nya Mega dan langsung memeluknya dengan erat, se akan takut di tinggalkan.


__ADS_2