
Berita tentang pernikahan Mahe, dan kekacauan yang Diffa buat di acara pesta pernikahan Mahe, sampai ke telinga orangan tua nya Diffa, mereka sangat malu atas laporan orang kepercayaan orang tua Diffa.
"Pih, Diffa sudah keterlaluan, Papih harus tegas sekarang sama Diffa, Pih" ucap maminya Diffa
"Iya mih, kita harus pulang secepatnya, takutnya Diffa akan nekad mih"
"bener pih, ya sudah besok pagi kita pulang ke Indonesian pih"
"baik lah mih"
Papih dan Mamih nya Diffa meras bersalah atas ke pada Mahe, karna kelakuan nya Diffa yang keras kepala jika menginginkan sesuatu harus tercapai.
"pih, apa iya Diffa cinta sama tuan Mahendra atau hanya terobsisi saja pih?"
" Papih juga kurang tau mih, info dari orang suruhan Papih yang memata matain Diffa, bilang kalau Diffa suka sama tuan Mahe mih"
"oh ya tuhan, kenapa ini terjadi sama anak kita pih, kasian Diffa Pih, pasti dia sakit hati pih"
"iya mih, tapi tidak harus merusak kebahagiaan orang lain mih, apalagi ini menyangkut tuan Mahendra mih, Papih ngga bisa bayangin ke marahan tuan Mahendra pih, karna yang Papih tau tuan Mahendra bukan orang yang datap memaavkan kesalahan orang lain dengan mudah mih"
"A pa?" ucapan mami nya Diffa terbata dan terkejut atas penuturan sang suami.
"he'em, Mamih tenang dulu ya, nanti pas kita sampai di rumah, kita tanya Diffa nya dulu mih"
"Baiklah" pasrah maminya Diffa
******
Beberapa hari setelah pernikahan Mahe dan Nidya, Mahe sangat bahagia bisa menikahi Nindy, umur tidak menjamin kedewasaan seseorang, buktinya Nindy yang baru mau memasuki usia 20 tahun, tapi dia bersikap lebih dewasa dari usianya, dia bisa mengurus suami dan rumahnya tanpa harus merepotkan pelayan di rumah Mahe dan Nindy, bi Ani sangat senang tuan Mahe nya menikah dengan wanita yang tepat.
melayani Mahe, dari pakaian, makanan dll, semua kebutuhan Mahe, Nindy yang menyiapkan semuanya.
"sayang, pakaikan mas dasinya dong"
"oke, tapi ajarin ya mas, Nindy belum terlalu bisa mas"
"baik lah, sini mas ajarin, biar istri mas yang cantik ini bisa pasangin mas dasi setiap hari" jawaban Mahe sambil merangkul pinggang ramping Nindy.
"iya mas, Nindy mau mengabdi sama mas, yang menjadi kebutuhan mas, Nindy mau semuanya Nindy yang mengerjakan dan melayani mas Mahe" sambil tersenyum manis ucapan nya Nindy.
"pintar nya istri mas" goda Mahe sambil mencium bibir Nindy sekilas.
__ADS_1
"hahaha, mas bisa aja, bukan pintar mas, tapi karna Nindy sayang sama mas, jadi apapun itu Nindy lakuin agar mas merasa nyaman dan bahagia bersama Nindy, mas"
"hemm, harus dong sayang" Nindy mulai memainkan dasinya Mahe di bantu oleh Mahe cara memasangkan dasi untuk nya.
"sayang, berikan mas vitamin dulu ya, biar mas kerjanya semangat" Mahe mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Nindy, dan dengan gerak cepat Mahe menempelkan bibir nya ke bibir Nindy yang ranum, ******* lembut bibir rasa cery itu, Mahe memainkan lidahnya setelah Mahe menggigit lembut bibir bawah Nindy agar terbuka, mengabsen setiap rongga mulut Nindy, dan membelit lidah nya di dalam sana, Nindy sudah bisa mengikuti permainan Mahe, karna sering melakukannya, semakin lama ciumannya semakin menuntut, tangan Mahe tidak bisa diam mengabsen setiap lekuk tubuh Nindy, yang seksi menurut Mahe.
Mahe mulai memasukan tangannya ke dalam baju Nindy, dan meremas dua gunung kembar Nindy dengan lembut, mengangkat penutup nya dan mulai bermain di pu**ng nya, Nindy seperti terhipnotis atas perlakuan lembut yang memabukkan dari Mahe, sampai keluar de**han dari bibir nya Nindy, Mahe menuntun Nindy ke arah kasur tanpa melepas ciuman panas nya.
membaringkan Nindy dengan lembut di kasur king size nya dengan gerakan lembut, ciumannya turun ke leher Nindy yang indah dan mulus, semakin ke bawah Mahe membenamkan wajah nya di gunung paforit ya yang menjadi candu nya, menyesap lembut di sana, Nindy semakin menggila saat jari Mahe bermain di bawah sana, dengan gerak cepat Mahe melepaskan rok yang di pakai Nindy dan bahan tipis pun yang melekat pun sudah hilang entah kemana.
"ma ***" ucap Nindy Mende**ah
"nikamti sayang" bisik mahe, sambil terus bermain di bawah sana dan bibir Mahe bermain di gundukan paforitnya dengan sedikit kasar, karna Mahe pun sama sudah ikut melayang, dan juniornya meronta ronta di bawah sana, ingin segera masuk ke sarang yang sangat memabukkan itu.
Mahe mulai memasukan benda tumpul itu dengan perlahan dan menuntut agar masuk dengan sempurna.
"aaghhkkk" pekik Nindy Mende**ah hebat saat sesuatu masuk di bawah sana dengan sempurna, serasa penuh dan sesak.
"nikmati sayang, mas bikin kamu puas melayang ke angkas" bisiknya lagi sambil memompa di bawah sana dengan tempo lebih cepat.
Nindy semakin menjadi, ada sesuatu yang mau tumpah dan Nindy memegang tangan Mahe dengan kuat, seakan mau meledak, Mahe yang paham langsung melamut bibir Nindy, dan berbisik "sama sama keluarnya sayang" Nindy hanya mengangguk pasrah, Mahe memompanya tanpa ampun dan seketika ada yang tumpah di dalam sana sampai ke dinding rahim nya Nindy.
"aaghhkkk" ucap Nindy dan Mahe bersama, Mahe memeluk Nindy dan mencium kening, kedua matanya, pipi kanan kiri dan yang terakhir bibirnya dengan sedikit ******* nya.
"iya mas" jawab Nindy lemah karna lemas di kerjain suaminya, karna semalem pun Nindy tak luput dari serangan Mahe, hingga berapa kali pelepas, sampai tubuh Nindy remuk seketika.
"mas bersih bersih dulu ya sayang" ucapnya langsung melesat ke kamar mandi.
"Iya mas"
setelah Mahe dan Nindy selesai membersihkan diri..mereka turun dan menuju meja makan untuk sarapan yang telat 30menit.
Nindy melayani Mahe di meja makan, menyendokan nasi dan lauk pauk kesukaan suaminya, bi Ani tersenyum melihat Nindy melayani suami penuh cinta dan sayang.
"sayang, mas berangkat kerja dulu ya, ingat jangan kemana mana" setelah selesai sarapan Mahe beranjak dari meja makan dan berjalan ke depan pintu rumah nya.
"iya mas ku sayang, Nindy ngga akan kemana mana ko"
"pintar, ya udah mas berangkatnya" Nindy langsung mencium punggung tangan Mahe, dan Mahe mencium lembut kening Nindy dan sekilas bibir nya Nindy.
"assalamualaikum sayang"
__ADS_1
"wa'allaikumsalam mas, hati hati ya"
" iya sayang" Mahe langsung masuk ke mobilnya
setelah asisten Aji membukakan pintu mobil untuk mahe.
"permisi nona" ucap asisten aji sambil membungkuk
"ah iya"
Nindy masuk ke dalam rumah nya setelah mobil suaminya sudah tak terlihat.
melangkah kan kakinya ke dapur, untuk membuat kue ke sukaan suaminya, browniss almond keju.
"Bu, apakah masih sibuk?" ucap Nindy ke bi Ani.
"tidak non, ada yang bisa bibi bantu?"
"ah iya bu, Nindy mau buat browniss almond kesukaan mas Mahe, apakah bibi bisa bantu Nindy?"
"siap non, bibi bisa bantu" jawab nya sambil tersenyum
Nindy mulai bergelut dengan bahan bahan untuk bikin brownis nya, dengan cekatan Nindy memasukan bahan bahan yang di butuhkan setelah bi Ani menyiapkan bahannya.
Sekitar 1 jam lebih akhirnya browniss nya sudah matang.
"wah, bau nya harum sekali non"
"terimakasih bu, Bu ini di coba, mumpung masih hangat" memotong kue nya memberikan kepada bi Ani.
"terimakasih non" bi Ani menerima nya dan mencoba kue nya.
"Gimana bu, apakah enak?"
"emm iya non ini enak bangat, non pinter juga ya buat nya" ucap bi Ani yang memuji kue buatan Nindy.
"ah ibu bisa aja, ini resep dari Mega Bu, Mega kan jago buat kue nya" iya Nindy belajar semuanya dari Mega, masak dan membuat kue.
"wahh, hebat ya non Mega, non" puji bi Ani.
"Iya Bu, Mega memang hebat" pujinya sambil tersenyum
__ADS_1
"Bu, Nindy ke kamar dulu ya, mau istirahat" ucap nya lagi.
"baik non"