PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 24


__ADS_3

Visual Diffa




Diffa, gadis manja yang ke inginan nya selalu di penuhi, Diffa gadis yang licik, jahat dan antagonis.


********


Visual kirana




Kirana baik hati, penyayang dan mandiri,, mantan kekasih pertama Mahendra, dan Kirana menghilang tanpa kabar apapun ke Mahendra.


********


Visual Kemal Audrey




kemal Audrey, kaka dari kirana Audrey, pria tampan dan kaya, kemal baik hati, dan tegas, dia selalu menghormati wanita, prinsip nya kemal, ibu nya adalah wanita dan kirana adik nya pun sama, oleh sebab itu, kemal murah senyum ke setiap gadis yang menyapanya, bukan play boy tapi lebih menghargai dan sopan santun.


**********


7 tahun yang lalu


Mahe berpacaran dengan Kirana Audrey, anak pengusaha properti yang sukses di kalangan bisnis, mereka berpacaran pada saat Kirana menjadi adik kelas nya Mahe, diam diam mereka mencuri pandang, lama lama menjadi dekat dan menjadi sepasang kekasih.


tapi pada saat Kirana lulus sekolah menengah ke atas, dan Mahendra kuliah di universitas ternama di Jakarta dengan beasiswa nya, kirana pergi tanpa kabar, pergi nya Kirana membuat Mahe frustasi dan banyak sekali pertanyaan di benak Mahe, mengapa dan kenapa.


sampai akhirnya Mahe tahu, bahwa Kirana kuliah di luar negeri, Mahe fikir Kirana jahat karna tidak memberi kabar.


*******


3 tahun yang lalu


Kemal menyukai gadis manis yang membuat hati Kemal berdebar, gadis penjual tissu yang cantik yang sudah bersahabat dengan terik nya matahari dan polusi.


Gadis itu cantik alami, karna tidak ada polesan makeup seperti gadis kebanyak, keringat bercucuran di dahi nya, dan itu yang membuat gadis itu seksi di mata Kemal.


Setiap hari, Kemal selalu memperhatikan nya, dan setiap hari pula, Kemal membeli tissu nya, sampai penuh bagasi mobil nya dengan tissu yang di jual gadis itu.


Nindy Safitri, gadis penjual tissu, mungkin bukan hanya kemal yang tertarik oleh pesonanya, mungkin ada banyak pria yang menginginkan nya.


Setelah beberapa Minggu, Kemal memberanikan diri menemuinya secara langsung, Kemal ingin mengajak Nindy untuk makan siang.


"Hay, kenal kan nama ku kemal" ucap kelam sambil menyodorkan tangan nya.


"ah iya, ada apa tuan?, saya Nindy" sahut nya dengan membalas salam dengan ragu.


"bisa kita bicara sebentar, sekalian makan siang?" berharapa Nindy mau menerima tawarnya.

__ADS_1


"wah makan siang, kebetulan aku lagi lapar" batin Nindy


"Bagai mana?" ucap Kemal membuyarkan lamunannya.


"ah, baik lah, asal jangan macam macam" sahut nya dengan sedikit mengancam.


"iya, saya janji tidak akan macam macam" sambil mengangkat dua jarinya berbentuk huruf V.


Sesampainya di caffe shop, kemal dan Nidya memesan makanan nya, sambil memakan makannya kemal memulai dengan bertanya tentang pekerjaan dan seterus nya.


**********


Diffa merasakan mulas yang ngga tertahan kan di perutnya, sakit, mulas, pokok nya nano nano deh yang sudah pernah merasa melahirkan.


"Bun, bunda" teriak Mahe, karna tidak sengaja melihat Diffa yang kesakitan dan segera membopong nya.


"Iya yah, ada apa" sahut nya sambil menggendong Rafael.


"Bun, Diffa mau melahirkan"


"Apa, melahirkan?" terkejut Nindy


"Iya Bun, panggil kang Ujang untuk siap kan mobil dan bi Ani suruh bawa perlengkapannya"


"Siap yah" Nindy segera melaksanakan apa yang di suruh oleh suaminya nya.


"mih, Mamih sayang, sabar ya" ucap Mahe ke Diffa.


"Hem" sambil mengangguk pelan, karna sakit nya semakin kuat biasa.


Sesampainya di rumah sakit, Diffa langsung di masukan keruang bersalin, ruangan untuk melahirkan.


Beberapa jam kemudian, Diffa sudah di pindah kan di ruang perawatan, pasca melahirkan.


"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah jadi mami" ucap mami nya Diffa.


"Iya Mih, terimakasih ya"


"Sama sama sayang" Mamih nya Diffa memeluk Diffa dengan lembut.


"wah, anak Papih hebat, sudah jadi ibu" ucap Papih nya Diffa dan memberikan pelukan sambil mengecup kening nya Diffa.


"hehehe, iya pih, makasih ya" membalas pelukan Papih nya.


"Pih, Mih, mas Mahe kemana?" ucap nya lagi.


"sayang" sahut Mahe dari pintu kamar inap Diffa, dan di ikuti suster yang membawa box bayi.


"mas.."


"Iya sayang, selamat ya, sekarang kamu jadi Mamih" Mahe memeluk Diffa dan mencium seluruh wajah nya, dan yang terakhir bibir nya dengan singkat.


"Iya mas, kamu juga kan jadi Papih" sahut Diffa membalas pelukan nya Mahe.


"tuan, nyonya, ini anak anda" ucap suster.


"iya sus, terimakasih" sahut mereka bersama.

__ADS_1


Nindy tidak bisa menjenguk Diffa di rumah sakit, karna harus menjaga Rafael, tapi Nindy sudah menyiapkan kejutan untuk Diffa dan anak nya, di rumah.


"mas, nama anak kita siapa?" ucap Diffa pada saat sudah siap untuk pulang ke rumah.


"RAISYA PUTRA MALIK , apa kamu suka?"


"Nama nya cantik, aku suka"


"iya sayang,, cantik seperti anak kita dan Mamih nya" ucap Mahe sambil mencolek hidung nya Diffa dengan lembut.


Diffa tersenyum senang, karna bisa mendapatkan suami yang sayang, anak yang cantik, serta madu yang berhati malaikat seperti Nindy.


Sesampainya di rumah, mereka di sambut dengan bahagia, atas kelahiran Diffa, lengkap sudah kebahagiaan Mahe, Nindy memberikan putra yang tampan, Diffa juga memberikan putri yang cantik.


"selamat datang, selamat ya Diff, kamu sudah menjadi Mamih sekarang" ucap Nindy sambil memeluk Diffa dengan lembut dan penuh kasih.


"iya Nin, makasih ya" sahut Diffa membalas pelukannya.


"Cantik sekali, anak bunda, sini bunda gendong"


"ini sayang" ucap Mahe, sebelum nya sudah memeluk Nindy dan mencium kening nya.


mereka semua berkumpul di ruang keluarga, ada asisten aji, Mega, orang tua Diffa, bi Ani dan Rafael, jangan lupa juga sama Mahe, Nindy, Diffa, dan Raisya, hehehehe.


*******


Kebahagiaan dan suka cinta, Mahe, Nindy, dan Diffa, sekarang menjadi keluarga yang harmonis, lengkap dan penuh cinta.


Nindy membantu Diffa, dan sebaliknya Diffa pun membantu Nindy untuk mengurus ke dua buah hati nya.


"diff, anak anak kita tampan dan cantik ya, aku seneng bangat, anak kamu perempuan, jadi nya lengkap"


"Iya, aku juga seneng Nin, aku punya putra putri yang tampan dan cantik" sahut Diffa.


"oh iya, Mamih dan Papih, nanti siang mau ke sini, katanya kangen Ama cucu cucu nya" ucap Diffa lagi.


"asikk, jadi rame deh, nanti aku telpon mas Mahe, biar bisa makan siang di sini, sekalian ajak asisten aji dan ka Mega ya"


" Bener, pasti seru" mereka tertawa bersama, bi Ani melihat nya sangat bahagia, karna mereka sekarang sudah saling menyayangi satu dan yang lain.


********


Di kantor,,


"tuan, hari ini kita ada meeting di caffe shop, pukul 2 siang" ucap asisten Aji.


"Baik lah, siapkan semuanya, oh iya nanti makan siang di rumah ya, ajak Mega juga" mengajak mereka berdua.


"Baik tuan, Mega pasti senang bertemu dengan duo R" asisten Aji sambil membayang kan betapa seru nya melihat tingkah duo R.


"Iya, dou R sangat menggemaskan, hahaha" Mahe pun sama, membayangkan tingkah duo R yang selalu berebut untuk mendapatkan perhatian nya.


Setelah makan siang bersama, yang penuh dengan kebahagian dan suka cita, bercanda dan berbagi cerita, sekarang Mahe dan Asisten Aji, berangkat ke caffe untuk metting dengan salah satu rekan bisnis nya yang akan buka cabang rumah sakit di kota J.


Perusahaan Mahe semakin berkembang pesat karna adanya Nindy dan Diffa, dan sekarang semakin banyak yang ingin bekerja sama dengan Mahe, rezeky nya untuk duo R, selalu ada aja jalan.


Bersambung..

__ADS_1


ceritanya makin seru di bab selanjut nya, maav jika di bab ini author kurang konsentrasi ya,, karna banyak sekali pekerjaan jadi baru up lagi, author janji akan selalu up, biar kalian ngga lama lama menunggunya 🤗🤭


jangan lupa like dan coment ya ❤️🌹🤗


__ADS_2