PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 13


__ADS_3

Mahe, Nindy, Mega, dan Aji pergi ke caffe shop untuk makan siang bersama.


Setelah dua insan di mabuk asmara, mencurahkan rasa sayangnya, iya, sekarang Mega sudah tidak sendiri lagi, karna sudah ada asisten Aji yang akan selalu bersamanya, benar kata pepatah cinta datang tak harus mengenal lama, buktinya Mahe dan Nindy, sekarang Aji dan Mega.


Mahe sempat terkejut, pada saat Mahe berulang kali menghuni asistennya tapi tak kunjung ada jawaban, maka dari itu Mahe dan Nindy ke ruangan asisten Aji untuk menjemput Mega, tapi ternyata ada yang mereka lewatkan melihat adegan romantis asisten Aji dan Mega.


flashback on


"sayang, kamu makan siang bareng mas ya" ucap Mahe.


"iya mas, Nindy juga sudah laper"


"sebentar, mas hubungin dulu asisten Aji"


"oh iya mas, Mega kan Ama asisten Aji, sekalian suruh Mega ke sini ya, Nindy sampe lupa tadi kesininya sama Mega, hihihi"


"hahaha, baik lah, kamu terlalu asik sama mas, sampai lupa kalau kamu ke sini sama Mega" Mahe sambil geleng geleng menjawab nya, Nindy hanya tersenm malu.


Mahe segera menelpon Aji, sudah beberapa kali panggilan tapi tidak ada jawaban.


"sayang, ngga di jawab sama Aji, coba kamu telpon Mega?"


"ok" Nindy langsung menelpon Mega, dan ternyata sama tidak ada jawaban, seketika Nindy panik.


"mas, ini gimana ya, ko Mega ngga jawab telpon Nindy juga?"


"sabar sayang, jangan panik gitu"


" tapi mas"


"sudah, ikut mas saja ya, kita keruangan nya Aji, mas juga merasa aneh, ngga biasanya Aji ngga jawab telpon mas"


"yuk, cepetan"


"iya sayang"


Mahe dan nindy keluar dari ruangan Mahe, dan bertanya ke pada Siska sekretarisnya tentang keberadaan asisten Aji.


"Siska"


"iya tuan, ada yang bisa saya bantu"


"Apa kamu melihat asisten Aji?"


"maav tuan, asisten Aji berada di ruangan ya, bersama temannya nona"


"baik lah, terimaksih"


"Ba baik tuan" jawaban Siska terbata bata, karna kaget tuannya berterimakasih sama dia, karna jarang sekali bahkan tidak sama sekali, biasanya cuma Hem saja.


Mahe menautkan tangannya dan tangan Nindy berjalan ke ruangan asisten Aji, tanpa mengetuk pintu dulu, karna sudah biasa seperti itu, Mahe dan Nindy membelalakkan matanya dan menganga melihat asisten nya dan Mega saling pelukan, sampai ngga sadar kalau kemesraan asisten Aji dan Mega di lihat oleh Mahe dan Nindy.


Mahe dan Nindy saling pandang, seketika tersenyum.


"ehemm" deheman Mahe, biar pasangan itu sadar kalau ada orang lain selain mereka.


Asisten Aji dan Mega terkejut, dan salah tingkah, Mega langsung menunduk kan wajahnya yang merah padam, sedangkan asisten Aji hanya tersenyum salah tingkah dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sayang, kayanya kita menggangu mereka?"


"iya mas, kita datang di waktu yang tidak tepat"


setelah Mahe dan Nindy melangkah masuk dan mendudukkan diri di sofa ruangan asisten Aji.


"anu, itu bos" ucap Aji salah tingkah


"Mega, apa yang terjadi? apa aku melewatkan sesuatu?"


Nindy mengabaikan ucapan aji malah bertanya ke Mega.


"ah, itu anu" jawaban Mega panik.


"baik lah, hayu kita makan siang bersama" ucap Mahe


"ba baik bos" jawab Aji "bos, nona Nindy, ada yang mau saya sampaikan" ucap aji lagi


"Ada apa" ucap Mahe


"emm anu bos, nona, emm saya dan Mega resmi berpacaran" jawab Aji membuat Mahe dan Nindy melongo, sedangkan Mega menunduk karna malu.


"wahh, selamat ya buat kalian" ucap Mahe setelah terkejut dengan ucapan Aji

__ADS_1


"iya, semoga langgeng" ucap Nindy


"terimakasih bos, nona Nindy" jawab Aji


flashback off


Menjelang pernikahan..


Sehari sebelumnya, Mahe dan Nindy di sibukkan untuk acara besok, asisten Aji dan Mega pun turut sibuk membantu acara pernikahan mereka.


Bu Ani, sudah menginterupsi kan pelayan lain agar membantu menyiapkan acara nya, Nindy tidak mau acaranya di gedung atau di hotel, Nindy mau acaranya di rumah, buat party garden di halaman samping rumah Mahe, bukan tanpa alasan Nindy menolak di gedung atau di hotel, Nindy lebih suka yang biasa saja, tanpa harus mewah yang penting, syakinah mawadah warohmah, itu yang lebih penting buatnya.


"sayang, kamu jangan cape cape ya, istirahat dulu gih, biar besok lebih fresss" ucap Mahe, karna dari tadi Mahe melihat Nindy mondar mandir menyiapkan semuanya, padahal sudah banyak yang membantu mereka.


"sebentar lagi mas, nanggung" bantah Nindy


"istirahat sekarang, mas ngga mau kamu sakit karna k lehan" jawaban Mahe tanpa mau di bantah.


"iya baik lah" ucap nya lemas dan pasrah


"yuk mas antar kamu ke kamar, sayang"


"hemm"


.


.


.


.


.


.


.


Akad nikah dan resepsi


Nindy pagi pagi sekalih sudah bangun, dan memebersihkan diri, karma MUA sudah menunggunya untuk di rias.


"Sudah siap nona" ucap MUA


"Baik lah, silahkan duduk nona, saya akan mulai merias nona" ucap MAU, Nindy hanya tersenyum dan mengguk saja.


Beberapa jam kemudian, Nindy sudah selesai di rias, dan hasilnya sungguh memuaskan.


"nona, anda cantik sekali" ucap MUA nya, karna Nindy mengenakan pakaian adat Sunda, warna putih tulang,sangat cantik.


"terimakasih" jawab Nindy sambil tersenyum. Mega masuk ke dalam kamar Nindy untuk melihatnya, seketika terpesona dan takjub akan kecantikan Nindy.


"Ya ampun, kamu cantik bangat Nindy" ucap Mega tersenyum puas, melihat riasannya Nindy.


"terimakasih ya"


Di ruangan berbeda


Mahe sudah menegakan baju pengantin yang warna nya Senda dengan Nindy, tampan dan berkasisma.


"wah prerfec tuan, anda tampan sekali" ucap Sistem aji


"Hem, terimakasih" sambil tersenyum menjawab ucapan Aji.


"baik lah, sudah siap bos, mari kita ke bawah"


"sebentar, saya mau lihat Nindy dulu"


"emm, tidak bisa bos, ini permintaan nona"


"kanapa?" jawab Mahe sambil menautkan alisnya


"biar bos pangling, hehehe" cengengesan sambil menjawab Mahe


"Hem, baik lah" pasrah Mahe


Mahe dan Aji turun menuju meja akad yang sudah di siapkan.


Mahe duduk dengan tenang, menunggu Nindy untuk melaksanakan ijab kobul nya.


.

__ADS_1


.


.


"hayu Nin, kita turun, acara nya sudah mau di mulai, tuan Mahe juga sudah menunggu kamu" ucap Mega tersenyum ke arah Nindy.


"Baiklah"


Nindy melangkah kan kakinya menuju ke meja akad nya, perlahan tapi pasti, Nindy di gandeng oleh Mega, turun ke bawah, semua mata tertuju ke arah pengantin wanita, mereka semua terpesona dan takjub melihat kecantikan Nindy.


"wah cantik sekali ya, calon istri nya tuan Mahe" ucap salah satu tamu undangan.


"iya cantik" jawab rekannya


Banyak yang berbisik positif dan ada juga yang negatif, sebagian yang negatif karna mereka iri dengan Nindy yang bisa bersanding dengan Mahe yang notaben nya pembisnis yang sukses dan kaya raya.


Mahe yang melihat Nindy turun dari tangga, tanpa berkedip sedikit pun, karna Nindy cantik dan menawan, membuat hati Mahe berdegup kencang, Nindy juga tidak sengaja melihat Mahe yang sedang melihatnya, Nindy juga terpesona atas ketampanan Mahe.


Nindy sampai di dekat Mahe, Mahe langsung menyambutnya dengan senang.



Tanpa sadar Mahe merangkul pinggang Nindy, dan tersenyum ke arah Nindy, begitupun kebalikannya.


"ehemmm, bos" ucapan aji menargetkan mereka berdua.


"sudah bisa di mulai" ucap Aji lagi.


Mega, Aji dan tamu undangan yang lain tersenyum ke arah mereka.


"ah baik lah, mari sayang" ucap Mahe dan menggandeng Nindy ke kursi akad, Nindy hanya tersenyum dan mengguk, malu, iya dia malu karna ulah Mahe.


Duduk di kursi yang mendebarkan ke dua anak manusia itu.



"Sudah siap nak?" tanya penghulu


"Sudah" jawabnya tegas dan pasti sambil tersenyum ke arah Nindy, Nindy pun ikut tersenyum dan hanya Melik saja.


"baik lah, mari kita mulai, acara ijab kabulnya ya"


"Baik lah"


Mahe menjabat tangan penghulu tanpa ragu, penghulu tersenyum melihatnya.


"Saya nikah kan dan kawin kan saudara Mahendra Malik dengan saudari Nindy Safitri binti almarhum bapak Hadi dengan maskawin seperangkat alat sholat dan mas seberat 200 GRM di bayar tunai" ucap penghulu sambil menghentakkan pegangan tangannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya saudari Nindy Safitri binti almarhum bapak Hadi dengan mas kawain tersebut di bayar tunai" jawaban Mahe dengan sekali tarikan nafas.


"gimana para saksi, apakah SAH" tanya penghulu ke saksi.


"SAH"


"SAH"


"Alhamdulillah" jawab penghulu dan yang lainnya di lanjut membaca kan doa.


"baik lah, Nak Mahendra dan nak Nindy sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Nindy langsung mencium tangan Mahe dengan takzim, dan Mahe mencium kening Nindy dengan lembut.


setelah acara ijab kobul, semua tamu yang hadir memberikan selamat kapada kedua mempelai.


"selamat ya bos, nona Nindy semoga samawa" ucap aji memberi selamat sambil memeluk Mahe.


"terimakasih" ucapnya bersama


" Selamat ya tuan, Nindy, semoga cepet dapat momongan" ucap Mega yang memeluk Nindy sambil mengeluarkan air mata nya, Nindy pun sama.


"Iya, terimaksih ya mega" ucap Nindy membalas pelukan Mega, Mahe hanya tersenyum dan menggukan kepalanya.


Dan tamu yang lain menyul untuk memberikan selamt kepada Mahe dan Nindy yang sudah berada di pelaminan.



Bersambung..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤️❤️❤️❤️\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


salam rindu untuk pembaca karyaku, semoga kalian selalu di berikan kesehatan dan rezeky yang berlimpah ( amin allahuma amin🤲 ).

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya gaesss, aku butuh dukungan dari kalian semua, agar lancar menulis cerita nya, nanti di BAB berikutnya ada huru hara yang di lakukan Diffa dan ada juga adegan 21 nya hehehe 💃💃💃, jadi pembaca yang bijak ya gaess 🤭🤭🤗🤗🥰🥰❤️❤️


salam sayang dari author 🤗🤗❤️❤️🌹🌹


__ADS_2