
Mahe dan asisiten Aji segera meluncur ke caffe yang sudah di janjikan untuk metting pryek selanjutnya..yang akan bekerja sama dengan rumah sakit Medica yang sebentar lagi akan di bangun di pinggir kota Jakarta..rumah sakit Medica rumah sakit terbesar yang kan di bangun di pinggiran kota Jakarta..
Aji memarkirkan mobilnya dengan sempurna..dan Aji keluar mobil terlebih dahulu dan langsung membukakan pintu mobil untuk tuan Mahe nya..
" silahkan tuan "
" okey terimakasih..owh iya..habis ini antar saya ke kampus ya " Mahe memang masih kuliah..dia sudah semester akhir dan sebetar lagi lulus menyandang gelar S 2 nya..di jurusan bisnis
" baik tuan " jawab asisten Aji sambil membungkukkan badannya
Mahe dan asisten menuju ruang VVIP yang sudah ada rekan bisnis barunya yang. sudah menunggu mereka di ruangan tersebut..
" selamat siang " ucap Aji dan langsung menjabat tangan ke rekan mettingnya tersebut " perkenalkan saya Aji asisten tuan Mahendra Malik..dan ini taun Mahendra Malik " ucap nya lagi
" selamat siang..saya Mahendra Malik.." jawab Mahe singkat dan tetap menampilkan wajah dinginnya..
" awh iya selamat siang tuan Mahe dan asisten Aji..perkenalkan saya Dimas Anggara asistennya nona Diffa Anis..dan ini nona Diffa Anis tuan " sambil berjabat tangan dan memperkenalkan diri serta nonanya jawab Dimas
" senang berkenalan dengan mu tuan Mahendara Malik..saya Diffa Anis..panggil saja Diffa " jawab Diffa dan menampilkan senyum manisnya..tapi sayang Mahe malah acuh tak acuh..
" silahkan duduk tuan "ucap Dimas
" ah baik terimakasih "
Mahe langsung membuka kancing jas mahalnya dan duduk berhadapan dengan Diffa..tapi dia fokus dengan berkas yang dia lihat setelah asisten Aji memberikan nya kepada Mahe untuk memulai metting nya tersebut..
" tuan Mahendra..anda mau minum apa..biar asisten Dimas yang memesankan nya..dan asisten Aji anda juga mau minum apa " ucap Diffa sambil tersenyum
" Cappucino latte " jawab Mahe singkat
" Torabika latte saja " jawab asisten Aji
"Kenapa nona Diffa repot repot tanya apa yang mau di minum..kan ada asisten nya..ahh ini ada maksud yang ngga beres kayaknya..hati iya hati..nona Diffa rupanya tertarik dengan bos Mahe..hadepp beruntung nya bos w ini..tapi sayang nona Diffa bakal patah hati..hihihi karna si bos sudah ada nona Nindy"..batin Aji geleng geleng sambil tersenyum
Mahe yang merasa risih dengan tatapannya Diffa segera presentasikan metting nya..agar cepat pergi dari tempat ini..karna Mahe paling tidak suka lihat wanita yang so ke cantikan dan agak centil dengan memanjakan suaranya biar terdengar seksi.." fiuhhh" Mahe membuang nafasnya kasar..Aji yang melihat segera menjelaskan tentang prodak apa aja yang di produksi di perusahaan Mahe..dan ke unggulannya dari perusahaan lain nya..
" nona Diffa dan asisten Dimas gimana hasil metting nya..apakah ada puas dengan penjelasan bos saya dan saya." ucap Aji
" saya rasa saya tertarik untuk kerjasama di perusahaan anda tuan Mahendra..karna prodak yang anda tawarkan memang berbeda dengan prodak yang lainnya..untuk masalah tanda tangan kontrak bisa kita atur pertemuan berikutnya..dan nanti asisten Dimas akan email anda untuk menyerahkan apa saja yang kami butuhkan untuk rumah sakit saya " jawabnya Diffa panjang kali lebar dan berwibawa tidak lupa menampilkan senyum manisnya untuk Mahe..
__ADS_1
" baik lah..selanjutnya asisten saya yang akan menyiapkan kontrak kerjasamanya..kalau begitu saya permisi dulu..terimaksih atas jamuan makan siangnya " ucap Mahe sedikit tersenyum..dan senyumnya di tangkap oleh mata Diffa yang membuat Diffa merona karna terpesona dengan senyum manis nya Mahe..
" ah baik lah sama sama "jawab Diffa gugup dan jantungnya sudah mau lompat ke luar..
"permisi..selamat siang " ucap asisten Aji dan langsung melesat keluar caffe..Mahe sudah jalan lebih dahulu karna sudah terlalu risih berada satu ruangan dengan wanita itu..
" silahkan tuan " ucap Aji sudah membukakan pintu untuk Mahe
" Hem " jawabnya singkat
"Aji..untuk kontraknya kau saja yang mengatur dan bertemu dengan mereka..saya risih berdekatan dengan nya.hah " ucap Mahe
" baik tuan..tuan kayanya nona Diffa tertarik dengan ada " aji bertanya dan melirik leawat kaca spion mobil..
" heemm itu yang membuat saya risih aji " males menjawabnya.."antarkan saya ke kampus dan jangan lupa persiapkan semuanya untuk nanti malam jangan ada kesalahan..ok " ucap Mahe tegas sambil memejamkan matanya
" baik tuan..saya pastikan sempurna " jawab Aji dengan percaya dirinya
Mobil melesat ke kampus xxx karna hari ini ada jadwal bertemu dosen pembimbing untuk tugas akhirnya Mahe..Mahe termasuk siswa berprestasi di kampus dan semua dosen yang mengajar sangat puas dengan hasilnya..dan Mahe tidak memiliki teman di kampus kecuali Aji..iya Aji dulu duduk di bangku kuliah satu jurusan dengannya pada saat Mahe ambil S 1 nya..hanya Aji yang dekat dengannya..
Di kampus
Aji memarkir mobil mewah Mahe di parkiran kampus dengan sempurna.. Aji yang awalnya mau turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil buat sang bos di cegah Mahe..
" ah baik lah..tapi ini kan masih jam kerja bos " jawab Aji
" tidak ada bantahan aji "
" iya iya terserah kamu aja dah " jawabnya pasrah..karna Mahe selalu begitu..dia tidak mau di anggap spesial oleh tamannya
" nanti jemput saya jam 14.30 jangan telat "
" okey "
Mehe berjalan ke ruang dosen pembimbingnya..dengan gaya cooll nya dia berjalan tanpa senyum di wajah nya..dan mata siswi lain terpesona melihat Mahe yang tampan dan dingin..bisik bisik siswi siswi di kampus
" eh coba lihat deh..bukanya itu ka Mahendra ya..gila ganteng banget " histeris salah satu siswi
" ah iya ganteng nya.." histeris siswi sebelahnya
__ADS_1
" ngga apa apa dingin juga..yang penting kaya opa opa Korea " siswi lainnya lagi
Mahe sudah sering mendengarkan celoteh kaya gitu..dia tetap saja acuh tak acuh..para siswi yang berjalan Deket dengannya menganga dan terpesona karna ketampanan nya.." gilaaaaaaa ganteeengggg " histeris siswi yang di sebelah Mahe..Mahe malah mengerutkan keningnya..karga kaget dengan teriakan siswi tersebut..
setelah bertemu dosen pembimbingnya..Mahe menuju kantin kampus untuk mengisi perutnya yang mulai berbunyi..karna pas jam makan siang dia metting dengan Diffa..karna risih dia hanya makan sedikit..
kantin kampus
" Tuan Mahendra " tanya Diffa yang terkejut karna ada Mahe tidak jauh dari meja yang dia duduki..
" Apa Tuan Mahendra kuliah di sini atau ada urusan lain ya " tanya Diffa ke Dimas asistennya
" yang saya dapat informasi nya..tuan Mahendra Malik kuliah di sini nona..dia mengambil S 2 nya " jawab Dimas
" owh seperti itu..kebetulan sekali ya " ucap Diffa sambil tersenyum melihat Mahe yang asik memakan makannya..tanpa sadar kalau Mahe di perhatikan oleh Diffa yang sempat membuat dia risih..
Stelah selesai makan..Mahe melihat jam tangannya mahalnya..dan ternayata sudah menunjukan pukul 14.25..Mahe bergegas beranjak dari kursi nya menuju ke luar kantin..tapi jalan nya di hadang oleh Diffa..Mahe yang terkejut melihat Diffa di sini..malah acuh tak acuh melihat Diffa berada tepat di depannya..
" Ah tuan Mahendra Malik..selamat sore..aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan anda di sini " ucap Diffa yang menampilkan senyum manis nya..tapi Mahe hanya cuek dan jawab singkat
" iya sore " Mahe ketus
" apakah bisa kita ngopi ngopi dulu tuan Mahendra ?? " ajak Diffa semngat..karna Diffa fikir bakalan di terima ajakan nya
" maav nona Diffa..saya tidak bisa " jawab singkat menolak ajakan Diffa
" ah baik lah Tuan Mahendra ..mungkin lain waktu bisa kita Dinner " ucap Diffa
" Maav saya tidak ada waktu nona Diffa..saya permisi " jawab Mahe langsung pergi begitu saja dari hadapan Diffa tanpa melihat wajah Diffa yang agak kesal karna di tolak oleh Mahe..
" Sial..dia berani nolak w..ngga ada satu pria pun yang dapat menolak w..kita lihat saja Mahendra ..hahaha " batin Diffa kesal dan tersenyum licik
Asisten Aji sudah menunggu di parkiran..dan dari jauh Aji sudah melihat Mahe berjalan ke arahnya dengan wajah di tekut kesal.. Aji hanya mengerutkan keningnya karna bungung ada apa dengan bosnya..
" silahkan bos " ucap Aji yang sudah membukakan pintu mobil mewah untuk Mahe..
" Hem " jawabnya singkat
" Aji..tolong kamu urus semu kontrak kerja sama dengan Diffa..dan jangan pernah pertemukan saya dengan dia..saya percayakan semuanya ke kamu Aji " ucap Mahe dengan nada yang kesal
__ADS_1
" baik tuan "
Aji tanpa sengaja menoleh ke arah pintu kampus sebelum melaju mobilnya..dan ternyata di sana ada nona Diffa dan asisten Dimas " pantes saya si bos kesal..ada maklampir toh hahahaha " batin Aji geleng geleng kepala sambil tersenyum..