PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 26


__ADS_3

POV Mahe


Kenapa dia harus kembali, aku sudah bahagia dengan kehidupan ku dan keluarga ku, mungkin kata orang cinta pertama memang susah untuk di lupakan, tapi tidak dengan ku, aku merasakan sakit dan kecewa pada cinta pertama ku, menghilang tanpa kabar, membuat aku jatuh bangun, agar tetap bisa berdiri dan bangkit kembali.


..."Bisakah, kita bertemu, aku mohon (Kirana) : ( 9.30 ) "...


aku ngga tau harus balas apa, aku tidak mau menyakiti hati istri dan anak ku, sudah cukup aku menyakiti Nindy, karna ada nya Diffa dalam rumah tangga kami, walau berakhir bahagia, dan akhirnya Diffa meninggal kan kami semu.


"aku ngga bisa, aku sudah menikah dan tidak mau menyakiti hati istri dan anak anak ku" (10.15) balasan Mahe.


menghindar lebih baik, agar kita bisa melupakan dan berdamai dengan masa lalu.


"*aku hanya ingin menjelaskan, mengapa aku pergi, itu saja"( 10.20)


"aku ngga akan ganggu rumah tangga mu, dan keluarga mu"(10.22*)


mungkin benar, aku harus bertemu, dan itu pertanyaan ku mengapa dia pergi, pergi jauh.


tapi bagai mana jika istri ku tahu, aku menemui wanita lain yang pernah ada di hati ku, bahkan aku sangat sulit untuk melupakan nya, sebelum aku menemukan Nindy istri ku.


"baik, dimana?"(11.30)


"Di caffe depan kantor mu, aku sudah ada di sini sejak tadi" (11.32)


Tanpa membalas, aku langsung meluncur ke caffe depan kantorku untuk bertemu dengan nya, tidak ada salah nya, hanya sekali dan tak akan bertemu kembali, iya hanya sekali ini saja, dan melupakan semua nya.


********


Di caffe


Mahe masuk ke caffe dan mengedarkan pandangan nya, untuk mencari seseorang yang dia ingin temui, saat pandangan nya berhenti di sudut meja, dia melihat se orang gadis yang dulu pernah sangat dia cintai, dan berharap menjadi pendamping hidup nya, Mahe bekerja setengah mati agar bisa menyamai derajat nya dengan keluarga gadis tersebut, setelah berhasil mencapainya, tapi gadis itu tidak pernah kembali, saat sudah ada seseorang yang berharga di hidup nya, mengapa dia kembali, mengapa.


Mahe berjalan dengan angkuh, ke arah gadis tersebut, dengan ekspresi dingin nya, sedangkan gadis itu, berdiri dan tersenyum manis ke padanya.


"senyum itu, senyum beberapa tahun lalu, senyum yang sangat aku rindukan, kenapa dia menunjukan nya kepada ku, ada apa dengan ku, kenapa hati ku berdetak tak karuan?,tidak, ini tidak boleh" batin Mahe sambil menggelengkan kepalanya pelan, agar dapat menghilangkan perasaan yang salah ini.


"seseorang yang selalu ku rindukan, sekarang ada di hadapan ku, wajah tampan itu, aku sangat ingin memeluk nya dengan erat, dan berkata aku mencintaimu, dan aku merindukan mu, tapi, tapi dia sudah jadi milik wanita lain" batin Kirana


"A apa kabar, Mahendra" tanya Kirana pada saat Mahe sudah ada di hadapannya, dan ingin menjabat tangan nya, tapi Mahe hanya diam dan langsung duduk di kursi nya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu katakan, cepat, aku tidak punya banyak waktu" sahut Mahe mengalihkan pertanyaan yang Kirana berikan.


"ah iya, kamu mau minum apa?" tanya Kirana, Kirana berharap Mahe mau minum bersamanya seperti dulu.


"kata kan saja, aku tidak ingin minum apa apa" sahut Mahe sinis.


"Mahendra, maav kan aku, aku meninggalkan kamu tanpa kabar, semua ayah ku yang mengirim aku ke luar negri untuk sekolah di sana, karna ayah tau, kita dekat dan berpacaran, ayah marah sama aku, karna kita pacaran, maav kata ayah kita tidak sederajat" ucapan Kirana berlinang air mata, karna ayah nya lah yang memisah kan nya dari Mahe.


Mahe terkejut, dengan ucapan Kirana, hati nya begitu sakit mendengar penjelasan Kirana, dan melihat Kirana menangis, hati Mahe melemah, dan sedikit menghangat, tanpa sadar, Mahe menggenggam tangan nya Kirana dan secara spontan menghapus air matanya Kirana.


"maav kan aku, maav Mahendra, semua bukan ke inginan ku, tapi..." semakin tumpah air mata nya Kirana.


"sssttt, jangan di lanjutkan, aku mengerti sekarang" sahut Mahe, memotong ucapan nya Kirana, dan tangan Mahe membelai rambut Kirana yang indah dan panjang, hati nya merasa nyaman saat membelai rambut ini.


Sesaat Mahe melupakan Nindy, perasaan yang aneh menurut nya, perasaan yang sudah lama hilang kini kembali lagi.


"Mahendra, apa kamu mau memaav kan aku?"


"Hem, iya aku maav kan kamu, karna itu bukan ke inginan kamu" dengan nada yang sudah menghangat


"makasih, terimaksih Mahendara, aku bahagia bisa dapat maav dari kamu, apa sekarang kita bisa berteman?" Kirana berharap bisa dekat dengan Mahe kembali, karna Mahe juga cinta pertama Kirana.


"iya, kita bisa berteman sekarang, tapi tidak lebih, karna aku sudah memiliki keluarga yang sangat aku sayangi dan cintai" ucap Mahe tegas, agar Kirana tidak berharap lebih.


"senyum itu lagi" batin Mahe melemah melihat senyum nya Kirana.


"ah iya, baik lah, aku harus ke kantor, karna banyak pekerjaan yang sudah menunggu" ucap Mahe dan berdiri untuk pergi dari tempat nya meninggal kan Kirana.


Tanpa di duga oleh Mahe, Kirana langsung memeluk Mahe dengan erat.


"aku merindukan mu, sangat rindu Mahendra" sambil memeluk Mahe dan mengucap kan kata yang memang dari tadi mau dia ucap kan.


Mahe yang terkejut atas tindakan Kirana, langsung sadar, dan Mahe melepaskan pelukan Kirana dari tubuh nya.


"maav Kirana, jangan seperti ini, aku laki laki yang sudah memiliki keluarga, aku ngga ingin ada ke salah faham antara aku dan istri ku, terimakasih karna kamu sudah merindukan ku, tapi maav aku tidak bisa membalas nya, maav kan aku" sahut Mahe panjang lebar dengan lembut dan meninggalkan Kirana sendiri.


"aku bahagia, melihat kamu sudah bahagia, Mahendra, tapi aku tetap mencintai mu" batin Kirana.


*

__ADS_1


*


*


*


*


Seminggu sudah, sejak Kirana bertemu dengan Mahe, rasa ingin memiliki tumbuh kembali, egois kah dia, tidak Mahe hanya punya dia, tidak boleh ada yang memilikinya, siapa pun itu.


"kerja bagus, ini bonus buat kamu" ucap Kirana ke seseorang di hadapan nya, dan menyerahkan uang yang sudah di janjikan nya, setelah melihat hasil yang sangat memuaskan.


"terimakasih bos, jika ada pekerjaan lagi, hubungi saja saya" sahut nya menerima uang yang di berikan Kirana ke padanya.


"oke, aku pergi dulu" ucap Kirana dan meninggalkan orang itu.


#####


Nindy merasa sempurna menjadi seorang ibu, dua anak yang tampan dan cantik.


"terimaksih Diffa, kamu memberikan aku anak yang sangat cantik dan pintar" ucap Nindy sambil melihat foto Diffa yang di pajang di ruang keluarga, tanpa terasa air mata nya membasahi pipi nya, saat mengenang Diffa, yang dari awal bertemu hingga menjadi madu nya dan berubah menjadi sahabat, dan saudara.


"Kenapa begitu cepat Diff, kau meninggal kan kami, aku sangat rindu pada mu" semakin mengenang, semakin terisak.


Nindy terkejut ada tangan yang melingkar di perut nya, sedetik kemudian Nindy sadar bahwa itu suaminya.


"sayang, kamu merindukan nya?" ucap Mahe lembut, fan membalikan tubuh Nindy agar menghadap nya, menghapus air mata nya.


"mas, aku kangen Diffa" sahut Nindy memeluk Mahe dengan erat.


"sayang, mas juga kangen sama Diffa, kangen manja nya, kangen kalua lagi bercanda dengan mu, tapi kita harus ikhlas ya, sayang" ucap Mahe lembut, sambil ikut mengenang tentang kebersamaan nya dengan Diffa.


"iya mas, aku beruntung di kasih kepercayaan oleh nya, untuk merawat Raisya mas"


"Iya sayang, Raisya anak kamu, Diffa percaya kamu bisa menjaga, membesarkan dan memberikan cinta dan kasih sayang untuk nya, didik lah Raisya agar memliki hati yang lembut seperti kamu"


"baik mas, terimakasih ya mas, mas juga sudah percaya, Raisya untuk aku jaga dan aku besarkan"


" iya sayang"

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa ya dukung aku, like dan ciment ๐Ÿ™๐ŸŒนโค๏ธ


__ADS_2