PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 28


__ADS_3

1 bulan kemudian..


"Nindy" ucap Kemal senang, karna bisa bertemu pemilik hati nya.


"tuan Kemal" sahut nya Nindy terkejut, bisa bertemu kemal kembali.


"kamu apa kabar?" tanya nya


" aku baik" sahut Nindy menampilkan senyum yang indah di mata Kemal.


Obrolan mereka terputus, karna seseorang memanggilnya.


"Sayang"


"Bunda"


"Bunda"


Panggil Mahe, Rafael dan Raisya bersamaan.


"Hay, sudah selesai?" tanya Nindy kepada Mahe dan ke dua anak anak nya.


Kemal terkejut yang mendengar nya.


"sayang?, Bunda ?? " batin Kemal


"Bun, hayu pulang" ucap Rafael


Mahe melihat istrinya berbicara dengan seorang pria, merasa cemburu, pasal nya dia tau siapa pria tersebut.


"iya sayang" sahut Nindy ke Rafael.


"Tuan Kemal?" tanya Mahe.


"ah, iya tuan Mahendra, apa kabar?" sahut Kemal.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Nindy


"Iya Bun, ini tuan kemal, pemilik PT Angkasa jaya, di bidang property, betul begitu tuan kemal?" sahut Mahe ke Nindy dan bertanya ke kemal.


"ah iya tuan Mahendra"

__ADS_1


"Nindy, ini siapa nya kamu?" tanya kemal ke Nindy, membuat Mahe merasa geram seketika.


"Saya suami nya Nindy, dan ini anak anak kami, Rafael dan Raisya" sahut Mega bukan Nindy yang menjawab nya.


"APA, SUAMI?" batin Kemal terkejut dengan ucapan Mahe.


"owh kamu sudah menikah?"


"emm, iya tuan Kemal, saya sudah menikah" jawab Nindy sambil tersenyum.


"selamat ya" ucap Kemal .


"terimakasih tuan kemal"


**********


"sayang, kamu kenal sama Kemal?" tanya Mahe sesudah sampai rumah.


"Hem, iya mas" sambil tersenyum menjawab ucapan nya Mahe.


"sejak kapan?" pertanyaan Mahe dingin ke Nindy,Nindy melihat nya rasa ingin ketawa, karna terlihat jelas suaminya itu sedang Pase cemburu berat.


"mas, aku kenal dia, sebelum aku kenal mas, dan aku sama dia ngga ada apa apa, sayang" jawab Nindy lembut.


"hahaha, mas mas ada ada aj sih, biarin itu hak dia, kan Nindy suka dan cinta nya sama mas, jangan lupa ada bumbu kasih sayang Nindy juga buat mas" gombalan Nindy seketika meluluhkan hati Mahe yang terbakar api cemburu.


"wah, istri mas yang cantik ini, sudah pintar ya ngegombalin mas?" goda Mahe


"itu nyata mas, Nindy ngga gombal ko,hahaha"


"istri mah, memang jago ya, buat hati mas seneng" ucapan Mahe sambil memeluk Nindy dengan lembut dan mesra.


"siapa dulu dong, kan kesayangan nya mas" membalas pelukan nya dan tersenyum senang.


*********


Kemal, merasakan sakit di hati, perih rasanya, melihat orang yang selama ini dia sayang bahkan dia cinta selama bertahun tahun, telah menjadi milik orang lain, andai saja Kemal berani menentang orang tua nya demi ke bahagian nya, mungkin sekarang yang kemal rasakan bukan nya sakit atau perih, melainkan bahagia, iya bahagia bersama seseorang yang kita cintai.


kenapa harta tahta menjadi momok yang menyeramkan kan buat kemal dan Kirana, karna mereka mencintai orang yang berasal dari kalangan bawah.


"aku masih tetap mencintai mu,, walaupun kau sudah menjadi milik nya, perasaan ini ngga akan bisa hilang secepat itu, karna kamu begitu special di hati ku, masih aku berharap kau akan menjadi milik ku, aku akan menunggu mu jika kau di sakiti oleh nya, aku siap menjadi pelindung mu, Nindy ku sayang" ungkapan hati kemal.

__ADS_1


***


Nindy merasa ada yang sedang memperhatikan nya, tapi siapa dan mau apa, mungkin salah lihat pikirnya.


"permisi, maav apa kah ini Nyonya Mahendra?" ucap seseorang


"iya, ada apa ya?" Nindy mengenali orang yang bertanya padanya, tapi Nindy bersikap ramah dan tersenyum kepada nya.


"perkenalkan, nama saya Kirana putri Audrey" ucap seseorang yang ternyata Kirana, mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Nindy.


"salam kenal, aku Nindy Malik, istri dari Mahendra Malik" sahut nya dengan lembut.


"apa kita pernah bertemu?" ucap Nindy lagi.


"ah tidak nyonya, saya hanya ingin menyapa anda saja, apa kah anda ada waktu untuk minum coffe dengan ku?" ucap Kirana


"yah, sayang sekali nona Kirana, aku ngga bisa hari ini, karna sudah janjian sama suami, sebentar lagi suami ku jemput" sahut Nindy menolak ajakan Kirana, bukan sengaja menolak, tapi Memeng sudah ada janji sama suaminya yang akan menjemput nya di minimarket.


"seperti itu, mungkin lain waktu bisa?" ucap nya Kirana berharap Nindy mau menerima ajakan nya.


"baik lah,, nanti kalau bertemu kembali, kita akan ngopi bareng ya" sahut nya Nindy


"iya, senang bertemu dengan anda Nyonya"


"sama, aku juga seperti mu" membalas senyuman Kirana.


"sayang, sudah selesai belanjanya?" ucap Mahe tiba tiba sudah ada di hadapan Nindy, posisi nya Kirana membelakangi Mahe.


"sudah sayang, hayo kita pulang" ajak Nindy


"okey sayang, sini aku yang bawa ke kasir ya" sahut Mahe dan di angguki oleh Nindy.


"nona, aku permisi duluan ya, suami ku sudah menjemput ku" ucap Nindy ke Kirana, Kirana masih mematung, karna mendengar Mahe berkata lembut kepada istrinya.


"nona?" ucap Nindy lagi sambil menyentuh bahu nya Kirana, Nindy tau Kirana terkejut Mahe ada di sini.


"ah iya,, hati hati" sahut nya Kirana dengan terbata bata.


Mahe tidak fokus dengan seseorang yang di ajak bicara oleh istrinya, Mahe hanya fokus melihat belanjaan yang di beli oleh istrinya.


*****

__ADS_1


hai gaess maav ya aku baru up,, lagi ngga mood nih,,


jangan lupa like dan coment ya ๐ŸŒนโค๏ธ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜


__ADS_2