PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 14


__ADS_3

Mahe dan Nindy masih menyebut tamu undangan, beberapa saat kemudian datang sosok wanita cantik dan anggun menggunakan gaun yang indah, banyak mata tertuju pada wanita cantik tersebut, para tamu undangan yang hadir, terpesona olehnya terutama kaum pria, tapi ada juga kaum wanita yang ikut terpesona dan ada juga yang iri melihat kecantikannya.


Iya Diffa,. Diffa menggandeng asisten nya Dimas untuk menemaninya ke acara pernikahan Mahe dan Nindy, memang Dimas juga di undang ke acara nya Mahe dan Nindy.


Diffa menatap tidak suka, karna Nindy terlihat lebih cantik darinya, dan melihat kebahagiaan mereka berdua, yang sedang menunjukan ke romantisan ya di depan umum.


Mahe mencium pipi Nindy dengan mesra sambil tertawa bahagia dan Nindy pun ikut tersenyum bahagia atas perlakuan Mahe yang spontan di depan umum.



Mahe dan Nindy belum menyadari kehadiran Diffa di tengah tamu undangan, karna banyak sekali yang datang ke acara mereka.


"Sialan, kita lihat saja, apakah mereka masih bahagia setelah w ancurin pesta kalian, hahaha" batin Diffa yang kesal dan cemburu.


Diffa sudah menyabotase layar besar yang menampilkan kebahagiaan mereka yang sedang berlangsung.


"bagaimana, sudah siap" pesan singkat Diffa ke orang suruhan nya.


"Siap nona, dalam 15 menit " jawab orang suruhan Diffa


Diffa membaca pesan masuk langsung tersenyum licik ke arah Mahe dan Nindy, Diffa dan Dimas langsung menuju ke arah pengantin untuk memberi ucapan selamat, iya selamat untuk ke Malangan Nindy yang akan dia permalukan.


"jahat sekali kau Diffa" batin Dimas, Dimas tidak menyangka kalau Diffa akan nekad menghancurkan kebahagiaan tuan Mahendra dan istrinya, karna Dimas tidak bisa melarang Diffa melakukan hal buruk kepada tuan Mahendra dan istrinya, Dimas punya hutang Budi yang besar ke pada keluarga Diffa.


Sesampainya di Diffa di depan Mahe dan Nindy, Nindy tersenyum manis, sedangkan Mahe menatapnya datar.


"Selamat untuk pernikahannya tuan Mahendra, semoga bahagia" ucap Diffa tersenyum manis ke arah Mahe, dan Mahe hanya menampilkan wajah ketidak sukaan nya.


"terimakasih, sudah hadir di acara kami" Nindy yang menjawab nya, karna Mahe tidak menjawab ucapan Diffa, Diffa mendengarnya tidak suka dan melihat sinis ke arah Nindy, Nindy yang di tatap seperti itu biasa saja.


Diffa langsung pergi begitu saja tanpa membalas jawaban Nindy ke padanya, sedangkan Dimas masih di depan Mahe dan Nindy.


'Selamat tuan Mahendra dan nona Nindy, semoga bahagian selalu" ucap Dimas.


"Terimakasih asisten Dimas, atas doanya" ucap Mahe tersenyum ke Dimas, Nindy hanya tersenyum ke arah Dimas.


Dimas langsung meninggalkan pasangan yang sedang bahagia.


"mas, tidak boleh seperti itu sama nona Diffa, bagai manapun juga dia tamu kita dan rekan bisnis mas" ucap Nindy menasehati Mahe.


"mas hanya tidak suka dengan nya sayang, karna dia itu licik, mau misahin kamu sama mas"


"baiklah" jawabnya pasrah


Tanpa mereka sadari, layar besar yang tadinya terpampang gambar Mahe dan Nindy yang bahagia, seketika berubah menampilkan wajah Nindy di lampu merah menjajakan tissu jualannya, tempat kontrakannya yang kumuh, dan yang lebih parah lagi, foto Nindy pada saat menjadi taruhan balapan liar Mahe dan Bram, dimana Nindy yang menjadi taruhannya, ada foto yang menjijikan di mata semua orang pada saat Nindy di cium cium oleh Bram.


Nindy terkejut melihatnya, sedangkan Mahe mengeratkan rahang dan kepalan tangan nya, sedangkan asisten Aji mencari sumber nya dimana dan kenapa bisa ada yang sabotase acara bos nya.


"Hahahaha, kalian sudah melihat gambar nya, dan apa kesimpulan yang anda semua dapat dari gambar tersebut, apakah pantas jika tuan Mahendra yang terhormat bersanding dengan cewek yang tidak selevel dengan nya dan murahan, menjajakan tubuhnya dan menjadi taruhan di arena balap" ucapan Diffa spontan mengagetkan Mahe, Nindy dan tamu undangan.


"wah ternyata tuan Mahendra mendapatkan istrinya dari hasil taruhan" bisik tamu undangan

__ADS_1


"Iya ngga nyangka ya, cantik tapi murahan, ko mau ya tuan Mahendra sama cewek seperti itu"


"bisa jadi abis ini tuan Mahendra buat taruhan kembali, dan istri ya di jadiin taruhan juga, saya mau ikut taruhan"


"huh, maunya, hahaha"


makin rame saja yang mencemooh Nindy, Nindy hanya tersenyum melihat nya, karna Nindy punya kejutan juga untuk Diffa, sebelumnya Nindy sudah di kasih kabar sama seseorang yang entah siapa dia.


flashback on


Telpon Nindy berdering, no tak di kenal masuk, Mahe sedang berada di samping Nindy.


"siapa yang telpon sayang?"


"ngga tau mas, ngga ada nama nya"


" coba angkat, trus di lodspeker"


"Hem" Nindy langsung mengangkat telponnya.


"hallo"


"hallo nona, maav jika saya mengganggu anda"


"ini siapa ya?"


"nona tidak usah tau siapa saya, nona harus hati hati di acara pernikahan nona dan tuan Mahendra, karna ada yang menyabotase acara anda"


"nona Diffa, sudah dulu nona, hanya itu saja info yang saya bisa katakan, dan jangan bilang ke siapapun jika saya memberika bocoran untuk anda, karna nyawa saya terancam nantinya"


"bai..." sambungan telponnya langsung di tutup oleh penelpon misterius sebelum Nindy menyelesaikan ucapannya


flashback off


Dalam beberapa menit, foto Nindy berubah menjadi Vidio Diffa dan Mahe, yang memprovokasi Mahe untuk meninggalkan Nindy, dan dengan tidak tau malunya Diffa memeluk dan mencium paksa Mahe.


Saat ini, muka Diffa memerah karna malu, dan semua menatap nya dengan jijik dan meremehkannya.


"nona Diffa, terimaksih atas hadiah yang kau berikan kepada kami, jadi saya tidak perlu memberitahu publik lagi soal siapa istri saya sebenarnya, untuk masalah taruhan, saya akan menjelaskannya" ucap Mahe


"istri saya, Nindy Safitri, anak dari almarhum bapak Hadi dan almarhum ibu Bilqis, mertua saya meninggal 12 tahun yang lalu karna kecelakaan mobil, pada saat kejadian istri saya berusia 8 tahun, karna tidak ada sanak saudara, Nindy di titipkan di panti asuhan, setelah usia 17 tahun, istri saya berusaha mandiri, dia ngekost dan untuk menopang hidupnya, dia berjualan tissu keliling" ucap nya lagi Mahe menjeda ucapannya sambil menarik nafas nya pelan.


"untuk masalah istri saya jadi taruhan, karna istri saya tidak sengaja melempar batu ke arah mobil mewahnya Bram, dan Bram menjadikan istri saya untuk taruhan, dan saya yang memenangkan taruhannya, untuk masalah Bram yang mencium istri saya, itu bukan kemauannya, Bram memaksa mencium Nindy, pada saat ke jadian itu posisi saya sedang mengarah ke Bram dan Nindy pada malam itu" Nindy tersenyum mendengar penjelasan nya Mahe.


Dan untuk Vidio ini, memang benar nona Diffa memeluk saya dengan paksa dan mencium saya, karna dia kesal saya menolak cinta nya"


Saat ini Diffa serasa ingin masuk ke lobang semut, karna dia di permalukan di depan umum.


"Bagai mana nona Diffa? Apa yang saya katakan sesuai fakta atau hanya lelucon saya saja?" Mahe bertanya ke Diffa di depan semua tamunya.


Diffa yang malu, marah, dan merasa harga dirinya di injak injak oleh Mahe dan Nindy, langsung melesat cepat ke arah parkiran mobi, dan asisten Dimas mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Asisten Aji yang mau mengejar di tahan oleh Mahe.


"Biarkan saja" ucap Mahe ke asistennya.


"Baik tuan" jawabnya


Acara beljalan kembali normal Atas insiden yang baru saja terjadi.


pukul 16.00 acara pesta Mahe dan Nindy sudah selesai dan tamu undangan meninggalkan tempat nya, Mahe melihat Nindy dengan tatapan bahagia, dan sebaliknya pun sama menatapnya dengan bahagia.


Mahe langsung mengajak Nindy meninggal kan tempat pesta yang baru saja di gelar.


.


.


.


.


Sesampainya di kamar, Mahe mendudukan dirinya di pinggir kasur, sedangkan Nindy membuka riasan di sekitar kepalanya dan membersihkan wajahnya.


Mahe melihat Nindy dari pantulan cermin dengan tersenyum.


"sayang, kamu bersihkan diri duluan ya, nanti baru mas yang bebersih"


"ba baik mas" jawab nya gugup, Mahe melihat ke gugup Nindy dengan tersenyum, Nindy langsung melesat cepat masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


30 menit, Nindy selesai dengan ritual mandinya, saat keluar kamar mandi Nindy terkejut melihat Mahe sudah segar, iya Mahe secepat kilat mandi di kamar yang sebelumnya di tempati Nindy, "hehehe biar cepet itu belah duren" ucap author "Biarin Wee, author sirik aja nih" jawab Mahe


Nindy dengan jantung yang siap meledak, semakin panik melihat Mahe berjalan ke arahnya, Nindy malu karna hanya memakai handuk dengan belahan dada nya yang terlihat dan handuknya hanya sebatas setengah pahanya.


"Sempurna, mulus, bersih dan seksi" batin Mahe semakin mendekat dengan Nindy, jantung Mahe pun sama kian kencang dan ingin melompat dari tubuhnya.


"sayang, apa mas boleh meminta hak mas, sekarang?" tanya Mahe dengan lembut dan memegang pundaknya Nindy yang polos tanpa sehelai benang pun yang menempel, Nindy menundukkan wajahnya yang merah padam karna malu, seketika Nindy mengangguk pelan.


Mahe menuntun Nindy untuk duduk di pinggir ranjang, dan Mahe mendekatkan wajah nya ke wajah Nindy, setelah mereka duduk di pinggir ranjang ukuran king size nya yang sudah di hias seperti kamar pengantin.


Perlahan tapi pasti, Mahe mengecup bibir manis Nindy dengan lembut, dan semakin lama semakin dalam dan menuntut, Mahe merebahkan tubuh Nindy ke kasur yang super mewah itu dan tidak melepaskan tautan bibirnya.


Mahe menggigit bibir Nindy pelan, yang belum mendapatkan balasan dari Nindy, Mahe mengabsen satu persatu isi mulut Nindy dengan lembut, membuat Nindy melayang terbang, Mahe dengan lincah membuka handuk Nindy dan mulai meraba tubuh indah dan mungilnya Nindy, ciuman itu pindah ke leher jenjang indah Nindy menyesapnya dan membuat tanda kepemilikan nya, bibir Mahe mulai turun sempurna ke dua buah gundukan Indan tersebut dan mulai menyesapnya pu**ng merah muda itu dengan lembut dan semakin terbuai Nindy di buat nya karna permainan Mahe yang semakin membuat nya kian terbang bebas.


Dan terjadilah apa yang harus terjadi untuk pengantin baru ini, yang pastinya dunia hanya milik Mahe dan Nidya, yang lain ngontrak, hahaha.


\=\=\=\=\=\=\=\=❤️🌹\=\=❤️🌹\=\=❤️🌹\=\=❤️🌹\=\=❤️🌹\=\=\=\=\=\=


cerita author, maav ya ngga bisa di terusin..Karna mengandung ahay ahay, ihi ihi ihi, jadi bangankan saja ya sendiri untuk yang sudah menikah, buat yang belum harus bijak ya dalam membaca.


udah dulu ya author ngantuk bangat ini.


salam sayang dari author ya gass ❤️🌹🙏

__ADS_1


"


__ADS_2